cover
Contact Name
Ridho Dedy Arief Budiman
Contact Email
ridho.ikippgriptk@gmail.com
Phone
+6289675086527
Journal Mail Official
juwara.harapanananda@gmail.com
Editorial Address
YAYASAN PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN HARAPAN ANANDA DAERAH KALIMANTAN BARAT Jalan Arteri Supadio, Komplek Pondok Indah Lestari, Sungai Raya, Kubu Raya Phone: +6289675096527 e-mail: juwara.harapanananda@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Juwara : Jurnal Wawasan dan Aksara
ISSN : 27972097     EISSN : 27972119     DOI : -
JUWARA: Jurnal Wawasan dan Aksara adalah Jurnal yang diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan dan Pengembangan Harapan Ananda Daerah Kalimantan Barat dengan p-ISSN 2797-2097 (cetak) dan e-ISSN 2797-2119 (online). Jurnal ini memuat publikasi hasil pemikiran dan penelitian dibidang pendidikan, pengajaran, evaluasi belajar, dan teknologi baik laporan penelitian maupun tinjauan buku yang dapat memberikan solusi permasalahan bagi perkembangan dunia pendidikan dan pengajaran secara luas dan bermanfaat serta belum pernah publikasi di media cetak maupun elektronik.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2024)" : 23 Documents clear
Penerapan Pendekatan Inkuiri dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegraan di Madrasah Aliyah Atmaja, Thomy Sastra
Juwara: Jurnal Wawasan dan Aksara Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/juwara.v4i1.111

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan pendekatan inkuiri dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Madrasah Aliyah Negeri 1 Pontianak dengan fokus pada proses penerapan serta dampak pendekatan ikuiri dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Metode penelitian yang digunakan melibatkan observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan guru PPKN dan siswa kelas XI untuk memahami dampak pendekatan inkuiri terhadap motivasi, keterlibatan, dan keterampilan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri memiliki dampak positif yang signifikan. Guru melaporkan peningkatan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Pancasila dan kewarganegaraan, sementara siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kolaboratif. Model inkuiri tidak hanya efektif dalam mata pelajaran sains, tetapi juga dapat diterapkan dengan sukses dalam mata pelajaran sosial seperti Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang efektivitas pendekatan inkuiri dalam pendidikan moral dan kewarganegaraan di madrasah, serta memberikan dasar bagi pengembangan strategi pembelajaran yang lebih interaktif dan partisipatif di masa depan. ABSTRACT This study aims to explore the application of the inquiry approach in learning Pancasila and Citizenship Education at Madrasah Aliyah Negeri 1 Pontianak with a focus on the application process and the impact of the inquiry approach in learning Pancasila and Citizenship Education. The research method used involved participatory observation and in-depth interviews with PPKN teachers and grade XI students to understand the impact of the inquiry approach on students' motivation, engagement and skills. The results showed that the implementation of the inquiry learning model had a significant positive impact. Teachers reported increased student understanding of Pancasila and civic values, while students developed critical, analytical and collaborative thinking skills. The inquiry model is not only effective in science subjects, but can also be applied successfully in social subjects such as Pancasila and Civic Education. This research provides a better understanding of the effectiveness of the inquiry approach in moral and civic education in madrasah and provides a basis for the development of more interactive and participatory learning strategies in the future.
Etika dalam Pengembangan Artificial Intelligence: Tinjauan Pedoman dan Penerapannya Prasetya, Raynaldi Nugraha; Kusdiyanto, Ari; Radiana, Usman; Wicaksono, Luhur
Juwara: Jurnal Wawasan dan Aksara Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/juwara.v4i1.271

Abstract

ABSTRAK Kemajuan dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) telah memunculkan berbagai diskusi terkait aspek etika teknologi ini. Banyak pedoman etika diterbitkan untuk memastikan AI dikembangkan dan digunakan dengan cara yang bertanggung jawab, dengan fokus pada privasi, keadilan, transparansi, dan keamanan. Teknologi AI yang semakin "disruptif" membuat aturan etika ini menjadi sangat penting. Penilitian ini meninjau dan membandingkan 22 pedoman etika AI. Peneliti menemukan bahwa meskipun banyak prinsip yang tumpang tindih, ada kekurangan di beberapa pedoman, terutama terkait keadilan sosial dan penerapan dalam praktik. Penilaian ini menunjukkan bahwa prinsip etika seringkali tidak sepenuhnya diterapkan di lapangan, meski pedoman-pedoman tersebut telah disusun dengan baik. Kurangnya implementasi yang tepat bisa menimbulkan masalah serius di masa depan, terutama karena AI sangat berpengaruh dalam berbagai aspek kehidupan seperti pekerjaan, pendidikan, dan kesehatan. Oleh karena itu, evaluasi mendalam diperlukan untuk memperbaiki pendekatan etika AI. Penulis menyarankan beberapa langkah perbaikan, termasuk peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pengembangan AI, serta penerapan pedoman etika yang lebih konsisten. Dengan memperkuat prinsip-prinsip ini, diharapkan AI dapat dikembangkan dan digunakan dengan lebih etis, membawa manfaat maksimal bagi masyarakat. ABSTRACT Progress in the development of artificial intelligence (AI) has given rise to various discussions regarding the ethical aspects of this technology. Many ethical guidelines are published to ensure AI is developed and used in a responsible manner, with a focus on privacy, fairness, transparency, and security. AI technology is increasingly "disruptive" making these ethical rules very important. This research reviews and compares 22 AI ethical guidelines. Researchers found that while many of the principles overlap, there are gaps in some of the guidelines, particularly regarding social justice and application in practice. This assessment shows that ethical principles are often not fully implemented in the field, even though the guidelines are well developed. Lack of proper implementation could cause serious problems in the future, especially because AI is very influential in various aspects of life such as work, education, and health. Therefore, in-depth evaluation is needed to improve AI ethical approaches. The authors suggest several steps for improvement, including increased transparency and accountability in AI development, as well as more consistent implementation of ethical guidelines. By strengthening these principles, it is hoped that AI can be developed and used more ethically, bringing maximum benefits to society.
Menumbuhkan Identitas Nasional dan Keterampilan Kewarganegaraan: Peran Pemuda Pancasila dalam Program Pendidikan Kewarganegaraan Firmansyah, Syarif; Firdaus, Muhamad; Budiman, Ridho Dedy Arief; Astriyani, Serly
Juwara: Jurnal Wawasan dan Aksara Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/juwara.v4i1.293

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mengkaji peran organisasi Pemuda Pancasila dalam menumbuhkan identitas nasional dan keterampilan kewarganegaraan di kalangan mahasiswa. Masalah utama yang dihadapi adalah kurangnya pemahaman dan penerapan nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda, terutama dalam konteks pendidikan kewarganegaraan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami sejauh mana organisasi Pemuda Pancasila berkontribusi dalam mengembangkan rasa nasionalisme, keterampilan berpikir kritis, serta kolaborasi dan komunikasi di antara mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan tematik. Sampel penelitian terdiri dari 60 mahasiswa UPGRI Pontianak yang merupakan anggota aktif Pemuda Pancasila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi dalam Pemuda Pancasila berdampak positif terhadap penguatan identitas nasional dan peningkatan keterampilan kewarganegaraan. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa kolaborasi antara organisasi kepemudaan dan institusi pendidikan dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat karakter kebangsaan di kalangan mahasiswa. Dampak positif lainnya adalah terbentuknya mahasiswa yang lebih kritis, komunikatif, dan memiliki pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini menunjukkan bahwa peran organisasi pemuda sangat penting dalam mendukung pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi. ABSTRACT This study examines the role of the Pemuda Pancasila organization in fostering national identity and citizenship skills among students. The main issue faced is the lack of understanding and application of Pancasila values among the younger generation, particularly in the context of civic education. The purpose of this study is to understand the extent to which the Pemuda Pancasila organization contributes to developing a sense of nationalism, critical thinking skills, as well as collaboration and communication among students. The research method used is descriptive qualitative with a thematic approach. The sample consists of 60 students from UPGRI Pontianak who are active members of Pemuda Pancasila. The results of the study show that participation in Pemuda Pancasila has a positive impact on strengthening national identity and improving citizenship skills. The implications of this research suggest that collaboration between youth organizations and educational institutions can be an effective strategy in strengthening national character among students. Other positive impacts include the development of students who are more critical, communicative, and have a deeper understanding of Pancasila values. This study highlights the importance of youth organizations in supporting civic education in higher education.

Page 3 of 3 | Total Record : 23