cover
Contact Name
Fuad Zaini
Contact Email
fuadzaini06@gmail.com
Phone
+6282360501584
Journal Mail Official
fuadzaini06@gmail.com
Editorial Address
Jl. Seser Komplek Citra Mulia Residence Blok D. 14 Medan – 20229
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
ALACRITY : Journal Of Education
ISSN : -     EISSN : 27754138     DOI : https://doi.org/10.52121/alacrity.v1i3
Core Subject : Education,
ALACRITY : Journal Of Education is an interdisciplinary publication of original research and writings on education that publishes articles in journal form to an international audience of educational researchers. This journal aims to provide a forum for scientific understanding of the fields of education, social and management and play an important role in promoting the accumulation of knowledge, values, and skills that are transmitted from one generation to another; and to make the methods and content of evaluation and research in education available to teachers, administrators, students, faculty and research workers. This journal covers a wide range of topics,Learning, including, social, curriculum, management science, educational philosophy and educational approaches.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "volume 6 issue 2 juni 2026" : 6 Documents clear
Peran Guru Terhadap Penerimaan Sosial Murid Autis Oleh Teman Sebaya di Sekolah Dasar Al Firdaus Kota Surakarta Aulya Rahma Najla Alghoffar; Leni Ambar Cahyani
ALACRITY : Journal of Education Volume 6 Issue 2 Juni 2026
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v6i2.741

Abstract

Pendidikan inklusif memberikan kesempatan bagi murid autis untuk belajar dan berinteraksi bersama teman sebaya dalam lingkungan sekolah yang sama. Namun, karakteristik autisme dapat memengaruhi proses interaksi sosial sehingga penerimaan sosial dari teman sebaya menjadi aspek penting dalam mendukung keterlibatan murid autis di sekolah. Dalam kondisi tersebut, guru memiliki peran strategis dalam menciptakan interaksi positif dan membangun penerimaan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru terhadap penerimaan sosial murid autis oleh teman sebaya serta faktor yang memengaruhi pelaksanaan peran tersebut di Sekolah Dasar Al Firdaus Kota Surakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas guru kelas, Guru Pendamping Khusus (GPK), koordinator inklusi, dan murid teman sebaya. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan observasi partisipan. Validitas data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai fasilitator, motivator, akomodator, kolaborator, korektor, pembimbing, dan mediator. Pelaksanaan peran tersebut dipengaruhi oleh motivasi dan emosi guru, lingkungan kerja, kepemimpinan kepala sekolah, serta kesiapan sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan inklusif. Temuan ini menegaskan pentingnya peran guru dalam membangun lingkungan yang mendukung penerimaan sosial murid autis oleh teman sebaya.
Pengaruh Model PBL Berbantuan Media Animasi Terhadap Hasil Belajar IPAS Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 057198 Namuterasi T.A 2025/2026 Putri Agustina Sinaga; Lala Jelita Ananda; Irsan Irsan; Sri Mustika Aulia; Suyit Ratno
ALACRITY : Journal of Education Volume 6 Issue 2 Juni 2026
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v6i2.768

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media animasi terhadap hasil belajar IPAS pada materi tubuh manusia dan fungsinya pada siswa kelas IV SD Negeri 057198 Namuterasi Tahun Ajaran 2025/2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) menggunakan desain pretest-posttest control group. Sampel penelitian terdiri atas kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran menggunakan model PBL berbantuan media animasi dan kelas kontrol yang memperoleh pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, homogenitas, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar pada kelas eksperimen yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Dengan demikian, model Problem Based Learning berbantuan media animasi berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV.
Optimizing the Ability to Recognize Letters of Children Aged 4-5 Years Through Letter Card-Based Learning Nur'aeni Nur'aeni; Sunardi Sunardi; Ahmad Zaini Mukhlis; Sahal Tamrin Marhidi
ALACRITY : Journal of Education Volume 6 Issue 2 Juni 2026
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v6i2.1085

Abstract

The ability to recognize letters is one of the important aspects in the development of early childhood literacy which is the basis for the ability to read and write at the next level of Education. The results of initial observations at TP Cempaka cikakak show that the ability to recognize letters of children aged 4-5 years is still low because learning uses more conventional methods and has not utilized learning media that are interesting and in accordance with the characteristics of children. This study aims to describe the application of letter card media and analyze the improvement of the ability to recognize letters of children aged 4-5 years through the use of these media. The study used the method of classroom Action Research (PTK) with Kemmis and McTaggart model which was carried out in two cycles, including the stages of planning, implementation of action, observation, and reflection. The study subjects were 13 children aged 4-5 years at TP Cempaka Cikakak. Data collection techniques were conducted through observation, interviews, and documentation, while data analysis used quantitative and qualitative descriptive techniques. The results showed that children's ability to recognize letters increased gradually. The average achievement increased from 26.92% in the pre-action phase to 52.12% in cycle I and reached 80.58% in Cycle II. The improvement was seen in the ability of children to recognize letter symbols, name letters, distinguish letter shapes that are almost the same, and connect letters with the initial sound of words. The results showed that the media letter cards effectively improve the ability to recognize letters of children aged 4-5 years and can be used as an alternative learning media to support the development of early literacy in early childhood education.
Kepemimpinan Inklusif Kepala Madrasah Sebagai Pola Peningkatan Mutu Madrasah Aliyah Oda Kinata Banurea
ALACRITY : Journal of Education Volume 6 Issue 2 Juni 2026
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v6i2.775

Abstract

Peningkatan mutu Madrasah Aliyah menuntut kepemimpinan yang tidak hanya efektif secara administratif, tetapi juga mampu membangun partisipasi, keadilan, rasa memiliki, dan kapasitas kolektif warga madrasah. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik, mekanisme, faktor pendukung, dan hambatan kepemimpinan inklusif kepala madrasah sebagai pola peningkatan mutu Madrasah Aliyah. Penelitian menggunakan pendekatan studi kepustakaan dengan desain studi kasus dokumenter. Data bersumber dari artikel jurnal, buku akademik, laporan penelitian, kebijakan pendidikan, dan dokumen resmi periode 2020–2026 yang dipilih secara purposif. Data dianalisis melalui analisis isi kualitatif dan analisis tematik lintas kasus dengan tahapan kondensasi, kategorisasi, penyajian, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian mengidentifikasi tujuh pola utama, yaitu keterbukaan dan aksesibilitas kepala madrasah; pelibatan warga madrasah dalam pengambilan keputusan; distribusi tanggung jawab; pembentukan keamanan psikologis dan pemberdayaan guru; integrasi inklusivitas dalam siklus manajemen mutu; pengembangan budaya yang menghargai keberagaman; serta penguatan kemitraan dengan pemangku kepentingan. Pola tersebut mendorong partisipasi, inovasi pembelajaran, profesionalitas guru, perbaikan tata kelola, dan mutu layanan pendidikan. Penerapannya masih dibatasi oleh keterbatasan sumber daya, budaya hierarkis, resistensi terhadap perubahan, ketimpangan kompetensi, lemahnya pemanfaatan data, dan partisipasi simbolis. Penelitian menyimpulkan bahwa kepemimpinan inklusif dapat menjadi pola peningkatan mutu apabila keterbukaan dan partisipasi dilembagakan melalui pembagian kewenangan, pengembangan kompetensi, komunikasi transparan, evaluasi terukur, dan perbaikan berkelanjutan.
Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Game Blooket terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Informatika Jamaluddin Ghafiqi; Laili Nur Fadhilah; Meynur Dwi Saputra; Wibiati Sekar Kinasih; Hasna Yuliadysti Nafisah; Kaffin Ahmad Mukhtasor; Rina Harimurti; Anang Didit Soesilo
ALACRITY : Journal of Education Volume 6 Issue 2 Juni 2026
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v6i2.1088

Abstract

Perkembangan dalam teknologi digital mendorong pemanfaatan media belajar yang lebih interaktif untuk meningkatkan partisipasi dan hasil belajar siswa, termasuk di bidang Informatika. Salah satu media yang bisa dimanfaatkan adalah Blooket, sebuah platform edukasi berbasis permainan yang menawarkan kegiatan belajar melalui kuis interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak penggunaan media belajar berbasis permainan Blooket terhadap hasil belajar siswa dalam pelajaran Informatika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experimental design) dan kelompok kontrol yang tidak setara. Subjek penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol, masing-masing terdiri dari 32 siswa. Data diperoleh lewat tes belajar yang berupa pretest dan posttest. Temuan penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest di kelas eksperimen adalah 65.44 dan meningkat menjadi 90.06 pada posttest, sedangkan di kelas kontrol meningkat dari 52.47 menjadi 73.19. Hasil uji normalitas menunjukkan distribusi data yang normal (Sig. > 0.05), sementara uji homogenitas menunjukkan bahwa varians kedua kelompok tidak homogen (Sig. < 0.05). Uji Independent Samples t-test menunjukkan nilai t sebesar 6.096 dengan signifikansi 0.000 (p < 0.05), yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dalam hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Oleh karena itu, pemanfaatan media pembelajaran berbasis permainan Blooket memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa dalam pelajaran Informatika. Temuan penelitian ini membuktikan bahwa Blooket dapat dijadikan alternatif media pembelajaran interaktif untuk mendukung peningkatan hasil belajar siswa.
Pengaruh Kegiatan Koding Unplugged Media Lego Terhadap Kemampuan Berpikir Logis Anak Usia 5-6 Tahun Nazwa Sabila; Gilar Gandana; Budi Iskandar
ALACRITY : Journal of Education Volume 6 Issue 2 Juni 2026
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v6i2.1091

Abstract

Perkembangan kemampuan berpikir logis pada anak usia dini memerlukan kegiatan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada anak untuk mengenali pola, memahami urutan, menemukan kesalahan, dan menyelesaikan masalah sederhana. Coding unplugged yang dipadukan dengan media konkret seperti LEGO dapat memberikan pengalaman belajar yang mendukung kemampuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan Coding unplugged menggunakan media LEGO terhadap kemampuan berpikir logis anak usia 5–6 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain pretest-posttest control group. Subjek penelitian berjumlah 40 anak usia 5–6 tahun dari dua lembaga PAUD di Kota Tasikmalaya, yang terdiri atas 20 anak kelompok eksperimen dan 20 anak kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan kegiatan Coding unplugged menggunakan media LEGO selama empat kali pertemuan melalui aktivitas pengenalan pola, penyusunan urutan, debugging, dan tantangan pemecahan masalah, sedangkan kelompok kontrol mengikuti pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui penilaian kemampuan berpikir logis sebelum dan sesudah pembelajaran. Analisis data meliputi statistik deskriptif, Normalized Gain (N-Gain), uji normalitas, uji homogenitas, dan Independent Samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memperoleh rata-rata N-Gain sebesar 0,4023, lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol sebesar 0,3242, meskipun keduanya berada pada kategori sedang. Hasil Independent Samples t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,012 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir logis yang signifikan antara kedua kelompok. Dengan demikian, kegiatan Coding unplugged menggunakan media LEGO dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan pembelajaran untuk mendukung perkembangan kemampuan berpikir logis anak usia 5–6 tahun.

Page 1 of 1 | Total Record : 6