cover
Contact Name
Adie Wahyudi Oktavia Gama
Contact Email
journal@undiknas.ac.id
Phone
+6282236805788
Journal Mail Official
journal@undiknas.ac.id
Editorial Address
Jl. Bedugul No.39, Sidakarya, Kec. Denpasar Sel., Kota Denpasar, Bali 80224
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
TIERS Information Technology Journal
ISSN : 27234533     EISSN : 27234541     DOI : 10.38043
Core Subject : Science,
TIERS Information Technology Journal memuat artikel Hasil Penelitian dan Studi Kepustakaan dari cabang Teknologi Informasi dengan bidang Sistem Informasi, Artificial Intelligence, Internet of Things, Big Data, e-commerce, Financial Technology, Business Digital
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2021)" : 12 Documents clear
Prototyping PCB Menggunakan Computer-Aided Design I Wayan Sukadana; I Made Pande Darma Yuda
TIERS Information Technology Journal Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.109 KB) | DOI: 10.38043/tiers.v2i2.3310

Abstract

Perkembangan Teknologi yang semakin meningkat dan berkembang dapat memudahkan orang-orang yang kreatif dalam merancang system dan elektronik. Pada elektronik terdapat komponen yang sangat penting untuk menunjang komponen dan memberikan jalur penghubung antar komponen yaitu papan PCB. Sebelum adanya technology CAD untuk membuat PCB para pengembang technology Smart System/Internet of Things masih membuat PCB dengan cara manual namun seiring berjalannya waktu dan dengan berkembangnya teknologi sekarang membuat PCB sudah mudah dengan adanya Computer-Aided Design (CAD). Teknik awal seorang pengembang IoT/Smart System membuat PCB yaitu masih dengan cara membuat tata letak komponen dan menyesuaikan skala dengan komponennya setelah itu baru proses menggambar jalur menggunakan spidol permanen yang dibuat sedemikian rupa dengan apa yang telah digambarkan terlebih dahulu baru dilakukannya proses eatching. Setelah adanya technology CAD terdapat banyak perubahan disetiap tahap pembuatannya jadi tidak perlu menggambar tata letak komponen dan menyesuaikan sklanya dengan CAD itu semua sudah otomatis di tentukan. Pada pembuatan PCB dengan CAD bisa menampilkan bagian silk atau gambar bagian depan sehingga bagian silk tersebut bisa ditempel ke bagian atas PCB untuk memudahkan menentukan tempat komponennya. Proses pembuatannya juga lebih efisien dan lebih teratur dengan menggunakan CAD dari pada membuat secara manual sehingga dengan adanya Computer-Aided Design (CAD) sangat membantu dalam proses pembuatan desain PCB.
Arsitektur Internet of Things (IoT) Berskala Industri dengan fitur Over The Air Update I Gusti Ngurah Darma Paramartha; I Nyoman Hary Kurniawan; Gde Brahupadhya Subiksa; Ayu Satya Kartika
TIERS Information Technology Journal Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.178 KB) | DOI: 10.38043/tiers.v2i2.3311

Abstract

Perangkat Internet of Things(IoT) yang diimplementasikan di banyak tempat dapat mengalami perubahan berupa update firmware. Update firmware pada sebuah perangkat Internet of Things (IoT) biasanya dilakukan dengan cara mengambil perangkat Internet of Things(IoT), lalu menghubungkan ke komputer menggunakan kabel USB, selanjutnya melakukan update firmware terhadap perangkat Internet of Things(IoT) dan mengembalikan perangkat ke tempat. Dengan adanya metode pembaruan Over The Air (OTA), pembaruan firmware pada perangkat Internet of Things(IoT) dapat dilakukan tanpa harus datang ke tempat perangkat Internet of Things (IoT) tersebut. Sehingga ketika terdapat pembaruan firmware, perangkat Internet of Things (IoT) dapat langsung melakukan download dan menginstall sendiri tanpa intervasi manusia. Over The Air update firmware adalah memuat firmware hasil build dari Arduino IDE pada perangkat Internet of Things (IoT) menggunakan antar muka jaringan Wi-Fi, pada penelitian ini perangkat mikrokontroller yang digunakan yaitu ESP32. Platform yang digunakan yaitu ThingsBoard yang bersifat open-source. Platfrom ThingsBoard ini memungkinkan untuk mengunggah dan mendistribusikan pembaruan Over The Air (OTA) ke perangkat Internet of Things (IoT). Administrator pada Thingsboard dapat mengunggah firmware atau paket perangkat lunak ke repositori Over The Air (OTA), lalu menetapkannya ke Profil Perangkat atau Perangkat Internet of Things (IoT) . ThingsBoard akan memberi tahu perangkat tentang pembaharuan yang tersedia dan menyediakan API khusus protokol untuk mengunduh firmware. Platform ThingsBoard ini akan melacak status pembaruan dan menyimpan riwayat pembaruan. Proses pembaruan ini dapat dipantau menggunakan dashboard. Platform ThingsBoard ini bisa digunakan secara gratis maupun berbayar tergantung kebutuhan dari proyek Internet of Things(IoT). Bukan hanya itu saja platform ThingsBoard ini dilengkapi sistem keamanan berbasis token akses, MQTT basic credentials, dan Otentikasi berbasis sertifikat X.509.
Arsitektur Internet of Things (IoT) Berskala Industri Dengan Fitur Auto Provisioning I Putu Oka Wisnawa; I Putu Widia Prasetia; Cardian Althea Stephanie Lahallo
TIERS Information Technology Journal Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.979 KB) | DOI: 10.38043/tiers.v2i2.3312

Abstract

Provisioning perangkat IoT adalah salah satu langkah pertama yang harus dilakukan dalam pengembangan dalam jaringan Internet of Things (IoT). Istilah Provisioning untuk perangkat IoT berarti mengembangkan perangkat IoT ke kondisi dimana perangkat tersebut dapat diserahkan ke pengguna akhir untuk penggunaan khusus secara fungsionalnya masing-masing. Provisioning perangkat IoT dilakukan ketika mendaftarkan perangkat atau sensor baru ke sistem, kemudian melakukan konfigurasi untuk mengirim data ke sistem dan melakukan autentikasi ke jaringan cloud atau jaringan lokal perusahaan. Dalam proses Provisioning diperlukan adanya otentikasi, karena proses otentikasi digunakan untuk memastikan hanya perangkat yang aman dan terdaftar pada sistem yang ditambahkan ke jaringan perusahaan. Otentikasi mencakup proses verifikasi perangkat dengan sertifikasi dan kredensial yang benar. Perangkat dapat berkomunikasi dengan platform IoT atau server lokal dengan koneksi aman seperti menggunakan sertifikat SSL/TLS atau dengan token yang memerlukan nama dan kata sandi. Perangkat dapat mengunggah data yang berisikan peringatan atau hasil yang didapatkan dalam banyak cara. Baik dari perangkat yang secara langsung menambahkan data ke platform, atau perangkat mengirimkan data terlebih dahulu ke server lokal baru kemudian mengirimnya ke Platform IoT yang berbasis cloud. ThingsBoard merupakan salah satu platform IoT open-source dengan antarmuka website yang memungkinkan pengguna untuk melakukan pengembangan, pengelolaan, pengumpulan data, visualisasi, dan manajemen perangkat. ThingsBoard berkomunikasi dengan perangkat dengan protokol-protokol umum yang biasa digunakan seperti MQTT, CoAP, dan HTTP. ThingsBoard memungkinkan pengguna untuk melakukan perancangan dan konfigurasi dashboard IoT yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan pengguna. Fitur Auto Provisioning adalah salah satu fitur yang ditawarkan oleh Platform ThingsBoard yang memungkinkan melakukan Provisioning perangkat secara tepat waktu tanpa memerlukan intervensi dari manusia. Fitur Auto Provisioning memungkinkan Provisioning jutaan perangkat IoT ke server dengan cara yang aman dan terukur. Ada banyak skenario Provisioning di mana fitur Auto Provisioning adalah pilihan yang tepat untuk membuat perangkat terhubung dan terkonfigurasi ke server. Dari segi keamanan platform ThingsBoard ini dilengkapi sistem keamanan berbasis token akses, MQTT basic credentials, dan Otentikasi berbasis sertifikat X.509.
Integrated Development Environment Untuk Pengembangan Smart System/ IoT Berbasis Chip ESP32 I Gusti Ngurah Agung Pawana; Hendri Gunawan; Adhi Paramartha
TIERS Information Technology Journal Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.979 KB) | DOI: 10.38043/tiers.v2i2.3313

Abstract

IDE (Integrated Development Environment) adalah sebuah aplikasi perangkat lunak yang menyediakan fungsi untuk memudahkan pengembangkan perangkat lunak. Integrated development environment (IDE) adalah rangkaian perangkat lunak yang menggabungkan alat dasar yang diperlukan untuk menulis dan menguji perangkat lunak. Pengembang menggunakan banyak alat di seluruh pembuatan, pembuatan, dan pengujian kode perangkat lunak. Alat pengembangan sering kali mencakup editor teks, pustaka kode, kompiler, dan platform pengujian. Tanpa IDE, pengembang harus memilih, menyebarkan, mengintegrasikan, dan mengelola semua alat ini secara terpisah. IDE menyatukan banyak alat terkait pengembangan tersebut sebagai kerangka kerja, aplikasi, atau layanan tunggal. Toolset terintegrasi dirancang untuk menyederhanakan pengembangan perangkat lunak dan dapat mengidentifikasi dan meminimalkan kesalahan pengkodean dan kesalahan ketik. Beberapa IDE adalah open source, sementara yang lain adalah penawaran komersial. IDE dapat berupa aplikasi yang berdiri sendiri atau dapat menjadi bagian dari paket yang lebih besar.
Desain Instrumen Smart System Berteknologi IoT dan Hybrid Power Agus Putu Abiyasa; I Kadek Arta Wiguna; I Gusti Ayu Wulan Krisna Dewi
TIERS Information Technology Journal Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.753 KB) | DOI: 10.38043/tiers.v2i2.3315

Abstract

Energi listrik merupakan kebutuhan primer yang digunakan dalam kehidupan. Energi listrik dapa bersrumber dari banyak hal seperti energi batu bara, minyak, angin, nuklir serta energi matahari. Energi matahari merupakan salah satu energi terbarukan yang dimana pemanfaatan enargi matahari di Indonesia masih belum optimal padahal energi matahari di Indonesia sangatlah melimpah. Dalam penggunaan energi listri sering kali mengalami permasalahan padamnya energi listrik dan tidak memiliki sumber energi cadanganan sehingga menghambat kegiatan manusia khususnya dibidang pertanian hidroponik. Pertanian hidroponik sangan bergantung pada energi listrik untuk menyakan perangkat seperti pompa dan blower. Maka dari itu penelitian ini membahas tentang sistem hybrid power yang berteknologi IoT yang dirancang sesuai sandar industri dengan metode pencarian literasi, perancangan serta perencanaan, etching dan soldering serta pengujian.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menciptakan sebuah alat yang berkemampuan hybrid power antara energi listrik PLN dengan Energi listrik matahari, agar bisa membantu petani di bidang hydroponik. Hasil dari penelitian ini berupa design instrumen smart system berteknologi IoT dan hybrid power.
Instalasi Framework IoT Berbasis Platform Thingsboard di Ubuntu Server Gede Humaswara Prathama; Dhipa Andaresta; Kadek Darmaastawan
TIERS Information Technology Journal Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.84 KB) | DOI: 10.38043/tiers.v2i2.3329

Abstract

Teknologi dibuat untuk mempermudah manusia melakukan berbagai jenis pekerjaan. Salah satu teknologi yang sangat populer pada saat ini yaitu Internet of Things. Penerapan teknologi Internet of Things banyak digunakan di berbagai bidang pada saat ini. Salah satu contohnya yaitu di bidang pertanian dan kesehatan. Internet of Things di bidang tersebut biasanya digunakan untuk melakukan monitoring atau sistem kontrol. Untuk mempermudah melakukan kontrol khususnya dalam memperlihatkan hasil data yang dikontrol tersebut , menggunakan Thingsboard adalah salah satu caranya. Thingsboard memiliki dua fungsi utama yaitu sebagai broker di dalam terminologi IoT (core services) dan sebagai penyaji data (web User Interface). Thingsboard juga memberikan beberapa contoh project yang mungkin mendekati kebutuhan dan juga menyediakan installer yang bisa diinstal di komputer contohnya yaitu dengan OS Windows, Linux, atau di Raspberry Pi.
Prototyping PCB Menggunakan Computer-Aided Design I Wayan Sukadana; I Made Pande Darma Yuda
TIERS Information Technology Journal Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.109 KB) | DOI: 10.38043/tiers.v2i2.3310

Abstract

Perkembangan Teknologi yang semakin meningkat dan berkembang dapat memudahkan orang-orang yang kreatif dalam merancang system dan elektronik. Pada elektronik terdapat komponen yang sangat penting untuk menunjang komponen dan memberikan jalur penghubung antar komponen yaitu papan PCB. Sebelum adanya technology CAD untuk membuat PCB para pengembang technology Smart System/Internet of Things masih membuat PCB dengan cara manual namun seiring berjalannya waktu dan dengan berkembangnya teknologi sekarang membuat PCB sudah mudah dengan adanya Computer-Aided Design (CAD). Teknik awal seorang pengembang IoT/Smart System membuat PCB yaitu masih dengan cara membuat tata letak komponen dan menyesuaikan skala dengan komponennya setelah itu baru proses menggambar jalur menggunakan spidol permanen yang dibuat sedemikian rupa dengan apa yang telah digambarkan terlebih dahulu baru dilakukannya proses eatching. Setelah adanya technology CAD terdapat banyak perubahan disetiap tahap pembuatannya jadi tidak perlu menggambar tata letak komponen dan menyesuaikan sklanya dengan CAD itu semua sudah otomatis di tentukan. Pada pembuatan PCB dengan CAD bisa menampilkan bagian silk atau gambar bagian depan sehingga bagian silk tersebut bisa ditempel ke bagian atas PCB untuk memudahkan menentukan tempat komponennya. Proses pembuatannya juga lebih efisien dan lebih teratur dengan menggunakan CAD dari pada membuat secara manual sehingga dengan adanya Computer-Aided Design (CAD) sangat membantu dalam proses pembuatan desain PCB.
Arsitektur Internet of Things (IoT) Berskala Industri dengan fitur Over The Air Update I Gusti Ngurah Darma Paramartha; I Nyoman Hary Kurniawan; Gde Brahupadhya Subiksa; Ayu Satya Kartika
TIERS Information Technology Journal Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.178 KB) | DOI: 10.38043/tiers.v2i2.3311

Abstract

Perangkat Internet of Things(IoT) yang diimplementasikan di banyak tempat dapat mengalami perubahan berupa update firmware. Update firmware pada sebuah perangkat Internet of Things (IoT) biasanya dilakukan dengan cara mengambil perangkat Internet of Things(IoT), lalu menghubungkan ke komputer menggunakan kabel USB, selanjutnya melakukan update firmware terhadap perangkat Internet of Things(IoT) dan mengembalikan perangkat ke tempat. Dengan adanya metode pembaruan Over The Air (OTA), pembaruan firmware pada perangkat Internet of Things(IoT) dapat dilakukan tanpa harus datang ke tempat perangkat Internet of Things (IoT) tersebut. Sehingga ketika terdapat pembaruan firmware, perangkat Internet of Things (IoT) dapat langsung melakukan download dan menginstall sendiri tanpa intervasi manusia. Over The Air update firmware adalah memuat firmware hasil build dari Arduino IDE pada perangkat Internet of Things (IoT) menggunakan antar muka jaringan Wi-Fi, pada penelitian ini perangkat mikrokontroller yang digunakan yaitu ESP32. Platform yang digunakan yaitu ThingsBoard yang bersifat open-source. Platfrom ThingsBoard ini memungkinkan untuk mengunggah dan mendistribusikan pembaruan Over The Air (OTA) ke perangkat Internet of Things (IoT). Administrator pada Thingsboard dapat mengunggah firmware atau paket perangkat lunak ke repositori Over The Air (OTA), lalu menetapkannya ke Profil Perangkat atau Perangkat Internet of Things (IoT) . ThingsBoard akan memberi tahu perangkat tentang pembaharuan yang tersedia dan menyediakan API khusus protokol untuk mengunduh firmware. Platform ThingsBoard ini akan melacak status pembaruan dan menyimpan riwayat pembaruan. Proses pembaruan ini dapat dipantau menggunakan dashboard. Platform ThingsBoard ini bisa digunakan secara gratis maupun berbayar tergantung kebutuhan dari proyek Internet of Things(IoT). Bukan hanya itu saja platform ThingsBoard ini dilengkapi sistem keamanan berbasis token akses, MQTT basic credentials, dan Otentikasi berbasis sertifikat X.509.
Arsitektur Internet of Things (IoT) Berskala Industri Dengan Fitur Auto Provisioning I Putu Oka Wisnawa; I Putu Widia Prasetia; Cardian Althea Stephanie Lahallo
TIERS Information Technology Journal Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.979 KB) | DOI: 10.38043/tiers.v2i2.3312

Abstract

Provisioning perangkat IoT adalah salah satu langkah pertama yang harus dilakukan dalam pengembangan dalam jaringan Internet of Things (IoT). Istilah Provisioning untuk perangkat IoT berarti mengembangkan perangkat IoT ke kondisi dimana perangkat tersebut dapat diserahkan ke pengguna akhir untuk penggunaan khusus secara fungsionalnya masing-masing. Provisioning perangkat IoT dilakukan ketika mendaftarkan perangkat atau sensor baru ke sistem, kemudian melakukan konfigurasi untuk mengirim data ke sistem dan melakukan autentikasi ke jaringan cloud atau jaringan lokal perusahaan. Dalam proses Provisioning diperlukan adanya otentikasi, karena proses otentikasi digunakan untuk memastikan hanya perangkat yang aman dan terdaftar pada sistem yang ditambahkan ke jaringan perusahaan. Otentikasi mencakup proses verifikasi perangkat dengan sertifikasi dan kredensial yang benar. Perangkat dapat berkomunikasi dengan platform IoT atau server lokal dengan koneksi aman seperti menggunakan sertifikat SSL/TLS atau dengan token yang memerlukan nama dan kata sandi. Perangkat dapat mengunggah data yang berisikan peringatan atau hasil yang didapatkan dalam banyak cara. Baik dari perangkat yang secara langsung menambahkan data ke platform, atau perangkat mengirimkan data terlebih dahulu ke server lokal baru kemudian mengirimnya ke Platform IoT yang berbasis cloud. ThingsBoard merupakan salah satu platform IoT open-source dengan antarmuka website yang memungkinkan pengguna untuk melakukan pengembangan, pengelolaan, pengumpulan data, visualisasi, dan manajemen perangkat. ThingsBoard berkomunikasi dengan perangkat dengan protokol-protokol umum yang biasa digunakan seperti MQTT, CoAP, dan HTTP. ThingsBoard memungkinkan pengguna untuk melakukan perancangan dan konfigurasi dashboard IoT yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan pengguna. Fitur Auto Provisioning adalah salah satu fitur yang ditawarkan oleh Platform ThingsBoard yang memungkinkan melakukan Provisioning perangkat secara tepat waktu tanpa memerlukan intervensi dari manusia. Fitur Auto Provisioning memungkinkan Provisioning jutaan perangkat IoT ke server dengan cara yang aman dan terukur. Ada banyak skenario Provisioning di mana fitur Auto Provisioning adalah pilihan yang tepat untuk membuat perangkat terhubung dan terkonfigurasi ke server. Dari segi keamanan platform ThingsBoard ini dilengkapi sistem keamanan berbasis token akses, MQTT basic credentials, dan Otentikasi berbasis sertifikat X.509.
Integrated Development Environment Untuk Pengembangan Smart System/ IoT Berbasis Chip ESP32 I Gusti Ngurah Agung Pawana; Hendri Gunawan; Adhi Paramartha
TIERS Information Technology Journal Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.979 KB) | DOI: 10.38043/tiers.v2i2.3313

Abstract

IDE (Integrated Development Environment) adalah sebuah aplikasi perangkat lunak yang menyediakan fungsi untuk memudahkan pengembangkan perangkat lunak. Integrated development environment (IDE) adalah rangkaian perangkat lunak yang menggabungkan alat dasar yang diperlukan untuk menulis dan menguji perangkat lunak. Pengembang menggunakan banyak alat di seluruh pembuatan, pembuatan, dan pengujian kode perangkat lunak. Alat pengembangan sering kali mencakup editor teks, pustaka kode, kompiler, dan platform pengujian. Tanpa IDE, pengembang harus memilih, menyebarkan, mengintegrasikan, dan mengelola semua alat ini secara terpisah. IDE menyatukan banyak alat terkait pengembangan tersebut sebagai kerangka kerja, aplikasi, atau layanan tunggal. Toolset terintegrasi dirancang untuk menyederhanakan pengembangan perangkat lunak dan dapat mengidentifikasi dan meminimalkan kesalahan pengkodean dan kesalahan ketik. Beberapa IDE adalah open source, sementara yang lain adalah penawaran komersial. IDE dapat berupa aplikasi yang berdiri sendiri atau dapat menjadi bagian dari paket yang lebih besar.

Page 1 of 2 | Total Record : 12