cover
Contact Name
Bram Denafri
Contact Email
semnas_sasindo@unpam.ac.id
Phone
+6282284658383
Journal Mail Official
bram@unpam.ac.id
Editorial Address
Sastra Indonesia, Kampus UNPAM 2, Gd. B., Lt.5., Jalan Raya Puspiptek, Setu, Buaran, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310, Indonesia
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sasindo
Published by Universitas Pamulang
ISSN : -     EISSN : 27472663     DOI : 10.32493/
Core Subject : Education,
Focus and Scope of Seminar Nasional Sasindo is articles raised from the results of research, studies, and scientific work in the fields of: 1. Linguistic and Literary analysis. 2. Research result of Indonesian Linguistics and Literature. 3. The research results of Language Learning and Indonesian Literature.
Articles 208 Documents
MALE GAZE DALAM FILM THE PUNISHMENT 2021 : OBJEKTIFIKASI TERHADAP TUBUH PEREMPUAN Kinasih, Rahayu Ajeng Sekar; Okta, Melda Widayanti
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol. 4 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol. 4 No.1 Desember 2023
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v4i1.36676

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk objektifikasi terhadap tubuh perempuan dari pandangan male gaze dalam film The Punishment 2021. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori male gaze Lauray Mulvey (1973). Penyajian data dalam penelitian ini berupa uraian analisis dari dialog film The Punishment 2021 dengan teknik baca dan teknik metode simak. Teknik baca dengan membaca terjemahan film The Punishment 2021, dan teknik metode simak dengan menyimak lalu mencatat dialog yang menunjukkan bentuk objektifikasi terhadap perempuan. Objek penelitian ini adalah Film The Punishment 2021 sub Indonesia. Hasil dari penelitian ini ditemukan 6 data, dengan 4 data termasuk pada pandangan laki-laki mengenai bentuk objektifikasi terhadap tubuh perempuan dalam bentuk objek seskual, dan 2 data masuk dalam objektifikasi perempuan bentuk ekspresi. Peneliti menyimpulkan terdapat alasan dari adanya bentuk objektifikasi ini, diantaranya; (1) adanya pandangan laki-laki terhadap perempun, dan (2) pandangan perempuan terhadap perempuan.Kata Kunci : Male Gaze, Kritik Sastra Feminisme
VIRILITAS TOKOH UTAMA DALAM BUKU PRIE GS “HIDUP BUKAN HANYA URUSAN PERUT” Endo, Ibrahim Fashadanya
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol. 4 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol. 4 No.1 Desember 2023
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v4i1.36677

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk virilitas seksual dan virilitas sosial yang terdapat dalam buku Prie Gs yang berjudul “hidup bukan hanya urusan perut”. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dimana penelitian ini meneliti fenomena yang terdapat dalam buku tersebut dan mendeskripsikan data penelitian yang ditemukan, secara jelas. Pengumpulan data dilakukan secara metode simak, dimana peneliti menempatkan dirinya sebagai penyimak data dengan cermat untuk memperoleh data yang sesuai. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik bagi unsur langsung yaitu, peneliti membagi data untuk mengindentifikasi dan menseleksi bentuk data yang di dapatkan. Penyajian data dilakukan secara informal. Pendekatan pada penelitian ini, menggunakan pendekatan kajian gender. Berdasarkan teori dominasi maskulinitas Pierre Bourdieu. Pemilihan objek yang diteliti, tidak dipilih secara acak. Tetapi, dipilih karena buku ini berisikan kumpulan kolom mingguan Prie Gs yang memuat opini singkat dan menekankan sisi pengamatan dan pemaknaan terhadap suatu persoalan atau keadaan. Kumpulan kolom ini, sudah pernah terbit di internet antara lain, keluarga tabloid cempaka, suara merdeka cyber news, dan blog andriewongso. Hasil penelitian ini, menemukan virilitas yang terdapat pada penelitian ini, dua macam yaitu virilitas seksual berdasarkan simbol kenjantanan dalam dominasi maskulinitas dan virilitas sosial berdasarkan simbol kekuasaan laki-laki dalam dominasi maskulinitas.Kata kunci: Dominasi Maskulinitas, Kajian Gender, Virilitas
NILAI RELIGIUS TOKOH UTAMA DALAM FILM BUYA HAMKA VOL. 1 KARYA ALIM SUDIO: PENDEKATAN SOSIOLOGI SASTRA Apriyanti, Egi
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol. 4 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol. 4 No.1 Desember 2023
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v4i1.36678

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai religius yang terkandung dalam film Buya Hamka Vol. 1 karya Alim Sudio dengan pendekatan sosiologi sastra. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yakni dengan teknik dokumentasi dan studi pustaka. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian diperoleh dari dialog tokoh Buya Hamka yang dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan teori nilai religius menurut Jauhari. Dari hasil penelitian, ditemukan nilai-nilai religius yang terkandung dalam film Buya Hamka Vol. 1 di antaranya, (1) aspek keimanan atau tauhid sebanyak 4 data kutipan, (2) aspek norma kehidupan atau fikih sebanyak 2 data kutipan, (3) aspek sikap perilaku atau akhlak sebanyak 8 data kutipan. Dari penelitian yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa tokoh Buya Hamka menjadikan agama sebagai pedoman hidup dan berupaya mensyiarkan ajaran agama kepada masyarakat di sekitar melalui perilakunya.Kata kunci: Nilai Religius, Buya Hamka, Film
ANALISIS PENOKOHAN DAN LATAR PADA NASKAH DRAMA DI DALAM ATAP SEBUAH CINTA KARYA ASLAM DHENA MAYSAR Safutra, Ahmad Fahmi; Royhani, Rifqi
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol. 4 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol. 4 No.1 Desember 2023
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v4i1.36679

Abstract

Drama adalah suatu genre sastra yang menunjukkan penampilan secara lisan dalam setiap percakapan atau dialog antara pemimpin. Drama memiliki ciri khas dari sudut penggunaan bahasa dan dalam penyampaian amanatnya. latar belakang permasalahan yang muncul adalah bagaimana aspek penokohan dan latar dalam naskah drama "Di Dalam Atap Sebuah Cinta" karya Aslam Dhena Maysar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1)  Penokohan dalam naskah Drama "Di dalam Atap Sebuah Cinta", dan (2) latar dalam naskah Drama “Di dalam Atap Sebuah Cinta” karya Aslam Dhena Maysar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan ialah sebuah teks naskah drama yang berjudul "Di Dalam Atap Sebuah Cinta" karya Aslam Dhena Maysar. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis data kualitatif. Hasil dari penelitian ini yaitu (1) penokohan meliputi (a) protagonis  : sikap ramah, pandai mengendalikan emosi, dan mudah memaafkan. (b) antagonis : membuat orang lain sakit hati atau menderita, membuat orang lain terluka (kehilangan masa depan), dan berselingkuh. dan (c) Tirtagonis : memecahkan masalah. (2) Latar. Latar tempat yang menunjukkan peristiwa: rumah bima. latar waktu yang digunakan dalam naskah drama ini adalah :  malam hari, dan pagi hari  Latar suasana yang digunakan dalam naskah drama ini adalah : Cemas dan gelisah, terkejut, romantis, menangis, Memanas dan penuh dengan kemarahan, dan tragis.Kata Kunci: Latar, Naskah Drama, Penokohan
KEPRIBADIAN TOKOH DALAM NOVEL HELLO SALMA KARYA ERISCA FEBRIANI (TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA) Nurkhania, Nurkhania
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol. 4 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol. 4 No.1 Desember 2023
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v4i1.36681

Abstract

Tujuan penelitian ini dilakukan untuk membedah kepribadian tokoh dalam novel Hello Salma karya Erisca Febriani. Teori yang digunakan adalah landasan teori dari salah satu filsuf yakni; Carl Gustav Jung. Jung menyimpulkan dalam proses evolusi psyche terdapat beberapa tingkatan, yaitu; 1. Kesadaran, 2. Ketidaksadaran Pribadi, 3. Ketidaksadaran Kolektif. Penelitian mengenai tipe kepribadian pada novel trilogy ini berjenis penelitian deskriptif. Pendekatan dari penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena data dalam penelitian ini adalah kualitatif. Teknik penelitian yang digunakan adalah Penelitian Sastra. Hasil penelitian ini adalah, Berdasarkan analisis novel Hello Salma karya Erisca Febriani, terdapat beberapa hal yang dapat disimpulkan yakni; pertama, tokoh Salma yang memiliki kesadaran, yaitu; intravert. Ketidaksadaran pribadi yaitu; Introvert-berpikir dan Ketidaksadaran kolektif yaitu shadow dan self. Kedua, tokoh Nathan yang memiliki kesadaran, yakni Ekstravert, ketidaksadaran pribadi, yaitu; Introvert-berpikir, introvert-perasa. Ketiga, tokoh Rebecca memiliki kesadaran introvert, ketidaksadaran pribadi sensitive, dan ketidaksadaran kolektif anima/animus dan persona. Keempat, tokoh Ridho yang memiliki tingkat ketidaksadaran kolektif, yaitu shadow.Kata Kunci: Psikologi Sastra, Novel Remaja, Kepribadian Tokoh
CEBONG, KAMPRET, DAN KADRUN DALAM KONTESTASI PILPRES 2019: TINJAUAN KESELARASAN ANTARA TEORI SPEAKING DENGAN OOE MAU BICARA M. Wildan, M. Wildan
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol. 2 No. 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.1 NOVEMBER 2021
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i1.16686

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan bahwa kontestasi Pilpres 2019 paling tidak telah memproduksi tiga leksikon: cebong, kampret, dan kadrun. Ketiga leksikon ini menjadi viral penggunaannya di kalangan pendukung atau simpatisan pasangan Joko Widodo – Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto – Sandiaga Salahuddin Uno dalam rangka elektabilitas serta popularitas pasangan calon. Terseretnya leksikon cebong, kampret, dan kadrun ke arus politik Pilpres 2019 tentu secara latar psikologis (scene) dan partisipan (participants) tidak bisa dinapikan dari pendulangan suara antar pasang calon. Dengan demikian, cebong, kampret, dan kadrun merupakan leksikon apolitik yang politik serta memungkinkan sekali dikaji dari sudut teori SPEAKING sebagaimana yang dipelopori oleh Dell Hymes serta terbuka peluang untuk diselaraskan dengan teori yang dikembangkan oleh Soepomo Poedjasoedarmo berupa OOE MAU BICARA. Tulisan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menerapkan dua teknik, yaitu: teknik catat dan teknik dokumentasi. Teknik catat dapat diterapkan pada pemerolehan data secara virtual melalui tangkapan layar (screen shoot) dari media daring atau mencatat ke dalam kartu data. Adapun teknik dokumentasi dapat diaplikasikan melalui pendokumentasian pada sejumlah koran seperti antara lain: harian Kompas, Republika, Sindo, Warta Kota, dan Tangerang Raya. Tulisan ini menyimpulkan bahwa kemenangan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin termasuk kemenangan bahasa yang dikontestasikan di ruang media daring dan luring yang termanipestasikan ke dalam sendi-sendi SPEAKING serta OOE MAU BICARA.
PENYAMPAIAN ASPEK KRITIK SOSIAL ORANG-ORANG BIASA KARYA ANDREA HIRATA (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA) Oktaviana, Ansani Intan
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol. 2 No. 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.1 NOVEMBER 2021
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i1.16687

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) memaparkan kritik sosial pada novel Orang-Orang Biasa karya Andrea Hirata dan (2) memaparkan bentuk penyampaian kritik sosial pada novel Orang-Orang Biasa karya Andrea Hirata. Subjek penelitian adalah novel Orang-orang Biasa karya Andrea Hirata. Metode penelitian yang digunaka, yaitu metode deskriptif kualitatif. Penelitian difokuskan pada penyampaian masalah yang berkaitan dengan pengaruh isu-isu kelas sosial. Permasalahan tersebut kemudian dikaji dengan teori pendekatan sosiologi sastra. Data diperoleh dengan cara teknik pustaka, baca dan catat. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data yang peneliti kumpulkan dan analisa, diperoleh: (1) empat aspek kritik sosial dominan, yaitu (a) kritik sosial ekonomi yang tidak merata dan tidak adil pada masyarakat miskin; (b) kritik sosial pendidikan terhadap warga miskin tidak sesuai harapan yang mana menurunkan tingkat motivasi untuk belajar; (c) kritik sosial kekuasaan meliputi masalah tindak pembulian dan penyalahgunaan kekuasaan untuk kepuasan pribadi; dan (d) kritik sosial moral meliputi tindak terpuji maupun tercela yang berlaku di masyarakat umum; dan (2) bentuk penyampaian kritik sosial secara langsung (eksplisit) yang disampaikan oleh para tokoh melalui tindak aksi maupun dialog dalam novel, mampu dipahami dengan mudah oleh pembaca awam; dan bentuk penyampaian tidak langsung (implisit) yang memerlukan tingkat pemahaman lebih untuk dapat mengungkap maksud utama pengarang. Peneliti menganalisis makna-makna atau amanat tersirat dalam novel, dan kemudian merelevansikan penemuan tersebut dengan kehidupan nyata.Kata Kunci: Kritik Sosial, Aspek Sosial, Sosiologi Sastra, Bentuk Penyampaian Kritik Sosial
GAMBARAN KEMISKINAN DALAM NOVEL SEKALI PERISTIWA DI BANTEN SELATAN KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER Sukmawati, Fitria; Rohmah, Nabilatur
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol. 2 No. 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.1 NOVEMBER 2021
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i1.16688

Abstract

Pengalaman pengarang merupakan hal yang tak pernah lepas dari sebuah karya sastra. Novel Sekali Peristiwa di Banten Selatan menyajikan suatu sejarah  di daerah Banten Selatan yang masyarakatnya mengalami kemiskinan, pembunuhan, perampokan, dan penindasan. Latar belakang dalam penelitian ini adalah adanya gambaran kemiskinan dan faktor-faktor yang menyebabkan kemiskinan pada novel tersebut. Peneliti memakai deskrptif kualitatif dalam penelitian ini. Mendeskripsikan mengenai unsur intrinsik, gambaran kemiskinan dan faktor yang menyebabkan kemiskinan pada novel tersebut merupakan tujuan yang peneliti inginkan. Pendekatan sosiologi sastra digunakan untuk penjabaran adanya gambaran kemiskinan dan faktor-faktor penyebabnya. Hasil dari penelitian ini menjabarkan bahwa terdapat gambaran kemiskinan, stratifikasi sosial, dan faktor-faktoryang menyebabkan kemiskinan dalam novel Sekali Peristiwa di Banten Selatan.Kata Kunci: Gambaran kemiskinan, novel, Sekali Peristiwa di Banten Selatan, Pramoedya Ananta Toer, sosiologi sastra
EKSISTENSI SASTRA CYBER DI ERA DIGITAL Dewi, Nina Ayu Kumala
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol. 2 No. 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.1 NOVEMBER 2021
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i1.16690

Abstract

Karya sastra dikenal sebagai produk budaya yang telah melewati setiap zaman perkembangan umat manusia, dari zaman lisan (ketika cerita juga mitos disampaikan dari mulut ke mulut), zaman tulisan, tradisi cetak, dan saat ini di era informasi berbasis teknologi digital. Kemajuan teknologi di era digital ini sangat pesat sehingga mempermudah penyebaran informasi di seluruh dunia, termasuk Indonesia melalui internet. Dewasa ini internet bukan hal yang asing di telinga kita. Bahkan mayoritas, menjadikan internet sebagai kebutuhan yang tidak bisa ditinggalkan. Disamping perkembangan teknologi yang semakin pesat dan canggih, dunia kesasastraan pun juga mengalami perkembangan dan ikut bergerak ke ranah yang modern pula. Sehingga sastra ikut menyesuaikan diri dan terkena dampak internet. Hal ini dapat dilihat dari munculnya istilah-istilah baru, seperti sastra cyber yang semakin popular seiring berkembanganya zaman. Sastra cyber dapat dikatakan sebagai sastra yang ditulis menggunakan media internet atau teknologi informatika lainnya. Sastra cyber ini dijadikan sebagai wahana untuk berkreasi di bidang sastra yang dapat dilakukan oleh siapa pun. Lalu sejak kapan sastra cyber ini muncul? Dan bagaimana kualitas karya dalam sastra cyber?. Sastra menjadi milik bersama, tanpa adanya “monopoli” sastrawan, ahli sastra, atau penulis-penulis ternama. Setiap orang dapat menulis puisi, fiksi, dan bentuk sastra lainnya di internet. Selain menjadi kegiatan individual, para pegiat sastra cyber ini juga membentuk komunitas untuk dapat saling mengapresiasi, baik di dalam situs, blog, atau media social seperti Instagram, Facebook, Twitter, dan lainnya. Tulisan ini ingin menyajikan bagaimana sejarah perkembangan sastra cyber, kualitas serta kelebihan dari sastra cyber itu sendiri.Kata kunci : sejarah, sastra cyber, kualitas dan kelebihan.  
Nilai Moral Tokoh Utama dalam Novel Peter karya Risa Saraswati Larassati, Dinda Putri
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol. 2 No. 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.1 NOVEMBER 2021
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i1.16691

Abstract

This study aims to describe (1) the good moral values of the main character in the novel Peter by Risa Saraswati, (2) the bad moral values of the main character in the novel Peter by Risa Saraswati. In addition, it also describes (3) the form of conveying moral values in the novel Peter by Risa Saraswati. This research is a qualitative descriptive study. The data source of this research is the novel Peter by Risa Sarswati. The results of the analysis of this study indicate that the main character's moral values show (1) good moral values that include a. Religious b. caring c. Responsible d. Confident e. Compassionate f. Mannerly. (2) bad moral values that include being disrespectful, and rude. (3) Forms of Direct and Indirect Delivery of Moral ValuesKata Kunci: Moral Values, Good Morals, Bad Morals, Forms of Delivery of Moral Values