cover
Contact Name
Ahmad Fitriansyah
Contact Email
ahmad.fitriansyah@swadharma.ac.id
Phone
+6287870716976
Journal Mail Official
jurnal.jris@swadharma.ac.id
Editorial Address
Kampus 1 Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma Jl. Malaka No.3, Tambora, Jakarta Barat 11230
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
JURNAL REKAYASA INFORMASI SWADHARMA (JRIS)
ISSN : 27745759     EISSN : 27745732     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Rekayasa Informasi Swadharma merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh LPPM ITB Swadharma. Jurnal ini mempublikasikan karya ilmiah hasil penelitian dengan topik Big Data, Sistem Informasi Berbasis Komputer, Data Mining, Data Scientists, Enterprise Architecture, Enterprise Resource Planning (ERP), Tata Kelola Teknologi, Information Retrieval System, Audit Sistem Informasi, Manajemen Pengetahuan Berbasis Sistem Informasi, Sistem Informasi Manajemen, Manajemen Proyek, Proses Bisnis, Smart City, Sosial Media, Sistem Penunjang Keputusan, Kecerdasan Bisnis.
Articles 134 Documents
REKOMENDASI PERBAIKAN UI/UX PADA APLIKASI SHOPEEFOOD DENGAN ANALISIS USABILITY DAN METODE DESIGN THINKING Yuliyanto, Yuliyanto; Wanda, Sulistianto Sutrisno
JRIS : Jurnal Rekayasa Informasi Swadharma Vol 6, No 1 (2026): JURNAL JRIS EDISI JANUARI 2026
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/jris.vol6no1.1243

Abstract

The application of information and communication technology in managing digital-based services has become a primary need. One of the rapidly growing sectors of technology use is mobile app-based food ordering services. ShopeeFood, one of the popular food ordering platforms in Indonesia, makes it easy for users to choose and order food from various restaurants on their smartphones. The problems currently faced are less intuitive interfaces, a less-than-optimal user experience, and unclear information, which have the potential to affect user satisfaction. This study aims to establish a relationship between the Usability (Learnability, Efficiency, Memorability, Errors, Satisfaction) construct X1 and the Design Thinking Method (Emphatize, Define, Ideate, Prototype, Test) construct X2 as independent variables and UI/UX (Strategy, Scope, Structure, Framework, Surface) construct Y as dependent variables. Using a quantitative approach, online questionnaires with 15 statements were distributed; 100 responses were obtained and analyzed using SmartPLS, including the Patch Coefficient Test, Validity Test, Reliability Test, and Inner Model. The results indicate that the independent variables, Usability (X1) and Design Thinking (X2), simultaneously have a strong influence on the dependent variable, the UI/UX construct (Y). The Usability and Design Thinking variables are highly recommended for creating UI/UX designs for the Shopeefood application.Penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam pengelolaan layanan berbasis digital telah menjadi kebutuhan utama. Salah satu sektor yang berkembang pesat dalam pemanfaatan teknologi adalah layanan pemesanan makanan berbasis aplikasi mobile. ShopeeFood, sebagai salah satu platform pemesanan makanan yang populer di Indonesia, memberikan kemudahan bagi pengguna untuk memilih dan memesan makanan dari berbagai restoran hanya melalui smartphone mereka. Permasalahan yang saat ini dihadapi yaitu antarmuka yang kurang intuitif, pengalaman pengguna yang kurang optimal, dan ketidak jelasan informasi, yang berpotensi mempengaruhi tingkat kepuasan pengguna, Penelitian ini bertujuan untuk membangun keterhubungan antara Usability (Learnability, Efficiency, Memorability, Errors, Satisfaction) konstruk X1 dan  Metode Design Thinking (Emphatize, Define, Ideate, Prototype, Test) konstruk X2 sebagai variable independen serta UI/UX (Strategi, Cakupan, Struktur, Kerangka, Permukaan) konstruk Y sebagai variabel dependen. Menggunakan pendekatan kuantitatif, penyebaran kuesioner secara online dengan 15 pernyataan diperoleh 100 data  dan dianalisis menggunakan SmartPLS meliputi  Uji Patch Coefisient, Uji Validitas, Uji Reliabilitas dan Inner Model. Hasilnya menyatakan bahwa variable independen konstruk Usability (X1) dan Design Thinking (X2) secara bersama sama berpengaruh yang kuat terhadap vaeriabel dependen konstruk UI/UX (Y), artinya faktor variabel Usability dan faktor Design Thinking sangat direkomendasikan dalam membuat rancangan design interface pada aplikasi shopeefood dengan menggunakan UI/UX
IMPLEMENTASI INDOROBERTA UNTUK KLASIFIKASI SENTIMEN PADA MEDIA SOSIAL X TERHADAP PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS Fithriyah, Salma Nur; Rahmatulloh, Alam
JRIS : Jurnal Rekayasa Informasi Swadharma Vol 6, No 1 (2026): JURNAL JRIS EDISI JANUARI 2026
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/jris.vol6no1.1066

Abstract

The MBG (Free Nutritious Meals) program remains a hot topic on social media, sparking a variety of comments, both positive and negative, regarding the policy. The diverse responses and comments on social media serve as a relevant data source and can be used as research objects. This study aims to classify sentiment in netizen posts and comments regarding the MBG program implemented in Indonesia. The classification model uses the IndoRoBERTa method, implemented within a sentiment analysis scheme, to classify sentiment in text. The process includes collecting social media comment text data, preprocessing, training the IndoRoBERTa model, and evaluating its performance. The results show that the developed sentiment classification model achieved an accuracy of 85.3% and an F1-score of 82.6%. Sentiment classification tends to produce negative sentiments from the overall text data.Program MBG (Makan Bergizi Gratis) masih menjadi salah satu topik yang masif di media sosial dan memicu berbagai komentar pro dan kontra terhadap kebijakan tersebut. Beragam respon dan komentar yang muncul di media sosial menjadi sebuah sumber data yang relevan dan bisa dijadikan sebagai sebuah objek penelitian. Penelitian ini, bertujuan untuk melakukan klasifikasi terhadap sentimen pada postingan dan komentar warganet terhadap program MBG yang diterapkan di Indonesia. Model Klasifikasi menggunakan metode IndoRoBERTa yang diimplementasikan dalam skema analisis sentimen untuk mengklasifikasi sentimen pada teks. Proses yang dilakukan mencakup pengumpulan data teks komentar di media sosial, tahap preprocessing, lalu implementasi model IndoRoBERTa dan mengukur hasil dari evaluasi kinerja model yang dibangun. Hasil penelitian menunjukkan nilai evaluasi model klasifikasi sentimen yang dikembangkan mencapai tingkat akurasi sebesar 85,3% dan nilai F1-score sebesar 82,6%. Klasifiksi sentimen cenderung menghasilkan sentimen berlabel negatif dari keseluruhan data teks.
ANALISIS TINGKAT KETERGANTUNGAN MAHASISWA INFORMATIKA TERHADAP PENGGUNAAN AI Failandri, M. Azka; Fatkhunihadh, Muhammad; Shodik, Lukman; Rizqiyanto, M. Rafi; Nugroho, Dicky Anggriawan
JRIS : Jurnal Rekayasa Informasi Swadharma Vol 6, No 1 (2026): JURNAL JRIS EDISI JANUARI 2026
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/jris.vol6no1.1089

Abstract

This study analyzes the level of dependency among Informatics students on the use of Artificial Intelligence (AI) in academic activities, as well as the factors influencing this dependency. The study used a quantitative descriptive approach with a cross-sectional design, involving 44 active Informatics students from UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan as respondents who used AI in their learning. Data collection was conducted via an online questionnaire containing both closed-ended questions on a three-point Likert scale and open-ended questions. The data collection results were analyzed using descriptive statistics, while qualitative responses were analyzed thematically. The results indicate that AI utilization is high; the majority of students feel that AI helps complete assignments, accelerates understanding of the material, and improves the quality of learning outcomes. However, the level of dependency is generally moderate. Some students feel less productive without AI, but most can still study and complete assignments without relying on it. Social influence acts as a trigger for use, while perceived benefits, ease of access, and digital literacy are key supporting factors. Furthermore, awareness of the risk of declining critical thinking skills and efforts to control the frequency of use are controlling factors that prevent the formation of destructive dependency.Penelitian ini menganalisis tingkat ketergantungan mahasiswa Informatika terhadap penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam aktivitas akademik serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain potong lintang yang melibatkan 44 mahasiswa Informatika aktif UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan sebagai responden pengguna AI dalam pembelajaran. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring yang memuat pertanyaan tertutup dengan Skala Likert tiga poin dan pertanyaan terbuka. Hasil pengumpulan data dianalisis secara statistik deskriptif, sedangkan jawaban kualitatif dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemanfaatan AI berada pada kategori tinggi; mayoritas mahasiswa merasakan AI membantu penyelesaian tugas, mempercepat pemahaman materi, dan meningkatkan kualitas hasil belajar. Namun, tingkat ketergantungan secara umum berada pada kategori sedang. Sebagian mahasiswa mulai merasa kurang produktif tanpa AI, tetapi mayoritas masih mampu belajar dan mengerjakan tugas tanpa sepenuhnya bergantung padanya. Pengaruh sosial berperan sebagai pemicu penggunaan, sementara persepsi manfaat, kemudahan akses, dan literasi digital menjadi faktor pendukung utama. Di sisi lain, kesadaran akan risiko penurunan kemampuan berpikir kritis dan upaya mengontrol frekuensi penggunaan menjadi faktor pengendali yang mencegah terbentuknya ketergantungan yang bersifat destruktif.
PENERAPAN METODE JUST IN TIME DALAM PENGELOLAAN INTEGRATED SUPPLY CHAIN : STUDI KASUS TOKO “RESEP NENEK” Azahra, Ghafira Yumna; Pritami, Zalfa Intan; Oktafianti, Riska Nurul; Alamanda, Alka; Nugraha, Auriza Ziane
JRIS : Jurnal Rekayasa Informasi Swadharma Vol 6, No 1 (2026): JURNAL JRIS EDISI JANUARI 2026
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/jris.vol6no1.1126

Abstract

This study aims to analyze supply chain management in a bakery that exhibits integrated supply chain characteristics through the interconnectedness of procurement, production, storage, distribution, and information systems. The study employed a descriptive qualitative approach with data collection techniques including interviews, observation, and documentation. The results indicate that the bakery has implemented lean inventory and Just-in-Time (JIT) principles in raw material procurement, and has adopted minimal stock-based production planning coordinated by the team leader. Quality control procedures are implemented in accordance with the Total Quality Management (TQM) concept and supported by a waste minimization strategy through the sale of imperfect products and the recall of unfit products. The distribution process is carried out responsively, with a high delivery frequency to main outlets, to maintain product freshness. However, this condition creates trade-offs, including increased logistics costs and potential labor inefficiencies. The internal information system has supported the evaluation and continuous improvement process, although it has not been fully digitized. The main challenges faced include dependence on certain suppliers, limited human resources, and reputational risk. Overall, the bakery has integrated the basic principles of Supply Chain Management, but further improvements are needed in forecasting capabilities, developing alternative suppliers, and digitizing reporting systems to achieve a more efficient and sustainable supply chain.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan rantai pasok pada sebuah toko roti yang menunjukkan karakteristik integrated supply chain melalui keterkaitan antara proses pengadaan, produksi, penyimpanan, distribusi, dan sistem informasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toko roti telah menerapkan prinsip lean inventory dan Just In Time (JIT) dalam pengadaan bahan baku serta perencanaan produksi berbasis stok minimal yang dikoordinasikan oleh team leader. Prosedur pengendalian kualitas diterapkan sesuai konsep Total Quality Management (TQM) dan didukung oleh strategi minimalisasi waste melalui penjualan produk tidak sempurna serta penarikan produk yang tidak layak konsumsi. Proses distribusi dilakukan secara responsif dengan frekuensi pengiriman yang tinggi ke outlet utama guna menjaga kesegaran produk, namun kondisi ini menimbulkan trade-off berupa peningkatan biaya logistik dan potensi inefisiensi tenaga kerja. Sistem informasi internal telah mendukung proses evaluasi dan continuous improvement, meskipun belum sepenuhnya terdigitalisasi. Tantangan utama yang dihadapi meliputi ketergantungan pada pemasok tertentu, keterbatasan sumber daya manusia, serta risiko reputasi. Secara keseluruhan, toko roti telah mengintegrasikan prinsip-prinsip dasar Supply Chain Management, namun masih diperlukan penguatan pada kemampuan peramalan (forecasting), pengembangan alternatif pemasok, dan digitalisasi sistem pelaporan guna mencapai rantai pasok yang lebih efisien dan berkelanjutan