cover
Contact Name
Ahmad Fitra Ritonga
Contact Email
fitra@binawan.ac.id
Phone
+6285278953478
Journal Mail Official
bsj@binawan.ac.id
Editorial Address
Jl. Dewi Sartika No.25-30, kalibata, Kec. Kramat jati, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13630
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Binawan Student Journal
Published by Universitas Binawan
ISSN : 26565285     EISSN : 27151824     DOI : http://dx.doi.org/10.54771/bsj
The journal publishes research papers in four fields, such as: Health Applied sciences Social sciences Psychology Management Business
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 3 (2021)" : 6 Documents clear
PENYELIDIKAN EPIDEMIOLOGI KLB DBD DI KECAMATAN BLEGA KABUPATEN BANGKALAN TAHUN 2018 Yuli Arnita Pakpahan; Agus Salim Burhanuddin; Muhammad Irzal Wijaya
Binawan Student Journal Vol. 3 No. 3 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/bsj.v3i3.255

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi permasalahan kesehatan yang ada di Indonesia dimana jumlah kasus yang dilaporkan pada tahun 2015 sebanyak 129.650 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 1.071 orang. Di Kecamatan Blega Kabupaten Bangkalan tahun 2018 terdapat 45 kasus KLB DBD. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menggambarkan kasus demam berdarah yang ada di Kecamatan Blega Kabupaten Bangkalan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan case study. Sumber data pada penelitian ini adalah data sekunder tentang demam berdarah di Puskesmas Blega Tahun 2018. Hasil: Angka kejadian terbanyak DBD di Kecamatan Blega Kabupaten Bangkalan pada bulan Januari sebanyak 10 kasus dari total 45 kasus terjadi pada tahun 2018, dan jumlah pasien yang di rawat dan sembuh ada sebanyak 41 orang sedangkan yang 4 dirujuk ke rumah sakit. Angka Bebas Jentik pada trimester I rata-rata 88,58% dan pada trimester ke 4 mengalami kenaikan sebanyak 89,58% yang mana ini hampir mendekati dari indikator keberhasilan yaitu 95%. Disarankan kepada masyarakat Di Kecamatan Blega Kabupaten Bangkalan untuk melakukan tindakan pencegahan dan pengendalian vektor untuk mengurangi risiko terkena penyakit DBD. Warga harus lebih giat membersihkan tempat penampungan air yang ada di dalam rumah maupun di sekitar lingkungan rumah secara mandiri.
ANALISIS PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN BUDAYA KERJA TERHADAP SIKAP KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT PATRIA IKKT SLIPI JAKARTA BARAT TAHUN 2020 Dini Nur Alpiah; Alih Germas Kodyat; Ahdun Trigono
Binawan Student Journal Vol. 3 No. 3 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/bsj.v3i3.256

Abstract

Rumah sakit haruslah memiliki perawat dengan sikap kerja yang baik, faktor yang mempengaruhi sikap kerja diantaranya Pengaruh lingkungan kerja & Pengaruh kebudayaan. Tujuan penelitian untuk menganalisis Pengaruh Lingkungan Kerja Dan Budaya Kerja Terhadap Sikap Kerja Perawat Di Rumah Sakit Patria IKKT Slipi Jakata Barat Tahun 2020. Metode penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional studi, populasi perawat berjumlah 45 responden. Hasil Lingkungan kerja terhadap sikap kerja memiliki pengaruh yang signifikan dengan nilai sig. 0,000 < 0,05. Budaya kerja terhadap sikap kerja memiliki pengaruh yang signifikan dengan nilai sig. 0,005 < 0,05. Pengaruh lingkungan kerja 0,001 dan budaya kerja 0,044 secara simultan terhadap sikap kerja nilai Asymp. Sig < 0,05, yang berarti signifikan antara lingkugan kerjadan budaya kerja terhadap sikap kerja. Nilai nilai coefficient Contingency Lingkungan kerja terhadap sikap kerja sebesar 38%, nilai coefficient Contingency budaya kerja terhadap sikap kerja 37%. Berdasarkan Uji Spearman didapatkan variabel lingkungan kerja niali coefficient 0,716 yang berarti memiliki pengauh yang sangat kuat, sedangkan variabel budaya kerja terhadap sikap kerja memiliki nilai coefficient 0,466 yang berarti memiliki pengaruh moderat. Kesimpulan : Variabel lingkungan kerja memiliki pengaruh yang lebih besar nilai coefficient 0,716 dibandingkan dengan budaya kerja terhadap sikap kerja nilai coefficient 0,466. Kata kunci: Sikap Kerja, Lingkungan Kerja, Budaya Kerja, Perawat, Rumah Sakit
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG GIZI TERHADAP KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK) PADA IBU HAMIL Rika Fitri Diningsih; Puji Astuti Wiratmo; Erika Lubis
Binawan Student Journal Vol. 3 No. 3 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/bsj.v3i3.327

Abstract

Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil merupakan masalah yang masih terjadi sampai saat ini. Kekurangan energi kronik pada ibu hamil dapat berdampak bagi kesehatan ibu selama kehamilan, persalinan dan kondisi kesehatan anak yang akan dilahirkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Gizi Terhadap Kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) Pada Ibu Hamil di Puskesmas Kecamatan Matraman Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan Cross sectional. Analisa data menggunakan metode uji Chi Square. Penelitian ini dilakukan dengan sample berjumlah 104 orang. Hasil penelitian menunjukkan adanya Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Gizi Terhadap Kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) Pada Ibu Hamil di Puskesmas Kecamatan Matraman Jakarta Timur.dengan p-value 0,000 < 0,05. Perawat sebagian bagian dari tenega kesehatan berperan penting dalam upaya peningkatan pengetahuan nutrisi bu hamil agar nutrisi ibu hamil dapat tercukupi secara optimal untuk mencegah terjadinya KEK.
HUBUNGAN LEUKOSIT DENGAN GLUKOSA DARAH PADA PASIEN KAKI DIABETIK Chindy Tiana; Suparlan Hadi; Frida Octavia Purnomo
Binawan Student Journal Vol. 3 No. 3 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/bsj.v3i3.349

Abstract

Kaki diabetik merupakan komplikasi kronik pada tungkai bawah yang sering terjadi pada pasien Diabetes Melitus yang tidak terkontrol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jumlah leukosit dan jumlah jenis leukosit dengan glukosa darah pada pasien kaki diabetik. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, data diambil dengan total sampling yaitu sebanyak 32 sampel sesuai kriteria inklusi di RSUD Depok. Terdapat tiga jenis klasifikasi pada pasien diabetik yaitu komplikasi perifer, ulkus pedis dan gangren. Data glukosa darah yang digunakan yaitu glukosa darah sewaktu, didapatkan hasil uji korelasi dengan nilai p < 0,05 terdapat hubungan glukosa darah dengan neutrofil segmen (p=0,042), dan limfosit (p=0,035). Namun tidak terdapat hubungan antara glukosa darah sewaktu dengan jumlah leukosit (p=0,428), basofil (p=0,412), eosinfoil (p=0,154), neutrofil batang (p=0,140), dan monosit (p=0,644).
KORELASI KADAR AST DAN ALT CALON TENAGA KERJA INDONESIA PENDERITA HEPATITIS B DENGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI AN-NUR MEDICAL CENTER TAHUN 2020 Indah Andriyanti; Aturut Yansen; Dian Rachma Wijayanti
Binawan Student Journal Vol. 3 No. 3 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/bsj.v3i3.411

Abstract

Hepatitis B merupakan penyakit hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B (HBV). Infeksi dari HBV ini dapat menyebabkan peradangan hati akut ataupun kronis yang dapat berlanjut menjadi sirosis hati atau kanker hati. Gambaran klinis, evaluasi tes fungsi hati merupakan kriteria yang digunakan dalam mendiagnosis penderita hepatitis B. Peningkatan kadar spartate Aminotransferase (AST) dan Alanin Aminotransferase (ALT) merupakan salah satu kriteria penting dalam mendiagnosis pasien dengan hepatitis B. Indonesia adalah negara endemik hepatitis B, salah satu faktor yang menyebabkan kasus hepatitis B meningkat di negara Indonesia dikarenakan kurangnya kesadaran tentang PHBS, kurangnya pengetahuan, dan faktor kelelahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar AST dan ALT pada penderita hepatitis B calon TKI. Datadiambil dari data primer pasien hepatitis B yang melakukan pemeriksaan kadar AST dan ALT periode Januari – April 2020 di klinik An-Nur Medikal Center. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 38. Data analisis menjelaskan bahwa ada hubungan antara wilayah endemik dengan peningkatan kadar AST dan ALT faktor kelelahan, dan HBsAg dengan kadar AST dan ALT pada calon TKI. Sehingga dapat disimpulkan bahwa wilayah endemik, faktor kelelahan, dan HbsAg dapat mempengaruhi peningkatan kadar AST dan ALT.
ANALISIS ASURANSI JIWA KREDIT PADA LEMBAGA KEUANGAN MIKRO PT. ASURANSI JIWA SYARIAH AL AMIN BERDASARKAN JENIS KELAMIN Hikmah Rahmah; Azizah Dwi Aprilia; Puja Sukma Dhillawanda Nirosyanda
Binawan Student Journal Vol. 3 No. 3 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/bsj.v3i3.347

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mencari nilai Actuarial Present Value (APV) menggunakan konsep aktuaria asuransi jiwa berjangka dengan objek penelitiannya yaitu premi pada lembaga mikro PT. Asuransi Jiwa Syariah Al Amin. Konsep aktuaria pada premi memperhitungkan mortalita berdasarkan usia dan jenis kelamin, dan tingkat bunga yang ditetapkan pada BI rate terakhir periode tanggal 18 Maret 2021 sebesar 3.50% (bi.go.id). Hasil analisis dari perhitungan menunjukkan bahwa semakin tinggi usia, maka semakin tinggi pula peluang kematian. Begitu pula jika dilihat dari jenis kelamin, peluang kematian laki – laki akan lebih besar dari peluang kematian perempuan. Hasil perhitungan aktuaria menunjukkan semakin tinggi usia laki-laki maka peluang kematian laki-laki akan semakin meningkat. Berdasarkan hal tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa golongan perempuan dianggap memiliki resiko asuransi yang lebih baik dari laki-laki.

Page 1 of 1 | Total Record : 6