cover
Contact Name
Bellytra Talarima
Contact Email
ukimfakes2021@gmail.com
Phone
+6281247200128
Journal Mail Official
ukimfakes2021@gmail.com
Editorial Address
Gedung Fakultas Kesehatan Lantai 2 Jln Ot Pattimaipauw RT.003/RW.003 Talake, Kel Wainitu, Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Moluccas Health Journal
ISSN : -     EISSN : 26861828     DOI : https://doi.org/10.54639/mhj.v2i2
Core Subject : Health,
Moluccas Health Journal is a journal developed to disseminate and discuss the scientific literature and other research on the development of health especially nursing and public health. This journal contains a script on Health Sciences that includes: 1. Nursing 2. Midwifery 3. Public health 4. Environmental Health 5. Mental health 6. Community nursing 7. Critical care nursing 8. Medical nursing 9. Pediatric nursing 10. Medical-surgical nursing 11. Maternity nursing
Articles 213 Documents
Perioperatif Nursing pada Hernia Inguinalis Lateralis Sinistra dengan Tumor Testis Sinistra: Case Study Samloy, Jonris
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 7, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v7i2.1661

Abstract

Latar belakang: Hernia inguinalis merupakan merupakan penonjolan isi suatu rongga bagian terlemah dari bagian muskuloaponeurotik dinding perut, hernia terdiri atas cincin, kantong da nisi hernia. Faktor risiko potensial kanker testis tiga kali lebih tinggi pada pria yang pernah mengalami hernia inguinalis, bahkan hernia inguinalis yang memerlukan pembedahan merupakan risiko kanker testis. Hernia inguinalis juga bukanlah faktor risiko kanker testis tanpa adanya kriptorkismus atau atrofi testis. Pasien seorang pria (65 tahun) dengan diagnosa medis hernia inguinalis lateralis sinistra dan tumor testis. Proses asuhan keperawatan perioperatif meliputi pre-operasi, intra-operasi dan post-operasi. Masalah keperawatan pada pasien yaitu nyeri akut, ansietas, risiko perdarahan, risiko hipotermai perioperatif dan risiko jatuh. Studi kasus terkait hal ini masih jarang ditemukan.Tujuan: Mendeskripsikan tatalaksana asuhan keperawatan perioperatif pada pasien dengan hernia inguinalis lateralis sinistra dengan tumor testis sinistra dengan tindakan hernia repair + orchiectomy.Metode penelitian: Metode dalam penelitian ini menggunakan studi kasus.Hasil: Setelah dilakukan tindakan manajemen nyeri dapat menurunkan skala nyeri menjadi 2 (nyeri ringan), tindakan reduksi ansietas mampu menurunkan skor HAM-A menjadi 8 (kecemasan ringan), tindakan pencegahan perdarahan diperoleh perdarahan 300 cc (kurang dari 500 cc), tindakan manajemen hipotermia diperoleh suhu tubuh membaik menjadi 37,4oC dan tindakan pencegahan jatuh sebesar 45.Simpulan: Penatalaksanaan asuhan keperawatan perioperatif yang cepat dan tepat dapat mencegah morbiditas dan mortalitas pasien ketika dilakukan tindakan invasiv. Diagnosa keperawatan yang ditemukan pada kasus ini sebanyak lima diagnosa dengan membuat perencanaan keperawatan dengan lima luaran dan lima intervensi keperawatan berdasarkan buku SDKI, SLKI dan SIKI.
Kepatuhan Minum Obat Antiretroviral di Puskesmas Sentani Rainuny, Yance Ronard; Saitis, Innal; Makualaina, Fenska Narly
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 7, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v7i2.1656

Abstract

Kepatuhan minum obat antiretroviral (ARV) merupakan faktor kunci dalam keberhasilan terapi HIV/AIDS. Di Puskesmas Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, masih ditemukan tantangan dalam menjaga konsistensi konsumsi ARV oleh pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan pasien HIV/AIDS terhadap terapi ARV serta efektivitas edukasi mandiri dalam meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan pasien. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik random sampling terhadap 59 responden yang menjalani terapi ARV. Hasil menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan yang rendah yaitu sebanyak 55 responden 93,2 % dari total 59 responden. Temuan ini menunjukkan bahwa harus ada edukasi mandiri lebih lanjut untuk peningkatan pengetahuan dan kepatuhan pasien. Penelitian ini merekomendasikan penguatan program edukasi dan dukungan sosial sebagai strategi peningkatan kepatuhan terapi ARV di fasilitas layanan kesehatan primer.
Evaluasi Pelaksanaan Safety Patrol sebagai Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja di PT. Cemindo Gemilang TBK Tahun 2025 Qomariyah, Lailatul; Alamsyah, Wisnu Tansya Trisna Alrasid; Mustafidah, Luthfiyatul
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 7, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v7i2.1657

Abstract

Kecelakaan kerja masih menjadi tantangan besar dalam dunia industri, terutama pada sektor dengan tingkat risiko tinggi seperti industri semen. Salah satu langkah preventif yang dilakukan perusahaan untuk mencegah kecelakaan adalah melalui pelaksanaan safety patrol secara rutin dan terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan safety patrol sebagai bagian dari upaya pencegahan kecelakaan kerja di PT. Cemindo Gemilang TBK pada tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pelaksanaan safety patrol dilakukan secara rutin oleh tim SHE dan telah mencakup berbagai area kerja. Pelaporan hasil temuan telah terintegrasi dengan sistem digital (SWO), meskipun masih ditemukan keterlambatan dalam tindak lanjut. Selama periode observasi, tidak terdapat kecelakaan kerja berat maupun fatality, menunjukkan bahwa pelaksanaan safety patrol berperan dalam mendukung pencapaian zero accident. Safety patrol terbukti berkontribusi dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif. Namun, diperlukan peningkatan dalam jumlah personil, kecepatan tindak lanjut temuan, dan sistem evaluasi agar pelaksanaannya lebih optimal.