cover
Contact Name
Bellytra Talarima
Contact Email
ukimfakes2021@gmail.com
Phone
+6281247200128
Journal Mail Official
ukimfakes2021@gmail.com
Editorial Address
Gedung Fakultas Kesehatan Lantai 2 Jln Ot Pattimaipauw RT.003/RW.003 Talake, Kel Wainitu, Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Moluccas Health Journal
ISSN : -     EISSN : 26861828     DOI : https://doi.org/10.54639/mhj.v2i2
Core Subject : Health,
Moluccas Health Journal is a journal developed to disseminate and discuss the scientific literature and other research on the development of health especially nursing and public health. This journal contains a script on Health Sciences that includes: 1. Nursing 2. Midwifery 3. Public health 4. Environmental Health 5. Mental health 6. Community nursing 7. Critical care nursing 8. Medical nursing 9. Pediatric nursing 10. Medical-surgical nursing 11. Maternity nursing
Articles 224 Documents
Analisis faktor perilaku pencegahan stunting oleh ibu hamil di Kota masohi Tahun 2025 Minnalia Soakakone
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol. 7 No. 3 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v7i3.1775

Abstract

Abstrak: Stunting adalah kondisi di mana seorang anak mengalami hambatan pertumbuhan, biasanya diukur melalui tinggi badan yang lebih rendah dibandingkan dengan standar yang sesuai untuk usia dan jenis kelaminnya. Menurut (WHO), stunting sering kali disebabkan oleh kekurangan gizi dalam jangka panjang, serta infeksi dan kondisi lingkungan yang tidak mendukung. Stunting dapat berdampak serius pada perkembangan fisik dan mental anak, serta dapat menimbulkan konsekuensi jangka panjang seperti gangguan belajar dan produktivitas di masa dewasa. Penanggulangan stunting memerlukan pendekatan yang holistik, mencakup perbaikan gizi, sanitasi, dan pendidikan kesehatan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku dan pencegahan stunting pada ibu hamil di wilayah kerja puskesmas kota Masohi. Metode Penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional . Populasi dalam penelitian ini adalah 44 responden ibu hamil, dan dengan menggunakan total sampling, semua individu dalam populasi yang diikutsertakan menjadi sampel. Analisis yang digunakan adalah uji chi square . Hasil uji chi square menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu hamil dengan perilaku pencegahan stunting pada ibu hamil (P=0.000), tidak ada hubungan pendapatan perbulan dengan perilaku pencegahan stunting p>0,05 (P=0,533%), tidak ada hubungan antara usia dengan perilaku pencegahan stunting pada ibu hamil p>0,05 (P=0,070%). Maka dapat dilihat bahwa hubungan pengetahuan sangat penting dalam perilaku pencegahan stunting pada ibu hamil, perlunya pemberian edukasi dari para petugas kesehatan kepada Ibu-ibu hamil.Kata Kunci ; Stunting, Usia, Pengetahuan, Pendapatan, Perilaku Pencegahan
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENYAKIT MENULAR SEKSUAL TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA Fenska Narly Makualaina
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol. 7 No. 3 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v7i3.1815

Abstract

Abstrak  Latar Belakang: Dampak dari kurangnya pengetahuan remaja tentang PMS adalah risiko tinggi tertular PMS dan menjadi faktor penyebab yang penularannya kepada orang lain. Kondisi ini menyebabkan berbagai komplikasi, termasuk cacat bayi, kemandulan, penularan HIV, kanker rahim pada wanita, dan bahkan kematian. Oleh karena itu, pendidikan kesehatan sangat penting untuk mencegah hal ini. Pendidikan kesehatan sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan tentang PMS. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang penyakit menular seksual terhadap tingkat pengetahuan remaja. Metode: kuantitatif dengan pendekatakan  pre-exsperiment one group pretest posttest, teknik pengambilan sampel menggunakan  total sampling, dengan Populasi penelitian ini yaitu siswa SMA Negeri 3 Sentani kelas X dan XI dengan jumlah  sampel 91 responden, Dimana instrument penelitian ini menggunkan kuesioner yang dibuat oleh peneliti sendiri dari 20 pertanyaan hanya 10 pertanyaan yang valid dan reliabel. Hasil: uji statistik Wilcoxon signed ranks test menunjukkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang penyakit menular seksual terhadap tingkat pengetahuan remaja di SMA Negeri 3 Sentani dengan p-value 0,000<0,05. Kesimpulan: ada pengaruh pendidikan pendidikan kesehatan tentang penyakit menular terhadap tingkat pengetahuan remaja di SMA Negeri 3 Sentani. Saran: diharapkan remaja untuk secara aktif dapat meningkatkan pengetahuan serta mencari informasi lebih mendalam tentang kesehatan, khususnya mengenai penyakit menular seksual. Kata kunci: Pendidikan Kesehatan, Penyakit Menular Seksual, Pengetahuan, Remaja
GAMBARAN PENGETAHUAN PASIEN TENTANG TB PARU DI PUSKESMAS WAIBHU Susan Taek
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol. 7 No. 3 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v7i3.1816

Abstract

Abstrak  Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan masih menjadi masala kesehatan global dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Indonesia menempati urutan kedua kasus TB paru terbanyak di dunia setelah India.Tingkat pengetahuan pasien memiliki peranan penting dalam keberhasilan pengobatan, pencegahan penularan, serta peningkatan kualitas hidup penderita.Pengetahuan yang rendah dapat menyebabkan keterlambatan diagnosis, ketidakpatuhan pengobatan, dan meningkatnya risiko penularan di masyarakat.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pasien tentang TB paru di Puskesmas Waibhu, Kabupaten Jayapura, sebagai dasar perencanaan intervensi edukasi kesehatan yang lebih efektif. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan teknik simple random sampling. Sampel sebanyak 59 responden dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi.Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan TB paru yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden dan tingkat pengetahuan responden tentang TB Paru.Hasil Penelitian: Mayoritas responden berusia 18–25 tahun sebanyak (42,4%), berjenis kelamin laki-laki  sebanyak (52,5%), dan berpendidikan SMA sebanyak (52,5%).Berdasarkan tingkat pengetahuan, 59,3% responden memiliki pengetahuan baik ,27,1% pengetahuan cukup, dan 13,6% pengetahuan kurang.Kesimpulan: Secara umum, pasien TB paru di Puskesmas Waibhu memiliki pengetahuan baik, namun masih terdapat sebagian responden dengan pengetahuan cukup dan kurang yang memerlukan perhatian khusus melalui edukasi yang terarah dan berkelanjutan.Saran: Petugas kesehatan disarankan meningkatkan intensitas penyuluhan melalui metode interaktif, menggunakan media edukasi yang menarik dan mudah dipahami, serta melibatkan keluarga dan komunitas sekitar dalam mendukung pencegahan penularan dan keberhasilan pengobatan, sehingga angka kesembuhan dapat meningkat secara signifikan dan berkelanjutan. Kata kunci           :   Tuberkulosis paru, pengetahuan pasien, Puskesmas Waibhu
Gambaran Kinerja Perawat Pelaksana Di Ruang Rawat Inap Kelas 3 RSUD H Abdul Manap Meri Anggryni
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol. 7 No. 3 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v7i3.1819

Abstract

Kinerja perawat diukur dari proses pemberian asuhan keperawatan dan merupakan aspek penting mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kinerja perawat pelaksana dalam melaksanakan asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSUD H Abdul Manap Penelitian menggunakan desain deskriptif, cross-sectional. Penelitian dilakukan di ruang rawat inap kelas 3.  Populasi penelitian merupakan seluruh perawat pelaksana di ruang rawat inap kelas 3 sebanyak 111 orang, dengan sampel 51 perawat yang diambil menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner standar kinerja perawat berdasarkan proses keperawatan. Analisis data dilakukan secara univariat dengan distribusi frekuensi. Hasil penelitian diketahui Sebagian besar responden berusia 26–35 tahun (58,8%), berjenis kelamin perempuan (66,7%), berpendidikan S1 Keperawatan (64,7%), memiliki masa kerja ?5 tahun (78,4%), dan berstatus menikah (80,4%). Kinerja perawat secara umum tergolong baik (86,3%), sedangkan 13,7% lainnya berkinerja kurang baik. Dapat disimpulkan bahwa mayoritas perawat telah melaksanakan tugas sesuai standar, namun masih perlu pembinaan pada aspek pendokumentasian asuhan keperawatan.