Technologic
TECHNOLOGIC adalah jurnal dengan p-ISSN 2085-8507 dan e-ISSN 2722-3280 yang diterbitkan oleh LPPM Politeknik Manufaktur Astra. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun pada bulan juni dan Desember. Publikasi berisi artikel yang berasal dari hasil penelitian terapan dan studi analisis di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya meliputi teknologi mekanik, litrik, elektronika, industri, informatika, sipil. Artikel yang masuk ke redaksi diseleksi dengan sistem blind peer-review untuk menjaga obyektivitas. Adapun fokus dan ruang lingkup dari Jurnal Technologic adalah sebagai berikut: Teknik Mesin Teknologi manufaktur, Disain mekanis, Otomotif, Robotika dan Otomasi, Mekatronika, Teknologi lingkungan, Konversi energi, Teknik Listrik, Elektronika, dan Informatika Sistem tenaga, system instrumentasi dan control, telekomunikasi dan teknologi informatika, Aplikasi Elektronika, Aplikasi sensor dan actuator, Kecerdasan artifisial, Sistem Informatika, Elektronika Daya, Energi Terbarukan, Jaringan Komputer, Sistem Komunikasi Multimedia, Teknik Komputer, Sistem Telekomunikasi, Sistem Komunikasi Nirkabel, Jaringan Sensor Nirkabel Teknik industry Sistem produksi, optimisasi system industry, Planning and Production Control, manajemen kualtas, ergonomic, Disain produk Teknik Sipil Teknik Konstruksi dan bangunan Gedung
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 12, No 1 (2021): TECHNOLOGIC"
:
10 Documents
clear
PENGARUH TEMPERATUR PREHEAT TERHADAP DISTORSI DAN STRUKTUR MIKRO SAMBUNGAN LAS TAK SEJENIS ANTARA BAJA KARBON ASTM A36 DAN BAJA TAHAN KARAT AUSTENITIK AISI 304 MENGGUNAKAN GMAW
Danny Wicaksono;
Mochammad Noer Ilman
Technologic Vol 12, No 1 (2021): TECHNOLOGIC
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (953.969 KB)
|
DOI: 10.52453/t.v12i1.306
Sambungan las pada umumnya adalah titik lemah dari suatu struktur dan sering menjadi lokasi kegagalan pada pengelasan logam tidak sejenis. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan performa dari sambungan las, salah satunya adalah pemanasan awal (preheat). Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh temperatur preheat terhadap sambungan las logam tak sejenis antara baja paduan rendah dan baja tahan karat austenitik. Proses pengelasan dilakukan menggunakan las busur logamgas atau gas metal arc welding (GMAW) dengan elektrode ER70s-6 dan selama proses pengelasan dilakukan preheat pada temperatur 100oC, 150oC, dan 200oC. Temperatur selama proses pengelasan diukur menggunakan termokopel pada jarak 10 mm dari garis las. Setelah proses pengelasan dilakukan, pengukuran distorsi dilakukan menggunakan dial indicator. Pengamatan struktur mikro dilakukan pada daerah terpengaruh panas (HAZ), daerah las, dan daerah logam induk dari masing-masing pelat yang dilas menggunakan mikroskop optik. Berdasarkan hasil pengukuran siklus termal, dapat disimpulkan bahwa peningkatan temperatur preheat meningkatkan temperatur puncak dan memperlambat laju pendinginan las. Perubahan siklus termal ini berpengaruh terhadap struktur mikro. Berdasarkan hasil pengukuran distorsi, pelat yang dilas mengalai penurunan distorsi pada arah longitudinal dan transversal terhadap garis las seiring dengan meningkatnya temperatur preheat
MENURUNKAN LEAD TIME SERVICE BERKALA KELIPATAN 40.000 KM DENGAN MENURUNKAN WAKTU PROSES PENGGANTIAN OLI TRANSMISI MANUAL DAN OLI DIFFERENTIAL MENGGUNAKAN SST DI AUTO 2000 ABC
Setia Abikusna;
Teguh Triantoro
Technologic Vol 12, No 1 (2021): TECHNOLOGIC
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (636.617 KB)
|
DOI: 10.52453/t.v12i1.315
Lead time total process service berkala (SBE) kelipatan 40.000 km pada penggantian oli transmisi manual dan oli differential memerlukan waktu yang relatif lebih lama. Jenis service khususnya kendaraan penggerak belakang ini tercatat yang cukup banyak (hampir 45%) dari keseluruhan service di Auto 2000 cabang ABC pada periode waktu tertentu (rata-rata 3 bulanan). Masalah yang cukup menonjol pada proses penggantian oli transmisi manual dan oli differential tersebut ada pada alat yang digunakannya yang menyebabkan prosesnya kurang efisien, seperti lamanya pengisian oli ke dispenser oli karena harus diisi satu persatu, lamanya pengisian tekanan udara karena alat yang digunakan masih menggunakan tekanan udara untuk mendorong oli yang ada di tabung dispenser oli. Apabila tekanan udara yang diisi kurang, pengisian oli ke transmisi dan differential menjadi lama. Proses penggantian oli ini membutuhkan waktu 18 menit 3 detik. Dengan menggunakan fishbone tools untuk mengatasi masalah tersebut, penulis membuat improvement berupa special service tools (SST) yaitu berupa pompa oli tipe impeller dengan modifikasi penambahan valve, dengan sumber tegangan battery 12 V. Setelah adanya SST, proses menjadi lebih sederhana di mana teknisi tidak perlu lagi mengisi oli satu persatu dan tidak perlu mengisi tekanan udara. Proses penggantian oli transmisi manual dan oli differential menjadi lebih cepat yaitu 10 menit 44 detik atau meningkat 11%, sedangkan safetynya juga meningkat kurang lebih 13%.
PERANCANGAN AUTOMATIC GUIDED VEHICLE (AGV) UNTUK MENUNJANG PROSES PEMBELAJARAN DI POLITEKNIK MANUFAKTUR ASTRA
Heri Sudarmaji;
Ivan Adista Sandy
Technologic Vol 12, No 1 (2021): TECHNOLOGIC
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (957.665 KB)
|
DOI: 10.52453/t.v12i1.317
Perkembangan teknologi di era masa kini sangatlah pesat. Hal ini ditandai dengan semakin luasnya kita mengakses informasi diseluruh dunia. Tidak hanya itu, dari sektor industri juga tidak luput dari perkembangan teknologi itu sendiri. Perkembangan teknologi manufakturing saat ini salah satunya material handling yang berfungsi untuk memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain yang bertujuaan untuk logistik maupun untuk porses produksi. Perkembangan dari material handling tersebut mengarah kepada autonomous system atau sistem yang berkerja secara otomatis. Salah satu realisasi dari hal tersebut adalah Automatic Guided Vehicle (AGV). Dalam rangka menunjang pengembangan pembelajaran sistem manufaktur di Politeknik Manufaktur Astra dibutuhkan protoipe AGV sebagai langkah awal untuk pengembangan sistem tersebut. Penelitian ini fokus pada pembuatan prototype AGV untuk menunjang praktek dengan obyek assembling berupa unit sepeda motor. AGV yang dirancang akan bekerja secara otomatis menggunakan dan prinsip line follower. Alur proses perancangan AGV menggunakan metode VDI 2222 dimulai dari tahap merencanakan, membuat konsep, merancang dan tahap akhir yaitu tahap penyelesaian. Hasil yang didapat dari perancangan yaitu rancangan dan simulasi perhitungan dari frame yang dapat mengangkut beban yang sudah ditentukan, drive unit menggunakan prinsip tricycle drive dengan tambahan 2 roda swivel yang berfungsi sebagai penyeimbang, spesifikasi komponen standar yang dibutuhkan di AGV dan rancangan akhir dari Automatic Guided Vehicle.
MODIFIKASI SISTEM KONTROL PROSES PRODUKSI PADA MESIN CBC GRAFIR DAN MESIN AUTOLOADER BERBASIS PLC CJ1M
Lin Prasetyani;
Rizqi Iman Yulianto
Technologic Vol 12, No 1 (2021): TECHNOLOGIC
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (729.231 KB)
|
DOI: 10.52453/t.v12i1.307
Sebuah perusahaan yang memproduksi komponen kendaraan bermotor berupa piston. Proses produksi piston melalui dua tahapan proses yakni Foundry Process dan Machining Process. Perusahaan ini memiliki divisi-divisi yang berperan sebagai factory support, salah satunya yaitu Maintenance Division yang bertugas untuk melakukan perawatan mesin secara preventive maupun corective agar menjaga mesin tetap dalam kondisi baik untuk kegiatan proses produksi. Proses produksi piston melalui dua tahapan proses yakni Foundry Process dan Machining Process. Pada Machining proses di urutan kerja pembuatan piston terdapat mesin center bosk cutting (CBC) Grafir dan mesin Autoloader. Pada line 27 terdapat mesin CBC Grafir dan mesin Autoloader, mesin tersebut terpisah dan mempunyai sistem kontrol yang berbeda, penyemprotan manual setelah proses autoloader oleh operator, tidak adanya coolant untuk membersikan piston yang kotor akibat coolant dan penggantian program secara manual oleh tim maintenance ketika operator ingin mengganti model piston dan layout rak. Oleh karena itu penulis melakukan improvement berupa modifikasi sistem kontrol mesin CBC grafir dan Autoloader, di antaranya integrasi sistem kontrol mesin CBC grafir dan Autoloader yang sebelumnya menggunakan PLC yang berbeda, penambahan sistem penyemprotan angin otomatis dan pembersih berupa air hangat, dan penambahan switch untuk penggantian model piston dan layout rak piston. Pembuatan mesin ini meliputi pembuatan rangkaian elektrik dan program. Modifikasi tersebut mampu menurunkan machine time, mengurangi man power dan meningkatkan kualitas produk
MENAIKKAN PERFORMA UNIT BULLDOZER D155-6R DENGAN PERBAIKAN SISTEM MAINTENANCE DI DISTRIK SANGATA KALIMANTAN TIMUR
Vuko A T Manurung;
Yohanes Trijoko;
Laurentius Nandi K
Technologic Vol 12, No 1 (2021): TECHNOLOGIC
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (544.31 KB)
|
DOI: 10.52453/t.v12i1.322
Plant Bintang adalah salah satu departemen di bawah PT PPN yang bertanggung jawab melaksanakan perawatan alat berat, diantaranya Bulldozer, Small Excavator, dan unit Articulated. KOMATSU Bulldozer D155-6 adalah salah satu unit yang dituntut harus dalam performa terbaik untuk mendukung pencapaian produksi batubara. Dalam melaksanakan tugasnya terdapat KPI (Key Performance Indicator) yang dibebankan kepada department tersebut yaitu angka kerusakan yang tidak terjadwal (unschedule breakdown) maksimal sebesar 10%. Dari data yang diperoleh, target kerusakan yang tidak terjadwal di Section Track Dozer, khususnya pada unit D155-6R masih melebihi target maksimal. Salah satu penyebabnya adalah kerusakan yang sering muncul pada sistem lampu sehingga unit tidak dapat beroperasi karena menyangkut faktor keamanan kerja. Berdasarkan analisis tulang ikan (fish bone) perlu dilakukan modifikasi pada sistem perkabelan (wiring system) dan juga perbaikan pada sistem pengecekan elektrik saat dilakukan proses maintenance. Dengan melakukan modifikasi tersebut maka kerusakan yang tidak terjadwal (unschedule breakdown) turun menjadi 3.2%
MENINGKATKAN EFISIENSI MAN POWER LINE MACHINING AXLE SHAFT A MENGGUNAKAN METODE PENYEIMBANGAN BEBAN KERJA OPERATOR DI PT INTI GANDA PERDANA
Nensi Yuselin;
Hasbianto Hasbianto
Technologic Vol 12, No 1 (2021): TECHNOLOGIC
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52453/t.v12i1.312
Masa globalisasi seperti saat ini, industri berlomba-lomba untuk dapat menjalankan produksinya dengan efisien. Semakin efisien suatu proses yang dijalankan maka semakin rendah cost produksi yang dikeluarkan. Hal ini yang terjadi pada PT IGP plant 2 line machining axle shaft A dimana masih terdapat MUDA menunggu yang menyebabkan kerja man power tidak efisien. Banyaknya muda menunggu membuat efisiensi man power line machining axle shaft A rendah yaitu sebesar 72%, MUDA menunggu pada line axle shaft A disebabkan oleh beban kerja antar operator yang tidak seimbang. Dengan menggunakan metode penyeimbangan beban kerja operator maka MUDA menunggu akan dapat di kurangi sehingga dapat meningkatkan efisiensi man power yang awalnya 72% meningkat 15% menjadi 87%.
PENGEMBANGAN DESAIN KONSTRUKSI MOLD MODULE BOX COVER DI POLITEKNIK MANUFAKTUR ASTRA
Fitri Yuni Astuti;
Eko Ari Wibowo
Technologic Vol 12, No 1 (2021): TECHNOLOGIC
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52453/t.v12i1.311
Mold atau cetakan adalah perkakas yang digunakan untuk mencetak produk plastik. Cara kerjanya yaitu dengan memasang mold pada mesin plastic injection lalu mesin melakukan proses injeksi untuk memasukkan material plastik cair ke dalam mold. Dalam mold tersebut terdapat bentuk yang sesuai dengan bentuk produk yang akan dibuat. Sebelum menjadi mold yang dapat digunakan, tentunya ada proses perancangan dan pembuatan mold itu sendiri. Mold yang akan diproduksi di Politeknik Manufaktur Astra ini merupakan mold produk module box cover yang memanfaatkan konstruksi mold yang sudah ada. Pada saat memasuki tahap pembuatan mold ditemukan ketidaksesuaian antara desain konstruksi cetakan dengan standard mold base. Setalah dilakukan pengamatan, hal yang dapat terjadi karena ketidaksesuaian pemilihan layout produk, sehingga perlu adanya perbaikan. Oleh karena itu, dilakukan perancangan konstuksi mold Module Box Cover dengan memodifikasi desain konstruksi cetakan yang sudah ada. Modifikasi ini dilakukan dengan me-review dan memperbaiki beberapa rancangan/desain pada mold module box cover, seperti layout produk, shrinkage, parting line, kontur core dan cavity, ejector hole, cooling system, dan feed system. Setelah desain konstruksi mold module box cover dibuat, desain tersebut dapat diterapkan pada standard mold base yang ada dan dilanjutkan ke tahap machining.
RANCANG BANGUN PORTAL WEB PELAPORAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) MELALUI PENDEKATAN BUSINESS PROCESS IMPROVEMENT (BPI) DAN PURWARUPA (STUDI KASUS PT PAMAPERSADA NUSANTARA)
Nindy Okta Novianti;
Aisyah Milania;
Suhendra Suhendra
Technologic Vol 12, No 1 (2021): TECHNOLOGIC
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52453/t.v12i1.314
Pada perusahaan yang bergerak di bidang penambangan, keselamatan dan kesehatan karyawan merupakan hal yang penting. PT PAMA sebagai sebuah perusahaan pertambangan telah berupaya untuk selaras mengikuti regulasi atau peraturan-peraturan K3 yang ada. Pelaporan insiden yang terjadi di area kerja dan pencatatan risiko dan mitigasi di seluruh area kerja telah dilakukan namun masih terdapat beberapa masalah operasional yang muncul terkait diantaranya yaitu data terkait keselamatan dan kesehatan karyawan masih berbentuk salinan kertas, memiliki format laporan yang berbeda-beda dan tersebar diantar antar area kerja atau cabang. Hal ini dirasa menyulitkan dan membutuhkan waktu yang lama dalam hal pencarian, distribusi, pemantauan dan kontrol khususnya oleh kantor pusat. Penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan solusi terhadap permasalahan yang ada melalui pembuatan portal web. Portal web dikembangkan dengan pendekatan BPI dan purwarupa. Bahasa pemrograman yang digunakan untuk pengembangan adalah bahasa pemrograman ASP dengan basis data SQL Server. Dengan portal web proses pelaporan, pemantauan dan kontrol K3 dapat menjadi lebih mudah dan cepat
PENGEMBANGAN MODUL DAN ALAT PERAGA UNTUK MENGHILANGKAN VARIASI PROSES PRAKTIK PADA MATA KULIAH PPM DI LABORATORIUM ERGONOMI POLMAN ASTRA
Heri Sudarmaji;
Anisa Budiarti
Technologic Vol 12, No 1 (2021): TECHNOLOGIC
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52453/t.v12i1.310
Politeknik Manufaktur Astra merupakan Lembaga Pendidikan Tinggi yang berada dibawah naungan Yayasan Astra Bina Ilmu. Laboratorium Ergonomi merupakan salah satu fasilitas UPT Manufaktur yang digunakan dalam praktik mata kuliah PPM (Perencanaan Proses Manufaktur) dan PTLF (Perencanaan dan Tata Letak Fasilitas). Pada mata kuliah PPM terdapat tiga modul yang membutuhkan pengambilan data dengan proses perakitan. Proses perakitan yang dilakukan saat ini tidak ideal. Kondisi tidak ideal ini diakibatkan adanya variasi praktik antar mahasiswa dan ketidaksesuaian dengan proses perakitan yang terdapat di industri otomotif berbasis main line. Untuk memperbaiki kondisi yang tidak ideal tersebut, perlu dilakukan improvement agar kondisi praktik menjadi ideal. Improvement yang dilakukan dengan cara memodivikasi alat peraga (conveyor) yang sudah ada agar dapat mendukung setting parameter sesuai dengan kebutuhan praktik. Setelah dilakukan modivikasi pada alat perga, perlu disusun SOP (Standar Operasional Prosedur) dan petunjuk pelaksanaan praktik untuk memudahkan mahasiswa dalam melaksanakan praktik, serta penyusunan modul baru yakni Aplikasi Proses Produksi. Hasil dari penelitian ini dilakukan dengan membandingkan kondisi sebelum penelitian, kondisi sesudah penelitian, dan kondisi ideal yang ada di industri. Serta dilakukan audit dengan metode transferability dan confirmability dengan responden calon pengguna hasil penelitian.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI TOKO BAJU SHIENA WEAR
Riesta Pinky Nurul Arifah;
Rifqih Syahrial Anwar;
Arie Kusumawati;
Indah Cyithia Devi
Technologic Vol 12, No 1 (2021): TECHNOLOGIC
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52453/t.v12i1.318
Toko baju Shiena Wear merupakan usaha komersial yang telah memanfaatkan teknologi khususnya media sosial dalam proses jual belinya. Namun, hal tersebut tidak diimbangi dengan komputerisasi pada penyimpanan data-data penjualannya. Data-data penjualan toko baju Shiena Wear saat ini masih dikelola dengan manual. Hal ini tentunya mengakibatkan beberapa masalah, salah satunya yaitu rentannya terjadi kesalahan pada pencatatan data penjualan, pemborosan kertas, serta waktu pencatatan data yang tergolong lama. Oleh karena itu, diperlukan sebuah perancangan sistem informasi berbasis komputerisasi sebagai solusi dari permasalahan yang dihadapi saat ini. Perancangan Sistem informasi toko baju Shiena Wear memanfaatkan beberapa teknik analisis untuk dapat memberikan gambaran rancangan sistem yang akan dibangun yang diantaranya adalah Flowchart, DFD (Data Flow Diagram), ERD (Entity Relationship Diagram) serta rancangan mockup sistem. Dengan dibangunnya sistem ini, seluruh data-data penjualan took akan dapat disimpan dan diolah dengan mudah sehingga dapat mengatasi masalah yang dihadapi oleh toko baju Shiena Wear.