cover
Contact Name
Reflinaldi
Contact Email
reflinaldi@uinib.ac.id
Phone
+6285268930567
Journal Mail Official
diwan@uinib.ac.id
Editorial Address
Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Imam Bonjol Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Diwan: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
ISSN : 23392088     EISSN : 25992023     DOI : -
Diwan: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab is specially designed for studies on Arabic language and literature. Firstly published in 2009, Diwan : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab purposes to facilitate scholarly articles on Arabic language and literature. Diwan : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab is a periodical academic journal, published twice a year, every June and December. Diwan : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab is published by Arabic Language and Literature Department, Faculty of Adab dan Humaniora, Imam Bonjol State Islamic University of Padang.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 2 (2020): Juli - Desember" : 6 Documents clear
Ragam Kata Sapaan dalam Komunikasi Pedagang dan Pembeli di Pasar Tradisional Kecamatan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru Nanda Ramadani; Rina Marnita; Ike Revita
Diwan: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol. 12 No. 2 (2020): Juli - Desember
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/diwan.v12i2.420

Abstract

Penelitian ini merupakan sebuah penelitian sosiolinguistik yang bertujuan untuk menganalisis percakapan sejumlah pedagang dan pembeli di pasar tradisional kecamatan Rumbai Pesisir untuk menemukan jenis kata sapaan yang digunakan oleh pedagang dan pembeli. Data penelitian dikumpulkan menggunakan metode Simak Bebas Libat Cakap (SBLC), yang didukung dengan teknik rekam dan catat. Jenis kata sapaan ditentukan dengan merujuk pada teori kata sapaan oleh Wardhaugh (2006). Hasil analisis menunjukkan bahwa baik pedagang maupun pembeli selalu menggunakan kata sapaan dalam komunikasi jual beli pada pasar tradisional. Jenis kata sapaan yang digunakan oleh pedagang dan pembeli bervariasi, seperti: nama diri, nama belakang, gelar, istilah kekerabatan, dan lain-lain. Namun, mayoritas berdasarkan atas istilah kekerabatan. Bentuk kata sapaan yang ditemukan, seperti: Kak, Bang, Ni, Dek, Buk, dan Nang. Dapat disimpulkan, bahwa pedagang dan pembeli menggunakan kata sapaan agar komunikasi dapat berjalan dengan lancar, jarak sosial antara pedagang dan pembeli semakin dekat, dan tujuan dari masing-masing pihak dapat terpenuhi.
Mengintegrasikan Metode Collaborative dan Discovery: Cara Baru dalam Pengajaran Bahasa Hasri Fendi; M. Aries Taufik; Rahmi Eka Putri; Dian Anggraini; Imam Hanafi; Fenny Ayu Monia
Diwan: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol. 12 No. 2 (2020): Juli - Desember
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.432 KB) | DOI: 10.15548/diwan.v12i2.612

Abstract

This study is conceptual research. It outlines the integration of collaborative model and discovery methods in language teaching. This concept has an advantage that it stimulates students to construct new knowledge through a collaborative and explorative way. This study discusses about the model of collaborative discovery method in which this model involves students to explore the knowledge both individually and in groups. The collaboration of individual and group study will encourage students’ active participation in learning. The model of collaborative discovery method becomes an ideal choice in language teaching.
Problematika Lafal dalam Kajian Bahasa Methia Farina
Diwan: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol. 12 No. 2 (2020): Juli - Desember
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1176.944 KB) | DOI: 10.15548/diwan.v12i2.633

Abstract

Problems of pronunciation and meaning are very numerous in contemporary linguistic studies which have been studied for their history since the time of the classical Arabs. The problem of pronunciation and meaning in terms of art and technique has been tried to be analyzed. The same sentence can have different meanings due to differences in pronunciation intonation, context, situations and conditions of speech. A word continues to develop according to the development of human thought and needs and gives rise to new meanings. The problem of dilalah can be seen in terms of musytarak, taddad and taraduf.
Representasi Perempuan dalam Cerpen Madju' Al -Urus dan Qissatul Fathiyyah Al-Misriyyah (Kajian Sastra Banding) Pratma Yandrefo; Ahmad Busyrowi; Shinta Fitria Utami
Diwan: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol. 12 No. 2 (2020): Juli - Desember
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1000.19 KB) | DOI: 10.15548/diwan.v12i2.634

Abstract

This study examines the representation of women in the short stories Madj'u Al-Urus by Khalil Ghibran and Qissatul Fathiyyah Al-Misriyyah by Nawal As-Sa'dawi. The approach used in this research is descriptive qualitative. This research is a comparative literature study with the help of feminism theory as the analytical knife. The results of this study are the self-image of women from the physical aspect depicted in the short story Fathiyyah Al-Misriyyah, a woman who has grown up is shown to experience changes in herself, namely biologically, namely being able to get pregnant, give birth and breastfeed. Meanwhile, in the short story Madj'u Al-'Urus, women are described as someone who likes to show off their body shape. In terms of the psychological aspect, women are weak figures, they experience acts of violence that make them look like crazy people. Meanwhile, Kahlil Gibran did not explain in detail the consequences of the violence he experienced. Based on the social aspect, women equally get help from other people.
Isu Geopolitik Timur Tengah dalam Kolaborasi Musik 'Ilahu ats Tsaurah' Shinta Fitria Utami
Diwan: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol. 12 No. 2 (2020): Juli - Desember
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (960.92 KB) | DOI: 10.15548/diwan.v12i2.635

Abstract

This research is an interdisciplinary study involving the fields of literature and political science on musical collaboration entitled Il?hu ats-Tsaurah. This paper uncovers the relationship between the musical collaboration and geopolitical issues and the worldviews of the musicians involved in the conflict. This research will use the theory of Genetic Structuralism to dissect the contents of the lyrics in the Il?hu ats-Tsaurah music collaboration. The results of the study show that the geopolitical issue of the Middle East is one of the factors causing the prolonged conflict and the world view of the musicians shows their disappointment as an Arab nation which is now increasingly divided due to differences in race, religion, and country. Through this musical collaboration, the musicians also urge the Arabs to unite and not just be silent when they find out that their brothers are being oppressed.
Formulasi Nalar Linguistik Sibawayh: Polemik Legitimasi Otoritas Syair Dalam Perumusan Kaidah Nahwu Lukman Sumarna; Delami Delami
Diwan: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol. 12 No. 2 (2020): Juli - Desember
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1048.473 KB) | DOI: 10.15548/diwan.v12i2.639

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisa dominasi prefensi dalil syair yang diadopsi Si>bawayh dalam konteks formulasi kaidah nahwu. Argumen ini didasari atas fakta yang menunjukkan bahwa pada setiap tema pembahasan nahwu yang dikonstruksi Si>bawayh dalam karyanya, selalu dilegitimasi dengan dalil syair (shawa>hid al-nah}w al-shi‘riyyah). Namun demikian, polemik posisi syair sebagai produk budaya verbal masyarakat Arab, mengundang perdebatan tajam disebabkan adanya diferensiasi interpretasi di kalangan ahli nahwu akan validitas dan otoritas syair yang layak diadopsi oleh Si>bawayh dalam proses pembukuan dan pembakuan kaidah nahwu. Dalam konteks tersebut, penulis hendak memaparkan argumentasi rasional, mengapa Sibawayhi lebih cenderung mengunggulkan syair ketimbang hierarki otoritas dalil nahwu yang lainnya. Perdebatan posisi syair di kalangan sarjana nahwu, berimplikasi melahirkan beragam ijtihad linguistik yang dapat dijadikan sebagai fondasi epistemologi dalam pengembangan disiplin ilmu nahwu. Kecendrungan mengadopsi syair dalam perumusan kaidah nahwu, menggambarkan trend dan distingsi tersendiri bagaimana konstruk nalar lingguistik Si>bawayhi terbangun. Trend kajian liguistiknya, seakan menitik beratkan typologi berpikir antropo lingusitik sentrik, prototype nalar linguistik demikian banyak dijumpai dalam magnum opusnya “al-Kita>b” dikenal “al-Qu’a>n al-Nah}w” adalah karya monumental sepajang sejarah kajian nahwu. Dalam tulisan ini, analisis dan pembacaannya menggunakan teksto-linguistik merupakan bagian dari ilmu lingustik diperkuat dengan analisis historis. selanjutnya data dianalisis secara deskriftik analitik untuk dapat menyajikan perspektif ulama nahwu secara komprehensif tentang otoritas syair dalam perumusan kaidah nahwu.

Page 1 of 1 | Total Record : 6