cover
Contact Name
Imam Rohani
Contact Email
jurnaltarbawi0101@gmail.com
Phone
+6281273663742
Journal Mail Official
jurnaltarbawi0101@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sunan Kalijaga, Dusun I, Ngabar, Kec. Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur 63471
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Tarbawi Ngabar: Jurnal of Education
ISSN : -     EISSN : 2716196X     DOI : https://doi.org/10.51772/tarbawi
Jurnal Tarbawi Ngabar adalah jurnal yang menyajikan informasi dan analisis persoalan di bidang Pendidikan Islam.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2023)" : 6 Documents clear
Improving Learning Outcomes of Hal Nun Sukun and Tanwin Tajweed Subjects Through Talkhis and Taqshir Methods in Class VII D MTs "Al-Islam" Joresan Puput Laila Hanum; Imam Rohani
Tarbawi: Journal of Islamic Education Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Riyadlotul Mujahidin Ngabar Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55380/tarbawi.v4i1.284

Abstract

This study aims to determine how effective the Talkhis and Taqshir methods are in improving the learning outcomes of class VII D MTs "Al-Islam" Joresan in the subject of Tajwid Hal Nun Sukun and Tanwin. The research subjects were class VII D MTs "Al-Islam" Joresan, totaling 30 students, consisting of 15 boys and 15 girls. This research is a classroom action research (CAR) which consists of two cycles with the design of each cycle consisting of four stages, namely the first stage is planning, the second stage is acting (implementing), observing (observing) and the fourth stage is reflecting ( reflect). Research data is obtained during action research until the final assessment of the action. The results showed that the results of the initial test after the action in the first cycle of 30 students there were 19 students who completed (63, 33%), while in the second cycle the number of students who completed as many as 26 students (86, 67%). Thus, it can be proven that the application of the Talkhis and Taqshir methods to the Tajweed subject class VII D MTs "Al-Islam" Joresan in Tajwid Chapter 1 Hal Nun Sukun and Tanwin has a positive impact on improving student learning outcomes.
Motivasi Siswa dalam Mengikuti Program Tahfizh Al-Qur’an Iin Supriyanti
Tarbawi: Journal of Islamic Education Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Riyadlotul Mujahidin Ngabar Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55380/tarbawi.v4i1.317

Abstract

Sekolah merupakan lembaga pendidikan sebagai wadah bagi siswa-siswinya dalam mendalami berbagai ilmu, baik ilimu keagamaan maupun ilmu umum. Dengan begitu sekolah harus diharapkan menyusun program-program tambahan selain mata pelajaran yang ditetapkan oleh menteri pendidikan. Salah satu program yang sedang berkembang adalah program Tahfidzul Qur’an. Program ini memfokuskan pada hafalan Al-Qur’an. Dimana siswa akan menghafalkan Al-Qur’an dan akan disimak oleh guru terkait kelancarannya. Salah satu sekolah yang menerapkan program Tahfidzul Qur’an adalah MTsN 5 Pulosari Ponorogo. Di sekolah ini mempunyai strategi yang mana guru selalu memberikan motivasi kepada siswa-siswinya untuk mengikuti program Tahfidzul Qur’an. Dari hasil penelitian, minat siswa-siswi dikatakan baik dengan selalu muroja’ah diluar sekolah. Dan dapat dikatakan cara guru memotivasi siswa berhasil. Dengan cara sebagai berikut: 1) Menumbuhkan kepercayaan diri murid, 2) Memberiakan pujian, 3) Mengadakan Kompetisi, 4) Membantu mencari solusi masalah pribadi, 5) Merespon minat dan keinginan murid, 6) Memberi kepercyaan kepadanya, 7) Mengikatnya dengan kepribadian Nabi S.A.W sebagai teladan.
Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum 2013 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cecen Andrea; A. Suradi; Putri Ayu Cindika; Meli Amanda; Windi Eka Safitri; Lici Inda Anggraini
Tarbawi: Journal of Islamic Education Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Riyadlotul Mujahidin Ngabar Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55380/tarbawi.v4i1.366

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui kerangka dasar dan struktur kurikulum 2013 di Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah berjalan dalam proses pembelajaran. Materi ini juga akan memberikan kontribusi terhadap kurikulum 2013 di SD/MI. Melalui kajian ini, penulis menemukan beberapa aspek penting apa saja yang termasuk dalam kerangka dasar, struktur kurikulum, beban belajar, kelebihan dan kekurangan dari kurikulum 2013 di tingkat SD/MI. Pada kurikulum 2013 ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan kurikulum sebelumnya, dimana pada kurikulum 2013 di tingkat SD/MI ini memiliki beban belajar yang lebih berat sehingga siswa dituntut lebih giat dan kreatif lagi dalam proses pembelajaran dari sebelumnya. Pada kurikulum 2013 ini selain siswa di tuntut untuk lebih aktif dan kreatif pada stuktur kurikulum 2013 siswa juga dituntut untuk memiliki akhlak yang baik, dimana siswa tidak hanya memiliki keahlian pada akademik namun harus memiliki sikap dan perilaku yang baik juga. Maka dengan adanya beban belajar yang semakin berat, guru jadi lebih dapat menilai dan mendidik akhlak siswa dengan baik. Oleh karna itu dengan adanya kerangka dasar, struktur kurikulum, beban belajar dari kurikulum 2013 ini kita dapat mengembangkan pengetahuan pada kurikulum 2013 di tingkat SD/MI.
Perbandingan Konsep Pembelajaran PAI berdasarkan Kurikulum KBK, K13 dan MBKM M. Furqon Wahyudi; Rosy Alfiana Dewi
Tarbawi: Journal of Islamic Education Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Riyadlotul Mujahidin Ngabar Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55380/tarbawi.v4i1.318

Abstract

Perkembangan zaman seolah-olah menuntut dunia pendidikan untuk mengikutinya, perkembangan zaman yang saat ini suda memasuki era serba digital 5.0, pendidikan semakin dituntut untuk lebih kreatif dalam menyikapinya, salah satu usaha yang dilakukan oleh pemerintah adalah mengembangkan kurikulum yang ada di dunia pendidikan, karena kurikulum ini salah satu jembatan besar yang bisa merubah arus dunia pendidikan. Kurikulum KBK yang masih terlihat belum sesuai dengan potensi zaman maka dikembangkan menjadi k13, kurikulum k13 juga dirasa belum maksimal dikembangkan menjadi kurikulum MBKM. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kepustakaan, dimana data diperoleh dari hasil research dari jurnal, buku dan dokumentasi-dokumentasi yang ditemukan melalui jurnal dan buku. Hasil penelitian kurikulum kbk, k13 dan MBK memiliki perbandingan yang cukup pesat, dilihat dari kompetensi lulusan, pada kurikulum kbk belum sepenuhnya menerapkan pendidikan karakter, sedangkan kurikulum k13 mulai menakankan kepada siswa dalam pembelajaran karakter mulia, sedangkan pada kurikulum MBKM siswa mampu menerapkan pendidikan di lingkungan sekolahan dan masyarakat.
Forum Maiyah Mocopat Syafaat sebagai Pendidikan yang Egaliter dan Membebaskan Muhammad Fauzi; Henry Aditia Rigianti
Tarbawi: Journal of Islamic Education Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Riyadlotul Mujahidin Ngabar Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55380/tarbawi.v4i1.369

Abstract

Penelitian ini berusaha mengetahui dan mendeskripsikan Forum Maiyah Mocopat sebagai tempat pendidikan yang egaliter dan membebaskan untuk menjadi referensi inovasi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan Metode studi pustaka. Hasil penelitian ini menjabarkan pandangan Ki Hadjar Dewantara bahwa pendidikan sebagai pendorong bagi perkembangan siswa, yaitu pendidikan mengajarkan untuk mencapai perubahan dan kebermanfaatan bagi lingkungan sekitar. Mocopat Syafaat mencoba menjawab itu semua dengan pembelajaran sikap hakiki memanusiakan manusia. Alhasil, pendidikan Maiyah berbeda dengan mayoritas model pendidikan atau pengajian lainnya. Tidak kaku terhadap simbol-simbol sosial keagamaan. Interaksi dalam pendidikan seharusnya antara guru dan murid tidak berjalan satu arah melainkan dialektis. Atmosfer diskusi yang sangat cair di forum Maiyah memungkinkan beragam pendapat terangkum untuk didedah bersama. Situasi demikian membentuk pola diskusi yang berorientasi “apa yang benar” bukan “siapa yang benar”. Meskipun kebenaran dapat dirumuskan, forum Maiyah kerap berposisi demokratis, memberikan kebebasan seutuhnya kepada jemaah untuk menerima, menolak, maupun mengkritisinya.
Manajemen Entitas untuk Perkembangan Pondok Pesantren di Era Society 5.0 Surip Umar
Tarbawi: Journal of Islamic Education Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Riyadlotul Mujahidin Ngabar Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55380/tarbawi.v4i1.304

Abstract

Dalam perkembangan Era Society 5.0 Pondok pesantrren yang nota bene sebagai lembaga pendidikan Islam harus berbenah, terjadinya distorsi pondok pesantren yang tersentral oleh wibawa Pimpinan, ketika meninggal maka lembaga tersebut masyarakat sulit percaya, keberadaan perkembangan pondok pesantren yang stagnan, dan pondok pesantren yang eksklusif, fenomena tersebut terjadi di lingkungan lembaga pendidikan Islam, sehingga harus ada solusi kebijakan yang bersifat holistik agar pondok pesantren bisa menjadi mercusuar untuk lembaga-lembaga pendidikan yang lain. Hal ini perlunya penerapan konsep baru sebagai solusi dari ketidakberdayaan perkembangan pondok pesantren. Dengan menggunakan penelitian Metode kualitatif deskriftif melalui pendekatan studi literasi dengan Prosedur pemecahan masalah dilakukan berdasarkan permasalahan yang timbul dengan menganalisa kajian literatur dalam buku-buku manajemen Islam dan jurnal penulis. Maka Problem solving yang harus diterapkan pada persoalan tersebut yaitu melalui Konsep Manajemen Entitas yang terdiri dari hadharah ILMI (pembenahan sumber daya manusia, steakholder, pengurus), Hadharah NASHI (kurikulum, sarana prasarana), dan Hadharah FALSAFI (etik, hubungan masyarakat, link and match, amanah). Gagasan tersebut perlu dilakukan di dalam manajemen pondok pesantren secara berkelanjutan, merujuk pada teori-teori Amin abdullah, syed Muhammad naquib al-attas, Ibrahim musa, kuntowijoyo tentang pola lembaga pendidikan Islam di masa mendatang. Walhasil dalam menghadapi era Society 5.0 yang di dalamnya realisasi kerjasama antara sumber daya manusia dan sumber daya mesin sebagai pola yang harus dilakukan oleh siapapun termasuk manajemen pondok pesantren di masa datang, melaui tiga entitas hadharah ilmi, nashi dan falsafi yang terintegrasi dalam sebuah manajemen yang bermutu, maka perkembangan pondok pesantren akan terus meningkat dan tantangan dapat diselesaikan, sehingga pondok pesantren mampu menciptakan outcome yang fullskills.

Page 1 of 1 | Total Record : 6