cover
Contact Name
Enggar Patriono
Contact Email
epatriono@unsri.ac.id
Phone
+62711580306
Journal Mail Official
biovalentia@unsri.ac.id
Editorial Address
JURUSAN BIOLOGI FMIPA UNIVERSITAS SRIWIJAYA Jalan Raya Palembang-Prabumulih KM 32 Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan 30662 Indonesia
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Sriwijaya Bioscientia
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : 27220680     DOI : https://doi.org/10.24233/sribios
Publikasi karya ilmiah secara berkala melalui jurnal elektronik sebagai tujuan SRIWIJAYA BIOSCIENTIA. Karya ilmiah yang dipublikasi oleh SRIWIJAYA BIOSCIENTIA termasuk dalam bidang ilmu Biologi murni dan Biologi terapan. Biologi murni termasuk Ekologi, Biosistematika, Fisiologi, Biologi Perkembangan, Mikrobiologi, Genetika. Biologi terapan termasuk Bioteknologi dan ilmu-ilmu turunan Biologi murni. Karya ilmiah yang dipublikasi dapat berupa hasil penelitian, studi kasus, review.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2021)" : 5 Documents clear
Kajian daya hambat ekstrak antibakteri dari isolat Actinomycetes terhadap Vibrio sp. resisten Ampisilin dan Tetrasiklin Ratna Claudya Naomi Hutagalung; Christina Nugroho Ekowati; Salman Farisi; Sumardi Sumardi; Achmad Arifiyanto
Sriwijaya Bioscientia Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1383.688 KB) | DOI: 10.24233/sribios.2.1.2021.184

Abstract

Actinomycetes dengan kode isolat RH dan AF diisolasi dari tanah mangrove Hanura, Lampung Timur dan tanah rizosfer Sidoarjo. Kedua isolat diidentifikasi secara mikroskopis dan makroskopis. Isolat diseleksi berdasarkan aktivitas antibakteri, uji tantang terhadap Vibrio sp., dan didukung dengan uji patogenitas untuk mengetahui sifat patogen dari isolat tersebut.  Zat antibakteri dari isolat diperoleh melalui ekstraksi dengan pelarut metanol dan etil asetat.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat RH dan AF mampu menghambat pertumbuhan Vibrio sp. resisten antibiotik. Pada uji tantang terhadap Vibrio sp. resisten antibiotik terbentuk zona jernih diantara kedua isolat yang menunjukkan bahwa isolat RH memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan Vibrio sp. resisten antibiotik. Pada uji patogenitas kedua isolat Actinomycetes RH tidak menunjukan kemampuan hemolisis apapun yang dibuktikan dengan tidak terbentuknya zona jernih pada medium agar darah, namun pada isolat AF menunjukan kemampuan β-hemolisis yang dibuktikan dengan terbentuknya zona jernih pada medium agar darah.
Morfologi dan anatomi organ vegetatif Pandan Wangi Besar (Pandanus amaryllifolius Roxb.) di daerah rawa Rahma Dila; Nina Tanzerina; Nita Aminasih
Sriwijaya Bioscientia Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1492.152 KB) | DOI: 10.24233/sribios.2.1.2021.209

Abstract

Pandanus  merupakan  salah  satu tumbuhan  yang  dapat hidup  di  daerah rawa. Pandan wangi memiliki  dua bentuk pertumbuhan yang jelas berbeda yakni bentuk pertumbuhan kecil  dan bentuk  pertumbuhan  besar. Penelitian  dilaksanakan pada bulan  Januari 2019 hingga Februari 2020. Penelitian  ini  menggunakan  metode deskriptif  yaitu  metode yang  menguraikan hasil pengamatan secara kualitatif. Pembuatan preparat dengan metode Parafin dan Whole mount. Hasil  penelitian  morfologi  diketahui  habitus  pandan  wangi besar termasuk perdu dengan  tinggi batang 106-299 cm,  terbentuk 3 spirostik. Batang  condong ke atas, daun  berbentuk pita duduk memeluk  batang,  terdapat duri  berwarna putih  pada  tepi  dan  tulang  daun  permukaan  bawah, memiliki  akar  tunjang yang besar. Hasil  penelitian  anatomi diketahui  pada sayatan paradermal, stomata dan kristal tersebar di epidermis atas daun, sedangkan pada epidermis bawah daun stomata dan papila tersusun dalam satu baris. Berkas pembuluh, serat dan kristal rafida dan drus tersebar di stele akar tunjang.
Respon pertumbuhan Neptunia oleracea Lour. pada fitoremediasi air asam tambang batubara Rika Aulina N; Nina Tanzerina; Sri Pertiwi Estuningsih; Singgih Tri Wardana; Juswardi Juswardi
Sriwijaya Bioscientia Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.768 KB) | DOI: 10.24233/sribios.2.1.2021.210

Abstract

Air asam tambang (AAT) menjadi masalah sebagai pencemaran lingkungan dari penambangan cara tambang terbuka. Pengolahan air asam tambang yang ramah lingkungan diantaranya melalui fitoremediasi. Fitoremediasi menggunakan petai air (Neptunia olearacea Lour.) telah diteliti dengan tujuan mempelajari respons pertumbuhan N. olearacea pada fitoremediasi AAT batubara yang selanjutnya dikembangkan sebagai model in situ pengolahan AAT pada lahan basah buatan (constructed wetlands). Hasil penelitian menunjukkan N. olearacea masih mampu tumbuh pada fitoremediasi AAT konsentrasi 100%, pH 2,69 dengan laju pertumbuhan relatif (LPR) 0,0091 g/hari, dengan potensi meningkatkan pH 0,0322/hari. Respons pertumbuhan N. oleracea pada fitoremediasi AAT batubara perlu diteliti tentang respons anatomi dan fisiologi sebelum diujikan sebagai vegetasi pada lahan basah buatan.
Keanekaragaman kupu-kupu (Lepidoptera: Rhopalocera) di Taman Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih Doni Setiawan; Ina Aprillia; Guntur Pragustiandi; Rio Firman Saputra; Winda Indriati; Harry Maradona
Sriwijaya Bioscientia Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.123 KB) | DOI: 10.24233/sribios.2.1.2021.211

Abstract

Kupu-kupu memiliki peran ekologis yang cukup penting dalam menjaga keseimbangan eksosistem yaitu sebagai bagian dari rantai makanan dan penyerbuk tumbuhan berbunga sehingga perlu untuk dijaga kelestariannya. Kawasan Taman Patih Galung Kota Prabumulih yang merupakan kawasan ruang terbuka hijau yang sering digunakan sebagai arena rekreasi oleh masyarakat setempat namun pengelolaannya belum optimal oleh karena itu sebagai wujud kepedulian terhadap perlindungan keanekaragaman hayati maka Pihak PT. Perta Samtan Gas melakukan pengelolaan kawasan dan kajian melalui penelitian yang bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan komposisi jenis kupu-kupu di dalam kawasan Taman Patih Galung apakah terjadi peningkatan atau penurunan sejak tahun 2018. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan oktober 2019 sampai dengan bulan maret 2020. penelitian ini menggunakan metode jelajah dan kupu-kupu di koleksi dengan menggunakan teknik sweeping net. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 372 individu yang terdiri dari 54 jenis kupu-kupu termasuk ke dalam 5 famili yaitu Nymphalidae, Papilionidae, Pieridae, Lycaenidae dan Hesperiidae. Presentase kupu-kupu terbanyak yaitu dari famili Nymphalidae dengan 78%, dan paling sedikit dari famili Hesperiidae dengan 5%. Terdapat peningkatan jumlah spesies dari tahun ke tahun dengan jumlah yang cukup signifikan sejak 2018 sampai 2020 terdapat penambahan 33 jenis, dan terjadi peningkatan nilai indeks keanekaragaman yang tinggi setiap tahunnya H’>3 (H’ = 3,33 sampai dengan 3,60) artinya keberadaan populasi kupu-kupu di kawasan Taman Patih Galung sudah mencapai kestabilan komunitas yang stabil sehingga kawasan tersebut masih dapat mendukung kehidupan kupu-kupu didalamnya.
Pemanfaatan tumbuhan obat Zingiberaceae pada suku Rawas di Desa Jajaran Baru I Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas Fitria Noor Rahmawati; Harmida Harmida; Nita Aminasih
Sriwijaya Bioscientia Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.05 KB) | DOI: 10.24233/sribios.2.1.2021.212

Abstract

Masyarakat suku Rawas yang bermukim di Desa Jajaran Baru I, Kecamatan Megang Sakti Kabupaten MusiRawas, telah menggunakan berbagai jenis Zingiberaceae sebagai bahan obat tradisional. Namun dalam hal ini data tersebut belum terdokumentasi dengan baik dan jelas, untuk perlu diketahui jenis apa sajakah dari Zingiberaceae tersebut yang digunakan untuk pengobatan oleh masyarakat suku Rawas tersebut. .Untuk itu telah dilakukan penelitian pada bulan November 2019 sampai Februari 2020, dengan tujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan Zingiberaceae yang berkhasiat obat dan bagaimana cara pemanfaatannya pada suku Rawas. Metoda yang digunakan adalah survey deskriptif,dengan melakukan tehnik observasi dan tanyajawab kepada batra (dukun). Pada penelitian ini didapatkan 9 jenis tumbuhan Zingiberaceae, yaitu : Spesies tumbuhan obat Zingiberaceae:urcuma xanthorrhiza Roxb., Kaempferia galanga L., Curcuma domestica Val., Alpinia galangal L. , Zingiber offchinale Rosc., C. zedoaria (Berg.) Roscoe, Curcuma aeruginosa Roxb., Zingiber zerumbet (L.) Smith., Zingiber purpureum Roxb. Tumbuhan obat ini digunakan untuk menyembuhkan batuk, demam meriang, jamu setelah melahirkan, masuk angin, menghilangkan bau amis pada ASI , penambah nafsu makan, sakit kepala dan sakit gigi, keseleo, dan kolesterol. Penggunaan tumbuhan ini biasanya bisa secara tunggal, atau dicampur dengan jenis jahe-jehean lain dan dapat juga dengan bahan tambahan lain, seperti beras, gula merah dan kapur sirih.

Page 1 of 1 | Total Record : 5