cover
Contact Name
Hasanuddin
Contact Email
prismafisika@physics.untan.ac.id
Phone
+65895372682757
Journal Mail Official
prismafisika@physics.untan.ac.id
Editorial Address
Kantor Jurusan Fisika, Komplek Fakultas MIPA, Universitas Tanjungpura Jl. Proff. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
PRISMA FISIKA
ISSN : 23378204     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal ini berisi publikasi ilmiah hasil penelitian di bidang fisika baik yang bersifat teoritis maupun terapan.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2024)" : 5 Documents clear
Studi Kebergantungan Indeks Bias Air Terhadap Suhu dan Panjang Gelombang Berdasarkan Model Empiris Sugito, Candra
PRISMA FISIKA Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v12i1.65431

Abstract

Telah dilakukan studi kebergantungan indeks bias air terhadap suhu dan panjang gelombang berdasarkan model empiris. Penelitian ini menggunakan perangkat lunak MATLAB. Data indeks bias bergantung suhu dan panjang gelombang yang digunakan berupa data sekunder yang didapatkan dari penelitian Bashkatov dan Genina. Data ini diolah menggunakan persamaan Cauchy orde 2 dan Sellmeier orde 2 untuk mendapatkan koefisien Cauchy orde 2 dan Sellmeier orde 2. Koefisien tersebut digunakan untuk mendapatkan fungsi Cauchy dan Sellmeier. Fungsi tersebut kemudian digunakan untuk mengetahui nilai indeks bias pada suhu tertentu menggunakan persamaan Cauchy orde 2 dan Sellmeier orde 2. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah model Cauchy dan Sellmeier menggunakan fungsi eksponensial. Koefisien Cauchy orde 2 dapat digunakan untuk mengetahui nilai indeks bias pada rentang panjang gelombang mulai dari 400 nm hingga 750 nm. Sedangkan koefisien Sellmeier orde 2 dapat digunakan untuk mengetahui nilai indeks bias pada rentang panjang gelombang mulai dari 200 nm hingga 900 nm. Dari penelitian ini membuktikan bahwa semakin tinggi suhu, maka koefisien Cauchy ataupun koefisien Sellmeier akan semakin rendah. Begitu pula dengan semakin tinggi suhu, maka semakin kecil indeks bias air.
Pengaruh Transpor Uap Air Terhadap Kejadian Hujan Ekstrem di Supadio Kalimantan Barat Eva, Theresia; Muliadi, Muliadi; Adriat, Riza
PRISMA FISIKA Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v12i1.67679

Abstract

Cuaca ekstrem merupakan keadaan atau fenomena fisik atmosfer pada waktu tertentu, berskala jangka pendek dan bersifat ekstrem. Hujan ekstrem terjadi karena suhu permukaan air laut meningkat sehingga mempercepat terjadinya penguapan yang membentuk awan hujan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh transpor uap air terhadap kejadian hujan ekstrem di Supadio yang didukung dengan keterkaitan berdasarkan nilai korelasi antara uap air dan curah hujan bulanan pada saat hujan ekstrem di Kalimantan Barat. Data yang digunakan adalah data online Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) dan European Centre for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF) ERA-5 yang divisualisasikan dengan kejadian hujan ekstrem, pola angin, transpor uap air, dan analisis korelasi uap air pada saat curah hujan ekstrem di Kalimantan Barat melalui perangkat lunak The Grid Analysis and Display System (GrADS). Hasil   dari analisis transpor uap air menunjukkan pengaruh transpor uap air pada saat kejadian hujan ekstrem disebabkan adanya pola pergerakan angin yang membawa uap air cukup basah sebesar  400-800 kg/(ms). Hasil analisis korelasi uap air dan curah hujan bulanan pada saat hujan ekstrem dominan berkorelasi positif. Uap air sangat berpengaruh terhadap curah hujan di Kalimantan Barat yang cenderung memiliki nilai koefisien korelasi sebesar 0.2-0.8 dengan tingkat hubungan tinggi.  Kata Kunci : Kejadian hujan ekstrem, Pola angin, Transpor uap air, Korelasi uap air dan curah hujan
Analisis Indeks Stabilitas Udara pada Saat Kejadian Angin Puting Beliung di Kota Pontianak Fernanda, Anastasia Gracia; Ihwan, Andi; Adriat, Riza
PRISMA FISIKA Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v12i1.75550

Abstract

Kota Pontianak merupakan salah satu wilayah yang sering terjadi bencana ekstrem, salah satunya adalah kejadian angin puting beliung. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi cuaca, indeks stabilitas udara, dan suhu puncak awan saat kejadian angin puting beliung di Kota Pontianak pada tanggal 13 Agustus 2019, 21 Januari 2020, dan 16 Januari 2022. Metode yang digunakan pada analisis kondisi cuaca adalah menggunakan analisis spasial dan temporal. Sedangkan, metode analisis indeks stabilitas udara menggunakan analisis nilai indeks stabilitas seperti KI, LI, SI, TT, SWEAT, CAPE, dan CIN. Pada analisis suhu puncak awan akan menggunakan analisis spasial. Hasil penelitian kondisi cuaca menunjukkan suhu udara mengalami penurunan pada tiga kejadian angin puting beliung, yaitu sekitar 27,6ËšC sampai 31,3ËšC. Kelembapan udara mengalami peningkatan pada setiap tiga kejadian angin puting beliung, yaitu sekitar 54% sampai 73,5%. Sedangkan, arah angin saat kejadian angin puting beliung tanggal 13 Agustus 2019 bergerak dari selatan kemudian dibelokkan ke arah timur dan dua kejadian lainnya dari arah utara kemudian dibelokkan ke arah tenggara dengan kecepatan angin pada tiga kejadian angin puting beliung adalah sekitar 1,45 m/s sampai 3,45 m/s. Parameter-parameter cuaca tersebut menunjukkan kondisi yang berpotensi menyebabkan terjadi angin puting beliung. Berdasarkan klasifikasi indeks stabilitas hasil yang diperoleh adalah indeks LI, CAPE dan CIN menunjukkan atmosfer tidak stabil. Indeks SWEAT menunjukkan kondisi cuaca buruk. Indeks KI, SI, dan TT menunjukkan potensi terjadi thunderstorm. Hasil analisis suhu puncak awan pada tiga kejadian angin puting beliung, yaitu sekitar -25ËšC sampai -70ËšC yang merupakan awan dingin (cumulonimbus) yang memicu terjadi angin puting beliung.
Analisis Jumlah Hotspot Sebagai Penduga Kebakaran Hutan Pada Kejadian El Niño di Kalimantan Barat Tsabita, Tyas Khansa; Ihwan, Andi
PRISMA FISIKA Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v12i1.69909

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan merupakan permasalahan yang terjadi di Indonesia setiap tahunnya. Kekeringan yang berkepanjangan akibat Fenomena El Niño diduga menjadi penyebab kebakaran hutan dan lahan. Kalimantan Barat merupakan wilayah yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan saat terjadi kekeringan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jumlah hotspot di Kalimantan Barat saat terjadi fenomena El Niño pada rentang tahun 2001 sampai dengan 2021. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa jumlah hotspot terbanyak terjadi pada tahun 2006 (6492 titik) dan paling sedikit terjadi pada tahun 2004 (175 titik), kedua tahun tersebut merupakan kejadian El Niño lemah. Curah hujan tahunan di Kalimantan Barat dalam rentang tahun 2001-2021 berkisar antara 2418-3994 mm/tahun. Hubungan antara curah hujan dengan hotspot memiliki hubungan negatif (berbanding terbalik) sebesar 24%. Hal ini menunjukkan bahwa   24% peningkatan jumlah hotspot yang terjadi di Kalimantan Barat disebabkan oleh penurunan curah hujan.
Analisis Tingkat Kematangan Gambut Berdasarkan Refleksi Radargram di Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya Rais, Riska; Muhardi, Muhardi; Siregar, Hans Elmaury Andreas
PRISMA FISIKA Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v12i1.73789

Abstract

Sebaran lahan gambut yang terdapat di Kecamatan Rasau Jaya Kalimantan Barat memiliki luas 12.752 ha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kematangan gambut di Kabupaten Kubu Raya berdasarkan refleksi radargram. Data lapangan diperoleh menggunakan alat Plug In Cobra GPR SE70 dengan frekuensi 80 MHz sebanyak 6 lintasan Ground Penentrating Radar (GPR) dan diolah menggunakan software ReflexW. Hasil penelitian menunjukkan bahwa refleksi radargram pada tingkat kematangan saprik dan fibrik menunjukkan refleksi acak, sedangkan tingkat kematangan hemik menunjukkan refleksi yang bergelombang dengan pola yang jelas. Tingkat kematangan saprik-fibrik memiliki nilai amplitudo yang kecil (warna merah, kuning, dan hijau), sedangkan tingkat kematangan hemik memiliki nilai amplitudo yang besar (warna biru dan ungu).

Page 1 of 1 | Total Record : 5