cover
Contact Name
Irma
Contact Email
irmankedtrop15@gmail.com
Phone
+6282395050404
Journal Mail Official
endemisjournal@uho.ac.id
Editorial Address
Kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu Jln. H.E.A. Mokodompit Kendari
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Endemis Journal
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 27230139     DOI : http://dx.doi.org/10.37887/ej
Core Subject : Health,
Endemis Journal merupakan jurnal yang dikelola oleh Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo Kendari sejak Januari 2020. Endemis Journal merupakan jurnal ilmiah yang terbit secara on-line dengan e-ISSN 2723-0139 Berdasarkan SK SK no. 0005.27230139/JI.3.1/SK.ISSN/2020.07 - 13 Juli 2020 (mulai edisi Vol.1 No.1, April 2020) dan menerbitkan artikel atau karya ilmiah hasil penelitian dalam bidang Epidemiologi. Endemis Journal terbit secara berkala 4 edisi dalam satu volume setiap tahunnya
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 3 (2020): Endemis Journal" : 5 Documents clear
HUBUNGAN RIWAYAT PENYAKIT INFEKSI, TINGKAT PENGETAHUAN, DAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI DESA PUASANA KECAMATAN MORAMO UTARA TAHUN 2019 Yuli Indrayani Sarwin; Wa Ode Salma; Cece Suryani Ismail
Endemis Journal Vol 1, No 3 (2020): Endemis Journal
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.171 KB) | DOI: 10.37887/ej.v1i3.16627

Abstract

Abstrak Stunting merupakan masalah gizi kronis anak akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu yang cukup lamaditandai dengan PB/U atau TB/U dibawah minus dua standar deviasi (<-2SD). Penelitian ini bertujuan untukmengetahui hubungan riwayat penyakit infeksi, tingkat pengetahuan, dan sanitasi lingkungan dengan kejadian stuntingpada balita di Desa Puasana Kecamatan Moramo Utara tahun 2019. Metode penelitian ini menggunakan penelitiankuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian ini menggunakan teknik penarikan sampel dengan tekniktotal sampling. Populasi pada penelitian ini berjumlah 94 balita. Sampel pada penelitian ini berjumlah 94 balita. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa ada hubungan bermakna antara riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting(ρValue = 0,000 < 0,05), tingkat pengetahuan dengan kejadian stunting (ρValue = 0,045 < 0,05). Sebaliknya tidak adahubungan bermakna antara sumber air minum dengan kejadian stunting (ρValue = 1,000 > 0,05), kualitas fisik airbersih dengan kejadian stunting (ρValue = 1,000 > 0,05), dan kepemilikan jamban dengan kejadian stunting (ρValue =1,000 > 0,05). Kesimpulan pada penelitian ini, riwayat penyakit infeksi dan tingkat pengetahuan berhubungan dengankejadian stunting pada balita di Desa Puasana Kecamatan Moramo Utara tahun 2019.Kata Kunci : Riwayat penyakit infeksi, tingkat pengetahuan, sanitasi lingkungan, stunting
RE-EMERGING PENYAKIT RABIES DI KABUPATEN KOLAKA UTARA TAHUN 2019 Lisna Sulistiawati; Hariati Lestari; Jusniar Rusli Afa
Endemis Journal Vol 1, No 3 (2020): Endemis Journal
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.374 KB) | DOI: 10.37887/ej.v1i3.16628

Abstract

AbstrakPenyakit Rabies di indonesia menjadi masalah kesehatan masyarakat, daerah endemis rabies terdapat di 24 provinsi dari34 provinsi di indonesia pada tahun 2016, jumlah kasus gigitan hewan penular rabies sebanyak 64.774 kasus denganproporsi kematian 1,3/1.000 penduduk. Berdasarkan Hasil Penyelidikan Epidemiologi yang dilakukan oleh Ditjen P2PKemenkes Dan Ditjen PKH Kementrian Pertanian adanya KLB Rabies pada Tanggal 17-20 Januari 2019 Sebanyak192 Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) dan 2 Kasus Kematian Pada Manusia (Kemenkes 2019). diKabupaten Kolaka Uatara Tahun 2019 data kasus GHPR (Gigitan Hewan Penular Rabies) pada bulan Januari- Mei2019 pemberian VAR sebanyak 41 dan 1 kasus kematian pada manusia. Tujuan penelitian untuk mengetahui “Reemergancy penyakit Rabies Di Kabupaten Kolaka Utara Tahun 2019”. Penelitian ini bersifat Deskriptif. Populasisebanyak 42 kasus dengan sampel sama dengan besar populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian VaksinAnti Rabies (VAR) yaitu 42 (100%), perawatan HPR sangat kurang sebanyak 42 (100%), sikap masyarakat baik 42(100%). Disarankan kepada masyarakat untuk mencegah penularan rabies pada hewan peliharaan dengan rutinmelakukan vaksinasi minimal 1 tahun sekali. Kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka Utara diharapkan kerjasamalintas sektoral antar Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan dan kepala wilayah setempat untuk meningkatkan upayapenyuluhan tentang rabies dan meningkatkan pencatatan dan pelaporan data yang lengkap dan sesuai untukmemfasilitasi pelaporan dan penyebaran informasi kepada masyarakat.Kata Kunci: GHPR, Vaksin Anti Rabies (VAR), Perawatan HPR, Sikap Masyarakat. 
PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL, PENGAWASAN ORANG TUA, DAN PERAN GURU DALAM TINDAK PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK DI SD NEGERI 84 KENDARI TAHUN 2020 Tyas Eka Subtitawati; Hariati Lestari; Akifah Akifah
Endemis Journal Vol 1, No 3 (2020): Endemis Journal
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.159 KB) | DOI: 10.37887/ej.v1i3.16630

Abstract

AbstrakKekerasan seksual terhadap anak di bawah umur merupakan sebuah fenomena historis yang dapat ditemukan di setiap budaya dan di setiap masyarakat. Data statistik yang tersedia dari berbagai organisasi nasional dan internasional tidak mewakili sejauh mana fenomena yang sebenarnya terjadi, karena banyak kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur tidak dilaporkan. Bahkan, 1 dari 3 tidak memberi tahu siapa pun. Menurut WHO tahun 2017 memperkirakan bahwa hingga 1 miliar anak di bawah umur antara usia 2-17 tahun telah mengalami kekerasan baik secara fisik, emosional, atau seksual (dari meraba-raba hingga pemerkosaan). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengggunaan media sosial, pengawasan orang tua dan peran guru dalam tindak pencegahan kekerasan seksual pada anak di SD Negari 84 Kendari Tahun 2020. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 4 yang berjumlah 166 siswa, dengan total sampel 116. Penelitian ini dilakukan dengan cara stratified random sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan antara penggunaan media sosial dengan pencegahan kekerasan seksual (pvalue=0,030<0,05;PR= 1,75; CI (95%) = 1,132-2,706), ada hubungan antara pengawasan orang tua dengan pencegahan kekerasan seksual (p-value=0.000<0,05; PR= 3,812; CI (95%) =2,421-6,001), dan tidak ada hubungan antara peran guru dengan pencegahan kekerasan seksual (p-value=0,154>0,05; PR=0,687 CI (95%)=0,435-1,084). Penggunaan media sosial yang tepat dan pengawasan orang tua yang cukup dapat menjadi alternatif dalam upaya pencegahan kekerasan seksual pada anak.Kata Kunci: Pencegahan Kekerasan Seksual, Penggunaan Media Sosial, Pengawasan Orang Tua, PeranGuru
TREND EPIDEMILOGI PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI BUTON UTARA Irma Irma; Lymbran Tina; Harleli Harleli; Swaidatul Masluhiya
Endemis Journal Vol 1, No 3 (2020): Endemis Journal
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.846 KB) | DOI: 10.37887/ej.v1i3.16657

Abstract

AbstrakDemam Berdarah Dengue (DBD) sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarkat yang jumlah penderitanya dari tahun ketahun terus meningkat serta penyebarannya semakin meluas. DBD juga masih endemis dan terus menyebar di beberapa daerah kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Tenggara termasuk Kabupaten Buton Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kualitaif deskriptif dengan populasi dan sampel yang digunakan adalah seluruh data penderita kasus DBD di Kabupaten Buton Utara yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara untuk periode tahun 2015 sampai dengan tahun 2019 sebanyak 186 kasus. Data yang sudah dikumpulkan selanjutnya dianalisis melalui program Micrsoft Excel untuk menggambarkan trend kasus DBD berdasarkan ukuran epidemiologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa trend kasus DBD di Buton Utara berdasarkan angka prevalensi, Isidence Rate (IR) dan Case Fatality Rate (CFR) untuk periode tahun 2015 sampai dengan tahun 2019 bersifat fluktuatif yang memuncak pada tahun 2016 untuk angka prevalensi yaiitu sebesar 0,143% dan IR sebesar 136,1 per 10.000 penduduk sedangkan angka CFR memuncak pada tahun 2017 sebesar 9,6%. Hal ini mengandung makna bahwa kasus kejadian DBD di Buton Utara belum sepenuhnya dapat dikendalikan dan masih perlu upaya pencegahan yang lebih optimal serta masih perlu penelitian lebih lanjut untuk melihar faktor risiko kejadian DBD di Kabupaten Buton Utara.Kata kunci : DBD, Trend, Prevalence, IR, CF 
FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIABETES MELLITUS TIPE 2 PADA MASYARAKAT DI WILAYAH PEDESAAN KABUPATEN KOLAKA TAHUN 2020 Waode Sukmawati Syukur; La Ode Muhamad Sety; Fifi Nirmala
Endemis Journal Vol 1, No 3 (2020): Endemis Journal
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.286 KB) | DOI: 10.37887/ej.v1i3.16828

Abstract

Abstrak Diabetes Mellitus tipe 2 adalah penyakit kronis yang terjadi baik saat pankreas tidak menghasilkan cukup insulin atau bila tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkannya. Diabetes Mellitus merupakan penyakit tidak menular dengan jumlah kematian 1,6 juta orang setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko asupan karbohidrat, aktivitas fisik konsumsi alcohol dan hipertensi terhadap kejadian Diabetes Mellitus tipe 2 di Wilayah perkotaan Kabupaten Kolaka Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan rancangan case control study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang berada di wilayah perkotaan yang memeriksakan diri di Poli Penyakit Dalam RS Benyamin Guluh Kolaka pada Tahun 2020. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 80 sampel yakni 40 kasus dan 40 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Hasil penelitian menunjukkan konsumsi karbohidrat dengan nilai OR= 2,500 (CI ; 1,016-6,149), aktivitas fisik diperoleh nilai OR= 1,227 (CI ; 0,505-2,982), konsumsi alcohol dengan nilai OR= 3,500 (CI ; 1,386-8,835), serta hipertensi OR yaitu 3,115 (CI; 1,247-7,781). Dari 80 sampel penelitian yang digunakan dapat disimpulkan bahwa variabel asupan karbohidrat, konsumsi alcohol dan hipertensi merupakan faktor risiko terhadap kejadian Diabetes Mellitus tipe 2 pada masyarakat di wilayah pedesaan yang berkunjung di RS Benyamin Guluh Tahun 2020.Kata kunci : Diabetes Mellitus Tipe 2, Asupan Karbohidrat, Aktivitas Fisik, Konsumsi Alcohol,Hipertensi,

Page 1 of 1 | Total Record : 5