cover
Contact Name
Devi Arine Kusumawardani
Contact Email
biographi@unej.ac.id
Phone
+6281229744500
Journal Mail Official
biographi@unej.ac.id
Editorial Address
Peminatan Biostatistika & Kependudukan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember, Indonesia Jl. Kalimantan I/93 Jember 68121
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
BIOGRAPH-I: Journal of Biostatistics and Demographic Dynamic
Published by Universitas Jember
ISSN : 27768465     EISSN : 2776155X     DOI : https://doi.org/10.19184
Core Subject : Health,
Journal Biograph-I accepts original articles and review articles covering the following topics: 1. population census/survey 2. vital registration 3. big data 4. fertility, fecundity 5. reproductive health 6. reproductive rights 7. maternal and child health, adolescent, ageing 8. population dynamics includes mortality, and migration and other related articles health. The journal can be used by health practitioners, health caregivers, teachers, medical students, and people who interested in health issues.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2023): November" : 5 Documents clear
Analisis Determinan Perilaku Seksual Berisiko Remaja di Kalimantan Timur (Analisis Data SKAP Kalimantan Timur 2019) Gunawan, Heri; AB, Ismail; Susanti, Rahmi
BIOGRAPH-I: Journal of Biostatistics and Demographic Dynamic Vol 3 No 2 (2023): November
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/biograph-i.v3i2.34418

Abstract

Perilaku seksual berisiko menjadi masalah utama dalam kesehatan reproduksi remaja. Hal ini dapat berdampak pada penurunan produktivitas dan kesehatan remaja di masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model prediksi regresi logistik biner pada determinan perilaku seksual berisiko remaja di Kalimantan Timur. Penelitian ini adalah penelitian non reactive research yang dilakukan pada 370 remaja usia 10-24 tahun dari data sekunder yakni data SKAP 2019. Data dianalisis dengan regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur, pengetahuan penyakit IMS, sikap terhadap perilaku seksual berpengaruh signifikan dengan perilaku seksual berisiko remaja di Kalimantan Timur. Hasil regresi logistik biner menunjukkan variabel umur, pengetahuan penyakiy IMS dan sikap terhadap perilaku seksual memiliki pengaruh terhadap perilaku seksual berisiko remaja di Kalimantan Timur. Temuan ini menunjukkan pentingnya pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dan meningkatkan pengawasan orang tua pada remaja
Faktor Risiko Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Kecamatan Tenggarang Kabupaten Bondowoso Wulandari, Winda; Sulistiyani, Sulistiyani; Rohmawati, Ninna
BIOGRAPH-I: Journal of Biostatistics and Demographic Dynamic Vol 3 No 2 (2023): November
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/biograph-i.v3i2.34900

Abstract

Anemia pada ibu hamil termasuk masalah kesehatan masyarakat utama dan meningkatkan risiko kematian ibu dan bayi. Berdasarkan data laporan pelayanan ANC Terpadu dan SHK Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso tahun 2020, Puskesmas Tenggarang Kabupaten Bondowoso memiliki prevalensi anemia tertinggi pada ibu hamil sebesar 41,04%. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko anemia pada ibu hamil meliputi frekuensi kunjungan ANC dan ukuran konsumsi zat gizi. Penelitian ini menggunakan desain case-control pada September-Oktober 2022. Populasi penelitian adalah ibu hamil anemia dan tidak anemia berdasarkan data pelayanan ANC terpadu dan SHK sejumlah 353 ibu hamil. Sampel sejumlah 42 kasus dan 42 kontrol yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Analisis bivariat menggunakan uji Spearman’s rho. Faktor risiko yang berhubungan dengan status anemia pada ibu hamil yaitu tingkat konsumsi energi (p-value= 0,005), protein (p-value= 0,001), dan zat besi (p-value= 0,000). Tingkat konsumsi zat besi merupakan faktor yang paling berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil (nilai koefisien korelasi (-0,542*), artinya ibu hamil yang konsumsi zat besinya kurang dari normal (defisit) dapat berisiko tinggi mengalami anemia selama kehamilan. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan konsumsi makanan bergizi bagi ibu hamil terutama zat besi dari hewani, dan perlu adanya peningkatan pengetahuan bagi ibu hamil dan keluarga terkait pentingnya konsumsi makanan bergizi dan berkualitas pada suami dan keluarga agar ibu hamil mendapat dukungan emosional dan dukungan finansial dalam memenuhi kebutuhan gizi.
[RETRACTED] Literature Review: Faktor ................. Ibu Hamil Hidayah, Arina Nur; Afridah, Wiwik
BIOGRAPH-I: Journal of Biostatistics and Demographic Dynamic Vol 3 No 2 (2023): November
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/biograph-i.v3i2.31510

Abstract

Penarikan artikel ini dilakukan berdasarkan evaluasi dewan penyunting karena artikel ini telah terjadi double submission pada Jurnal Multidisiplin Indonesia, Riviera Publishing
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kualitas Hidup Perempuan Lansia di Wilayah Pesisir Puskesmas Tongas Agustina, Nurul Aini; Handarisasi, Dwi
BIOGRAPH-I: Journal of Biostatistics and Demographic Dynamic Vol 3 No 2 (2023): November
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/biograph-i.v3i2.34360

Abstract

Proporsi lansia di Indonesia mencapai 10,82% dan penduduk lansia tertinggi berada di Kecamatan Tongas dengan penduduk perempuan lansia sebanyak 4.840 orang. Peningkatan populasi lansia dapat mempengaruhi kualitas hidup lansia. Perempuan lansia yang tinggal di wilayah pesisir pada umumnya memiliki peran ganda dalam membantu perekonomian keluarga sehingga mengalami penuruan status kesehatan, timbulnya penyakit degeneratif, dan kondisi ketergantungan pada usia produktif. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup perempuan lansia di wilayah pesisir Puskesmas Tongas. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan cross sectional, besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 127 orang, teknik pengambilan datanya menggunakan teknik wawancara, dan teknik analisis secara bivariat. Penelitian ini menunjukkan bahwa 68,5% perempuan lansia memiliki kualitas hidup yang baik. Namun, perlu adanya pengoptimalan dukungan keluarga kepada responden yang memiliki kualitas hidup kurang.
Determinan Keinginan Menggunakan Kontrasepsi pada Remaja Usia 15-24 Tahun di Masa Mendatang (Analisis Lanjut Data SDKI 2017) Yunita, Rani; Ramani, Andrei; Baroya, Ni'mal
BIOGRAPH-I: Journal of Biostatistics and Demographic Dynamic Vol 3 No 2 (2023): November
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/biograph-i.v3i2.29828

Abstract

Strategi pemerintah Indonesia untuk menekan pertumbuhan penduduk dilakukan melalui program Keluarga Berencana. Remaja termasuk sasaran program KB diharapkan agar mampu memiliki perencanaan yang baik terkait penggunaan kontasepsi di masa depan sehingga semua remaja memiliki akses terhadap informasi, konseling dan ketentuan kontrasepsi, dan tidak terjadi penyalahgunaan alat kontrasepsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan keinginan remaja menggunakan kontrasepsi di masa mendatang yang dilihat dari faktor internal (jenis kelamin, usia, kuintil kekayaan, tempat tinggal, tingkat pendidikan, dan tingkat pengetahuan) dan faktor eksternal (akses media massa, diskusi kesehatan reproduksi, serta sumber informasi dan konseling kesehatan reproduksi). Penelitian ini merupakan penelitian non reaktif dengan desain cross sectional. Data pada penelitian ini didasarkan pada hasil SDKI 2017 dengan besar sampel sebanyak 19.912 responden. Penelitian ini menggunakan analisis univariat, bivariat dengan uji asosiasi dan multivariat dengan uji regresi logistik dengan nilai α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja pria yang berusia 15-19 tahun dengan kuintil kekayaan terbawah, tidak pernah sekolah, tidak mengakses televisi, tidak berdiskusi dengan teman, keluarga dan petugas kesehatan, serta remaja yang tidak mengetahui sumber informasi dan konseling kesehatan reproduksi merupakan determinan remaja yang tidak ingin menggunakan kontrasepsi di masa mendatang. Pemanfaatan media sosial (internet) untuk mendapatkan informasi terkait kesehatan reproduksi, peningkatan kualitas pelayanan konseling yang telah tersedia serta membangun komunikasi yang efektif antara orang tua dan remaja perlu dilakukan untuk meningkatkan keinginan menggunakan kontrasepsi pada remaja.

Page 1 of 1 | Total Record : 5