cover
Contact Name
Hadiyanto
Contact Email
hadiyanto@che.undip.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jakawindarta@lecturer.undip.ac.id
Editorial Address
Program Studi Magister Energi Sekolah Pascasarjana Universitas Diponegoro Jl. Imam Bardjo, SH-No 3, Semarang 50241
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 27226719     EISSN : 27226719     DOI : https://doi.org/10.14710/jebt
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan dimaksudkan sebagai media publikasi hasil-hasil penelitian yang ditulis dalam bentuk artikel review, full artikel penelitian dan short communication dalam bidang pengembangan energi baru dan terbarukan. Artikel dapat ditulis dalam bahasa Indonesia maupun dalam Bahasa Inggris. Jurnal memiliki fokus pada pengembangan energi baru dan terbarukan namun tidak menutup kemungkinan pada energi fosil dan yang tidak terbarukan. Jurnal menerima artikel dari kajian energi dari berbagai aspek multidisiplin keilmuan seperti manajemen, energi, teknologi energi, diversifikasi energi, kebijakan energi, ekonomi energi.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2020): Juli 2020" : 5 Documents clear
Efektivitas Limbah Kulit Kering Nanas Madu (Ananas Comosus l.Merr) untuk Pembuatan Bioetanol dengan Proses Fermentasi dan Distilasi E Hugeng Wandono; Endang Kusdiyantini; Hadiyanto Hadiyanto
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Vol 1, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Program Studi Magister Energi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.347 KB) | DOI: 10.14710/jebt.2020.9019

Abstract

Bioenergi adalah salah satu energi yang dapat diperbaruhi dan juga ramah lingkungan, salah satunya adalah bioetanol. Bahan baku yang mengandung glukosa, selulosa dan pati dapat digunakan menjadi bioetanol Nanas madu adalah tanaman yang dapat dimanfaatkan menjadi bioenergi. Penelitian ini bertujuan membuktikan efektivitas limbah kulit nanas madu kering untuk pembuatan bioetanol serta mengetahui kadar bioetanol yang dihasilkan. Proses fermentasi yang digunakan dalam peneltian ini . Kulit nanas madu yang sudah dikeringkan di proses hidrolisis, fermentasi dan distilasi. Proses fermentasi dengan variasi waktu fermentasi 1 hari, 2 hari, 3 hari, 4 hari, 5 hari, 6 hari, 7 hari,8 hari, 9 hari, 10 hari, 11 hari dan 12 hari. Hasil fermentasi tercepat akan didistilasi sebanyak dua kali dan dianalisa kadar bioetanol dengan GC-MS. Kadar bioetanol dari limbah kulit kering nanas madu didapatkan sebesar 95,66 % dengan waktu fermentasi selama 4 hari.
Analisa Mikrotremor Menggunakan Metode HVSR untuk Mengetahui Karakteristik Bawah Permukaan Manifestasi Panas Bumi Diwak dan Derekan Berdasarkan Nilai Vp Vithya Arintalofa; Gatot Yulianto; Udi Harmoko
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Vol 1, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Program Studi Magister Energi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.137 KB) | DOI: 10.14710/jebt.2020.9276

Abstract

Pengukuran Mikrotremor merupakan pengukuran seismik pasif untuk merekam getaran yang dihasilkan oleh aktivitas bumi ataupun aktivitas manusia, biasanya metode ini digunakan untuk memperkirakan tingkat kerusakan yang timbul akibat gempa bumi dan juga dapat digunakan untuk mengetahui kondisi struktur bawah permukaan berdasarkan frekuensi dominannya dan faktor amplifikasinya. Dalam analisis mikrotremor spektrum komponen horizontal dibandingkan terhadap komponen vertikal atau dikenal dengan metode HVSR. Parameter penting yang dihasilkan dari metode HVSR yaitu frekuensi natural dan amplifikasi. Dari hasil penelitian didapatkan P=persebaran nilai frekuensi dominan (fo) yang didapatkan dari hasil pengolahan data mikrotremor pada area manifestasi panas bumi Diwak dan Derekan berkisar antara 0,08 Hz sampai dengan 9,29 Hz, persebaran nilai faktor amplifikasi (Ao) bernilai antara 0,03 hingga dengan 7,07, sedangkan inversi kurva H/V menghasilkan nilai kecepatan gelombang P (VP) dan gelombang S (VS) dimana nilai VP berkisar antara 390 m/s sampai dengan 4.993 m/s dan nilai VS berada pada kisaran 190 m/s hingga 3.054 m/s.
Pengaruh Katalis Genteng Tanah Liat dalam Proses Produksi Bahan Bakar Cair dari Limbah Ban Bekas dengan Proses Pirolisis Andry Anggoro Arahim; Widayat Widayat; Hadiyanto Hadiyanto
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Vol 1, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Program Studi Magister Energi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.606 KB) | DOI: 10.14710/jebt.2020.9909

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh katalis dari genteng tanah liat untuk memproduksi bahan bakar cair dari limbah ban bekas dengan proses pirolisis. Pirolisis menghasilkan produk yaitu cair (yield), arang (Char) dan gas. Alat pirolisis terdiri dari tabung reaktor, pipa stainless, pipa kaca, pipa kondensor dan kompor listrik. Katalis diletakkan pada pipa yang keluar dari reaktor sehingga katalis berperan dalam proses perubahan gas hasil pirolisis menjadi cair. Hasil XRF katalis genteng menunjukkan bahwa katalis genteng tanah liat mengandung silica alumina dimana dalam proses pirolisis silica alumina digunakan sebagai polimer, isomer dan pengkrekahan pada reaksi kimia hidrothermal. Hasil tanpa katalis menghasilkan yield lebih sedikit jika dibandingkan dengan penggunaan katalis. Yield di yeield dianalisis menggunakan Gas Chromatography-Mass spectrometry (GC-MS), hasil yield mengandung hidrokarbon dengan fraksi C5-C12 (bensin) sebesar 80,94%.
Pemanfaatan Energi Matahari Sebagai Energi Bersih yang Ramah Lingkungan Muhammad Ali; Jaka Windarta
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Vol 1, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Program Studi Magister Energi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.774 KB) | DOI: 10.14710/jebt.2020.10059

Abstract

Pemanfaatan energi primer yang baru dan terbarukan mulai banyak di terapkan di berbagai negara, dikarenakan berkurangnya sumber bahan baku energi primer yang berasal dari fosil (minyak bumi, gas dan batubara). Usaha untuk menggantikan energi primer yang berasal dari fosil selain dari berkurangnya cadangan baik minyak bumi, gas dan batubara, juga disebabkan karena pengaruh emisi gas buang dari pemanfaatan energi primer dari fosil. Energi primer dari fosil dalam setiap perubahan bentuk energinya seringkali menggunakan teknologi insinerasi yang menyebabkan peningkatan emisi karbondioksida sehingga dapat berakibat buruk terhadap lingkungan dan mempengaruhi perubahan iklim. Dalam makalah ini penulis menitikberatkan pemanfaatan energy primer dari matahari menjadi energi final yang dapat secara langsung dimanfaatkan dan juga tidak mengeluarkan emisi karbondioksida. Pemanfaatan energi matahari secara thermal diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dengan menggantikan atau mensubtitusi teknologi insinerasi yang biasanya digunakan untuk merubah energi primer menjadi energi thermal. Penggunaan sumber energi yang ramah lingkungan dengan menggunakan energi matahari ini diharapkan mampu mengurangi efek Gas Rumah Kaca dan dapat mencegah perubahan iklim yang ekstrim.
Analisis Biaya dan Manfaat Pembangkit Listrik Tenaga Listrik (PLTS) Pada Kabupaten Muara Enim Gusti Prasetyo Rendy Anggara; Jaka Windarta
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Vol 1, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Program Studi Magister Energi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.044 KB) | DOI: 10.14710/jebt.2020.11433

Abstract

Kabupaten Muara Enim merupakan daerah agraris dengan luas wilayah 7.483,06 Km2, terbagi menjadi 22 kecamatan, terdiri dari 245 desa definitif dan 10 kelurahan. Penggunaan listrik di Kabupaten Muara Enim tahun 2020 dilihat dari jumlah pelanggan, mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2019. Dari 77.187 pelanggan menjadi 81.183 pelanggan, atau naik sekitar 5,18 persen. Kebutuhan pembangunan pembangkit memerlukan beberapa pertimbangan terkait sumber energi yang akan digunakan. Pusat Teknologi Pengembangan Sumber Daya Energi (PTPSE) pada tahun 2015 melalui outlook energi Indonesia memperkirakan harga minyak akan meningkat menjadi sebesar US$188,9 per barel pada tahun 2050, harga batubara menjadi US$210,7 per ton pada tahun 2050 dan harga LNG akan meningkat menjadi US$210,7 per MMBTU pada tahun 2050. Kenaikan harga tersebut diproyeksikan akan membebani anggaran pemerintah. Oleh karena itu perlunya sebuah energi alternatif yang dapat menjadi sebuah solusi terutama di kabupaten Muara Enim. Dalam kajian ini didapati bahwa proyek akan layak jika tariff PLTS minimal sebesar 28% beserta biaya operasionalnya dibawah 35%/tahun.

Page 1 of 1 | Total Record : 5