cover
Contact Name
Hariyanto
Contact Email
kpihariyanto@gmail.com
Phone
+6285788740474
Journal Mail Official
Dakwahalidzaah@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH Dewantara No.116 Iringmulyo, Metro Timur, Kota Metro Lampung
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
Al-Idzaah : Jurnal Dakwah dan Komunikasi
ISSN : 26139707     EISSN : 27221091     DOI : https://doi.org/10.24127
Jurnal Al-Idzaah : Dakwah dan komunikasi mempublikasikan artikel dakwah dan ilmu komunikasi. Scope artikel meliputi kajian media, dakwah, komunikasi, analisis framing.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 01 (2020)" : 5 Documents clear
MORALITAS DAN TANGGUNGJAWAB DALAM BERKOMUNIKASI: FENOMENA SEXTING DI KALANGAN REMAJA Rosyada, Amrina
AL-IDZAAH: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 2 No. 01 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.205 KB) | DOI: 10.24127/al-idzaah.v2i01.245

Abstract

Salah satu bentuk kejahatan di media sosial dalam lingkup cybersex adalah sexting di kalangan remaja. Sexting menjadi gaya ‘pacaran baru’ pada remaja saat ini. Hal tersebut menandakan masih banyak perilaku amoral yang dilakukan tanpa pengawasan orangtua. Moralitas dan tanggung jawab merupakan aspek penting dalam kehidupan untuk menjaga sistem sosial yang baik.Tulisan ini berfokus untuk mendialogkan teks Alquran surat Annur:23-25 dan Qaf:18 dengan konteks yang sesuai dengan keadaan hari ini. Surat Annur mengisahkan tentang Aisyah yang difitnah berzina oleh salah satu sahabat Nabi karena mereka tertinggal rombongan. Hal ini berkenaan dengan penyebaran isu yang tidak benar sehingga merusak citra, nama baik Aisyah dan keluarga Rasulullah SAW. Surat Qaf:18 berkenaan dengan pengawasan kedua malaikat (Raqib dan Atid) dalam segala perilaku manusia di dunia. Sementara kasus yang diambil dalam konteks tersebut ialah fenomena cybersex berupa sexting (sex and texting) di kalangan remaja hari ini. Terkait moralitas dan tanggung jawab, penulis ingin mamaparkan bagaimana fenomena sexting termasuk dalam pelanggaran moralitas (pencemaran nama baik), dampak dan bentuk tanggung jawab yang sudah diatur dalam Undang-undang.
PERSEPSI HIJAB SYAR’I DALAM TREND JILBAB DI KALANGAN REMAJA Nurkhomsah, Siti
AL-IDZAAH: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 2 No. 01 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/al-idzaah.v2i01.246

Abstract

Trend hijab syar’i merebak di kalangan remaja, penelitian ini menjelaskan persepsi Remaja Islam masjid Al-I’anah terhadap persepsi hijab syar’i dan trend hijab. Penelitian ini bersifat deskriptif -kualitatif Penelitian ini menggambarkan bahwa persepsi Remaja Masjid Al-I’anah terhadap Hijab Syar’i bahwa hijab Syar’i merupakan suatu trend masa kini, Dan Pemahaman terhadap jilbab merupakan kerudung (khimar) bukan sejenis baju kurung atau gamis. Remaja Masjid Al-I’anah menyadari bahwa kewajiban sebagai seorang muslimah adalah mengenakan jilbab yang sesuai syariat Islam dan merasakan manfaat mengenakan jilbab baik secara rohani maupun jasmani.
ANALISIS METODE DAKWAH RASULULLAH DALAM MEMBANGUN KELUARGA ISLAMI DALAM BUKU ”ADA SURGA DI RUMAHKU” KARYA AMRU KHOLID Effendi, Irwan; Sabdo, Sabdo; Nur, Muhammad
AL-IDZAAH: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 2 No. 01 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.552 KB) | DOI: 10.24127/al-idzaah.v2i01.247

Abstract

Jika ada surga di dunia, maka surga itu adalah pernikahan yang bahagia. Tetapi jika ada neraka di dunia, itu adalah rumah tangga yang penuh pertengkaran dan kecurigaan-kecurigaan yang menakutkan di antara suami dan istri. Penelitian ini mengunakan desain deskriptif kualitatif. Dari analisis data diperoleh Metode dakwah Rasul dalam buku “Ada Surga di Rumahku”-karya Ahmad Kholid, yakni Metode Ceramah, Metode Tanya Jawab, Debat (Mujadalah), Percakapan Antar Pribadi, Metode Demonstrasi. Kemudian konsep keluarga Rasul menurut Amru Kholid yakni Orang Tua Sebagai Teladan yang Baik, Runah tangga sebagai barometer ketaqwaan, Memberikan kasih sayang kepada anak, Orang tua sebagai pendidik di rumah, Hak-hak suami-istri yang harus di jalankan, berbakti kepada orangtua, dan penanaman akhlak.
HISTORI DAN PERAN DAKWAH SHAHABIYAH (KHADIJAH, AISYAH & UMMU SALAMAH) Sulasmini, Rita; Songidan, Junaidi; Nur, Muhammad
AL-IDZAAH: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 2 No. 01 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.744 KB) | DOI: 10.24127/al-idzaah.v2i01.248

Abstract

Rasulullah SAW sangat dekat dan menyayangi para sahabat-shabat wanita (Shahabiyah). Dari bimbingan Rasulullah SAW, banyak menjadikan orang-orang shalihah yang dapat dijadikan teladan sepanjang zaman dan tetap berpegang teguh dengan Ad-Din Allah SWT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah hidup Shahabiyah (Khadijah binti Khuwailid, Aisyah, dan Ummu Salamah). Metode penelitian ini menggunakan metode deskritif analisis, dengan penelitian pustaka (library research). Dakwah Shahabiyah Rasulullah SAW disampaikan dengan kalimat yang indah, berbobot dan berpengaruh terhadap perubahan akhlak kaum wanita menuju akhlak mulia.
RELASI KREDIBILITAS DA’I DAN KEBUTUHAN MAD’U DALAM MENCAPAI TUJUAN DAKWAH Hariyanto, Hariyanto
AL-IDZAAH: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 2 No. 01 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.59 KB) | DOI: 10.24127/al-idzaah.v2i01.249

Abstract

Orientasi dakwah bukan berpusat pada kepentingan da’i melainkan kebutuhan mad’u (mad’u centred preaching). Mad’u memiliki beragam harapan-harapan terhadap da’i mulai dari pemilihan metode dakwah, materi yang disampaikan dan media yang digunakan. Penelitian ini bersifat deskriptf dengan “pisau” analisis Teori Jude Burgoon. Peneliti menyimpulkan para mad’u memiliki harapan-harapan atas kehadiran da’i. Kurang tepatnya penyampaian dan pemilihan pesan oleh da’i tidak dapat dikatakan gagal. Hal ini tergantung bagaimana mad’u menyikapinya. Ketidaktepatan pemilihan pesan dakwah dan cara penyampaiannya dapat dinilai positif, jika mad’u menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang fitrah.

Page 1 of 1 | Total Record : 5