cover
Contact Name
Tantri Puspita Yazid
Contact Email
tantri.yazid@lecturer.unri.ac.id
Phone
+6281363205292
Journal Mail Official
jkms@ejournal.unri.ac.id
Editorial Address
Kampus Bina Widya, Jl. H.R. Subrantas KM. 12,5 Simp. Baru Pekanbaru-Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
JKMS : Jurnal Ilmu Komunikasi
Published by Universitas Riau
ISSN : 2252665x     EISSN : 27161889     DOI : https://dx.doi.org/10.35967/jkms
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Ilmu Komunikasi (JKMS) accepts all research and scientific papers from researcher, academics, practitioners who work in the field of media and communication applied studies which may include to these fields: Journalism Public relations Phenomenology Studies Marketing Communication Communication Strategy in Libraries Educational Communication Communication development Health Communication Environmental Communication Media Law Media and Cultural Studies Media and Community Networks Media Technology Media Influence Visual Communication Media Literacy Communications and Policy Other applied Media and Communication fields
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2016)" : 6 Documents clear
MOTIF DAN MAKNA PEREMPUAN SEBAGAI KOMUNIKATOR POLITIK (Studi Fenomenologi pada Anggota Dewan Perempuan DPRD Provinsi Riau Periode 2014-2019 Nova Yohana
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35967/jkms.v5i1.3645

Abstract

Salah satu wujud nyata dari tumbuhnya kesadaran kekuatan politik perempuan ditandai denganketerlibatan secara aktif perempuan dalam proses-proses politik yang dapat ditempuh melalui keterwakilanperempuan dalam politik. Pemenuhan kuota 30% keterwakilan perempuan dalam legislatif sebagaimanayang ditetapkan pemerintah merupakan wujud modal dasar kepemimpinan dan pengalamanorganisasi bagi perempuan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Di DPRD Provinsi Riau periode 2014-2019 jumlah anggota legislatif perempuan adalah delapanbelas (18) orang dari 85 orang anggota legislatif.Hal ini menggambarkan adanya partisipasi atau kemauan para perempuan di Riau untuk melakukanpelibatan di arena politik yang lebih didominasi laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap motifanggota legislatif perempuan dalam keterlibatannya pada dunia politik di tengah tradisi budaya patriakhidan pemaknaan mereka mengenai keterwakilan perempuan sebagai komunikator politik di lembagalegislatif. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informanpenelitian ini terdiri dari 5 orang anggota legsilatif perempuan, 2 orang ketua fraksi , dan wakil ketuaDPRD Provinsi Riau dengan teknik purposif. Data dikumpulkan melalui observasi,wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif yang melatarbelakangi anggota dewan perempuandalam keterlibatannya di ranah politik adalah motif karena (because motive) meliputi, dorongan keluarga,diusung partai, hobi organisasi, dan adanya jiwa aktivis. Motif tujuan/harapan (in order to motive) informanmeliputi menghilangkan intimidasi dari berbagai pihak kepada perempuan untuk pengambilankeputusan, memaksimalkan perjuangan dan fungsi perempuan dalam membuat kebijakan, dan semakinmenunjukkan kredibilitas perempuan dengan kinerja yg baik, professional dan percaya diri. Pemaknaananggota legislatif perempuan mengenai keterwakilan perempuan sebagai komunikator politik terdiri darikategori makna idealis sosial dan makna realistis sosial.
PENGEMBANGAN POLA KOMUNIKASI PARIWISATA BERBASIS KEARIFAN LOKAL DEVELOPMENT OF TOURISM COMMUNICATION-BASED ON LOCAL WISDOM PATTERNS FX. Ari Agung Prastowo; Heru Ryanto Budiana
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35967/jkms.v5i1.3641

Abstract

Pentingnya pengembangan potensi pariwisata bagi daerah Kabupaten Pangandaran sesuaidengan visi daerah untuk menjadikan Pangandaran sebagai daerah wisata dunia adalah latar belakangpenelitian ini berjudul “Pengembangan Pola Komunikasi Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal. Studi KasusDinas Pariwisata Kabupaten Pangandaran Sebagai Upaya Meningkatkan Kunjungan Wisatawan” dilakukan.Adapun tujuan penelitian ini adalah: 1). Memperoleh gambaran tentang pemahaman komunikasipariwisata menurut staff Dinas Pariwisata Kabupaten Pangandaran 2). Mengetahui bagaimana implementasikomunikasi pariwisata oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Pangandaran. 3) Memperoleh gambarantentang bagaimana Pola Komunikasi Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal oleh Dinas Pariwisata KabupatenPangandaran. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Kualitatif dipilih dikarenakan penelitianakan menggambarkan secara holistic setiap peristiwa yang ada dalam pengembangan pola komunikasipariwisata berbasis kearifan lokal. Penelitian pengembangan pola komunikasi pariwisata berbasis kearifanlokal menggunakan pendekatan studi kasus. Pendekatan studi kasus menurut Creswell adalah suatueksplorasi dari sebuah sistem yang terikat atau sebuah kasus (berbagai macam kasus) yang detil. Adapunluaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah: 1. Dokumen penting dari laporan pelaksanaan kegiatanstudi tentang “Pengembangan Pola Komunikasi Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal oleh Dinas PariwisataKabupaten Pangandaran 2. Model Pola Komunikasi Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal oleh Dinas PariwisataKabupaten Pangandaran. 3. Artikel ilmiah di jurnal nasional tentang Pola Komunikasi Pariwisata BerbasisKearifan Lokal..
PROSES PERENCANAAN KOMUNIKASI PADA PEMASARAN PROPERTI PT ERA BANDUNG Revi Marta
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35967/jkms.v5i1.3642

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses perencanaan komunikasi pada pemasaranproperti PT ERA Bandung. Adapun penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, tingkatan penelitianmencari atau menjelajahi masalah (eksploratif). Dengan harapan dapat memberikan gambaran secarakomprehensif mengenai komunikasi pemasaran ERA Bandung, lengkap dengan penerapan dan permasalahannyayang dihadapi untuk memasarkan properti.Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa tahapan proses komunikasi yaitu prospecting khlayak sasaranmelalui kegiatan hunting, listing, merancang isi pesan komunikasi, memilih media yang tepat, menentukansumber pesan, menentukan penggunaan periklanan, memberikan service listing kepada khalayaksasaran, serta mengevaluasi kegiatan pemasaran melalui kegiatan meeting harian.
PENGARUH TWITTER TERHADAP PERILAKU KECANDUAN MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS RIAU Noor Efni Salam
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35967/jkms.v5i1.3638

Abstract

Perkembangan teknologi, komunikasi dan informasi, berimbas pada munculnya mediasosial,yaitu twitter. Melalui 140 karakter, pengguna dapat mengupdate status/tweets atau melalui aplikasimirip twitter. Twitter merupakan wadah menyalurkan aspirasi dan melihat karakter mahasiswa sertadapat mengekspresikan keadaan yang terjadi. Twitter cukup mempengaruhi perilaku manusia atau masyarakatpada saat ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh twitter terhadapperilaku kecanduan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau.Penelitian ini menggunakan teori CMC oleh Wood dan Smith dan social media oleh Andreas Kaplan danMichael Haenlein. Metode penelitian ini yaitu metode kuantitatif eksplanasi. Teknik pengumpulan datamenggunakan angket. Jumlah sampel sebanyak 187 responden dan menggunakan teknik random sampling.Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kedua variabel tersebut, peneliti menggunakan analisisregresi linear sederhana. Pengolahan uji kuesioner dilakukan dengan menggunakan program StatistikProduct And Service Solution (SPSS) Windows versi 20.Hasil penelitian diperoleh nilai koefisien regresi pada penelitian ini adalah Y = 2,242 + 0,434 X dengantingkat signifikansi 0,000, lebih kecil dari α = 0,05. Artinya terdapat pengaruh twitter terhadap perilakukecanduan mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau sebesar 34,5% dan 65,5% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini.
KEARIFAN LOKAL BISA MENYEJUKKAN LAMPUNG (PERSPEKTIF KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA) Hasan Basri
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35967/jkms.v5i1.3643

Abstract

Perspektif komunikasi lintas budaya dapat dipakai untuk menelaah sebuah konflik sosial yangberakar pada kesukuan dan adat istiadat. Perspektif ini lebih mengarah pada telaah yang memberi alternatifketimbang pembenaran ataupun menyalahkan. Kemudian dari perspektif ini diupayakan mencarinilai-nilai potensial untuk pembenahan kehidupan sosial yang lebih baik, menyelesaikan konflik tanpapertikaian, khusunya di Provinsi Lampung. Dalam perspektif itu, muncul sebuah tatanan nilai yang layakdipertimbangkan, yakni kearifan lokal yang tumbuh di Budaya Lampung. Daripadanya dapat ditumbuhkembangkannilai-nilail kemasyarakatan yang menjembatani aneka perbedaan sosial. Hal yang dibutuhkanadalah menggali lebih dalam nilai-nilai kearifan lokal tersebut dan menginternailisasikan dalam kehidupanbermasyarakat.
LANGKAH BISINIS TRANS STUDIO MALL BANDUNG DALAM MELAKUKAN REPOSITIONING Jelita Pramesti; Hanny Hafiar; Anwar Sani
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35967/jkms.v5i1.3639

Abstract

Untuk tetap beriringan dengan perubahan iklim bisnis, manajemen Trans Studio Mall Bandung(TSM Bandung) melakukan penyesuaian atas produknya. Pusat perbelanjaan yang terletak di Jalan JendralGatot Subroto Kota Bandung ini menempatkan kembali posisi produknya atau melakukan repositioningsebagai jawaban dari bagaimana TSM Bandung beradaptasi dalam perubahan iklim bisnis tersebut. Padatahun 2012, TSM Bandung menempatkan kembali posisinya sebagai “pusat belanja dan gaya hidup palingberkelas di Bandung”. Hal tersebut dilakukan karena manajemen melihat adanya kesempatan untukmemanfaatkan preferensi publik baru yang menjanjikan serta masuknya pesaing yang menempatkandirinya berdampingan sehingga mendorong TSMBandung untuk menjadi lebih baik lagi. Olehkarenaitu,penelitianini akan menjawab bagaimana strategi komunikasi yang dilakukan TSMBandung, bagaimanaatribut-atribut produk yang disampaikan TSMBandung, serta untuk mengetahui bagaimana positioningstatement baru yang dimiliki TSMBandung dalam menerapkan repositioning. Pendekatan yang digunakandalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis studi deskriptif. Subjek dalam penelitian ini merupakanindividu yang terlibat dalam pelaksanaan serta memiliki pemahaman tentang repositioning yang dilakukan.Selain itu, subjek dalam penelitian ini merupakan individu yang telah bekerja di TSMBandung darisebelum repositioning hingga saat ini. Dalam penelitian ini, data diperoleh dengan cara observasi partisipan,wawancara mendalam semi terstruktur, studi pustaka, serta dokumenter. Dalam penelitian ini, dapatdisimpulkan bahwa strategi komunikasi yang dilakukan TSMBandung sudah baik, hal tersebut ditandaidengan tercapainya tujuan awal dari repositioning ini, yaitu meningkatnya jumlah pengunjung dan jumlahpenjualan yang terdapat pada para penyewa. Selain itu, atribut-atribut yang dimiliki oleh TSMBandungdapat dengan baik menguatkan posisi baru TSM Bandung. Kesimpulan lainnya adalah pernyataan posisiyang dimiliki oleh TSMBandung sudah sangat baik, hal tersebut ditandai dengan banyaknya informasi yangdapat diperoleh oleh publik. Publik dapat mengetahui konsep bisnis, atribut, serta manfaat baru lainnyayang dapat diperoleh. Adapun saran yang dapat diberikan adalah dalam mempertahankan posisinyasaat ini dapat menggunakan bauran pemasaran yang sama namun dengan bentuk (event) yang berbeda.Hal tersebut dapat memberikan variasi sehingga target sasaran atau publik lainnya tidak merasa bosan.Kemudian mengenai atribut-atribut yang dimiliki TSM Bandung, TSM Bandung perlu terus mempertahankankualitas serta terus menyesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan target sasarannya. Hal tersebutdikarenakan target sasaran menentukan pilihan karena menimbang dan mengakumulasi atribut yang dimiliki.Positioning statement harus selalu dimunculkan dalam setiap media komunikasi yang dimiliki olehTSM Bandung. Karena pengulangan terus menerus pada media akan menarik perhatian publik hinggamerubah perilaku publik.

Page 1 of 1 | Total Record : 6