cover
Contact Name
Ahmad Rustam
Contact Email
ahmad.rustam1988@gmail.com
Phone
+6285399507330
Journal Mail Official
ahmad.rustam1988@gmail.com
Editorial Address
http://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajup/1
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Arus Jurnal Pendidikan
Published by Arden Jaya Publisher
ISSN : 28079566     EISSN : 28079558     DOI : 10.57250
Core Subject : Education, Social,
Arus Jurnal Pendidikan atau di singkat dengan (Ajup) adalah jurnal ilmiah yang memuat artikel-artikel hasil-hasil penelitian, kajian literatur, review buku pada bidang pendidikan secara umum, pendidikan yang berkaitan dengan masalah pendidikan baik siswa, guru, sekolah. selain itu, media, metode, model pembelajaran sampai kepada penilaian dan evaluasi pendidikan. Arus Jurnal Pendidikan (Ajup) terbit 3 (tiga) kali dalam setahun yaitu bulan April, Agustus, dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1: April (2023)" : 6 Documents clear
Peran Manajemen Pendidik dalam Meningkatkan Mutu Kualitas Sekolah An Nisaa Zukhrufatul; Dahlia Fitri Ichsanti; Farid Setiawan
Arus Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1: April (2023)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajup.v3i1.157

Abstract

The success that schools have can be seen how the division of tasks in designing, mastering and even managing organizations or groups to improve quality. To find out how to set up a management system so that schools can improve their quality. This study uses data collection methods or literature learning. In improving the quality of schools, several roles of educators are needed, namely (1) the role of the teacher in building, seeking and finding focused learning; (2) The role of the teacher during teaching and learning activities needs to apply creativity and initiative. because conventional education is very inclined to show the mechanical skills that a person has in completing the work he faces.; (3) The role of the teacher during teaching and learning activities needs to apply interactions between fellow educators and other students and work together in a team.
Persepsi Guru MTsN 1 Lima Puluh Kota Tentang Asesmen Kompetensi Minimum Teti Asmarni; Supratman Zakir
Arus Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1: April (2023)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajup.v3i1.184

Abstract

The government, in this case the Ministry of Education and Culture as the organizer of education in Indonesia, always tries to make changes for the better. The writing of this article aims to analyze the perceptions of MTsN 1 Lima Puluh Kota teachers about the Minimum Competency Assessment (AKM). This research uses a survey method with descriptive qualitative research type. Data were obtained through interviews and documentation. The data obtained was analyzed by reducing the data by describing the results of the interview. The results showed that almost all teachers had a positive perception of the AKM. Some of the obstacles encountered during the implementation of the AKM and character survey came from the factor of students who were slow in operating computers and did not understand the meaning of questions with various types of questions. The obstacle on the teacher's side was the teacher's competence in assisting students to prepare for the AKM. The efforts of madrasah and teachers to complete infrastructure, train students to operate computers, train students with questions, habituation of madrasah literacy activities. The results showed that minimum competency assessment needs to be socialized to students and training for teachers. Keywords: Perception, Teachers, Minimum Competency Assessment (MCA)
Pendidikan Seumur Hidup Perspektif Hadis Febri Malfi; Sudirman; Edi Safri; Rehani
Arus Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1: April (2023)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajup.v3i1.189

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana konsep pendidkan seumur hidup menurut tinjauan hadis. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Penelitian kepustakaan adalah penelitian yang dilakukan di perpustakaan atau museum terhadap bahan-bahan berupa buku-buku, majalah atau dokumen lainnya yang lainnya yang ada. Belajar kapan saja, maksudnya adalah waktu yang kita gunakan untuk belajar tidak terbatas. Tidak hanya 6 jam aktif pelajaran yang diwajibkan di sekolah saja. Tetapi juga di luar jam-jam tersebut kita juga bisa melakukan proses belajar. Bahkan terkadang kita tidak sadar bahwa saat itu apa yang kita lakukan tersebut adalah proses belajar. Bisa dibilang bahwa setiap hari dan setiap waktu kita sedang dalam proses belajar. Karena banyak hal yang bisa kita pelajari di setiap waktu tersebut. Tidak heran bahwa ada pepatah yang mengatakan “Time is Money”, waktu itu sangat berharga. Jadi kita harus senantiasa memanfaatkan waktu kita untuk belajar. Tidak hanya saat kita masih kecil, tetapi mulai dari usia anak-anak sampai akhir hayat kita. Tidak hanya belajar di sekolah, tetapi juga di luar sekolah. Belajar tidak hanya berlaku untuk pelajaran sekolah, tetapi untuk semua pengetahuan. Pengetahuan umum, pengetahuan untuk bersosialisasi dengan orang lain dan juga makhluk lain, pengetahuan untuk memperbaiki diri, pengetahuan untuk menjadi makhluk Allah SWT yang baik, pengetahuan untuk bertahan hidup di dunia, pengetahuan untuk mempersiapkan kehidupan di akhirat, dan segala pengetahuan yang di dunia ini. Jadi hiduplah untuk belajar, dan belajarlah untuk hidup.
Kebangkitan dan Perkembangan Madrasah di Indonesia Febri Malfi; Sudirman; Zulmuqim; Duski Samad
Arus Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1: April (2023)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajup.v3i1.190

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perkembangan dan kebangkitan madrasah di Indonesia, mulai dari masa penjajahan sampai dengan sekarang ini. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Penelitian kepustakaan adalah penelitian yang dilakukan di perpustakaan atau museum terhadap bahan-bahan berupa buku-buku, majalah atau dokumen lainnya yang lainnya yang ada. Latar belakang kelahiran madrasah itu bertumpu pada dua faktor penting. Pertama, pendidikan Islam tradisional dianggap kurang sistematik dan kurang memberikan kemampuan pragmatis yang memadai. Dan kedua, laju perkembangan sekolah-sekolah ala Belanda di kalangan masyarakat cenderung meluas dan membawakan watak sekulerisme sehingga harus diimbangi dengan sistem pendidikan Islam yang memiliki model dan organisasi yang lebih teratur dan terencana. Keputusan Bersama Tiga Menteri ( Menteri Agama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri dalam Negeri) tahun 1975, tentang penyetaraan pendidikan madrasah serta peningkatan mutu madrasah, yang berusaha mengembalikan mainstream pendidikan nasional. Melihat kenyataan sejarah, kita tentunya bangga dengan sistem dan lembaga pendidikan Islam madrasah yang ada di Indonesia. Apalagi dengan metode dan kurikulum pelajarannya yang sudah mengadaptasi sistem pendidikan serta kurikulum pelajaran umum.
Efektivitas Daring pada Mata Pelajaran Aqidah Akhlak Asriannor Asriannor
Arus Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1: April (2023)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajup.v3i1.207

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran daring dalam pembelajaran Aqidah Akhlak di kelas VIII-2 MTs Negeri 3 Paser. Pertanyaan yang ingin dijawab melalui penelitian ini adalah: Apakah pelaksanaan pembelajaran daring dalam pembelajaran Aqidah Akhlak di kelas VIII-2 terbukti efektif? Apa kelebihan dan kekurangan pembelajaran daring pada pembelajaran Aqidah Akhlak di kelas VIII-2? Bidang apa saja yang perlu diperbaiki agar pelaksanaan pembelajaran daring berjalan dengan lebih baik? Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara dan dokumentasi. Subyek penelitian adalah siswa/i kelas  VIII-2 MTs Negeri 3 Paser. Teknik analisa data pada penelitian ini menggunakan analisa data deskriptif kualitatif model interaktif dari Milles dan Michael Huberman yan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa 1) Pelaksanaan pembelajaran daring dalam pembelajaran Aqidah Akhlak di kelas VIII-2 kurang efektif. 2) Kelebihan pembelajaran daring terdiri dari tiga jalur kegiatan bersamaan yaitu; reduksi data, penyajian data, dan penarikan dalam pembelajaran Aqidah Akhlak di kelas VIII-2  adalah waktu belajar fleksibel, siswa lebih dekat dengan orang tua, siswa tidak bergantung pada guru dan melatih kepercayaan diri siswa. Sedangkan kekurangan pelaksanaan pembelajaran daring adalah guru tidak dapat berinteraksi langsung dengan siswa, serta tidak stabilnya jaringan internet. 3) Bidang yang diperbaiki agar pembelajaran daring berjalan lebih baik adalah penggunaan media pembelajaran yang lebih menarik seperti video animasi, slide show power.
Evaluasi Program Ekstrakurikuler Keagamaan di Sekolah Baqi Nurul Hakkurahmy
Arus Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1: April (2023)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajup.v3i1.209

Abstract

Islamic Religious Education is one of the subjects that must be taught at all types and levels of education in Indonesia. The strategic position of these subjects is related to efforts to achieve national education goals, namely the formation of human beings who believe and fear God Almighty. This type of research is descriptive research. The approach used in this study is a qualitative approach. The qualitative approach in this study was used to describe the evaluation of the Islamic Religious Education program at the Cordova Samarinda Integrated Islamic Elementary School. The results of the research and data processing are: 1) Evaluation procedures for religious extracurricular programs covering three aspects, namely cognitive, affective and psychomotor aspects have been carried out. 2) Implementation of religious extracurricular evaluations, at SDIT Cordova it is held in formal hours because learning is carried out from morning to evening as for adding practice hours it is carried out on Saturdays and Sundays. 3) Follow-up on the evaluation of religious extracurricular programs, at SDIT Cordova it is used to develop school programs, take part in competitions, report data to students' parents and provide material for consideration for continuing to high school and leading activities at school.

Page 1 of 1 | Total Record : 6