cover
Contact Name
Fanzal
Contact Email
fanzal.05@gmail.com
Phone
+6285741447337
Journal Mail Official
jawda@walisongo.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Hamka Kampus II UIN Walisongo Ngaliyan Semarang Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jawda: Journal of Islamic Education Management
ISSN : 27742733     EISSN : 27742725     DOI : https://doi.org/10.21580/jawda
Core Subject : Education,
Jawda: Journal of Islamic Education Management focuses on research-based articles on Islamic education management. Jawda provides scientific publications as well as discourses in the field of Islamic education management, which includes aspects of curriculum, teaching and learning, student affairs, human resources, facilities and infrastructure, financing, leadership, total quality management, public relations, organizations and policy analysis.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Volume 1 Number 1 October 2020" : 13 Documents clear
Pengelolaan Perpustakaan Sekolah di MTs Negeri 7 Kebumen Rohmy Afriatin; Danusiri Danusiri
Jawda: Journal of Islamic Education Management Volume 1 Number 1 October 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jawda.v1i1.2020.6703

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pengelolaan perpustakaan sekolah di MTs Negeri 7 Kebumen. Pengelolaan tersebut meliputi aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan atau penyelenggaraan, evaluasi, dan kendala di perpustakaan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif lapangan (field research) yang dilakukan langsung di medan terjadinya gejala-gejala yang diteliti yaitu MTs Negeri 7 Kebumen. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif di mana hasil penelitiannya berbentuk deskripsi kata-kata. Penelitian ini dilakukan secara intensif, yakni peneliti ikut berpatisipasi selama di lapangan. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan dokumentasi, observasi dan wawancara, setelah data terkumpul kemudian dianalisis dan dinyatakan dalam keadaan sewajarnya atau sebagaimana adanya tanpa mengubahnya menjadi angka atau simbol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan perpustakaan sekolah di MTs Negeri 7 Kebumen menunjukan sebagai berikut: (1) dalam hal perencanaan sudah cukup baik dan sudah direncanakan sesuai dengan tujuan maupun dengan visi dan misi walaupun ada beberapa kendala salah satunya adalah dalam hal ruangan, (2) pengorganisasian sudah baik dan berjalan secara terstruktur, (3) pelaksanaan maupun penyelenggaraan cukup baik, (4) evaluasinya berjalan dengan baik karena dilaksanakan setiap hari, (5) kendala yang dihadapi dalam pengelolaan perpustakaan adalah mengenai ruangan yang belum memenuhi standar, sarana dan prasarana kurang mencukupi, pengadaan bahan koleksi kurang maksimal dan tidak ada pelatihan khusus bagi staf perpustakaan.
Manajemen Kurikulum Kelas Unggulan di MI Darul Ulum Wates Ngaliyan Semarang Dini Hardianti; Fatkuroji Fatkuroji; Silviatul Hasanah
Jawda: Journal of Islamic Education Management Volume 1 Number 1 October 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jawda.v1i1.2020.6721

Abstract

Perpaduan kurikulum nasional dan kurikulum lokal yang diterapkan dalam kelas unggulan di MI Darul Ulum Wates Ngaliyan Semarang dengan potensi peserta didik yang memiliki kemampuan lebih yang pastinya membutuhkan pembinaan yang berbeda dan tidak dapat diberikan perlakuan yang sama dengan peserta didik biasa. Penelitian ini mengambil fokus permasalahan yaitu: (1) Perencanaan kurikulum kelas unggulan (2) Pengorganisasian kurikulum kelas unggulan (3) Pelaksanaan kurikulum kelas unggulan, dan (4) Evaluasi kurikulum kelas unggulan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan dilakukan dengan menganalisis konteks, kebutuhan, dan mengidentifikasi standar nasional pendidikan, dilanjut dengan pemilihan atau penetapan tujuan dan penentuan strategi, kebijakan, program, prosedur, metode, sistem, anggaran, dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan pendidikan. (2) Pengorganisasian dilakukan dalam beberapa tahap. Tahap pembagian tugas dan wewenang oleh tim khusus kepada tim pengembang. Tahap pembagian tugas mengajar. Tahap penyusunan jadwal pelajaran dan beban jam mengajar. Tahap penyusunan jadwal kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler. (3) Pelaksanaan kurikulum dengan melakukan pembelajaran sesuai prinsip dan model tuntutan kurikulum. (4) Evaluasi kurikulum menggunakan dua macam evaluasi yaitu evaluasi proses pembelajaran dan evaluasi hasil belajar melalui penilaian formatif dan sumatif
Pendidikan Agama dalam Meresolusi Pemikiran Radikalisme di Pesantren Fatkuroji, Fatkuroji
Jawda: Journal of Islamic Education Management Volume 1 Number 1 October 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jawda.v1i1.2020.29127

Abstract

Konflik antarumat beragama merupakan fenomena historis yang kompleks dan masih berlangsung hingga kini. Di tengah meningkatnya stereotip terhadap Islam sebagai agama radikal, lembaga pendidikan Islam seperti pesantren memiliki peran strategis dalam meredam potensi radikalisme dan membangun kerukunan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model manajemen resolusi konflik dan peran pendidikan agama di pesantren dalam menanggulangi pemikiran radikal serta menguatkan moderasi beragama.Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan telaah pustaka dan analisis teoritis terhadap konflik keagamaan, teori manajemen konflik, serta hasil observasi di beberapa pesantren di Jawa Tengah. Kajian pustaka mencakup berbagai teori konflik dari Coser, Boulding, dan Galtung, serta studi perbandingan dari Freedman (2019), Luo et al. (2010), dan Paul Ilo (2014) mengenai peran pemimpin dan lembaga keagamaan dalam penyelesaian konflik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik di lingkungan pesantren umumnya bersumber dari perbedaan pandangan keagamaan, interpretasi ajaran, serta interaksi sosial antara santri dan masyarakat eksternal. Untuk itu, pesantren mengembangkan tiga model manajemen resolusi konflik, yaitu: 1) Pendekatan Edukatif-Dialogis, melalui pengajaran nilai toleransi dan moderasi dalam halaqah serta mudzakarah yang melibatkan berbagai kelompok pemikiran Islam; 2) Manajemen Partisipatif-Transformasional, dengan melibatkan seluruh elemen pesantren dalam pengambilan keputusan, membangun kepemimpinan kyai yang inklusif, dan menanamkan nilai rahmatan lil ‘alamin. 3) Pendekatan Sosio-Kultural Rekonsiliatif, yaitu rekonsiliasi berbasis kegiatan sosial lintas komunitas untuk memperkuat kohesi sosial dan mencegah radikalisasi.

Page 2 of 2 | Total Record : 13