cover
Contact Name
Farisa Luthfiana
Contact Email
lppmuta45@uta45jakarta.ac.id
Phone
+6282218999015
Journal Mail Official
lppmuta45@uta45jakarta.ac.id
Editorial Address
Fakultas Farmasi, Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Jl. Sunter Permai Raya, Sunter Podomoro, Jakarta 14350
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL
ISSN : -     EISSN : 25028413     DOI : https://doi.org/10.52447/scpij.v7i1
Core Subject : Health, Social,
Social Clinical Pharmacy Indonesia Journal (SCPIJ) is a scientific journal managed by the Faculty of Pharmacy Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, which is published twice a year (April and October). SCPIJ is a scientific research journal in the field of community service with articles that have never been published online or in print before. SCPIJ aims to disseminate conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the fields of pharmacy and health, Regulatory Affairs and Pharmaceutical Marketing Research, Pharmaceutical Care,Pharmacotheraphy, Pharmacoepydemology, Pharmacogenetic, Rational Therapeutics, Evidence-Based Practice, Health Services Research, Medication Management, Drug Interactions, Drug Utilization, Drug Prescribing, Drug Information. The results of the service published in this journal are in the form of experimental and non-experimental service.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2022)" : 5 Documents clear
PROFIL PENGGUNAAN OBAT HIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN KEBIASAAN MEROKOK DI RSUD LANDAK KALIMANTAN BARAT Angi, Maria Agnesi
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/scpij.v7i2.6708

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyebab kematian dini pada masyarkat di dunia. Data Kemenkes RI 2019 Kalimantan Barat menempati urutan kelima penderita hipertensi sebanyak 36,99%. Salah satu faktor risiko terjadinya hipertensi adalah gaya hidup seperti merokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan obat hipertensi pada pasien hipertensi dengan kebiasaan merokok di RSUD Landak Kalimantan Barat. Kejadian hipertensi menempati urutan ketujuh dari sepuluh besar angka kesakitan pasien di RSUD Landak Kalimantan Barat. Penelitian ini bersifat observasional dengan desain studi cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara incidental sampling dari pasien hipertensi yang memiliki perilaku merokok. Data tekanan darah, golongan antihipertensi dan kebiasaan merokok dikumpulkan menggunakan rekam medis dan kuisioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Jumlah sampel yang mengikuti penelitian sebanyak 31 pasien memenuhi kriteria inklusi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan data diolah dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian ini bahwa golongan antihipertensi yang digunakan sampel penelitian yaitu untuk penggunaan antihipertensi tunggal yaitu Calcium Channel Blocker (CCB) sebanyak 68,1%, Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor (ACEI) sebanyak 22,7%, Beta Blocker sebanyak 9,09%.Antihipertensi kombinasi yang paling banyak digunakan yaitu kombinasi Calcium Channel Blocker (CCB) dengan Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor (ACEI) sebanyak 66,6%, kombinasi Calcium Channel Blocker (CCB) dengan Beta Blocker sebanyak 11,1%, kombinasi Calcium Channel Blocker (CCB) dengan Angiotensin II Receptor Blocker (ARB) sebanyak 11,1%, kombinasi Calcium Channel Blocker (CCB) dengan Diuretik sebanyak 11,1%.Kata kunci: Antihipertensi; Hipertensi; Pasien Perokok
PENGARUH PENGGUNAAN OBAT METFORMIN TERHADAP FUNGSI GINJAL PASIEN DIABETES MELLITUS DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT “X” TAHUN 2018 Rahmawaty, Laras
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/scpij.v7i2.2919

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang disebabkan oleh faktor keturunan dan atau akibat defisiensi produksi insulin oleh pankreas.Ginjal merupakan organ vital yang berperan sangat penting dalam mempertahankan kestabilan lingkungan dalam  tubuh. Ginjal mengatur keseimbangan cairan tubuh, elektrolit dan asam basa dengan cara menyaring darah yang melalui ginjal, reabsorbsi selektif air, serta mengekresi kelebihannya sebagai kemih. Ginjal juga mengeluarkan sampah metabolisme yaitu: urea, kreatinin asam urat dan zat kimia asingakibat penurunan fungsi ginjal pada penyakit ginjal kronik. Faktor usia dalam hal ini adalah usia lanjut yang dikaitkan dengan penurunan pada fungsi ginjal karena karakteristik farmakokinetika dari Metformin yang dieksresikan dalam bentuk tidak berubah melalui uterus. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan mengumpulkan data sekunder. Data sekunder didapat dari resep pasien yang mendapat terapi Metformin di instalasi rawat inap Rumah Sakit “X” Pengambilan data sekunder dilakukan secara retrospektif serta dengan metode total sampling.Hasil Penelitian menunjukkan Prevalensi keadaan fungsi ginjal pada pasien diabetes mellitus yang menggunakan obat metformin di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit “X” adalah  39 orang (73,6%) dengan fungsi ginjal menurun dari subyek penelitian sebanyak 53 orang.
Evaluasi Penggunaan Obat (EPO) Antibiotik Pasien Rawat Inap Di RS X Samiun, Asriyani; Aulia, Luthfy Asq; Setiawan, Ryan Arif; Abdullah, Sri Wahyuni
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/scpij.v7i2.6227

Abstract

Antibiotik merupakan obat yang paling banyak digunakan pada infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Antibiotik disebut juga sebagai obat yang digunakan untuk mengobati infeksi akibat bakteri. Konsekuensi yang tidak terhindari dari meluasnya penggunaan antibiotik yaitu munculnya resistensi terhadap antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat kebanyakan terjadi di Negara berkembang. Untuk itu diperlukan evaluasi penggunaan obat dengan metode ATC/DDD untuk memilih penggunaan antibiotik yang tepat agar tidak terjadi resistensi mikroba dikemudian hari dan dengan metode Gyssens. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan data secara retrospektif dengan melalui penelusuran informasi data rekam medik pasien rawat inap RS X selama periode Maret 2022. Hasil dan kesimpulan menunjukkan bahwa terdapat 19 jenis antibiotik yang digunakan pasien rawat inap dengan total nilai DDD/100 patient-days sebesar 113,63. Antibiotik dengan nilai DDD/100 patient-days terbesar adalah Ceftriaxone yaitu sebesar 47,18 dan nilai yang terkecil adalah Cefoperazone Sulbactam yaitu sebesar 0,02. Pola konsumsi antibiotik yang terbanyak adalah golongan Sefalosporin, sedangkan pola konsumsi antibiotik yang paling sedikit adalah golongan Lincosamide. Evaluasi penggunaan antibiotik secara kuantitatif berdasarkan metode Gyssens terbagi dalam IV-0 kategori. Diperoleh terdapat 228 peresepan antibiotik yang tergolong kategori 0 (peresepan antibiotik tepat).
LEVEL OF COMMUNITY KNOWLEDGE ABOUT THE USE OF VITAMIN C AS A PREVENTION OF COVID-19 IN X URBAN VILLAGE, CITY OF TANGERANG SELATAN Bebimilla, Kinta
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/scpij.v7i2.6380

Abstract

In 2020, the COVID-19 pandemic continues to spread throughout the world, inclunding in Indonesia. Facing a situasuin like this, its is necessary to control and prevent COVID-19. One of them is by consuming vitamin C. Vitamin C is one of the recommended ways to increase the immune systkem or immune system in the midst of the COVID-19 pandemic This study aims to describe the level of public knowledge on the use of vitamin C as an effort to prevent COVID-19 in X Urban Village, South Tangerang City. The research method used is descriptive research with a cross sectional approach. The sampling techniques used in this research is probability sampling with simple random sampling method. The reseult of the research is that the characteristics of respondents are dominated by female respondents by 66% and most of them are dominated by the age of 21-30 years by 65%. The total number of respondentrs who work is 77,8% and has the latest education level of Diploma S1/S2/S3 by 48%. The level of good knowledge is dominated by female respondents by 76.08%, respondents with an age range of 21-30 years by 78.85%, respondents who work at 77.81% and respondents with the latest education Diploma S1/S2/S3 amounting to 77,44%. The level of knowledge of the respondents as a whole is at a fairly good level of 75%. The conclusion obtained in this study is that the level of public knowledge about the use of vitamin C as an effort to prevent COVID-19 in X Urban Village, South Tangerang City is at a fairly good level.
PENGARUH PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS UNTUK MENCEGAH SURGICAL SITE INFECTION PADA PASIEN CAESAREAN SECTION DI RS X Sentika, Elsa Dera
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/scpij.v7i2.6704

Abstract

Caesarean section adalah tindakan yang dapat memberikan akibat seperti surgical site infection (SSI). Penggunaan antibiotik profilaksis dapat mengurangi tingkat morbiditas dan mortality akibat infeksi pada ibu melahirkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah antibiotik profilaksis yang diberikan kepada pasien caesarean section efektif dalam mencegah surgical site infection (SSI) menggunakan metode deskriptif case control pada periode 1 Januari 2019-31 Juli 2022 dengan jumlah pasien kelompok kasus sebanyak 33 pasien dan jumlah pasien kelompok control sebanyak 115 pasien. Penelitian dilakukan dengan dua tahap. Tahap I membandingkan karakteristik pasien sebagai variabel independent dan pemberian antibiotik profilaksis sebagai variabel dependent. Tahap II membandingkan pemberian antibiotik profilaksis sebagai variabel independent dan kejadian surgical site infection (SSI) sebagai variabel dependent. Pengolahan data menggunakan SPSS versi 25. Analisis data menggunakan uji chi square dan odds ratio untuk mengetahui pengaruh variable yang diteliti. Pasien caesarean section di RS X memiliki usia pasien c-section terbanyak pada range 31-40 tahun yaitu 50%. Komplikasi kehamilan pasien c-section terbanyak adalah ketuban pecah dini yaitu 14,9% dan yang tidak mengalami komplikasi kehamilan yaitu 35,1%. Riwayat jumlah kelahiran sebelumnya pasien c-section terbanyak adalah 0 yaitu 35,1% dan 1 kali yaitu 33,1%. Riwayat jenis persalinan sebelumnya pasien c-section lebih banyak c-section daripada¬pervaginam. Pasien c-section elevtive lebih banyak daripada emergency. Antibiotik profilaksis yang digunakan adalah golongan sefalosforin yaitu 89,9% dan golongan aminoglikosida yaitu 10,1%. Antibiotik profilaksis yang paling banyak digunakan yaitu ceftriaxone injeksi 79,1%, gentamicin sulfat injeksi 10,1%, cefuroxime injeksi 6,8%, cefotaxime injeksi 2% dan ceftizoxime injeksi 2%. Dosis antibiotik profilaksis yang paling banyak diberikan yaitu 1 gram 73%, 2 gram 17,6%, 160mg 7,4% dan 180mg 2%. Waktu pemberian antibiotik profilaksis sebelum operasi paling banyak adalah >60 menit 62,8%, 30-60 menit 27%, 15-30 menit 6,8% dan <15 menit 3,4%. Pemberian antibiotik profilaksis tidak ada hubungan dengan kejadia SSI pada pasien c-section.

Page 1 of 1 | Total Record : 5