cover
Contact Name
Tantri Puspita Yazid
Contact Email
tantri.yazid@lecturer.unri.ac.id
Phone
+6281363205292
Journal Mail Official
jkms@ejournal.unri.ac.id
Editorial Address
Kampus Bina Widya, Jl. H.R. Subrantas KM. 12,5 Simp. Baru Pekanbaru-Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
JKMS : Jurnal Ilmu Komunikasi
Published by Universitas Riau
ISSN : 2252665x     EISSN : 27161889     DOI : https://dx.doi.org/10.35967/jkms
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Ilmu Komunikasi (JKMS) accepts all research and scientific papers from researcher, academics, practitioners who work in the field of media and communication applied studies which may include to these fields: Journalism Public relations Phenomenology Studies Marketing Communication Communication Strategy in Libraries Educational Communication Communication development Health Communication Environmental Communication Media Law Media and Cultural Studies Media and Community Networks Media Technology Media Influence Visual Communication Media Literacy Communications and Policy Other applied Media and Communication fields
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2015)" : 5 Documents clear
IMPLEMENTASI CYBER PUBLIC RELATIONS MELALUI PENGELOLAAN WEBSITE PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA BARAT Tantri Puspita Yazid
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35967/jkms.v4i2.3345

Abstract

Abstrak : Penelitian ini difokuskan kepada pengimplemetasian kegiatan Public Relations melalui penggunaan internet, atau saat ini yang lebih dikenal dengan sebutan Cyber Public Relations. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : bagaimana pemanfaatan website untuk mewujudkan good governance oleh humas pemerintah Sumatera Barat, dan implementasi Cyber Public Relations oleh Humas pemerintah Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan peneliti sebagai instrumen utama penelitian, data dan informasi yang diperoleh dari nara sumber dan didukung dokumen sesuai penelitian lapangan. Metode pengumpulan data yang dipergunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan audio visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sejak dikelola oleh humas dari segi tampilan dan isi menjadi menarik. Namun masih belum dapat dikatakan mampu membantu kerja humas mewujudkan good governance dari segi pelayanan publik, karena website masih tergolong kedalam web 1.0. Isi dari website masih di dominasi oleh pemerintah. Humas pemerintah dan masyarakat mengetahui arti penting website apalagi pada jaman sekarang. Namun kurang disosialisasikan keberadaan website sebagai media informasi baru humas. Pencapaian sebagai peringkat pertama good governance dan clean government di pulau Sumatera tahun 2010 bukan dikarenakan pengelolaan website. Karakteristik mewujudkan good governance melalui pelayanan publik oleh humas belum menonjol dalam di dalam website pemerintah provinsi Sumatera Barat. pelayanan transparansi dalam website menjadi yang diutamakan.Kata Kunci : Cyber PR, Website, New Media, Pemerintah
MEDIA SOSIAL UNTUK PEMILU 2014 Andy Corry Wardhani
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35967/jkms.v4i2.3341

Abstract

ABSTRAK : Tahun 2014 adalah tahun politik. Indonesia akan memilih anggota parlemen dan presiden.Menjelang pemilu 2014, para elit politik mulai sibuk menyiapkan kampanye di berbagai media. Gegapgempitanya dunia maya diikuti dengan mudahnya akses internet, memberi ruang bagi elit politik untukmemanfaatkannya guna menyampaikan pesan-pesan politik yang akan memberi keuntungan pada mereka.Pemilu 2014 akan diramaikan dengan pemilih pemula berusia 17-20 tahun, kebanyakan pelajar, mahasiswadan pekerja muda, jumlahnya sekitar 30 juta orang. Pemilih pemula dikonotasikan dengan pemilihminim pengalaman, labil dan miskin pengetahuan politik sehingga tidak punya acuan pasti dalam menentukanpilihan politik. Disinilah pentingnya mengoptimalkan pemanfaatan media sosial, misalnya melaluipolitical tracking yaitu mengekspos rekam jejak para calon anggota legislatif dan calon presiden sertawakil presiden, kemudian perlu juga memunculkan political literacy seperti informasi atau bacaan politik.Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka (library research) dan menggunakan analisiskualitatif.Pemilih pemula yang merupakan generasi muda, akrab dengan media sosial, mereka dapat diajak menjadipenyosialisasi pemilu dan dapat memilah dan memilih siapa yang layak dan tidak layak menjadi wakilrakyat dan pemimpin Indonesia. Dengan demikian generasi muda dapat menjadi subjek bukan sekedarobjek pemilu 2014.Kata kunci: Media sosial, pemilih pemula, pemilu 2014
KOMODIFIKASI DAN PENGABURAN MAKNA SIMBOL DALAM INDUSTRI TELEVISI (Analisis Semiotika Sinetron Tukang Bubur Naik Haji di RCTI Episode 1060) Yasir '
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35967/jkms.v4i2.3346

Abstract

Abstrak : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap secara komprehensif komodifikasi dan pengaburan makna simbol agama dan budaya Betawi melalui sinetron Tukang Bubur Naik Haji di RCTI. Penelitian ini menggunakan paradigma kritis dengan kajian ekonomi politik komunikasi. Untuk mengungkap temuan peneliti menggunakan analisis semiotika dari Rolan Barthes. Untuk mengumpulkan data penelitian menggunakan analisis teks, studi dokumentasi, studi literatur, observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol agama Islam dan budaya Betawi telah dikomodifikasi, dikaburkan bahkan dieksploitasi sebagai komoditas untuk diperdagangkan. Simbol-simbol tersebut dikombinasikan sebagai kemasan yang keberadaaanya dikomersialkan, dimanipulasi dan direkayasa melalui penggunaan kata, kalimat, adegan yang sensasional, provokatif dan hiperbola untuk menarik khalayak dan memperoleh pengiklan. Simbol-simbol agama ini maknanya mengalami penyimpangan, bahkan keberadaanya sangat berkuasa untuk dapat menarik khalayak sehingga sinetron ini dapat bertahan lama tayang.Kata kunci: ekonomi politik komunikasi, komodifikasi, simbol agama dan sinetron
Tingkat Kepatutan Berbahasa Jurnalistik pada Jurnalisme Online di Situs detikBandung.Com (Studi Deskriptif dengan Teknik Analisis Isi terhadap Penerapan Kaidah Bahasa Jurnalistik Berita Langsung (Straight News) di detikBandung.Com) Nora Meilinda Hardi
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35967/jkms.v4i2.3342

Abstract

Abstrak : Tingkat kepatutan berbahasa jurnalistik pada jurnalisme online terhadap penerapan kaidah bahasajurnalistik di sebuah media online patut diketahui. Dalam penggunaan bahasa Indonesia, bahasajurnalistik yang baik dan benar, media online bisa dikatakan paling banyak melakukan pelanggaran. Halitu utamanya dikarenakan penulisan berita di media online dilakukan tergesa-gesa agar segera online(kejar tayang), apalagi jika wartawan yang menulisnya kurang atau tidak menguasai tata bahasa denganbaik dan benar. Masalah ini penting diteliti, karena media massa dinilai sebagai ‘guru bahasa’ bagi parapembacanya dan berkaitan juga dengan upaya penyampaian informasi secara jelas dan lengkap, sehinggaterjalin komunikasi yang efektif dengan pembacanya. Dua hal di atas, kejelasan informasi dan kesuksesanmenjalin komunikasi yang efektif, dalam sebuah media massa ditentukan oleh penggunaan bahasa tulisyang mengikuti kaidah-kaidah bahasa jurnalistik. Kaidah bahasa jurnalistik yang memiliki tiga aspek penting,yaitu: struktur kalimat, penggunaan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), dan penerapan kalimat efektif.Ketiga unsur itu penting diperhatikan oleh setiap wartawan karena berkaitan dengan upaya penyampaianinformasi, sehingga masyarakat pembaca mampu menerima informasi secara mudah, lengkap, dan jelas.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis penerapan kaidah bahasa jurnalistik daristruktur kalimat, penggunaan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), dan penerapan kalimat efektif pada beritalangsung kanal news di situs detikBandung.com. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatifdan metode penelitian deskriptif, dengan teknik analisis isi. Menurut Stempel dalam Rakhmat padabukunya Analisis Isi, Ada empat tahapan metodelogis yang digunakan dalam teknik analisis isi yaitu pemilihansatuan analisis (unit analisis), konstruksi kategori, penarikan sampel dan reliabilitas koding. Penelitianini mengacu pada karakteristik dan prinsip teknis penulisan bahasa jurnalistik cetak (surat kabar, majalah,buletin, dan lain-lain), antara lain hemat kata, ringkas, padat, jelas, logis, kalimatnya pendek-pendek,sederhana dan mudah dipahami, yang juga berlaku di media online internet. Dari hasil penelitian, dapatdisimpulkan bahwa struktur kalimat yang banyak digunakan adalah kalimat sederhana dengan tingkatkepatutan 60%, penggunaan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dengan tingkat kepatutan sebesar 53%, sedangkanpenerapan kalimat efektif atau keefektifan kalimat dinilai masih minim dengan tingkat kepatutan36,4%, karena pilihan kata yang tidak tepat dan kerancuan (ambiguitas) makna.Kata kunci: Media Online, Jurnalistik Bahasa, Komunikasi Efektif, Struktur kalimat, Ejaan Yang Disempurnakan(EYD), Kalimat Efektif.
PERAN KOMUNIKASI PERSUASIF DALAM PENYELESAIAN KONFLIK ANTARA NELAYAN Nurjanah '
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35967/jkms.v4i2.3343

Abstract

Abstrak: Penelitian ini difokuskan kepada peran komunikasi persuasif dalam upaya penyelesaian konflik yang terjadi antar masyarakat nelayan tradisional dengan masyarakat nelayan modern. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : faktor penyebeb terjadinya konflik antar nelayan tradisional dengan nelayan modern, dan bagaimana peran komunikasi persuasif yang dilakukan dalam penyelesaian konflik, Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan peneliti sebagai instrumen utama penelitian, data dan informasi yang diperoleh dari nara sumber dan didukung dokumen sesuai penelitian lapangan. Metode pengumpulan data yang dipergunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan audio visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peran Komunikasi persuasif yang dilakukan oleh pemerintah dalam usaha penyelesaian konflik melalui komunikasi persuasif yaitu dengan cara; negosiasi, mediasi, fasilitasi dan diplomasi, konfrontatif. Efektifitas strategi komunikasi yang dalam menyelasaikan konflik tersebut telah mempengaruhi pembuat kebijakan dan keputusan pemerintah daerah, akan tetapi secara keseluruhan konflik belum dapat diselesaikan secara tuntas karena masih terjadinya pelanggaran-pelanggaran terhadap kebijakan dan kesepakatan yang telah dibuat. Faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya konflik antar masyarakat nelayan tradisional dengan masyarakat nelayan modern di Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis adalah faktor budaya, sosial, ekonomi, dan faktor hukum.Kata Kunci: komunikasi persuasif, konflik

Page 1 of 1 | Total Record : 5