cover
Contact Name
Muhammad Istiqlal
Contact Email
m.istiqlal@gmail.com
Phone
+6285729356143
Journal Mail Official
m.istiqlal@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Sholeh Km. 04, RT.002 RW.001,Dsn.Bandungan,Ds. Gedangan,Kec. Tuntang, Semarang 50773
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 27459985     DOI : https://doi.org/10.35672/afeksi.v2i2.28
Core Subject : Education, Social,
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan is one of the media for dissemination of information research results in the field of education which aims to communicate the various results of studies that can serve as the basis of scientific development to create educational innovation that emphasized on improving the quality of education. Afeksi is published by Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran in corporate with Mahfud Ridwan Institute.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2022)" : 5 Documents clear
MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS BUDAYA DI PONDOK PESANTREN ROUDLATUT THOLIBIN SIRAU KEMRANJEN BANYUMAS Fauzi Al Muhtad; Rita Sulastini; Sri Handayani
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35672/afeksi.v3i1.36

Abstract

This study aims to determine how the management of culture-based character education at the Roudlotul Tholibin Islamic Boarding School in Sirau Kemranjen Banyumas. This study uses a qualitative method. The subjects of the research were the caregivers of the pesantren, the principal, the teacher, and the head of the student organization of the pesantren. Data were collected by interview, observation, and document analysis. The results obtained in this study are 1) character education planning is prepared following the vision, mission and goals: "independent, affirmative, non-profit, transformative, adaptive and professional education" by developing a pesantren curriculum, 2) in organizing responsible character education is the principal; 3) character education is implemented by applying the traditional pesantren learning methods, namely; bandungan method, sorogan method; and 4) control is carried out by all stakeholders, through the imtihan method (an exam which is typical of pesantren); means the process of determining values that have a relationship with character education in Islamic boarding schools.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN KURIKULUM DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN PROGRAM KEUNGGULAN Nahdiyah Hidayah; Rita Sulastini; Sri Handayani
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35672/afeksi.v3i1.37

Abstract

Tujuan dan manfaat penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen kurikulim di SMK Ma’arif 1 Kebumen, untuk mengetahui proses peningkatan mutu pendidikan program keunggulan di SMK Ma’arif 1 Kebumen, apa saja yang menjadi faktor dan pendukung atau penghambat dalam meningkatkan mutu pendidikan program keunggulan, mengetahui peranan manajemen dalam meningkatkan mutu pendidikan program keunggulan di SMK Ma;arif 1 Kebumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data di lakukan dengan pengamatan partisipatif, observasi lapangan, wawancara dan dukumentasi yang berkaitan dengan pokok bahasan berupa buku, dokumentasi sekolah dan sumber terkait. Hasil dari penelitian ini, SMK Ma’arif 1 Kebumen merupakan sekolah menengah kejuruan yang mendapat gelar sebagai sekolah kejuruan pusat keunggulan, SMK Ma’arif  terhitung sejak 15 Juli 2008 di beri kepercayaan sebagai sekolah yang berstatus Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) dengan SK Direktur Prmbinaan SMK Dirjend Dikdasmen No 3084/C5.3/Kep/KU/2008. Kurikulum disusun bersama dengan sejalannya penguatan aspek softskills, hardskils dan karakter kebekerjaan sesuai kebutuhan dunia kerja. Pembelajaran diupayakan berbasis proyek riil dari dunia kerja (PBL) untuk memastikan hardskills, softskill dan karakter yang kuat.
KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA BERDASARKAN GAYA KOGNITIF DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA Nur Azizah; Wulan Izzatul Himmah
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35672/afeksi.v3i1.38

Abstract

Tujuan penelitian ini (1) Untuk mengetahui deskripsi kemampuan komunikasi matematis siswa berdasarkan gaya kognitif field independence dalam menyelesaikan soal matematika, (2) Untuk mengetahui deskripsi kemampuan komunikasi matematis siswa berdasarkan gaya kognitif field dependence dalam menyelesaikan soal matematika. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes GEFT dan tiga kali tes kemampuan komunikasi matematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Siswa dengan gaya kognitif field independence (FI) memiliki kemampuan komunikasi matematis cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil tes pertama, kedua dan ketiga. Hasil tes siswa dengan gaya kognitif field independence (FI) lebih baik dibandingan dengan hasil tes siswa dengan gaya kognitif field dependence (FD). Siswa dengan gaya kognitif field independence (FI) mampu memenuhi sebagian besar indikator kemampuan komunikasi matematis. (2) Siswa dengan gaya kognitif field dependence (FD) memiliki kemampuan komunikasi matematis yang rendah. Hal ini dapat dilihat dari hasil tes pertama, kedua dan ketiga. Hasil tes siswa dengan gaya kognitif field dependence (FD) lebih rendah dibandingkan dengan hasil tes siswa dengan gaya kognitif field dependence (FD). Sebagian besar siswa dengan gaya kognitif field dependence (FD) mampu mengubah soal cerita ke dalam model matematika. Siswa dengan gaya kognitif field dependence (FD) mampu memenuhi sebagian kecil indikor kemampuan komunikasi matematis.
PERAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN ISLAM Su’dadah Su’dadah
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35672/afeksi.v3i1.39

Abstract

Orang tua atau ayah dan ibu dalam sebuah keluarga adalah seorang pendidik, karena orang tua bertanggungjawab penuh terhadap perkembangan peserta didik yakni anaknya. Bahkan Islam mengatakan bahwa keberhasilan anak tergantung pada orang tuanya, hal ini seperti yang dinyatakan oleh Rasulullah SAW, bahwa setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah. Maka proses pertumbuhannya kemudian tergantung orang tuanya. Bila orang tuanya salah asuh, maka ia akan kehilangan fitrahnya. Hal ini juga yang memunculkan pernyataan bahwa orang tua adalah pendidik pertama dan utama bagi anak-anaknya. Untuk itu, tulisan ini berusaha untuk mengkaji bagaimana peran orang tua dalam pendidikan Islam. Berdasarkan hasil kajian penulis menemukan bahwa peran orang tua dalam pendidikan islam secara garis besar terbagi menjadi tiga peran, yaitu peran orang tua sebagai pendidik, orang tua sebagai pelindung, dan orang tua sebagai teladan.
Mengevaluasi Proses Penilaian Pada Training di Himpunan Mahasiswa Islam dengan Kerangka Sistemik Sayyid Al-Bahr Maulana
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35672/afeksi.v3i1.42

Abstract

Proses pelatihan di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan proses penting sebagai organisasi kader. Kualitas seluruh kegiatan organisasi tergantung pada kualitas kader dan kualitas pelatihannya (proses kaderisasi). Organisasi ini menetapkan dua jenis pelatihan yaitu pelatihan formal dan pelatihan informal. Untuk meningkatkan kualitasnya, kader harus dilatih dalam pelatihan formal yaitu Latihan Kader-I, Latihan Kader-II, dan Latihan Kader-III. Pelatihan ini menjadi tanggung jawab pengurus bidang pembinaan anggota dan Badan Pengelola Latihan (BPL). Namun, kedua pengurus tersebut tidak memiliki indikator pasti untuk dapat digunakan oleh instruktur dalam menentukan kualitas kader dalam pelatihannya secara kuantitatif. Dalam praktiknya, instruktur selalu menggunakan sistem penilaian baru yang akan berdampak pada ketidaksetaraan standar penilaian pelatihan secara umum. Studi ini akan mengevaluasi proses penilaian pelatihan di HMI menggunakan kerangka sistemik yaitu Soft System Methodology. Kerangka kerja ini akan menjelaskan bagaimana penilaian pelatihan dilakukan, kondisi ideal penilaian pelatihan, kesenjangan pelaksanaan, dan rekomendasi untuk perbaikan. Dalam penyusunan kondisi ideal, formula terkait pelaksanaan teknis proses penilaian juga akan dilakukan sebagai salah satu rekomendasi untuk perbaikan bagi HMI.

Page 1 of 1 | Total Record : 5