cover
Contact Name
Noneng Siti Rosidah
Contact Email
noneng.strosidah@uika-bogor.ac.id
Phone
+6281384417091
Journal Mail Official
bahrum.subagiya@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Jalan K. H. Sholeh Iskandar KM. 2, Kedung Badak, Tanah Sereal, RT.03/RW.10, Kedungbadak, Kec. Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat 16162
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Prophetic Guidance and Counseling Journal
ISSN : -     EISSN : 27227936     DOI : http://dx.doi.org/10.32832/pro-gcj
Core Subject : Education,
The scope of the Pro-GCJ Journal is Islamic Guidance and Counseling, Child and Youth Counseling, Adult and Elderly Counseling, Family Counseling, School Counseling, Higher Education Counseling, Crisis and Risk Counseling, Occupational Counseling, Cyber Counseling, Educational Counseling, Educational Psychology, School Counseling, Higher Education Counseling, Higher Education Counseling, Crisis and Risk Counseling, Work Counseling, Cyber Counseling, Educational Counseling, Educational Psychology, Counseling and Guidance, Counseling Rehabilitation, Use of technology in Counseling, Counseling and Guidance for Special Education, and Counselor Education.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2023)" : 5 Documents clear
Strategi Guru BK dalam Mengatasi Perilaku Bolos Siswa SMA Ibnu Hajar Pasarean Fitriyani, Amelia; Ridlo, Muhamad Rasyid
Prophetic guidance and counseling journal Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro-gcj.v4i2.22045

Abstract

Di setiap sekolahan pasti terdapat aturan-aturan atau bisa disebut dengan tata tertib sekolah, yang mana hal tersebut harus diikuti oleh peserta didik sekolahan tersebut. Tata tertib sekolah mengajarkan peserta didik untuk memiliki perilaku atau akhlak yang baik.tetapi pada dasarnya tidak semua orang memiliki perilaku baik, ada juga yang memiliki perilaku buruk atau perilaku menyimpang. Perilaku menyimpang disekolah slah satunya melakukan perilaku bolos. Adapun upaya guru untuk mengatasi perilaku bolos siswa yaitu dengan cara pemanggilan orang yang bersangkutan, pemberian sanksi yaitu berupa bimbingan rohani seperti tadarus dan pemanggilan orang tua yang bersangkutan Ketika masih melakukan perilaku bolos secara terus-menerus. Adapun dalam pemberian layanan bimbingan klasikal juga dapat mengatasi perilaku bolos siswa dengan cara diberikannya penyuluhan secara terus-menerus tentang perilaku bolos. Harapannya dalam pemberian layanan klasikal dan strategi guru BK dapat mengatasi perilaku bolos siswa SMA Ibn Hajar Pasarean. Adapun dalam penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian lapangan. Sebab, peneliti mengamati dan terlibat langsung ke lokasi penelitian. Adapun pendekatan yang digunakan aitu dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Serta penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Peran guru BK sangat penting dalam membentuk kepribadian siswa untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya. Harapannya guru BK dapat membentuk strategi atau program baru untuk lebih ampuh dalam mengatasi perilaku bolos siswa serta memberikan hukuman dengan melakukan hal yang tidak disukai murid dengan tujuan agar murid merasa jera.
Peran Guru BK Dalam Mengatasi Perkembangan Interaksi social Pada Siswa SMP PGRI 5 BOGOR Nurismiati, Hanifah
Prophetic guidance and counseling journal Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro-gcj.v4i2.22046

Abstract

Pendidikan adalah kebutuhan manusia untuk berkembang dan Interaksi sosial merupakan hubungan timbal balik. Memberi pengetahuan mengenai Peran Guru BK dalm mengembangkan Interaksi Sosial Pada Siswa SMP. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitaif pendidikan interaksi sosial sangat berhubungan karena berjalannya interaksi sosial pada pendidikan sangatlah berperan pentinh terdap bentuk, faktuk, dan proses terjadinya interaksi itu sendiri.
Strategi Guru BK Dalam Pemberian Layanan Dasar Untuk Meningkatkan Kedisiplinan Tepat Waktu Pada Peserta Didik di SMP-IT El – Ma’mur Bogor Mugia, Aldi
Prophetic guidance and counseling journal Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro-gcj.v4i2.22047

Abstract

Secara faktual pendidikan karakter pada saat ini belum terwujud secara maksimal di dunia pendidikan ini, sebagaimana data dari KPAI hanya 8 guru dan 7 peserta didik responden yang mampu datang tepat waktu ke sekolah. Perilaku keterlambatan siswa jika dibiarkan akan maka berdampak buruk pada karakter siswa, seperti jadwal jadi berantakan, merugikan orang lain, ketinggalan pelajaran tidak mudah dipercaya, dicap buruk. Perilaku keterlambatan ini haruslah di atasi, dan salah satu faktor yang dapat menangani perilaku keterlambatan siswa adalah mengoptimalkan peran Guru BK untuk meningkatkan ketertiban tepat waktu pada peserta didik melalui strategi BK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaiamana strategi Guru BK dalam meningkatkan kedisiplinan tepat waktu pada peserta didik di SMP-IT El-Ma’mur. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kedisiplinan tepat waktu bagi peserta didik sangat penting. Dimana setiap guru bk harus mampu mempunyai strategi yang dapat meningkatkan kedisiplinan tepat waktu, salah satunya dengan dilakukannya layanan bimbingan klasikal di setiap pekannya untuk mengevaluasi kesalahan-kesalahan peserta didik.
Strategi Guru BK Dalam Mengatasi Sikap Childish Siswa Di SMA Ibnu Hajar Pasarean Kisti, Della
Prophetic guidance and counseling journal Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro-gcj.v4i2.22048

Abstract

Pemberian nilai-nilai moral dan pembentukan karakter adalah hal penting yang harus menjadi tujuan utama dalam pendidikan. Fase dewasa adalah dimana siswa krisis mengenai moralitas salah satunya akan mengakibatkan munculnya sikap childish karena belum mencapai kematangan emos pada diri seseorang. Saat hal tidak menyenangkan terjadi, ia akan berusaha membenarkan apa yang dilakukan dengan cara yang tidak tepat. Baik dalam menghadapi masalah, berinteraksi dengan lingkungan, melakukan sesuatu yang tidak sesuai pada usianya. Sehingga respon yang muncul dari dirinya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan orang disekitarnya. Faktor penyebab seseorang memiliki sikap childish yaitu pengaruh lingkungan, bawaan sikap alamiah, dan pola asuh orang tua. Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian lapangan Karena, peneliti mengamati dan terlibat langsung ke lokasi penelitian Adapun pendekatan yang digunakan yaitu dengan menggunakan pendekatan kualitatif Serta penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pada hasil penelitian bahwa strategi guru BK dalam mengatasi sikap childish siswa dengan cara layanan bimbingan pribadi sosial dan pengarahan sikap mengenai kemandirian dan tanggung jawab.
Peran Guru BK terhadap Pengaruh Kematangan Emosi terhadap Kepercayaan Diri pada Peserta Didik Nur’afiyah, Laila; Rosidah, Noneng Siti
Prophetic guidance and counseling journal Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro-gcj.v4i2.22049

Abstract

Anak SMP PGRI 5 Kota Bogor mempunyai kematangan emosional yang sanggat tinggi oleh sebab itu saya meneliti dan memberi sedikit materi untuk siswa/i nya agar kematangan emosi nya bisa stabil (2) tujuan peneliti saya ini adalah agar siswa/i Smp PGRI 5 Kota Bogor saat menaiki kelas atau saat lulus bisa mengontrol emosi yang di timpah kepada siswa/i tersebut. Dan ruang lingku sayaberfokus kepada siswa/i tetapi saya juga mewawancarai Guru BK PGRI 5 agar penelitian saya akurat;(3) metode yang saya gunakan adalah asesmen, wawancara dan menyampaikan materi kepada siswa/i; (4) setelah terlaksana adabeberapa orang yang harus butuh konseling karna emosional siswa itu sanggat tidak bisa di kontrol; (5) Bahwa kematangan emosi itu suatu kondusu emosional dimana tingkat kedewasaan individu yang terkendali, tidak kenakan-kanakan, amarah yang meluap-luap, dan mampu mengungkapkan emosi sesuai kondisi yang ada dimana individu tersebut dapat melalui situasi secara kritis.

Page 1 of 1 | Total Record : 5