cover
Contact Name
Sinung Rahardjo
Contact Email
sinungrahardjo25@gmail.com
Phone
+6281385033025
Journal Mail Official
b.jalanidith@gmail.com
Editorial Address
Politeknik Ahli Usaha Perikanan Jln. AUP No.1 Pasar Minggu - Jakarta Selatan 12520
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam
ISSN : 1978032X     EISSN : 27162524     DOI : http://dx.doi.org/10.15578/bjsj
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam adalah publikasi ilmiah di bidang ilmu terapan kelautan dan perikanan. Artikel ilmiah yang disajikan merupakan hasil penelitian terapan (applied research) di bidang kelautan dan perikanan yang belum pernah dipublikasikan. Ruang lingkup materi meliputi inovasi teknologi, present status kondisi perikanan dan lingkungan perairan, dan review artikel bidang Kelautan dan Perikanan di Indonesia. Substansi artikel terdiri dari bidang Perikanan Tangkap, Perikanan Budidaya, Pasca Panen, Pengelolaan Sumberdaya Perairan, Permesinan Perikanan, dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2020): September 2020" : 6 Documents clear
ASPEK BIOLOGI IKAN JULUNG-JULUNG (Hemiramphus lutkei) di PULAU ROTE, NUSA TENGGARA TIMUR Rezky Natalia Balukh; Priyanto Rahardjo; Mira Maulita
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Vol 2, No 2 (2020): September 2020
Publisher : POLITEKNIK AHLI USAHA PERIKANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.641 KB) | DOI: 10.15578/bjsj.v2i2.8747

Abstract

Pulau Rote juga merupakan salah satu pulau yang memiliki potensi sumberdaya alam seperti ikan julung-julung (Hemiramphus lutkei) yang merupakan salah satu jenis ikan ekonomis penting. Oleh karena itu, perlu dikaji aspek-aspek biologis agar stok ikan yang tersedia di laut dapat dimanfaatkan secara optimal. Metode pengambilan data dengan metode survei di empat lokasi dari tujuh target lokasi yang dilakukan dengan cara; pengamatan morfologi, pengukuran panjang ikan, pengukuran bobot ikan dan penentuan jenis kelamin. Sedangkan metode analisis data secara deskriptif kuantitatif dengan memperhitungkan nisbah kelamin, hubungan panjang bobot, frekuensi panjang, ukuran rata tertangkap dan rata-rata ukuran pertama kali matang gonad. Hasil yang diperoleh sifat pertumbuhan ikan julung-julung (Hemiramphus lutkei) bersifat allometrik negatif . Frekuensi panjang antara 27,4-28,3 cm sebanyak 329 ekor dari total 1000 sampel. Nisbah kelamin dengan perbandingan jantan betina  1:2,57 dan didominasi oleh TKG III. TKG I tidak ditemukan, TKG II sebanyak 33 ekor (33%), TKG III sebanyak  43 ekor (43%) dan TKG IV sebanyak 24 ekor (24%) dari total 100 sampel yang diamati. Nilai rata-rata ukuran pertama kali tertangkap (Lc) dan rata-rata ukuran pertama kali matang gonad (Lm) adalah 28,50 cm dan 26,36 cm.
Table of Contens ,, Table of Contens
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Vol 2, No 2 (2020): September 2020
Publisher : POLITEKNIK AHLI USAHA PERIKANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.02 KB) | DOI: 10.15578/bjsj.v2i2.10424

Abstract

TABLE OF CONTENS
STUDI KOMPARATIF ALAT TANGKAP JARING INSANG DAN BAGAN PERAHU TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) KARANGANTU, SERANG, BANTEN Heri Triyono; Salman Ahmad Muzakki; Mulyoto Mulyoto
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Vol 2, No 2 (2020): September 2020
Publisher : POLITEKNIK AHLI USAHA PERIKANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.753 KB) | DOI: 10.15578/bjsj.v2i2.8751

Abstract

Hasil tangkapan yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Karangantu didominasi oleh ikan pelagis kecil. Alat tangkap jaring insang dan bagan perahu merupakan alat tangkap yang paling banyak digunakan oleh nelayan di Karangantu. Bagan perahu lebih efektif digunakan untuk menangkap ikan-ikan pelagis sedangkan peningkatan produksi ikan tiap tahunnya di PPN Karangantu ternyata dihasilkan oleh jaring insang. Tujuan penelitian ini adalah komparasi hasil tangkapan Jaring Insang dan Bagan perahu, mengetahui aspek biologi hasil tangkapan dominan dari Jaring Insang dan Bagan perahu, dan mengetahui efektifitas alat tangkap. Lokasi penelitian di PPN Karangantu, perairan teluk banten, selat sunda, dan perairan utara lampung pada bulan September hingga Oktober 2019. Hasil penelitian menunjukan ikan dominan bagan perahu adalah teri (Stolephorus sp.), japuh (Dussumieria acota), kembung (Rastrelliger Kanagurta) sedangkan jaring insang adalah ikan selar (Selaroides leptolepis), kembung (Rastrelliger kanagurta), selar tetengkek (Carcharhinus sealei). Total hasil tangkapan di PPN Karangantu pada bulan Januari – Juli 2019 untuk bagan perahu 396,583ton sedangakan jaring insang 93,061 ton.  Aspek baik hasil tangkapan, pendapatan nelayan, dan kepatuhan nelayan nelayan yang menggunakan alat tangkap Bagan perahu memiliki efektifitas yang lebih tinggi dibandingkan nelayan dengan alat tangkap Jaring Insang.
ASPEK BIOLOGI RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DI TELUK BANTEN, INDONESIA Muhammad Fadil Mursyid; Pulung Adhi Prabowo; Isnendar Prakasa Sudrajat; Novira Farhandika; Diah Puspa; Ratna Suharti; Kadarusman Kadarusman; Heri Triyono
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Vol 2, No 2 (2020): September 2020
Publisher : POLITEKNIK AHLI USAHA PERIKANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.094 KB) | DOI: 10.15578/bjsj.v2i2.8801

Abstract

Rajungan (Portunus Pelagicus ) merupakan salah  satu  sumberdaya  perikanan  yang   penting   di wilayah  Perairan Teluk  Banten. dan  minim informasi mengenai  populasi  dan  status stok. Tujuan  penelitian  ini  adalah  mengkaji  Aspek biologi  (Portunus Pelagicus) berdasarkan  laju eksploitasi  dan  rasio  potensi pemijahan  di Perairan Teluk Banten,  penelitian ini dilakukan pada bulan maret-april 2019. Penelitian ini menggunakan metode market survey (Observasi pada pengepul Rajungan) dan data langsung  di lapangan sebagai data primer serta data sekunder.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  aspek biologi rajungan meliputi: jumlah stok hasil tangkapan selama kurang lebih 40 hari, ukuran pertama tangkapan kali (Lc), menganalisa  hubungan  panjang  dan berat,  hasil pertama  kali  matang  gonad (Lm) dan sex ratio rajungan.  Hasil  penelitian diharapkan dapat memberikan informasi  mengenai  perikanan  rajungan dalam pengelolaan berkelanjutan sumberdaya rajungan di perairan teluk banten. Hasil  analisa jumlah stok hasil  tangkapan rajungan di  teluk banten berjumlah 476 (302 jantan dan 174 betina),  Untuk hasi l analisa  ukuran pertama  kali tertangkap (Lc) diperoleh nilai Lc jantan = 10.47cm  dan Lc betina 13.50 cm ,  Hasil  analisa   hubungan lebar-bobot diperoleh  nilai  b jantan = 11.7810 (allometrik positif), sedangakan b betina = 10.6747 (allometrik positif) , Ukuran pertama kali matang gonad (Lm) jantan sebesar 11.82 cm dan betina 9.30 cm,  Perbandingan sex ratio sebesar 1.73 : 1 lebih dominan rajungan jantan.
PENENTUAN UMUR SIMPAN OTAK-OTAK IKAN UMKM BUNGA MAWAR DENGAN METODE EXTENDED STORAGE STUDIES (ESS) Asriani Asriani; Niken Dharmayanti; Heny Budi Purnamasari; Yudi Prasetyo Handoko; Nofi Sulistiyo Rini; Ilyas Maulana Abdulloh
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Vol 2, No 2 (2020): September 2020
Publisher : POLITEKNIK AHLI USAHA PERIKANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.878 KB) | DOI: 10.15578/bjsj.v2i2.10398

Abstract

Otak-otak ikan merupakan salah satu produk diversifikasi hasil perikanan yang sudah lama dikenal dan disukai oleh masyarakat di Indonesia. Otak-otak ikan yang bersifat semi basah biasanya memiliki umur simpan yang singkat sehingga penentuan informasi umur simpan produk menjadi penting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik mutu bahan baku dan produk akhir, kandungan nilai gizi, serta umur simpan dari otak-otak ikan yang diproduksi UMKM Bunga Mawar dengan metode Extended Storage Studies (ESS). Mutu otak-otak ikan UMKM Bunga Mawar sesuai dengan SNI (7757:2013). Nilai sensori produk otak-otak ikan adalah 9. Kadar air 50,19%, kadar abu 1,22%, Protein 7%, Lemak 2,95%. Karbohidrat 38,64%, ALT 2 x 10 3 Kol/g. E.Coli < 3 APM / 25g, Salmonella Negatif, dan S Staphylococcus aureus 57 kol/g. Nilai gizi otak-otak ikan UMKM Bunga Mawar pertakaran saji 50 g antara lain energi total 100 kkal, energi dari lemak 9 kkal dengan lemak 1 g, protein 7 g, karbohidrat 15 g, persentase AKG berdasarkan kebutuhan umum 2.150 kkal antara lain lemak 2%, protein 7%, karbohidrat 9%. Umur simpan otak-otak ikan UMKM Bunga Mawar yang dibungkus menggunakan plastik PE tanpa divakum pada suhu 5°C adalah 6 hari dan pada suhu 30°C adalah 4 hari.
STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA MANGROVE DI PROVINSI BALI Dewa Gede Mahardana; Dadan Zulkifli; Nunung Sabariyah
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Vol 2, No 2 (2020): September 2020
Publisher : POLITEKNIK AHLI USAHA PERIKANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.686 KB) | DOI: 10.15578/bjsj.v2i2.8749

Abstract

Ekosistem mangrove yang memiliki keunikan sangat dapat dimanfaatkan sebagai sumber daya alam yang sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai kawasan ekowisata. Seiring pesatnya perkembangan kepariwisataan Bali sebagai daerah tujuan wisata mancanegara, mulai muncul paradigma dan keinginan pasar wisata dengan konsep lingkungan hidup dan kembali ke alam (back to nature), yang juga dikenal sebagai wisata alternative (ekowisata) dalam dunia pariwisata. Praktik ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan ekowisata, indeks kesesuaian wisata dan daya dukung kawasan ekowisata mangrove di Provinsi Bali. Metode yang digunakan yaitu analisis SWOT, Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) dan Daya Dukung Kawasan (DDK). Nilai akumulasi dari hasil analisis SWOT adalah 0,6 (kuadran I). Penerapan strategi agresif dilakukan dengan pilihan strategi SO (Strength, Opportunity) antara lain dengan menyiapkan infrastruktur untuk menunjang pengembangan ekowisata dan pengembangan pariwisata yang melibatkan masyarakat dan kearifan lokal. Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) di Ekowisata Mangrove Bali yaitu 87,96% dengan kategori sangat sesuai (S1) sedangkan di Ekowisata Mangrove Jungutbatu yaitu 75% dengan kategori S2 (sesuai). Hasil Daya Dukung Kawasan (DDK) di Ekowisata Mangrove Bali yaitu 151 orang/hari dimana rata-rata pengunjung yaitu 43 orang/hari sehingga masih mendukung kegiatan ekowisata sedangkan di Ekowisata Mangrove Jungutbatu yaitu 250 orang/hari dimana rata-rata pengunjung yaitu 200 orang/hari sehingga masih mendukung kegiatan ekowisata.

Page 1 of 1 | Total Record : 6