cover
Contact Name
Erasiah
Contact Email
prodi_spi@uinib.ac.id
Phone
+6283157602457
Journal Mail Official
prodi_spi@uinib.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Mahmud Yunus Nomor 1 Padang. Program Studi Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Imam Bonjol Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam
ISSN : 2339207X     EISSN : 26143798     DOI : -
Core Subject : Religion,
Khazanah : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam is a scientific journal published periodically twice a year in June and December by the Islamic History and Civilization Department, Faculty of Adab dan Humaniora, Imam Bonjol State Islamic University Padang. This journal focuses on any research related to the history of Islamic culture and the history of Islamic civilization. Scope of Khazanah: Journal of Islamic History and Culture includes classical religious manuscripts, Contemporary religious manuscripts, socio-religious history, religious archeology, archipelago religious arts
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1 (2020): Januari - Juni" : 6 Documents clear
Dinamika Islam di Indonesia Awal Abad-21 Gena Alvionita; Arki Auliahadi
Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol. 10 No. 1 (2020): Januari - Juni
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.258 KB) | DOI: 10.15548/khazanah.v10i1.259

Abstract

Pembahasan dalam tulisan ini merupakan sebuah paparan tentang keadaan Islam di Indonesia awal abad ke 21 atau millenium ke 3. Pada waktu tersebut, keinginan umat Islam untuk kembali kepada ajaran Islam sudah sangat kuat sehingga muncul banyak pemikir Islam dan organisasi keislaman yang berdakwah mengajak masyarakat dengan paham keislamannya. Hal ini menimbulkan suatu dinamika tersendiri dalam perkembangan Islam di Indonesia. Tujuan penulisan ini untuk mendeskripsikan bagaimana keadaan dan perkembangan Islam pada awal abad ke 21 di Indonesia, munculnya cendekiawan Muslim dan organisasi-organisasi keislaman. Mengetahui seluk beluk bagaimana organisasi itu muncul dan bagaimana pandanganya  tentang islam saat ini. Karena minimnya masyarakat tentang Islam maka melalui organisasi inilah mereka membahas secara rinci perkembangan islam pada abad 21, walaupun dalam pembahasan mereka itu banyak konflik interen maupun eksteren. Tetapi tidak semua organisasi menimbulkan konflik terkadang ada diantara pendapat mereka yang membuat masyarakat ingin lebih memperdalam islam. Dan keinginan untuk mengembalikan Islam Sejati sesuai Al-Qur’an dan Sunnah.
Pengaruh Taswuf Falsafi Dalam Penyebaran Islam di Nusantara Pada Abad 17M Iril Admizal; Arki Auliahadi
Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol. 10 No. 1 (2020): Januari - Juni
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.037 KB) | DOI: 10.15548/khazanah.v10i1.260

Abstract

Sejak awal masehi kawasan Nusantara  telah berfungsi sebagai jalur lintas perdagangan bagi kawasan Asia Barat, Asia Timur dan Asia Selatan. Kedatangan Islam di Nusantara penuh dengan perdebatan, terdapat tiga masalah pokok yang menjadi perdebatan para sejarawan. Pertama, tempat asal kedatangan Islam. Kedua, para pembawanya. Ketiga, waktu kedatanganya. Namun, Islam telah masuk, tumbuh dan berkembang di wilayah Nusantara dengan cukup pesat. Mengingat kedatangan Islam ke Nusantara yang pada saat itu sudah memiliki budaya Hindu-Budha. Maka hal ini sangat menggembirakan karena Islam mampu berkembang di tengah kehidupan masyarakat yang telah memiliki akar budaya yang cukup kuat dan lama. Kedatangan Islam ke wilayah Nusantara mengalami berbagai cara dan dinamika, antara lain dengan perdagangan, pernikahan, sosial budaya, dan sebagainya. Hal ini menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan Islam di wilayah ini memiliki corak tersendiri.
Persatuan Mahasiswa Islam Patani Thailand Indonesia (PMIPTI) Kota Padang Dalam Mempertahankan Eksistensi Budaya Melayu Doni Nofra; Inggria Kharisma
Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol. 10 No. 1 (2020): Januari - Juni
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.389 KB) | DOI: 10.15548/khazanah.v10i1.261

Abstract

PMIPTI adalah sebuah organisasi mahasiswa Patani Thailand yang ada di Indonesia, organisasi ini didirikan untuk menyatukan mahasiswa Patani yang menuntut ilmu ke Indonesia. Organisasi ini suda memiliki beberapa cabang di seluruh Indonesia, juga salah satunya di Kota Padang. Penelitian ini dilakukan untuk melihat usaha yang dilakukan anggota PMIPTI dalam mempertahankan budaya Melayu di Indonesia khususnya di Padang. Penelitian ini dilaksanakan berkaitan dengan hasil diskusi penulis dengan beberapa orang anggota PMIPTI Padang tentang kondisi keberadaan mereka di Indonesia khususnya di Padang, begitu juga berkaitan dengan kampung halamannya Thailand Selatan Patani. Keberadaan anggota PMIPTI di indonesia khususnya Padang, tidak hanya berkumpul-kumpul saja melainkan juga mencapai satu misi untuk mempertahankan budaya Melayu yang di Patani hari ini sudah banyak dihilangkan bahkan generasi muda Patani hari ini banyak yang tidak mengenal budaya Melayu yang merupakan jati diri Patani dahulunya. Mulainya hilang budaya Melayu di Patani salah satunya disebapkan oleh kebijakan pemerintahan Thailand yang ingin menghilangkan budaya Melayu yang pernah ada di Thailand. Salah satu usaha yang dilakukan pemerintah Thailand adalah melalui program pendidikan yang menggunakan bahasa Thai dalam kurikulumnya. Selain itu, anak-anak Patani sedikit sekali mendapatkan pencerahan berkaitan budaya Melayu. Untuk mempertahankan budaya Melayu Patani, PMIPTI Padang berusaha untuk mengulang dan mempelajari agar budaya mereka tetap bisa dipertahankan. Salah satu usaha yang dilakukan PMIPTI Padang adalah melakukan pembinaan bahasa Melayu bagi anggota PMIPTI, membudayakan berpakayan Melayu di setiap acara PMIPTI dan kegiatan lainnya. Kegiatan ini dilakukan PMIPTI padang agar mereka bisa mengetahui bagaimanabudaya mereka dahulunya sangat baik, namun hari ini sudah mulai hilang dan tidak ada lagi.
Pembangunan Pada Masa Kedatukan Sriwijaya wanada hapidi
Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol. 10 No. 1 (2020): Januari - Juni
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.877 KB) | DOI: 10.15548/khazanah.v10i1.273

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menerangkan pembangunan yang pernah ada dan dibuat pada masa kerajaan Sriwijaya yang berjaya pada abad ketujuh ini. Seperti yang kita ketahui bahwa Sriwijaya adaalah kerajaan maritime terbesar di Asia Tenggara dan merupakan pusat penyebaran dan kegiatan agama Buddha. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode historis dengan empat tahapannya yaitu heuristik atau pengumpulan sumber, kritik atau verifikasi sumber, interpretasi atau penafsiran sumber dan historiografi atau penulisan sejarah. Hasil penelitian menunjukan bahwa Sriwijaya adalah kerajaan maritim yang besar dengan penguasa yang hebat, hal ini terlihat dari upaya yang dilakukan Dapunta Hyang dalam membuat strukturketatanegaraan, aturan, serta upaya penataan lingkungan dan ruang, hal ini ada dalam isi Prasasti Kedukan Bukit (682 M), Telaga Batu, dan Talang Tuwo (684 M). Kemudian dalam aspek pertahanan Negara dibangun armada laut serta benteng-benteng di wilayah kekuasaannya yang tercatat dalam prasasti Tanjore. Sriwijaya juga membangun berbagai prasasti, arca, maupun candi. Walau Sriwijaya menganut Buddha sebagai agama resmi namun juga terdapat peninggalan yang bercorak Hindu. Penelitian mengenai seperti apa pembangunan yang ada pada masa Sriwijaya ini sangat perlu untuk dilakukan penelitian lebih lanjut demi memperoleh sumber yang lebih relevan dan terpercaya diharapkan pihak pemerintah memberikan bantuan dan dukungan untuk para arkeolog dalam melakukan penelitian terhadap Kedatukan Sriwijaya yang pernah berkuasa di Asia Tenggara ini.
Pendidikan Islam dan Pengaruhnya Terhadap Keber-agamaan di Minangkabau Alfurqan
Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol. 10 No. 1 (2020): Januari - Juni
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.683 KB) | DOI: 10.15548/khazanah.v10i1.274

Abstract

Dalam dinamika keagamaan di Minangkabau telah terjadi beberapa gelombang arus pembaharuan di Minangkabau, hal ini disebabkan oleh pengaruh Pendidikan yang diterima oleh ulama dan masyarakat di Minangkabau. Seluruh ulama yang terlahir di Minangkabau adalah hasil dari didikan surau, namun karena keilmuan Islam bersumber dari Timur Tengah, oleh sebab itu banyak dari ulama Minangkabau yang mematangkan pendidikan Islam di Timur Tengah. Timur Tengah yang saat itu menjadi pusaran perpaduan kultur budaya dan pemikiran reformis dalam Islam, sehingga hal ini mempengaruhi sebagian pelajar dari Minangkabau yang kemudian dikenal dengan kelompok modernis (kaum muda), dan pelajar yang masih terbentengi dari pengaruh tersebut dan masih berpegang kokoh dengan pendidikan surau dan pemikirannya dianggap sebagai kaum tradisional (kaum tua). Pengaruh dari kedua kelompok ulama ini melahirkan dinamika kebereagamaan di Minangkabau dan keragaman praktek keagamaan beserta polemik-polemik di awal abad ke-20.
Nasionalisme: Akar dan Pertumbuhannya di Minangkabau Danil Mahmud Chaniago; Umi Rusmiani Humairah; Rengga Satria
Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol. 10 No. 1 (2020): Januari - Juni
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.773 KB) | DOI: 10.15548/khazanah.v10i1.293

Abstract

Akar Nasionalisme di Minangkabau dapat ditelusuri sejak adanya gerakan pembaharuan Islam yang diinisiasi oleh ulama Kaum Muda pada awal abad ke duapuluh. Setelah sukses melahirkan banyak lembaga pendidikan Gerakan ini kemudian mengalami pergeseran menjadi gerakan Sosio-Agama dan Sosio-Politik. Dalam bidang politik gerakan ini mendapat dukungan masyarakat di seluruh pelosok Minangkabau. Bangkitnya kesadaran kebangsaan di Minangkabau diwarnai oleh keberhasilan masyarakatnya menggagalkan upaya pemerintah kolonial menerapkan Goeroe Ordonantie yakni politik pendidikan yang membatasi gerak kaum elit agama (Islam) dalam menjalankan tugasnya sebagai guru agama.

Page 1 of 1 | Total Record : 6