cover
Contact Name
Agus Zainudin
Contact Email
jurnalalashr21@gmail.com
Phone
+6281336390005
Journal Mail Official
jurnalalashr21@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kyai Mojo No.101, Kaliwates Kidul, Kaliwates, Kec. Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur 68133 Tel / fax : (0331) 428 732 ; 0857 4632 4403 / (0331) 428 732
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Ashr : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar
ISSN : 25028383     EISSN : 28083954     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Al-Ashr Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun pada periode Maret dan September. Jurnal Al-Ashr ini memuat dan menyebarluaskan berbagai hasil penelitian, kajian ilmiah Dosen, Guru, Praktisi, Pengawas, Mahasiswa dalam lingkup bahasan tentang (1). Pendidikan agama dan umum, (2). Pembelajaran Dasar, menengah, atas, tinggi, (3). Pembelajaran pada masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2016): Maret" : 11 Documents clear
KESEJAHTERAAN GURU DALAM PENINGKATAN KOMPETENSI GURU Suryadi
Al-Ashr : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 1 No 1 (2016): Maret
Publisher : PGMI Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.508 KB)

Abstract

Kompetensi guru adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh seseorang dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik serta bertanggung jawab dalam membantu mendewasakan peserta didik dalam proses pembelajaran.Kompetensi guru meluputi kompetensi paedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi professional dan kompetensi social. Dalam rangka melaksanakan tugasnya-tugasnya, guru harus memiliki berbagai kompetensi diantaranya kompetensi profesional yang meliputi Kemampuan untuk mengembangkan pribadi peserta didik, khusunya kemampuan intelektual serta membawa peserta didik untuk menjadi anggota masyarakat Indonesia yang bersatu berdasarkan pancasila dan mampu mencerdaskan kehidupan bangsa. Gambaran ideal tersebut dapat diwujudkan meskipun kesejahteraan guru masih belum terpenuhi secara optimal, karena kesejahteraan guru bukan merupakan salah satu factor penghambat kinerja mengajar bagi guru professional tetapi harus menjadi skala proritas pemerintah dan pengelola lembaga pendidikan. Profesi guru adalah profesi yang sangat mulia, terhormat dan merupakan pekerjaan tanpa tanda jasa, guru yang tanpa tanda jasa melakukan tugasnya tanpa mengharap imbalan dan melaksanakan tugasnya dengan penuh keikhlasan. Mainset ini tetap harus hidup dalam jiwa setiap guru, akan tetapi yang harus mengerti adalah pihak kepala sekolah dan pemerintah bersama-sama memikirkan kesejahteraan guru- ketika guru sejehtera maka murid pun ikut sejehtera.
MELAHIRKAN SUMBER DAYA GURU (SDG) MI UNGGULAN DI ERA GLOBALISASI Yanuar Dianto, Elga
Al-Ashr : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 1 No 1 (2016): Maret
Publisher : PGMI Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.263 KB)

Abstract

Memasuki era globalisasi sekarang ini kita dibawa kepada suatu kesadaran global yaitu fase dimana dunia terbuka tanpa batas. Di dalam dunia yang tanpa batas inilah terjadi persaingan yang mencangkup seluruh aspek kehidupan. Globalisasi terjadi Antara lain disebabkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi terutama tekhnologi informasi yang semakin hari semakin pesat dan berkembang.(mulyasa.2002;3) Untuk itu diperlukan upaya perubahan mendasar dalam berbagai bidang kehidupan, ekonomi, politik, sosial, dan budaya, termasuk pendidikan. Di sisi lain, untuk dapat keluar sebagai pemenang dalam era yang penuh persaingan ini maka kata kuncinya adalah sumber daya manusia yang  berkualitas. Dan oleh karena itu pendidikan menjadi sebuah keniscayaan yang tidak dapat ditawar-tawar lagi, karena salah satu wahana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia tersebut adalah melalui pendidikan yang berkualitas.
PERAN PENDIDIKAN PRAMUKA DALAM MENINGKATKAN AKHLAK SISWA MI DARUL FALAH BESUK WIROWONGSO AJUNG JEMBER 2015 Hadis Surur, Ihda
Al-Ashr : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 1 No 1 (2016): Maret
Publisher : PGMI Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.426 KB)

Abstract

MI Darul Falah didirikan agar menjadi pelayan masyarakat untuk membantu menjadikan insan yang berakhlakul karimah. Untuk mewujudkan hal itu MI Darul Falah berikhtiyar untuk berbenah dan improfisasi mulai Kegiatan Belajar Mengajar, fasilitas dan mengembangkan kegiatan ektrakulikuler. Kegiatan pramuka diproyeksikan untuk pembentukan dan peningkatan berkarakter siswa dan berakhlakul karimah. kegiatan-kegiatan pramuka adalah kegiatan melatih ketangkasan siswa dan melatih sensitif siswa untuk memiliki kecintaan tanah air dan ketaatan dalam beragama serta mendemons-trasikan karakter keteladanan para tokoh pejuang Islam. Disinilah letak bahwa kegiatan pramuka sangat berperan dalam peningkatan akhlaq siswa.
PEMBELAJARAN PLURALISME PRESPEKTIF KH. HASYIM MUZADI Yoyok Marsidi
Al-Ashr : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 1 No 1 (2016): Maret
Publisher : PGMI Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.082 KB)

Abstract

Seiring tumbuhnya Islam di Indonesia, bermacam paham agama masuk ke dalam masyarakat seperti paham wahabisme dan salafisme dari jazirah Arab. Namun masyarakat Indonesia tidak mudah ditembus dan dipengaruhi oleh dua paham ini. Dan terbukti nyata paham ini butuh puluhan bahkan ratusan tahun untuk bisa terserap oleh masyarakat Indonesia. Dan kini dua paham itu telah tampil mencengkeram sebagian dari bangsa Indonesia dan merusak kedamaian beragama yang sudah berjalan ratusan tahun di bumi Indonesia. Namun benar apa yang ditulis Media Indonesia di Editorialnya bahwa masyarakat Indonesia masih boleh berharap banyak pada dua pengawal sejati pluralisme di Indonesia, yaitu NU dan Muhammadiyah. Bagaimana pun NKRI adalah harga mati dan pluralisme adalah jaminannya. Tidak akan terwujud sebuah negara kesatuan dengan Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha di dalamnya tanpa ada tenggang-rasa antar umat beragama. Tidak akan ada kedamaian dan ketenteraman dalam menjalankan ibadah ketika nilai-nilai ”lakum diinukum waliya din” sudah tidak lagi diamalkan bangsa Indonesia. Jika sudah tidak lagi ada kerukunan antar umat beragama mungkin bisa jadi bangsa Indonesia akan menjadi bangsa barbar yang beringas. Dan bukan mustahil satu agama dan agama yang lain akan saling menjatuhkan dan berperang di atas bumi Indonesia. Sungguh tidak ada satu agama pun yang menghendaki hal seperti ini.
FENOMENA HOMESCHOOLING DALAM PERSPEKTIF PEDIDIKAN ISLAM muhammad Ilyas
Al-Ashr : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 1 No 1 (2016): Maret
Publisher : PGMI Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.759 KB)

Abstract

Proses pembelajaran (instruksional proses) keluarga homeschooling dapat meman-faatkan fasilitas yang ada di dunia nyata, seperti fasilitas pendidikan (perpustakaan, museum, lembaga Penelitian), fasilitas umum (taman, stasiun, jalan raya), fasilitas sosial (taman, panti asuhan, rumah sakit), maupun fasilitas bisnis (mall, pameran, restoran, pabrik, sawah, perkebunan). Selain itu, keluarga homeschooling dapat menggunakan guru privat, tutor, mendaftarkan anak pada kursus atau klub hobi (komik, film, fotografi), dan sebagainya. Internet dan teknologi audio visual yang semakin berkembang juga merupakan sarana belajar yang biasa digunakan oleh keluarga homeschooling
PENDIDIKAN EMOTIONAL SPIRITUAL QUOTIENT (ESQ) DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM achmad
Al-Ashr : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 1 No 1 (2016): Maret
Publisher : PGMI Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.344 KB)

Abstract

Fenomena perkembangan abad mutakhir menghendaki adanya suatu sistem pendidikan yang komprehensif. Karena perkembangan masyarakat dewasa ini menghendaki adanya pembinaan peserta didik yang dilaksanankan secara seimbang antara nilai dan sikap, pengetahuan, kecerdasan, keterampilan, kemampuan komunikasi dan kesadaran akan ekologi lingkungan. Dengan kata lain, seimbang antara iptek dan imtaq. Untuk mewujudkan kemajuan dibidang Iptek manusia perlu mengasah dan mengembangkan potensi akalnya yaitu mengasah kecerdasan intelektualnya IQ (Intelektual Quotient), sedanghkan untuk mewujudkan Imtaq ia harus mengasah potensi EQ (Emotional Quotient), dan SQ (Spiritual Quotient) yang ada didalam dirinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Jenis penelitian library research. Sedangkan metode pengumpulan data dilakukan dengan study dokumentasi. Di analisis dengan reduksi data, display data, dan verifikasi data. Keabsahan data dicapai dengan menggunakan triangulasi dan pengamatan secara tekun. Hasil Penelitian ini adalah ESQ Model adalah sebuah mekanisme sistematis untuk mengatur ketiga dimensi manusia, yaitu body, mind dan soul atau dimensi fisik, mental dan spiritual dalam satu kesatuan yang integral. Sederhananya, ESQ berbicara tentang bagaimana mengatur tiga komponen utama, yaitu Iman, Islam dan Ihsan dalam keselarasan dan kesatuan tauhid.
PENERAPAN TEORI KOGNITIF SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN DI SD/MI (Analisis Pemikiran Albert Bandura) sul
Al-Ashr : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 1 No 1 (2016): Maret
Publisher : PGMI Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.94 KB)

Abstract

Penelitian Bandura mencakup banyak masalah yang bersifat sentral untuk teori belajar sosial, dan lewat penelitian-penelitian itu teorinya dipertajam dan diperluas. Penelitian ini meliputi studi tentang imitasi dan identifikasi, Perkuatan Sosial, Perkuatan Diri dan Pemonitoran, serta Perubahan Tingkah Laku melalui pemodelan. Bersama Richard Wakters sebagai penulis kedua, Bandura menulis Adolescent Aggression (1959), suatu laporan terinci tentang sebuah studi lapangan dimana prinsip-prinsip belajar sosial dipakai untuk menganalisis perkembangan kepribadian sekelompok remaja pria delinkuen dari kelas menengah,disusul dengan Social Learning and personality development(1963), sebuah buku dimana ia dan Walters memaparkan prinsip-prinsip belajar sosial yang telah mereka kembangkan beserta evidensi atau bukti yang menjadi dasar bagi teori tersebut. Pada tahun 1969, Bandura menerbitkan Principles of behavior modification, dimana ia menguraikan penerapan teknik-teknik behavioral berdasarkan prinsip-prinsip belajar dalam memodifikasi tingkah laku dan pada tahun 1973,”Aggression: A sociallearning analysis.
TAFSIR, TAKWIL DAN HERMENEUTIK fitriyatul
Al-Ashr : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 1 No 1 (2016): Maret
Publisher : PGMI Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.454 KB)

Abstract

Al-Qur‟an adalah sumber yang pertama dan utama bagi umat Islam. Kebahagiaan mereka bergantung pada pemahaman maknanya,pengetahuan rahasia-rahasianya dan pengamalan apa yang terkandung di dalamnya. Kemampuan setiap orang dalam memahami lafadz dan ungkapan Al-Qur‟an tidak sama satu sama lainnya. Kalangan awam hanya dapat memahami makna-makna dhahirnya dan pengertian ayatayatnya secara global. Sedangkan kalangan cendikiawan atau terpelajar akan dapat memahami dan menginterpretasikan makna-makna lebih detail dan mendalam serta juga mampu memahami dan mengungkap makna yang tersembunyi di balik teks-teks Al-Qur‟an. Di samping itu juga, perbedaan terjadi di kalangan intelektual muslim dalam mengungkap, memahami dan menafsirkan teks-teks Al-Qur‟an yang tidak jarang menimbulkan claim kebenaran (truth claim) terhadap masing-masing kelompok. Sebagian kelompok mengclaim bahwa penafsiran kelompoknya yang paling benar, begitu pula pada kelompok lainnya sehingga persoalan ini menyebabkan konflik antara beberapa kelompok yang memiliki penafsiran berbeda-beda terhadap makna yang terkandung dalam teks-teks Al-Qur‟an. Perbedaan penafsiran tersebut merupakan salah satu faktor kemunculan beberapa metodologi atau disiplin keilmuan mengenai cara menafsirkan dan menakwilkan ayat-ayat Al-Qur‟an yang masih memiliki makna global.
PERAN EKONOMI SOSIAL KELUARGA DALAM MENINGKATKAN SEMANGAT STUDI ANAK DUSUN PATEGALAN-TAMBAK- BAWEAN-GRESIK TAHUN 2016 Ahmad
Al-Ashr : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 1 No 1 (2016): Maret
Publisher : PGMI Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.208 KB)

Abstract

Peneliti menemukan informasi berasal dari anggapan masyarakat bahwa pada umumnya masyarakat kelas ekonomi socialberada pada kelas menengah dan kelas bawah dan hidup di pegunungan bahwa mereka tidak memikirkan pendidikan anak, tidak membayangkan anak tuntas pendidikannya. Itu disebabkan pertama karena ruang gerak mereka sempit jadi memandang hidup dunia anak hanya dipahami dunia anak itu sekitar mereka hidup, tidak mereka pikirkan bahwa dunia luas berinteraksi dengan orang luar penuh kompetisi bebas menitikberatkan pada kompetensi (skill). Kedua adanya semangat yang lemah dari orang tua, tidak menyadari suatu saat anaknya akan sukses dan berprestasi. Semangat lemah orang tua itu sudah mengakar kuat menjadi racun asumsi anak untuk maju berpengalaman luas, sebagaimana hasil rekam interview ditemukan bahwa aku anak orang gunung, tidak punya uang, kerja orang tua ke sawah dan ngarit beri makan sapi, tinggal di desa, pendidikan tidak mendatangkan uang, saya tidak butuh pendidikan tinggi, yang penting pendidikan SD lulus sekedar bisa baca tulis. Ungkapan kata-kata itu, akibat lemah ekonomi social orang tua, sehingga mengekang anak supaya dapat membantu pekerjaan orang tuanya “ngarit, kesawah1, anak-anak mereka tidak berani menyampaikan keinginan belajar dan melanjutkan studinya, kadang sebagian kecil ada orang tua yang keras,”ketika si anak itu diperintah orang tua “ngarit, kesawah” tidak mau, maka orang tua itu marah dan memukul anaknya.
POLA PENDEKATAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH/MADRASAH (MBM) Hafid, Muhammad
Al-Ashr : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 1 No 1 (2016): Maret
Publisher : PGMI Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.134 KB)

Abstract

Upaya untuk memajukan kualitas masyarakat melalui pendidikan umum yang terintegrasi dalam lingkungan pesantren terjadi sejak pada masa politik kolonial Belanda, kemunculan madrasah di Indonesia dari “perut” pesantren mengharuskan pesantren siap menjadi kiblat bagi pengembangan madrasah. Dalam konteks perbaikan manajemen madrasah, kita tidak bisa meninggalkan kaidah-kaidah umum manajemen,1 karena dalam sebuah institusi dan lembaga akan menjadi sangat urgen, itu disebabkan manajemen dapat mengarahkan dan memberikan andil yang begitu besar dan kuat.Beberapa perbaikan pada lembaga pesantren yang menyangkut masalah sistem dan manajemen bisa dijadikan elan vital untuk perbaikan dan pengembangan lembaga pendidikan madrasah di masa depan.

Page 1 of 2 | Total Record : 11