cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jmars@untan.ac.id
Editorial Address
Gedung Program Studi Arsitektur Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura Jalan Prof Dr. H. Hadari Nawawi, 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur
ISSN : -     EISSN : 27465896     DOI : -
Core Subject : Engineering,
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur (sebelumnya Jurnal Online Mahasiswa S1 Arsitektur UNTAN) adalah jurnal nasional yang berisi kumpulan naskah/ artikel hasil perancangan arsitektur yang fokus pada kegiatan "analisis dan sintesis" yang mendukung proses-proses perancangan arsitektur dan menghasilkan karya arsitektural. Substansi naskah dapat berupa kajian mengenai metode perancangan, proses analisis dalam perancangan, pengambilan keputusan dalam proses desain, proses penciptaan karya arsitektural, dan teori yang mendukung proses perancangan. Selain itu, JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur juga menerima (terbatas) naskah dengan pendekatan "penelitian" kajian arsitektural lainnya, seperti sejarah, teori, dan kritik arsitektur, teknologi bangunan, serta kota dan permukiman. JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur mempunyai ISSN 2746-5896 (media online)
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2017): September" : 13 Documents clear
PUSAT PERBELANJAAN MALL DI KABUPATEN KUBU RAYA Sari, Gradia Tutu
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 5, No 2 (2017): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (901.555 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v5i2.21553

Abstract

Kecenderungan untuk mengupayakan efektifitas komersial mengakibatkan terjadinya pergeseran wadah bagi kegiatan perdagangan. Sehingga, sistem seperti pertokoan linear (shopping street) dan pasar tradisional mulai ditinggalkan dan beralih ke bentuk pusat perbelanjaan modern, yaitu Mall yang tidak hanya menawarkan kelengkapan namun juga kenyamanan, kemudahan serta efektifitas komersial yang lebih tinggi, didukung oleh  jumlah penduduk dan pendapatan perkapita yang cukup tinggi, Kabupaten Kubu Raya membutuhkan Pusat Perbelanjaan Mall sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan tempat berbelanja sekaligus tempat hiburan keluarga bagi masyarakat Kubu Raya dan di sekitarnya. Perancangan Pusat Perbelanjaan Mall di Kabupaten Kubu Raya berdasarkan pada konsep fungsi yang diwadahi oleh Mall mencakup fungsi utama yaitu untuk kegiatan perbelanjaan serta fungsi penunjang yaitu kegiatan edukatif atau pendidikan dan rekreasi. Permasalahan pada proses perancangan ini ialah menyatukan beberapa fungsi kegiatan yang berbeda antara kegiatan perbelanjaan dan edukatif serta kegiatan rekreasi dan menggabungkan dua fungsi tersebut ke dalam satu bangunan yang saling terintegrasi satu sama lain. Hasil laporan perancangan berupa konsep internal dan eksternal sebagai pedoman dalam merancang bangunan Pusat Perbelanjaan Mall di Kabupaten Kubu Raya.  Kata kunci: Kegiatan perdagangan, Pusat perbelanjaan, Mall
KAWASAN EKOWISATA PENANGKARAN PENYU DI DESA SEBUBUS, KABUPATEN SAMBAS Fany Alfinda
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 5, No 2 (2017): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1646.159 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v5i2.22642

Abstract

Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas memiliki pantai berpasir dengan panjang garis pantai lebih dari 100 kilometer yang merupakan pantai peneluran penyu terpanjang di Indonesia. Menurunnya populasi penyu dapat memberikan dampak pada ekosistem laut karena penyu berperan penting terhadap keseimbangan ekosistem laut. Oleh karena itu, diperlukan tempat konservasi yang dapat menjaga dan mengembangbiakkan penyu yaitu dengan merancang Kawasan Ekowisata Penangkaran Penyu di Desa Sebubus, Kabupaten Sambas. Kawasan ini dirancang sebagai sarana dan prasarana untuk kegiatan wisata, pusat informasi pendidikan, pelatihan serta pusat riset bagi peneliti di habitat penyu. Metodologi yang digunakan dalam merancang Kawasan Ekowisata Penangkaran Penyu di Desa Sebubus adalah dengan menggunakan metode lima langkah yang dimulai dari tahap permulaan, persiapan, pengajuan usul, tahap evaluasi dan tindakan. Lokasi perancangan berada di Desa Sebubus, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas. Kawasan memiliki pantai dan hutan yang masih alami. Perancangan Kawasan Ekowisata Penangkaran Penyu di Desa Sebubus, Kabupaten Sambas menggunakan konsep “Sea Turtle Breeding Integrated Area” yang di dalamnya terdapat tiga fungsi yaitu fungsi wisata, fungsi pendidikan dan fungsi konservasi yang menitikberatkan pada penangkaran. Dari konsep tersebut menghasilkan rancangan dengan massa banyak yang meliputi gedung penerima, gedung peneliti, bangunan audio visual, bangunan aula, penginapan, restoran, bak penangkaran penyu dan sarang semi alami. Kata kunci: Penyu, ekowisata, konservasi
TAMAN WISATA KULMINASI KHATULISTIWA PONTIANAK Wibowo, Prihadi
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 5, No 2 (2017): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1427.215 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v5i2.23313

Abstract

Kota Pontianak berada pada garis Lintang 0o (nol derajad), ditandai dengan bangunan Tugu Khatulistiwa. Posisi ini membuatnya dijuluki Kota Khatulistiwa dan menjadi dasar penting dalam pembangunan. Kota Pontianak memiliki potensi sebagai salah satu Pusat Kegiatan Nasional di Kalimantan, dilalui Sungai Kapuas, dan budaya masyarakat Melayu. Ragam potensi tersebut dapat digubah dalam model pariwisata berbentuk taman wisata sebagai alternatif efisiensi dan percepatan pembangunan, serta pendukung keseimbangan daya dukung lingkungan. Dari latar belakang yang ada, maka dirumuskan tujuan yakni merancang sebuah taman wisata guna mengangkat fenomena kulminasi di garis Khatulistiwa yang melintasi alam Kota Pontianak. Perancangan ini dilakukan bertahap, dimulai dengan menentukan gagasan dasar, kemudian mengumpulkan data kajian teori dan lapangan. Data dianalisa sebagai bahan pembentuk konsep dan dimatangkan dalam tahap sintesis berbentuk visualisasi skematik. Selanjutnya dibuat desain usulan pemecahan masalah pada tahap pra rancangan dan disempurnakan menjadi gambar final dalam tahap pengembangan rancangan. Perancangan pada tapak di sekitar area monumen Tugu Khatulistiwa di Pontianak Utara ini menggunakan koordinat garis Lintang 0o0’0’’ (nol derajad, nol menit, nol detik) sebagai acuan dalam penataannya. Konsep dalam perancangan merupakan representasi filosofi hubungan antara fenomena kulminasi, garis khatulistiwa, dan alam Pontianak. Diwujudkan dengan tema kulminasi-khatulistiwa, alam Pontianak yang satu (kulkas) membentuk gubahan yang terikat dengan tapak. Kata kunci: taman wisata, kulminasi-khatulistiwa, alam Pontianak
PERANCANGAN BIOSKOP DI KOTA PONTIANAK DENGAN FASILITAS PENDUKUNG YANG REKREATIF Hadi, Rahmatul
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 5, No 2 (2017): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1111.566 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v5i2.21673

Abstract

Menonton film di bioskop saat ini telah menjadi sebuah kebutuhan bagi masyarakat seiring dengan pertumbuhan ekonomi penduduk. Bioskop saat ini tidak memiliki fasilitas pendukung yang bersifat rekreatif sehingga penonton tidak betah berlama-lama pada saat menunggu pemutaran film. Bioskop adalah suatu perusahaan/usaha yang bergerak di dalam bidang pemutaran film untuk umum atau semua golongan masyarakat dengan pembayaran dilakukan pada tempat/bangunan tertentu. Dalam perkembangannya, gedung bioskop telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas hiburan penunjang lainnya. Adapun fasilitas pendukung yang akan disediakan berupa game center, cafe, lounge dan smoking area. Perancangan gedung bioskop di Kota Pontianak ini mengutamakan perancangan sebuah bioskop dengan fasilitas pendukung yang bersifat rekreatif. Bangunan yang dirancang memiliki satu masa bangunan yang berbentuk persegi panjang mengikuti site yang akan dibangun. Bangunan memiliki fasilitas pendukung yang dapat membuat pengunjung merasa nyaman saat menunggu pemutaran film di bioskop. Interior bangunan dibuat dengan sedemikian rupa agar menghasilkan kualitas suara yang baik, furnitur di dalamnya juga diletakkan dengan jarak sesuai dengan penggunanya. Bahan penutup dinding dan plafon di dalamnya juga menggunakan bahan yang menyerap bunyi. Bentuk plafon dirancang agar tidak menghasilkan gema di dalam ruangan. Dengan demikian pengunjung akan merasa betah jika berada di bioskop. Kata kunci: Gedung bioskop, Kota Pontianak, Fasilitas Pendukung Rekreatif 
RUMAH SAKIT KHUSUS KANKER DI KOTA PONTIANAK Eritha, Ria
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 5, No 2 (2017): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1515.253 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v5i2.22643

Abstract

Perancangan rumah sakit khusus kanker di Kota Pontianak memiliki kriteria dan persyaratan yang sama dengan rumah sakit secara umum. Akan tetapi, rumah sakit khusus kanker memiliki beberapa ruang khusus dengan beberapa persyaratan yang ditambah maupun yang dikurangi. Sebagai salah satu kota besar di pulau Kalimantan, Kota Pontianak menempati urutan pertama kasus kanker terbesar diantara Kabupaten/Kota yang ada di Kalimantan Barat. Kebutuhan akan rumah sakit khusus kanker di Kota Pontianak juga didukung oleh faktor kurangnya fasilitas kesehatan yang khusus melayani penyakit kanker saja, mengingat jumlah penderita kanker selalu meningkat dari tahun ke tahun. Konsep yang diaplikasikan pada rumah sakit khusus kanker di Kota Pontianak ini mengambil konsep penyatuan keharmonisan pikiran, jasmani dan rohani. Dengan kata lain, karakteristik lingkungan fisik dari fasilitas kesehatan dimana pasien menerima perawatan akan mempengaruhi hasil perawatan, kepuasan, dan keselamatan pasien, serta efisiensi staf dan kepuasan staf. Ini membuktikan diperlukannya desain lingkungan yang meningkatkan keharmonisan pikiran, jasmani dan rohani. Selain itu, penanganan untuk tiap-tiap penyakit kanker berbeda-beda yang terdiri dari operasi, kemoterapi, terapi radiasi, immunotherapi, dan radioterapi sehingga membutuhkan ruang-ruang khusus untuk terapi. Ruang-ruang khusus tersebut didesain sedemikian menarik agar pasien tersebut merasakan kenyamanan dak ketentraman di dalamnya.   Kata kunci: Rumah Sakit Khusus Kanker, Kota Pontianak, Perancangan
ASRAMA HAJI PONTIANAK Tabroni, Tabroni
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 5, No 2 (2017): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1381.008 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v5i2.23764

Abstract

Asrama Haji merupakan tempat transit para jamaah Indonesia sebelum diberangkatkan menuju  Mekah/Madinah, Arab Saudi. Hampir tiap daerah di Indonesia memiliki asrama haji sendiri, termasuk Kota Pontianak. Kondisi Asrama Haji Pontianak saat ini sudah tidak layak, sehingga perlu dilakukan perancangan baru. Asrama Haji Pontianak ini merupakan pusat transit sementara jamaah haji asal Kalimantan Barat. Para jamaah haji tersebut bersifat heterogen karena terdiri dari berbagai usia, gender, status sosial, suku bangsa, dan latar belakang lainnya. Aktivitas yang dilakukan oleh jamaah haji selama di asrama haji adalah menginap, makan -minum, shalat, mendengarkan tausiah, manasik, pemeriksaan kesehatan, dan prosesi pelepasan. Aktivitas tersebut kemudian menghasilkan fasilitas seperti, aula, masjid, poliklinik, kamar, ruang makan, dan lapangan manasik. Fasilitas tersebut direncanakan untuk memberikan rasa nyaman bagi para jamaah. Rasa nyaman yang dimaksud adalah jamaah terhindar dari kelelahan dan stres. Konsep lokalitas dilakukan dengan mengadopsi bentuk bangunan tradisional Kalimantan Barat. Desain bangunan yang responsif terhadap alam juga diterapkan untuk memperkuat konsep lokalitas. Sementara penerapan konsep Islami dilakukan dengan cara penataan ruangan yang memperhatikan aspek hijab di dalam bangunan. Kata kunci: Asmara Haji, Islam, Lokalitas
HOTEL BUTIK DI KOTA SINGKAWANG Dian, Dian
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 5, No 2 (2017): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1747.148 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v5i2.22641

Abstract

Perkembangan pariwisata di kota Singkawang sebagai “Kota Seribu Vihara” terus mengalami kemajuan. Kemajuan ini berdampak pada meningkatnya kebutuhan hunian sementara. Hotel Butik merupakan sarana akomodasi dalam pelayanan privat termasuk akomodasi yang sesuai dengan karakter industri pariwisata pada budaya setempat. Keunikan budaya Tionghoa Singkawang pada marga Tjiha karena sampai saat ini masih melakukan kegiatan turun temurun leluhurnya menjadi faktor dalam mempertimbangkan tema desain hotel butik. Permasalahan desain Hotel butik di Kota Singkawang dalam menciptakan suatu konsep keselarasan antara tempat tinggal manusia dan budaya sekitar, sehingga perancangan tidak hanya sekedar diperlukan untuk layanan akomodasi tetapi juga mengenalkan budaya Tionghoa Singkawang kepada wisatawan. Metode penulisan dengan melakukan studi literatur dan studi kasus bangunan Hotel Butik, studi literatur arsitektur bangunan marga Tjiha dan kebudayaan masyarakat Tionghoa di permukiman marga Tjiha. Konsep arsitektur Tionghoa Singkawang yang diterapkan pada hotel yaitu  “Courtyard”, “The Jian”, “Atap Hsuan Shan”. Konsep desain menampilkan nuansa dari bangunan rumah marga Tjhia dengan desain rustic dari tekstur batu alam, kayu dan logam berkarat pada eksterior dan interior. Courtyard yang berada di tengah berfungsi sebagai ruang komunal, jalur sirkulasi udara dan pencahayaan alami. Penutup atap pada hotel jenis Hsuan shan tidak hanya sebagai estetika, juga sebagai sirkulasi pencahayaan dan penghawaan alami. Kata kunci: Hotel Butik, Singkawang, Marga Tjiha
PERANCANGAN PELABUHAN SUNGAI DI PULAU TAYAN Rafsanjani, Steven
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 5, No 2 (2017): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1230.031 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v5i2.23182

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara maritim karena memiliki daerah perairan yang luas. Pelabuhan merupakan fasilitas penunjang di negara maritim. Pelabuhan merupakan suatu pintu gerbang dan pemelancar hubungan antar daerah, pulau atau bahkan antar benua dan bangsa yang dapat memajukan daerah belakangnya (daerah pengaruh). Pulau Tayan adalah salah satu daerah strategis yang terletak di Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat. Pulau Tayan dilewati oleh sungai terpanjang di Indonesia yaitu Sungai Kapuas, maka masyarakat di pulau tersebut menggunakan angkutan air sebagai transportasi sehari-hari. Kondisi dermaga di Pulau Tayan yang ada sangat memprihatinkan, sehingga di pulau tersebut perlu dilakukan perancangan pelabuhan sungai. Pelayanan yang ada di dermaga terjadi secara terbuka tanpa melalui tahap pemeriksaan. Aktivitas angkutan air yang terjadi di dermaga antara lain menaik-turunkan penumpang, mengirim dan menerima barang, dan menyemberangkan penumpang. Kegiatan tersebut memerlukan fasilitas pendukung angkutan air berupa fasilitas terminal penumpang, dermaga, gudang barang, area pengendalian kapal, area kantor, anjungan, dan area penunjang seperti kafe. Penerapan konsep ruang tebuka diciptakan agar tidak merubah kebiasaan yang sudah terjadi. Kata kunci: Eksisting, Aktivitas, Fasilitas
Perancangan Pondok Pesantren Tahfidz Al-Karimah di Kabupaten Kubu Raya Putra, Uray GK
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 5, No 2 (2017): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jmars.v5i2.22675

Abstract

Yayasan Pendidikan Cahaya Khatulistiwa (YPCK) merupakan Lembaga yang bergerak di bidang Pendidikan Agama Islam Terpadu. YPCK merencanakan sebuah Pondok Pesantren menghafal Al-Qur'an untuk anak usia Sekolah Menengah Pertama (SMP). Permasalahan perancangan terletak pada metode menghafal Al-Qur'an yang memerlukan suasana tenang serta mendukung proses perkembangan anak remaja baru. Tujuan perancangan adalah dapat mewujudkan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an dengan menerapkan konsep ruang yang menyatu dengan alam. Metode tahapan pada perancangan ini dimulai dari Tahap Gagasan, Pengumpulan Data, Analisis, Sintesis, Pra-Rancangan dan Tahap Pengembangan Rancangan. Lokasi perancangan berada di Gang Hidayah, Jalan Ahmad Yani II Kabupaten Kubu Raya. Perancangan ini terdiri dari beberapa massa bangunan yaitu: bangunan Masjid, Sekolah, Asrama, Pengelola dan Area Permukiman Ustadz. Konsep utama perancangan Pondok Pesantren adalah ruang terbuka hijau yang dapat mewadahi kegiatan tahfidz. Penerapan konsep ruang terbuka berupa taman tahfidz yang nyaman, rimbun, luas dan dapat menjadi datum pada lingkungan Pondok Pesantren. Hasil perancangan yang diperoleh yaitu: bangunan Masjid dijadikan sebagai jantung pesantren dengan perletakan di bagian tengah kawasan. Bangunan rumah Kiai sebagai hijab atau pemisah antara zona pria dan wanita. Area tahfidz dan bangunan sekolah dibuat berdekatan agar saling terintegrasi. Bangunan Asrama diletakkan pada bagian belakang sebagai zona privasi. Kata kunci: Kubu Raya, Pendidikan Islam, Pondok Pesantren, Tahfidzul Qur'an
CO-WORKING SPACE DI KOTA PONTIANAK Aryadi, Yuswan
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 5, No 2 (2017): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jmars.v5i2.24143

Abstract

Co-working Space ialah fasilitas yang digunakan sebagai ruang kerja bersama untuk freelancer dan pengusaha baru maupun profesional. Banyak keuntungan yang diperoleh dengan bekerja di Co-working Space karena fasilitas ini menyediakan berbagai fasilitas pendukung kegiatan bekerja para freelancer dan cenderung lebih murah dalam biaya operasionalnya. Gaya hidup yang serba praktis dan dinamis menjadikan Co-working Space sebagai sebuah wadah bagi para freelancer dalam bekerja. Saat ini di Kota Pontianak belum memiliki wadah untuk memfasilitasi kegiatan para freelancer. Freelancer biasanya melakukan aktivitas di cafe atau warung kopi sehingga dibutuhkan sebuah perancangan Co-working Space yang sesuai dengan gaya bekerja para freelancer di Kota Pontianak. Freelancer di Kota Pontianak dikelompokan menjadi 3 (tiga) jenis seperti Sastra, Grafis, Informasi dan Teknologi. Perancangan Fasilitas Co-working Space di Kota Pontianak direncanakan dengan konsep Simplicity (kesederhanaan) yang memiliki 3 (tiga) tahapan ide desain yaitu, mengurangi perusakan lahan perencanaan, mengurangi penggunaan energi listrik dan air, dan menambah  berbagai fasilitas penunjang bagi para freelancer. Perancangan fasilitas Co-working Space di Kota Pontianak ini terdiri dari 5 massa bangunan utama yang memiliki fungsi berbeda pada tiap massa bangunan. Pemisahan massa bangunan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan para freelancer yang berbeda. Kata kunci : Co-working Space, kesederhanaan, Kota Pontianak

Page 1 of 2 | Total Record : 13