cover
Contact Name
Bellytra Talarima
Contact Email
ukimfakes2021@gmail.com
Phone
+6281247200128
Journal Mail Official
ukimfakes2021@gmail.com
Editorial Address
Gedung Fakultas Kesehatan Lantai 2 Jln Ot Pattimaipauw RT.003/RW.003 Talake, Kel Wainitu, Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Moluccas Health Journal
ISSN : -     EISSN : 26861828     DOI : https://doi.org/10.54639/mhj.v2i2
Core Subject : Health,
Moluccas Health Journal is a journal developed to disseminate and discuss the scientific literature and other research on the development of health especially nursing and public health. This journal contains a script on Health Sciences that includes: 1. Nursing 2. Midwifery 3. Public health 4. Environmental Health 5. Mental health 6. Community nursing 7. Critical care nursing 8. Medical nursing 9. Pediatric nursing 10. Medical-surgical nursing 11. Maternity nursing
Articles 213 Documents
Pengetahuan dan Manajemen Diri Dalam Pencegahan Komplikasi Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Karangmulya Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut Ainurrahmah, Yusni; Jinan, Ridwan Riadul; Destiani LQ, Denaila Silegar
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 4, No 3 (2022): Desember
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v4i3.918

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik menahun multifaktoral yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah akibat disfungsi insulin. Indonesia berada di urutan ke-5 diantara 10 negara dengan kasus tertinggi sebanyak 19,47 juta orang penderita diabetes. Pengetahuan pada diabetes melitus adalah persepsi berupa informasi yang diketahui oleh penderita diabetes melitus. Beberapa pengetahuan yang diperlukam oleh pasien DM adalah pengetahuan dasar mengenai penyakit DM itu sendiri, pengendalian kadar gula darah, dan pencegahan komplikasi. Manajemen diri diabetes adalah sikap penderita diabetes saat mengelola penyakitnya secara mandiri termasuk perilaku pengobatan dan pencegahan komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan manajemen diri dalam pencegahan komplikasi pada pasien diabetes melitus tipe 2. Jenis penelitian ini menggunakan deskriftif kuantitatif dengan populasi sebanyak 33 orang dan tehnik pengambilan sampling menggunakan total sampling. Tehnik pengumpulan data didapatkan dari hasil pengisian kuisioner DKQ-24 dan kuisioner DSMQ oleh responden. Hasil penelitian ini menunjukkan gambaran tingkat pengetahuan yang sedang dengan jumlah sebagian besar responden sebanyak 22 orang (66,7%) dan menunjukan gambaran hampir dari seluruh responden dalam penelitian ini melakukan self manajemen yang baik sebanyak 26 orang (78,8%). Kesimpulan dalam penelitian ini responden memiliki pengetahuan yang sedang dan manajemen diri yang baik dalam pencegahan komplikasi pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di Puskesmas Karangmulya Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut.
Gambaran kematian neonatal di RSUD Dr. M. Haulussy Ambon. Magdalena Paunno
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 1, No 3 (2019): Desember
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v1i3.269

Abstract

ABSTRACTMost child deaths in Indonesia today occur in the newborn period (neonatal), the first month of life. The probability of a child dying at different ages is 19 per thousand during neonatal mass, 15 per thousand from ages 2 to 11 months and 10 per thousand from ages 1 to 5 years. Delivery assistance by midwives is one of the strategies in reducing maternal and child health problems. In Indonesia the use of delivery assistance by midwives is still low compared to established indicators. One of the efforts to reduce maternal, infant and under-five mortality rates is the provision of Basic Emergency Neonatal Obstetric Services (PONED) facilities in care centers and Comprehensive Emergency Neonatal Obstetric Services (PONEK) in hospitals. This type of research uses descriptive research. The study was conducted on November 4 - December 15, 2019 at Dr. M. Haulussy Ambon. A sample of 51 infants using total sampling techniques. The results of the study found that deliveries performed by health workers more than 50% were performed by mothers, neonatal deaths with a referral system were smaller compared to non-referral neonatal deaths and the age of mothers giving birth 90% were at productive age.Keywords: Neonatal DeathABSTRAK Sebagian besar kematian anak di Indonesia saat ini terjadi pada masa baru lahir (neonatal), bulan pertama kehidupan. Kemungkinan anak meninggal pada usia yang berbeda adalah 19 per seribu selama massa neonatal, 15 per seribu dari usia 2 hingga 11 bulan dan 10 per seribu dari usia 1 hingga 5 tahun. Pertolongan persalinan oleh bidan merupakan salah satu strategi dalam mengurangi masalah kesehatan ibu dan anak. Di Indonesia pemanfaatan pertolongan persalinan oleh bidan masih rendah dibandingkan dengan indikator yang telah ditetapkan.  Salah satu upaya untuk menurunkan angka kematian ibu, bayi dan balita adalah penyediaan fasilitas Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) di puskesmas perawatan dan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) di rumah sakit. Jenis penelitian mengunakan penelitian deskriptif. Penelitian dilakukan pada tanggal 04 November – 15 Desember 2019 di RSU Dr. M. Haulussy Ambon. Sampel sebanyak 51 bayi dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian ditemukan persalinan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan lebih dari 50% dilakukan oleh ibu, kematian neonatal dengan sistem rujukan lebih kecil presentasinya dibandingkan dengan kematian neonatal yang bukan rujukan serta umur ibu yang melahirkan 90% berada pada usia produktif. Kata Kunci : Kematian Neonatal
Karakteristik Ibu berhubungan dengan Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi usia 0-6 bulan di Desa Kamal Kabupaten Seram Bagian Barat Zasendy Rehena
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 3, No 1 (2021): April
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v3i1.674

Abstract

Breast milk is the only food that is best for babies, because it has the most complete nutritional composition, exclusive breastfeeding is highly recommended. Exclusive breastfeeding is breastfeeding for 6 months without other additional food from birth until the baby is 6 months old. Many factors affect exclusive breastfeeding, one of which is the mother's characteristics, such as age, education, occupation and knowledge of the mother. The purpose of this study was to determine the relationship between maternal characteristics and exclusive breastfeeding for infants aged 0-6 months in Kamal Village, West Seram Regency. Methods This research uses descriptive research using a cross sectional design. Sampling with total sampling method. The data were analyzed by using the chi square test. The results showed that the mother's characteristics consisting of age, education and mother's knowledge were not related to exclusive breastfeeding for infants aged 0-6 months in Kamal Village with a value of 0.05. Occupational variables related to exclusive breastfeeding with p value = 0.020 0.05. The conclusion is that the mother's age, education and knowledge are not related, while work is related to exclusive breastfeeding for infants aged 0-6 months in Kamal Village. Suggestions to health workers to increase mother's knowledge about the benefits of exclusive breastfeeding through counseling.Keywords: age, education, occupation, knowledge, exclusive breastfeeding
Hubungan Pengetahaun, Pola Makan dan Dukungan Keluarga Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Lilipory, Mevi; Talakua, Geresya
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 4, No 3 (2022): Desember
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v4i3.977

Abstract

Hypertension is a non-communicable disease, often known as high blood pressure with the condition of blood vessels experiencing a systemic increase or in the long term above normal 140/90 mmHg. Lack of knowledge, lack of family support and the wrong diet can increase the risk of increasing hypertension in a person. This study aims to determine the relationship between knowledge, diet and family support with the incidence of hypertension in the elderly in Porto. The research design used was an analytical descriptive survey with a cross sectional approach. With the results of research conducted the number of samples in this study were 53 respondents studied. The results were tested using the chi-square test, it was found that there was a relationship between knowledge and the incidence of hypertension in the elderly with a p value = 0.000, there was a relationship between diet and the incidence of hypertension in the elderly with a p value = 0.002, and there was a relationship between family support and the incidence of hypertension in the elderly. elderly with p = 0.000. From this research, it is suggested to the elderly and their families in order to increase their knowledge related to hypertension and regulate a good diet and add support to the elderly.Keywords: Elderly, Knowledge, Diet, Family Support, Hypertension Incidence
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENINGKATAN KADAR ASAM URAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAIHOKA KOTA AMBON TAHUN 2018 Indri Noya; Ivy Violan Lawalata; Bellytra Talarima
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 1, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v1i2.31

Abstract

Berdasarkan hasil pemeriksaan kadar asam urat di Wilayah Kerja Puskesmas Waihoka Kota Ambon prevalensi peningkatan kadar asam urat mengalami peningkatan dari Tahun 2017 dengan jumlah 72 kasus dan jumlah kasus dari bulan Januari sampai bulan Agustus Tahun 2018 sebesar 111 kasus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Peningkatan Kadar Asam Urat Di Wilayah Kerja Puskesmas Waihoka Kota Ambon Tahun 2018. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan Metode Purposive Sampling dengan jumlah sampelnya yaitu 98 sampel. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data mencakup analisis univariat dan bivariat menggunakan komputer program statistic (SPSS). Hasil analisis bivariat didapatkan adanya hubungan antara obesitas sentral dengan peningkatan kadar asam urat (p =0,02), terdapat hubungan antara riwayat keluarga dengan peningkatan kadar asam urat (p =0,00), tidak terdapat hubungan antara konsumsi alkohol dengan peningkatan kadar asam urat (p =0,75) dan tidak terdapat hubungan antara asupan makanan kandungan purin (p =0,46). Kesimpulan penelitian ini adalah adanya hubungan yang signifikan antara obesitas sentral dan riwayat keluarga dengan peningkatan kadar asam urat di Wilayah Kerja Puskesmas Waihoka dan tidak adanya hubungan yang signifikan antara konsumsi alkohol dan asupan makanan kandungan purin dengan peningkatan kadar asam urat di Wilayah Kerja Puskesmas Waihoka. Disarankan kepada masyarakat agar meningkatkan pola hidup yang sehat dan selalu mengontrol kesehatan di pusat kesehatan masyarakat. Kata Kunci : Peningkatan Kadar Asam Urat, Asupan Makanan Kandungan                             Purin, Obesitas Sentral, Konsumsi Alkohol, Riwayat Keluarga
PENGEMBANGAN PRODUK DAUN KELOR MELALUI FORTIFIKASI DALAM UPAYA PENANGANAN STUNTING Selpina Embuai; Moomina Siauta
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 2, No 3 (2020): Desember
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v2i3.718

Abstract

ABSTRACTBackground: Stunting is a condition where toddlers whose height for age is below the standard. Toddlers who have low body weight based on age are caused by insufficient intake of nutrients in the long term. Stunting can have a negative impact on cognitive and motor development and increase the risk of overnutrition, non-communicable diseases and reduce productivity in adulthood. The prevalence of stunting in the world in under-fives in 2020 has decreased significantly by 22% (4). The results of the 2018 Basic Health Research (Riskesdas) show that the prevalence of stunting in children under five in Indonesia has decreased by 6.4% from 37.2% (in 2013) to 30.8%. Various efforts have been made by the government to prevent and overcome stunting. One of them is by using Moringa leaves. Moringa is called the most economical plant and contains very good nutritional value so that it can be used as an alternative in overcoming nutritional problems. In addition, the use of Moringa can be used as biscuits which of course can be used as additional food for toddlersPurpose: Describing evidence based (review of facts) in the form of a literature review on Moringa Leaf Product Development Through Nutrification in the Handling of StuntingMethod:The method used in this Literature review begins with selecting a topic, then determining keywords to search for journals using English and Indonesian through several databases, including Google Scholar, Ebscho, Pro Quest, and journal of nursing science. This search is limited to journals from 2011 to 2021. The English keywords used are “Moringa Leaves and Stunting”. For Indonesian use the keywords "Leaves of Moringa, Stunting, Fortification".Results: This review resulted in the effectiveness of Moringa leaves through fortification for stunting prevention in toddlersConclusion: Moringa leaves have enormous benefits in meeting the nutritional adequacy rate for toddlers. Fortification is very useful and is recommended so that it can be carried out by all circles of society to prevent stunting in toddlersKeywords : Moringa Leaf, Fortification, Stunting, Toddler ABSTRAK Latar Belakang:Stunting merupakan suatu kondisi dimana balita yang tinggi badan untuk usia berada dibawah standar. Balita yang memiliki berat badan rendah berdasarkan usia disebabkan oleh asupan zat gizi yang tidak mencukupi dalam jangka panjang. Stunting dapat berdampak negatif pada perkembangan kognitif, motorik dan meningkatkan risiko kelebihan gizi, penyakit tidak menular serta mengurangi produktivitas pada saat dewasa. Prevalensi stunting di dunia pada balita pada tahun 2020 mengalami penurunan yang cukup signifikan yaitu sebesar 22%. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan prevalensi stunting pada balita di Indonesia mengalami penurunan sebesar 6.4% dari 37.2% (Tahun 2013) menjadi 30.8%. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah guna mencegah dan mengatasi stunting. Salah satu diantaranya adalah dengan memanfaatkan daun kelor. Kelor disebut seb.agai tanaman paling ekonomis dan mengandung nilai gizi yang sangat baik sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif dalam mengatasi permasalahan gizi. Selain itu, pemanfaatan kelor dapat dijadikan biskuit yang tentunya dapat dijadikan sebagai makanan tambahan untuk balita. Tujuan:Menggambarkan evidence based (telaah fakta) dalam bentuk literature review tentang Pengembangan Produk Daun Kelor Melalui Nutrifikasi Dalam Upaya Penanganan Stunting. Metode:Metode yang di gunakan dalam Literature review ini diawali dengan pemilihan topik, kemudian ditentukan keyword untuk pencarian jurnal menggunakan Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia melalui beberapa database antara lain Google Scholar, Ebscho, Pro Quest, dan journal of nursing science. Pencarian ini dibatasi untuk jurnalnya mulai tahun 2011 sampai dengan tahun 2021. Keyword Bahasa Inggris yang digunakan adalah “Moringa Leaves and Stunting”. Untuk bahasa Indonesia menggunakan kata kunci “Daun Kelor, Stunting, Fortifikasi Hasil:Review ini menghasilkan efektivitas dari daun kelor melalui fortifikasi untuk pencegahan stunting pada balita Kesimpulan:Daun kelor memiliki manfaat yang sangat besar dalam memenuhi angka kecukupan gizi pada balita. Fortifikasi sangat bermanfaat dan dianjurkan agar dapat dilakukan oleh semua kalangan masyarakat guna mencegah stunting pada balita Kata Kunci : Daun Kelor, Fortifikasi, Stunting, Balita
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Mahasiswa Universitas Bhakti Kencana Garut Dengan Pelaksanaan Protokol Kesehatan Pasca Vaksinasi Covid-19 Tahun 2022 Jinan, Ridwan Riadul; Ainurrahmah, Yusni
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 4, No 3 (2022): Desember
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v4i3.917

Abstract

Saat ini didunia sebanyak 6,02 juta jiwa terkonfirmasi positif Covid-19 dan 155 ribu jiwa melayang sampai pada tanggal 7 April 2022. Untuk menghambat penyebaran virus lebih besar pemerintah mewajibkan vaksinasi kepada masyarakat. Mahasiswa UBK Garut sebagai bagian dari masyarakat hampir seluruhnya sudah melakukan vaksinasi minimal dosis ke 1 akan tetapi 40% Mahasiswa UBK Garut tidak melaksanakan protokol kesehatan karena merasa sudah divaksin dan berpeluangan menyebarkan covid 19, hal ini menjadi permasalahan yang diharapkan mampu diatasi dari penelitian ini. Mahasiswa merupakan sasaran sekunder dari promosi kesehatan karena dianggap sebagai golongan intelektual dan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat diharapkan menjadi contoh dalam ikut membantu menahan laju penyebaran virus Covid-19. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap mahasiswa yang sudah di vaksinasi dengan pelaksanaan protokol kesehatan tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan memberikan kuesioner secara online dan tertutup. Sample dalam penelitian ini sebanyak 210 dengan populasi 250 orang yang merupakan mahasiswa aktif dan sudah divaksinasi Covid-19 dengan dosis minimal 1 kali. Pendekatan pada penelitian ini diukurnya pengetahuan dan sikap mahasiswa UBK Garut dan diteliti hubungannya dengan perilaku pelaksanaan protocol kesehatan pada mahasiswa setelah divaksin Covid-19. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dan sikap responden dengan pelaksanaan protocol kesehatan pasca imunisasi di Universitas Bhakti Kencana Garut tahun 2022.
Lama Menjalani Hemodialisa Berhubungan Dengan Kecemasan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Lilipory, Mevi
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 5, No 1 (2023): April
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v5i1.1295

Abstract

 Chronic Kidney Failure is a progressive and irreversible decline in kidney function. Hemodialysis is one of the therapies performed on chronic kidney failure sufferers. This study aims to determine the relationship between the length of time undergoing hemodialysis and the anxiety of Chronic Kidney Failure patients at Hospital X. The type of research used is analytical with a cross sectional approach. The sampling technique was accidental sampling with a total of 43 respondents using the Chi Square statistical test. The results of the research show that there is a significant relationship between the length of undergoing hemodialysis and anxiety in Chronic Kidney Failure patients at Hospital.Keywords: Chronic Renal Failure; Anxiety; Long time undergoing hemodialysis
Pola Makan Dan Stress Dengan Peningkatan Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe II Lilipory, Mevi
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 5, No 3 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v5i3.1298

Abstract

Type II diabetes mellitus is a condition where blood sugar in the body is not controlled due to impaired sensitivity of pancreatic ? cells to produce the hormone insulin. Elevated blood sugar levels or hyperglycemia is a condition in which excessive amounts of glucose circulate in the blood plasma.The diet for Type II Diabetes Mellitus sufferers is to help sufferers improve eating habits so that they can control blood glucose levels within normal limits as a result of hyperglycemia or increased blood sugar levels. Stress is one of the factors that influences blood sugar levels in DM sufferers. Psychological and physical stress has a negative impact on controlling diabetes because an increase in stress hormones will increase blood glucose levels, especially if food intake and insulin administration are uncontrolled. The aim of this study was to determine the relationship between diet and stress and increased blood sugar levels in type II diabetes mellitus patients. This research design uses a systematic review type. This systematic review aims to determine the relationship between diet and stress with increased blood sugar levels in type II diabetes mellitus patients. The method used uses a review of articles and nursing journals. The results of various articles and journals show that there is a significant relationship between diet and stress and increased blood sugar levels in type II diabetes mellitus patients. Diet and stress must be controlled more regularly, so that it can reduce blood sugar levels in patients with type II diabetes mellitus. So it is recommended to increase the patient's knowledge in implementing a correct diet and being able to control the patient's stress so that it can help successfully control blood sugar levels under normal circumstances.Keywords: Diet, Stress, Blood Sugar Levels, Type II Diabetes Mellitus
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Low Back Pain di Wilayah Kerja Puskesmas Wamlana Kabupaten Buru Lameky, Vernando Yanry; Tasijawa, Oci; Goha, Maria Magdalena
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 5, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v5i1.691

Abstract

Nyeri punggung bawah merupakan gejala yang ditandai dengan nyeri pada daerah punggung bawah dan dapat menyebar ke daerah sekitarnya. Faktor penyebabnya antara lain usia, masa kerja, posisi duduk, lama kerja, bertambahnya usia, fungsi tubuh akan menurun, lama kerja pada posisi duduk yang salah dapat menyebabkan nyeri pada daerah punggung bawah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan nyeri punggung bawah di wilayah kerja Puskesmas Wamlana Kabupaten Buru. Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 34 responden. Hasil Fisher Exact Test menunjukkan bahwa ada hubungan antara usia dengan nyeri pinggang (p value = 0,048), ada hubungan antara masa kerja dengan nyeri punggung bawah (p value = 0,029), ada hubungan antara posisi duduk dengan nyeri pinggang (p value = 0,015), dan ada hubungan antara lama kerja dengan nyeri punggung bawah (p value = 0,006). Saran bagi pasien adalah pemeriksaan kesehatan secara berkala dan bagi instansi kesehatan untuk tetap melakukan tindakan pengobatan melalui asuhan keperawatan dan promosi kesehatan yang komprehensif.Kata kunci : Lama kerja; Nyeri punggung bawah; Masa kerja; posisi duduk; Usia