cover
Contact Name
Bram Denafri
Contact Email
semnas_sasindo@unpam.ac.id
Phone
+6282284658383
Journal Mail Official
bram@unpam.ac.id
Editorial Address
Sastra Indonesia, Kampus UNPAM 2, Gd. B., Lt.5., Jalan Raya Puspiptek, Setu, Buaran, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310, Indonesia
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sasindo
Published by Universitas Pamulang
ISSN : -     EISSN : 27472663     DOI : 10.32493/
Core Subject : Education,
Focus and Scope of Seminar Nasional Sasindo is articles raised from the results of research, studies, and scientific work in the fields of: 1. Linguistic and Literary analysis. 2. Research result of Indonesian Linguistics and Literature. 3. The research results of Language Learning and Indonesian Literature.
Articles 208 Documents
ISLAM DALAM MEMERANGI UJARAN KEBENCIAN (STUDI KASUS UJARAN KEBENCIAN KASUS PPKM) Nursalim, Misbah Priagung
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol. 2 No. 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.1 NOVEMBER 2021
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i1.16705

Abstract

Dakwah menjadi kewajiban setiap muslim. Fungsi dakwah yaitu untuk menyampaikan dan mengajak kebaikan kepada sesama. Faktanya dakwah sering kali disalahgunakan untuk provokasi, politik praktis, dan penyampaian ujaran kebencian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi ujaran kebencian dalam dakwah NS dan larangan bagi muslim melakukan ujaran kebencian dalam Quran. Penelitian menggunakan metode deskriptif analitis. Pendekatan yang dibunakan oleh penulis yaitu pendekatan fenomenologis. Teori yang digunakan yaitu SPEAKING Dell Hymes dan tafsir al Azhar Buya Hamka. Hasil dari penelitian ini, NS melanggar aspek norm. selain itu, sebanyak empat ayat al-Quran melarang umat muslim untuk melakukan ujaran kebencian. Kata Kunci Ujaran Kebencian, Dakwah, Islam
ANALISIS NILAI-NILAI RELIGIUS ISLAM DALAM NOVEL MAHAR JINGGA KARYA SYARIF HADE Mufasir, Farih Faruk
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol. 2 No. 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.1 NOVEMBER 2021
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i1.16706

Abstract

Penelitian ini berjudul Analisis Nilai-nilai Religius Islam dalam Novel Mahar Jingga Karya Syarif Hade. Penelitian ini dilatar belakangi keinginan penulis melakukan kegiatan terhadap sebuah novel dengan pendekatan analisis struktural. Selanjutnya perumusan masalah dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Bagaimana unsur intrinsik yang terdapat dalam novel Mahar Jingga karya Syarif Hade? 2) Nilai-nilai religius Islam apa saja yang terkandung dalam novel Mahar Jingga karya Syarif Hade? 3) Penyimpangan nilai religius seperti apa yang yang terdapat dalam novel Mahar Jingga karya Syarif Hade? Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Rahman yang menentukan nilai akidah, nilai syariat dan nilai akhlak.Kata Kunci: nilai religius, novel mahar jingga, 
JARGON PADA KOMUNITAS VAPE DI CINERE Susprestrianto, Restu
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol. 2 No. 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.1 NOVEMBER 2021
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i1.16707

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi bahasa jargon yang digunakan oleh komunitas Vape di Cinere. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini terfokus pada bentuk jargon, makna jargon dan fungsi jargon. Data yang dikumpulkan dengan menggunakan teknik simak/sadap sebagai teknik dasarnya dan teknik lanjutannya menggunakan teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC), dan wawancara agar data yang sudah didapat lebih akurat dan bersifat objektif. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 31 jargon dalam bentuk kata. Ditemukan 19 jargon bentuk kata benda (nomina). Di antaranya: Atomizer, Bane, Barrel, Cartomizer, Cloud, Fralien, Gunk, Kanthal, Lanyard, Mesh, Mod, Nic, Pod, Vape, Vapers, Vapor, Vaporista, Vaporizer, Wick. Ditemukan 7 kata kerja (Verba). Di antaranya: Coiling, Firing, Garuk, Puff, Spitback, Vaping, Wicking. Ditemukan 5 kata sifat (Ajektifa). Di antaranya: Bold, Clone, Creamy, Freebase, Oten. Terdapat 7 jargon dalam bentuk frasa. Ditemukan 6 frasa Nomina di antaranya: Cloud Chase, Dry Hit, Fused Clapton, Ghost Taste, Salt Nic, Vape Tonque. Ditemukan 1 frasa Verba yaitu Dry Burn. Ditemukan 43 makna jargon yang mengandung makna istilah. Di antaranya: Atomizer, Bane, Barrel, Bold, Cartomizer, Clone, Coiling, Creamy, Firing, Fralien, Freebase, Gunk, Kanthal, Lanyard, Mesh, Mod, Nic, Oten, Pod, Puff, Spitback, Vape, Vapers, Vaping, Vapor, Vaporista, Vaporizer, Wick, Wicking, Cloud Chase, Dry Burn, Dry Hit, Fused Clapton, Ghost Taste, Salt Nic, Vape Tonque, DTL (Direct To Lungs), MTL (Mouth To Lungs), (Rebuildable Atomizer), RDA (Rebuildable Dripping Atomizer), RDTA (Rebuildable Dripping Tank Atomizer), RTA (Rebuildable Tank Atomizer), TH (Throat Hit). Ditemukan 1 jargon yang mengandung makna leksikal yaitu Cloud dan 2 jargon yang mengandung makna kontekstual di antaranya: Garuk, PSK/Paket Siap Kebul. Fungsi pengunaan jargon pada komunitas Vape di Cinere terdiri dari 3 fungsi, yaitu fungsi instrumental, fungsi refresentasi dan fungsi heuristik.Kata Kunci : Sosiolinguistik, jargon, makna jargon dan fungsi jargon. 
GAYA BAHASA PADA CATATAN NAJWA DI TRANS 7 EDISI BULAN JULI - AGUSTUS 2019 Yadi, Moch
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol. 2 No. 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.1 NOVEMBER 2021
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i1.16709

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1). Mendeskripsikan jenis gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat dan (2). Mendeskripsikan jenis gaya bahasa berdasarkan langsung dan tidaknya makna pada Catatan Najwa di Trans 7 Edisi Bulan Juli — Agustus 2019. Teori yang digunakan adalah teori diksi dan gaya bahasa. Objek dalam penelitian ini adalah sebuah catatan acara talkshow. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan metode simak bebas libat cakap dan dilanjutkan dengan teknik catat, yang kemudian dianalisis dengan metode agih dan teknik lanjutannya menggunakan pilah unsur penentu. Dari hasil penelitian, diperoleh simpulan: (1). Terdapat tiga jenis gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat pada Catatan Najwa di Trans 7 edisi bulan Juli — Agustus 2019. Ketiga jenis gaya bahasa tersebut yaitu paralelisme, antitesis, dan repetisi. (2). Terdapat sepuluh jenis gaya bahasa berdasarkan langsung dan tidaknya makna pada Catatan Najwa di Trans 7 edisi bulan Juli — Agustus 2019. Sepuluh jenis gaya bahasa tersebut yaitu aliterasi, asonansi, pleonasme dan tautologi, erotesis atau pertanyaan retoris, hiperbol, persamaan atau simile, personifikasi, sinekdoke, metonimia, dan sarkasme.Kata kunci: Gaya Bahasa, Stilistika, Catatan Najwa
PENGGUNAAN CAMPUR KODE DALAM UNGGAHAN INSTAGRAM Mulyani, Ani; Riandini, Deva Okta; Umardi, Shavira Nia
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol. 2 No. 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.1 NOVEMBER 2021
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i1.16710

Abstract

Penggunaan campur kode sudah menjadi salah satu hal yang sering ditemukan disosial media, oleh karenanya penulis melakukan penelitian tersebut khususnya instagram. Pada penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Objek yang diteliti dalam penelitian ini menggunakan sumber data dari unggahan-unggahan instagram yang terdapat pada akun JakartaKeras, Overheardjkt, Maudyayunda, Gitasav dan juga Achasinaga yang diperoleh melalui hasil rekam data tangkap layar pada konten atau caption yang dianggap menggunakan bahasa asing. Teori yang dijadikan landasan pada penelitian ini adalah teori Muysken (2000) beliau mendefinisikan bahwa campur kode terjadi karena adanya dua bahasa dalam satu ujaran. Penulis meneliti campur kode yang ada pada unggahan-unggahan tersebut dengan cara mendeskripsikan campur kode yang ada pada unggahan penggunanya. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui latar belakang, faktor serta apa saja yang menyebabkan terjadinya campur kode pada unggahan instagram tersebut. berdasarkan penelitian yang sudah dilaksanakan, penulis dapat menyimpulkan bahwa unggahan-unggahan akun instagram tersebut lebih dominan pada campur kode ekternal yang dipengaruhi oleh bahasa asing yaitu bahasa inggris. Latar belakang terjadinya campur kode dikategorikan menjadi 2 yaitu tipe yang berlatar belakang pada sikap penutur (a) untuk memperhalus ungkapan, (b) untuk menunjukan kemampuan dan (c) perkembangan dan perkenalan dengan budaya baru. Selanjutnya, tipe yang berlatar belakang pada kebahasaan (a) lebih mudah diingat, (b) tidak menimbulkan kehomoniman, (c) keterbatasan kata dan (d) akibat atau hasil yang dikehendaki. Adapun faktor-faktor penyebab terjadinya campur kode pada unggahan-unggahan tersebut antara lain maraknya penggunaan bahasa gaul, penutur terbiasa menggunakan dua bahasa atau lebih, latar belakang pendidikan pengguna serta faktor lingkungan.Kata Kunci: sosiolinguistik, campur kode, instagram
PENGGUNAAN JARGON GAME ONLINE MOBILE LEGEND PADA ANAK REMAJA KARANG TARUNA PLUTO DALAM 2 PISANGAN TANGERANG SELATAN (TINJAUAN SOSIOLINGUISTIK) Yamin, Dihan Saidul; Ilhamsyah, Ilhamsyah; Izzatullah, Irfan Hafizh
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol. 2 No. 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.1 NOVEMBER 2021
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i1.16712

Abstract

Pada penelitian kali ini bermaksud untuk menguraikan serta mengetahui motif dan arti khusus dari jargon yang sering dituturkan oleh para remaja karang taruna di Pluto Dalam 2 Pisangan Tangerang Selatan dalam memainkan game online Mobile Legend, karena pada kenyataannya game online yang menjamur saat ini sering kali memunculkan banyak kosakata atau istilah-istilah baru yang hanya dapat dipahami dan diketahui oleh suatu komunitas maupun kelompok sosial masyarakat tertentu. Penggunaan ragam bahasa jargon dalam game online Mobile Legend ini bermaksud untuk memudahkan komunikasi sekaligus juga untuk memberikan kode atau isyarat ketika memainkan game tersebut, agar lebih mudah dan efektif ketika diucapkan. Dalam penerapannya, jargon hanya dibatasi sesuai daerah saja, sesuai kelompok maupun instansi, dan juga individu yang memiliki ciri khas jargon yang mereka pahami dan sudah disepakati bersama. Pengkajian kini memakai metode observasi dan metode deskriptif kualitatif. Objek-objek  yang dikaji dalam riset kali ini adalah para remaja karang taruna Pluto Dalam 2 Pisangan Tangerang Selatan. Metode observasi yang kami lakukan yaitu bertemu dengan beberapa remaja yang memang gemar dan sedang memainkan game online Mobile Legend. Proses pemungutan data kami lakukan memakai teknik simak, teknik wawancara dan teknik libat cakap melalui tatap muka secara langsung dan kami juga merekam ucapan yang mereka tuturkan melalui alat perekam handphone. Pengumpulan data jargon kami cantumkan berupa untaian kata-kata dan frasa baik bahasa Indonesia maupun bahasa asing yang selanjutnya akan kami artikan makna khusus dari data jargon yang kami dapatkan. Dari hasil data penelitian kami menemukan data jargon sebanyak 17 data di antaranya: retri indomaret, noob, di gendong, foto bareng, no flicker, nggak ada obat, mabar, tank, tower, monster hutan, tremor, kena mental, sergapan, ultimate, farming, adu mekanik, dan combo. Bersumber pada hasil data penelitian yang sudah kami lakukan dapat diberi simpulan bahwa penggunaan jargon hanya dipakai pada saat memainkan game tersebut, baik melalui komunikasi dua arah maupun komunikasi jarak jauh melalui telepon suara di dalam game, kemudian ketika sedang tidak memainkan game tersebut jargon tidak dipakai.Kata kunci: sosiolinguistik, variasi bahasa, jargon
VARIASI JARGON DALAM SUATU KOMUNITAS WARIA DI SALON RETHAH WILAYAH PONDOK BENDA Amalia, Amanda Rizky; Tauladan, Antika Suri; Sari, Fani Aulia
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol. 2 No. 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.1 NOVEMBER 2021
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i1.16715

Abstract

Language has an important role in everyday human life in society. Jargon is a kind of language that is only used by certain communities as daily communication among its members. The jargon used by the transgender community is very interesting to understand because the jargon has its own form and meaning in its disclosure and can find out how the variety of jargon-shaped language used by transgenders in hiding their secrets so as not to be known by the public. It is evident that not all users of other languages understand the jargon. In this study, the researchers analyzed the jargon used by the waria community in the salon. This study aims to determine the jargon and describe and understand the meaning of the jargon used by the transgender community in interacting orally. The source of the research data was obtained from the subject, namely the transgender women who worked at the Retah salon in Pamulang, who used jargon in their daily communication with transgender women and sometimes with their customers. The method used in this study is a qualitative descriptive method, which describes and conveys data objectively. Describe the jargon terms of transgender language as the object of research. The data collection technique used is observation or see and note. The result of this research is the jargon used by waria in the form of transgender language vocabulary. Based on the results of the data analysis, it was found that 20 pieces of jargon used by transgender women in the salon were akika, rapose, capcus, endang gurindang, ink, sekong, belenjong, cucok, metong, hamidah, lekong, sapose, capcay, begindang, bala-bala, sindang. , lambreta, grasshopper, mesong, and mursida.Keywords: Waria, Jargon, Vocabulary
ANALISIS WACANA KRITIS: STUDI KASUS REVITALISASI BAHASA IBU DI DESA CIKONENG Dasuki, Mohammad Ramdon
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol. 2 No. 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.1 NOVEMBER 2021
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i1.16719

Abstract

Desa Cikoneng yang terletak di kecamatan Anyer kabupaten Serang propinsi Banten ini terdiri dari empat kampung, dalam kesehariannya masyarakat ini menggunakan bahasa Lampung sebagai bahasa ibu. Hal yang unik ini telah berlangsung lama secara turun-temurun, sekalipun secara geografis lokasi berada di ujung paling barat pulau Jawa yang berbatasan dengan selat Sunda seberang daerah Lampung pulau Sumatra. Berdasarkan penuturan dari para tetua adat dan tokoh masyarakat desa Cikoneng, secara bahasa dan budaya Lampung masih dipertahankan sehingga menjadi unik karena mereka masih mempertahankan hingga ke keturunan ketujuh. Secara historis ternyata mereka ini satu keturunan dengan tokoh kesultanan Banten yang pertamakali mengembangkan ajaran Islam. Ada empat bersaudara yang pertama meyebarkan Islam sekian abad lampau; satu ke Lampung, kedua ke Banten, ketiga ke Sulawesi, dan keempat ke Malaysia. Minak Sengaji adalah tokoh yang mengembangkan Islam di Lampung dan desa Cikoneng, yang makamnya berada dekat pusat kota Anyer-Cilegon masih dilestarikan hingga saat ini. Saat terjadi konflik kekuasaan antara kesultanan Banten dan Pakuan Pajajaran, kekuasaan yang ada di Serang Banten meminta bantuan dari rakyat masyarakat desa Cikoneng yang tidak lain adalah masih memiliki hubungan keturunan dari sultan Banten tersebut. Bahkan menurut penuturan dari keturunan Minak Sengaji yang masih hidup saat ini, mereka lah yang mengalahkan suku Baduy hingga menyingkir pada saat itu ke wilayah Lebak Banten dengan tetap mempertahankan adat budaya dan keyakinan semasa Pakuan Pajajaran yaitu Sunda Wiwitan. Namun yang akan diungkap di sini adalah aspek bahasa Lampung sebagai bahasa Ibu yang sudah ratusan tahun mereka gunakan dan mereka pertahankan kepada anak keturunan mereka di satu desa itu yang masih bertahan. Hingga pemerintah daerah Lampung saat ini justeru sering merujuk ke desa Cikoneng perihal bahasa dan budaya yang justeru tetap lestari di seberang wilayahnya yaitu wilayah desa Cikoneng yang berada di luar wilayah Lampung Sumatra. Perkembangan terakhir berdasarkan penelitian penulis kini masyarakat desa Cikoneng mulai khawatir dengan kelestarian bahasa dan budaya Lampungnya. Sekalipun bahasa keseharian masih menggunakan bahasa Lampung, simbol Siger yang bertaring enam atau sembilan masih digunakan di berbagai simbol kehidupan sehari-hari, serta budaya sastra lisan lainnya masih terus dipertahankan oleh generasi mudanya, masyarakat generasi tuanya mulai cemas dengan kaum urban atau kaum pendatang yang sulit lagi dibendung karena faktor perkembangan zaman. Sebagaimana faktor pendidikan dan globalisasi yang mengharuskan generasi penerusnya harus melanjutkan pendidikan formal ke jenjang yang lebih tinggi dengan bahasa pengantar bahasa Indonesia, dan bahasa elektronik yang serba global juga dengan bahasa dan istilah asing, yang terus meluas dalam kehidupan keseharian mereka.  Kata Kunci: Revitalisasi Bahasa Ibu, Pemertahanan Bahasa, Desa Cikoneng 
PENGGUNAAN JARGON DALAM DUNIA MEDIS DI DINAS KESEHATAN TANGERANG SELATAN Zumaerah, Sri; Nurhuda, Zamzam
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol. 2 No. 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.1 NOVEMBER 2021
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i1.17108

Abstract

Dinas Kesehatan RSUD Tangerang Selatan sebagai pelaksana otonomi daerah dalam bidang kesehatan masyarakat bertugas melaksanakan pelayanan umum dalam bidang medis seperti pencegahan penyakit, rujukan, usaha kesehatan masyarakat, dan memberikan sumber daya kesehatan dan kenyamanan bagi para pasien. Dan karena itu RSUD Tangerang Selatan memiliki jargon yang digunakan dalam keseharian dalam menjalankan tugasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan data jargon yang terdapat pada Dinas Kesehatan RSUD Kota Tangerang Selatan, mendeskripsikan bentuk lingual,dan mendeskripsikan alasan pemakaian jargon pada Dinas Kesehatan RSUD Kota Tangerang Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskrptif kualitatif. Dilanjutkan dengan pengumpulan data dengan cara menyimak, merekam dan mencatat hasil peneltian. Kemudian dilanjutkan dengan analisi data dengan simak bebas libat cakap, rekam, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemakaian jargon hanya digunakan pada media komunikasi saja dapat melalui Handy Talking dan pesan singkat sedangkan pada komunikasi langsung jargon tidak dipakai. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pemakaian jargon pada RSUD Kota Tangerang Selatan dilakukan untuk mempersingkat tuturan, memperjelas, menjadikan komunikasi efektif, tidak melebar ke permasalahan lain, dan membedakan dengan masyarakat di luar Dinas Kesehatan Kata Kunci: Sosiolinguistik, Ragam Bahasa, Jargon, Dinas Kesehatan. 
PENGGUNAAN NEGASI PADA TAYANGAN INDONESIA LAWYERS CLUB EPISODE “TRAGEDI CIRACAS MENGAPA TERULANG LAGI?” Nintiyas, Sri Purwanti Ratna; Wiharja, Irpa Anggriani; Purawinangun, Ira Anisa
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol. 2 No. 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.1 NOVEMBER 2021
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i1.17794

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan negasi pada tayangan Indonesia Lawyers Club Episode Tragedi Ciracas Mengapa Terulang Lagi?” untuk menemukan perihal yang berupa bentuk-bentuk negasi yang didapat dari tayangan Indonesia Lawyers Club Episode “Tragedi Ciracas Mengapa Terulang Lagi?”. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode analisis isi dalam tayangan secara mendalam yang berhubungan dengan negasi. Penelitian ini mencoba mendeskripsikan bahwa negasi terdapat dalam beberapa objek salah satunya talkshow dalam acara debat. Teknik yang dilakukan dalam penelitian ini adalah teknik simak dan teknik catat. Penelitian ini memberi penunjuk baha dalam semantik terdapat bagian yang jarang ditemui dan berkaitan dengan semantik logika. Berdasarkan hasil dari peneltian ini terdapat dua konstituen negasi secara umum yang terbagi dalam morfem bebas dan morfem terikat. Secara mendalam terdapat pembagian morfem bebas. Data tersebut meliputi (1) konstituen negasi formal bebas baku, (2) konstituen negasi formal bebas tidak baku, (3) konstituen negasi nonformal bebas. Terakhir terdapat konstituen negasi morfem terikat