In Right: Jurnal Agama dan Hak Azazi Manusia
IN RIGHT: Jurnal Agama dan Hak Azazi Manusia adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Jurnal In Right diterbitkan 2 kali setahun, pada bulan Juni dan Desember. Redaksi mengundang para akademisi, praktisi, maupun peneliti dalam kajian agama dan hak azazi manusia untuk ikut berkontribusi dan mengembangkan pemikiran serta hasil penelitiannya dengan kajian Sosial Keagamaan, Sosial Politik, Hak Asasi Manusia, Gender, Moderasi Beragama, Agama dan HAM untuk dimuat dalam Jurnal In Right.
Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 1 (2011)"
:
12 Documents
clear
Tujuan Pemidanaan dalam Islam
Ocktoberrinsyah Ocktoberrinsyah
IN RIGHT: Jurnal Agama dan Hak Azazi Manusia Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/inright.v1i1.1210
Pemidanaan atau pemberian hukuman bagi pelaku tindak kejahatan dalam ajaran Islam, sering dipandang sebagai sesuatu yang bertentangan dengan Hak Azazi Manusia (HAM). Padahal sesungguhnya pemidanaan dalam Islam justru menegakkan HAM itu sendiri, agar tidak dikebiri oleh dalih HAM versi manusia. Untuk itulah perlu analisis yang mendalam tentang apa yang menjadi main goal dari pemidanaan dalam Islam. Ulasan ini tidak hanya menjadi relevan bagi intern umat Islam (hukum pidana Islam) tetapi bagi manusia keseluruhan (hukum pidana positif).
Kepekaan Gender dalam Islam dan Demokrasi
Subaidi Q
IN RIGHT: Jurnal Agama dan Hak Azazi Manusia Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/inright.v1i1.1216
Islam dan Demokrasi sebagai ideologi memiliki konsep yang berbeda satu sama lain dalam banyak hal. Isu gender merupakan hal yang marak dipolemikkan oleh kedua ideologi tersebut. Tulisan ini menganalisis kepekaan gender dalam pandangan Islam dan Demokrasi.
Substansi Negara dalam Islam
Muhammad Nur
IN RIGHT: Jurnal Agama dan Hak Azazi Manusia Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/inright.v1i1.1211
Diskusi tentang negara dalam Islam telah berlangsung sejak era klasik Islam hingga kini. Tarik ulur konsep tentang negara tidak kunjung usai. Tulisan inimengulas tentang perspektif yang dapat digunakan untuk mengakhiri polemik dimaksud. Hal terpenting dari diskursus tentang negara dalam Islam adalah konten atau substansi bernegara, apapun kemudian sebutannya. Sepanjang prinsip nomokrasi dipegang teguh maka itulah sejatinya negaraIslami. Sehingga negara Islam bisa jadi “no” lantaran prinsip bernegaranya tidak sesuai ajaran Islam, tetapi negara non islam yes karena berjalan di atas koridor prinsip bernegara yang sesuai ajaran Islam.
Islam dan Hak Asasi Manusia dalam Perspektif Fathi Osman
Abdul Halim
IN RIGHT: Jurnal Agama dan Hak Azazi Manusia Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/inright.v1i1.1217
Tulisan ini mengeksplorasi pemikiran Fathi Osman tentang Hak Asasi Manusia (HAM) dari karyanya “Islam and Human Rights: The Challenge to Moslims and the World”, dalam Rethinking Islam And Modernity Essays in Honour of Fathi Osman, Editor Abdel Wahab El-Affandi, (London: The Islamic Foundation in association with The Maghrib Centre For Research and Translation, 2001). Osman, memiliki metode yang berbeda dalam mengemukakan pandanganpandangannya tentang HAM jika dibandingkan dengan tokoh-tokoh Islam sebelumnya. Sesuatu yang baru dari Osman terletak pada kenyataan tindakan nyata untuk menjadikan pandangan tentang HAM mulia dan tidak apologetik. Osman menegaskan keyakinannya bahwa umat Islam tidak mempunyai masalah dengan HAM secara mendasar dan tidak mempersoalkan perbedaan antara sudut pandang Islam dan umum. Persoalan muncul dalam tataran implementasi oleh sebab doktrin dan interpretasi.
Kekerasan Atas Nama Tuhan (Studi Kasus Kekerasan FPI Yogyakarta)
Saifuddin Saifuddin
IN RIGHT: Jurnal Agama dan Hak Azazi Manusia Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/inright.v1i1.1212
Agama yang pada dasarnya berwajah lembut, sejuk, damai, mengandung harapan di tangan sekelompok orang yang mengatasnamakan agama berubah menjadi monster yang menakutkan. Atas nama agama, sekelompok orang dengan menenteng pedang sambil meneriakkan“Allahu Akbar” mengejar orang, memukul, menendang, melukai bahkan hingga membunuh. Kekerasan atas nama apapun termasuk atas nama agama/Tuhan tidak bisa dibenarkan baik dari tinjauan nalar manusia maupun dari ajaran-ajaran agama manapun. Kekerasan atas nama agama/Tuhan justru tidak mempertinggi dan mempermulia kedudukan agama/Tuhan itu sendiri, tetapi justru sebaliknya memberikan citra negatif dan membuat ketakutan, apatis dan tidak simpatik terhadap agama tersebut. Tulisan ini mengulas tentang kekerasan atas nama Tuhan yang dilakukan oleh Front Pembela Islam (FPI) Yogyakarta.
POLITIK KEAGAMAAN DI INDONESIA (Studi Kedudukan Agama dalam Sistem Perundang-undangan di Indonesia)
Siti Jahroh
IN RIGHT: Jurnal Agama dan Hak Azazi Manusia Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/inright.v1i1.1218
relasi agama dan negara telah menjadi diskursus yang klasik, baik di dunia luar maupun Indonesia. Setidaknya terdapat tiga polarisasi relasi, yaitu; integral, sekular dan bentuk ketiga (apropriasi). Indonesia bukan integral dan bukan pula sekular melainkan bentuk ketiga. Tulisan ini mengelaborasi tentang penelusuran relasi ketiga tersebut dalam sistem perundang-undangan yang ada di Indonesia.
Struktur Ketatanegaraan: Analisis Yuridis atas Dinamika Lembaga-lembaga Negara Pasca Amandemen UUD 1945
Udiyo Basuki
IN RIGHT: Jurnal Agama dan Hak Azazi Manusia Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/inright.v1i1.1213
Sepanjang Orde Lama dan Orde Baru, pelaksanaan UUD 1945 sebagai norma peraturan perundangan tertinggi dan acuan praktis bernegara mengalami penyimpangan dan penyelewengan. Pada masa tersebut, membicarakan pembaruan konstitusi adalah hal yang tabu bahkan dicap sebagai tindakan subversif. Kedua rezim ini melakukan indoktrinasi berupa sakralisasi konstitusi dan tidak mengubah konstitusi. Memasuki era reformasi, terhitung sejak tahun 1999 sampai tahun 2002, UUD 1945 justru mengalami empat kali perubahan (amandemen) yang mempengaruhi struktur ketatanegaraan Indonesia. Tulisan ini menganalisisnya dari perspektif yuridis ketatanegaraan.
Spiritualitas Teologi Pembebasan Agama : Islam vs Kristen (Studi Pemikiran Asghar Ali Engineer dan Gustavo Gutierrez)
Mansur Mansur
IN RIGHT: Jurnal Agama dan Hak Azazi Manusia Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/inright.v1i1.1219
Teologi pembebasan tidak identik dengan kekerasan dan pemaksaan kehendak. Pendekatan teologi pembebasan harus demokratis, karena tidak berhenti pada freedom from exploitation, tapi juga freedom for justice. Revolusi sosial hanya dapat diterapkan dalam konteks perang dan kekacauan yang dahsyat. Tulisan ini menganalisis dan mengkomparasi pandangan Asghar dan Gustavo tentang teologi pembebasan dan bagaimanarelevansinya bagi konteks keindonesiaan.
Panggung Politik Kiai di Era Pemilukada
Rudi Subiyakto
IN RIGHT: Jurnal Agama dan Hak Azazi Manusia Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/inright.v1i1.1214
era pemilihan kepala daerah langsung, Kiai sebagai elit lokal mempunyai nilai yang sangat berarti bagi calon pemimpin daerah. Dengan basis massa riil, Kiai dengan simbol-simbol agama merupakan modal yang signifikan dalam mendulang suara menuju kemenangan, terutama dalam rangka memobilisasi massa. Hal ini dikarenakan salah satu tugas pokok dalam rekruitmen politik adalah bagaimana elit yang ada dapat menyediakan kader-kader parpol berkualitas untuk duduk, terutama di kursi eksekutif maupun legislatif. Tarik-menarik kepentingan antara kandidat dan Kiai menjadi hal yang wajar. Kiai, dengan kharismanya mampu memobilisasi massa, sebaliknya kandidat pemimpin daerah mampu memberi berbagai fasilitas kepada Kiai.
Kajian Pemikiran Politik Islam Kontemporer
Haedar Nashir
IN RIGHT: Jurnal Agama dan Hak Azazi Manusia Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/inright.v1i1.1209
Pemikiran politik Islam kontemporer merupakan kajian politik tentang isu-isu aktual seperti persoalan hubungan Islam dan politik, demokrasi, hak asasi manusia, negara-bangsa, pluralisme, feminisme, dan masalah-masalah mutakhir lainnya yang menggunakan banyak perspektif keilmuan Islam. Perspektif yang dikembangkan tidak hanya menggunakan pendekatan ilmu-ilmu keislaman yang bersifat sintesis antara klasik dan kontemporer, tetapi juga menggunakan pendekatan ilmu-ilmu sosial dari tradisi Baratdalam kerangka kerja epistemologis dan metodologis yang bersifat interkoneksi. Tulisan ini mengelaborasi keniscayaan kajian politik Islam kontemporer yang multidisipliner dimaksud