cover
Contact Name
Disnawati
Contact Email
disnawati@uho.ac.id
Phone
+6285299381110
Journal Mail Official
mediaakuatika@uho.ac.id
Editorial Address
Principal Contact Disnawati Universitas Halu Oleo HEA Mokodompit Kampus Baru UHO Phone: 085299381110 Email: mediaakuatika@uho.ac.id
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Media Akuatika: Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25034324     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jma.v7i1
Core Subject : Agriculture,
Media Akuatika : Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan fokus dalam lingkup budidaya perairan meliputi perikanan air tawar, air payau dan air laut yang mencakup beberapa kajian, antara lain: 1. Nutrisi dan pakan ikan 2. Manajemen kesehatan ikan 3. Identifikasi parasit dan penyakit ikan 4. Teknologi reproduksi ikan 5. Manajemen pembenihan ikan 6. Manajemen lingkungan budidaya perairan 7. Teknologi dan sistem budidaya perairan 8. Bioteknologi akuakultur
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2024):" : 5 Documents clear
Pemanfaatan Ekstrak Daun Ketapang (Terminalia catappa L) Terhadap Ektoparasit Zeylanicobdella sp. Pada Ikan Kerapu Macan Secara In – Vitro Putri, Uznaq Denia; Wulandari, Rika; Miranti, Shavika
Jurnal Media Akuatika Vol 9, No 2 (2024):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v9i2.46855

Abstract

Daun ketapang diketahui mengandung senyawa kimia seperti flavonoid, alkaloid, tanin dan saponin. Senyawa tanin dan flavonoid dau ketapang diduga bersifat sebagai antibakteri. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2023 di Lab Marine Aquaculture Kimia Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Maritim Raja Ali Haji untuk mengidentifikasi kandungan bahan aktif ekstrak daun ketapang dan uji LC-50 pada Artemia salina, sedangkan untuk pengujian lintah Zeylanicobdella sp. dilakukan di Balai Benih Ikan Pengujan Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Rancangan Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan dan 3 ulangan dengan konsentrasi ekstrak uji toksisitas artemia 0 ppm, 20 ppm, 40 ppm, 60 ppm, dan konsentrasi ekstrak uji tantang lintah Zeylanicobdella sp. 0 ppm, 13 ppm, 26 ppm, dan 39 ppm. Hasil pengujian uji fitokimia ekstrak daun ketapang mengandung senyawa positif seperti alkaloid, flavonoid, dan tanin. Nilai LC50 ekstrak daun ketapang berdasarkan persamaan regresi liniear pada kurva regresi ekstrak etanol 96% yaitu 42,073 ppm yang dapat menyebabkan 50% kematian Artemia salina dan berpengaruh terhadap kematian lintah zeylanicobdella sp. Hasil uji Anova menunjukan adanya perbedaan yang signifikan, maka dilakukan pengujian lebih lanjut dengan metode post hoc test sebagai uji pembandingan berganda (Multiple Comparison) menggunakan uji tukey yang dapat disimpulkan bahwa perlakuan dengan dosis 39 ppm merupakan perlakuan yang berpengaruh pada bahan aktif daun ketapang terhadap kematian parasit jenis Zeylanicobdella sp.
Pengaruh Jarak Tanam Bibit yang Berbeda Terhadap Kandungan Agar Rumput Laut Gracilaria verrucosa (Hudson) Papenfuss Menggunakan Metode Tali Vertikal di Tambak Vean Hasan, Marsella Rifiana; Ruslaini, Ruslaini; Rahman, Abdul
Jurnal Media Akuatika Vol 9, No 2 (2024):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v9i2.45248

Abstract

ABSTRAK Rumput laut Gracilaria verrucosa merupakan penghasil agar yang sudah berhasil dibudidayakan di tambak Indonesia sehingga potensi dan penggunaan jenis rumput laut untuk industri dalam negeri menjadi besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jarak tanam bibit yang berbeda terhadap kandungan agar rumput laut G. verrucosa yang dibudidayakan di tambak menggunakan metode tali vertikal. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan dan 3 kelompok yakni perlakuan jarak tanam bibit 20, 30 dan 40 cm. Pembagian kelompok dilakukan berdasarkan letak rumpun rumput laut yaitu kelompok 1 yaitu rumpun pada kolom perairan atas, kelompok 2 yaitu rumpun pada kolom perairan tengah dan kelompok 3 yaitu rumpun pada kolom perairan bawah dengan berat bibit awal 50 g/rumpun. Parameter yang diamati adalah kandungan agar dan parameter kualitas air. Jarak tanam bibit yang berbeda dan letak rumpun rumput laut di tambak menggunakan metode tali vertikal memberikan pengaruh yang signifikan pada kandungan agar rumput laut G. verrucosa. Nilai rata-rata tertinggi dari kandungan agar rumput laut G. verrucosa diperoleh pada jarak tanam bibit 30 cm yaitu 28,03%, kemudian diikuti oleh jarak tanam bibit 40 cm yaitu 27,41% dan yang terendah pada jarak tanam bibit 20 cm yaitu 23,93%. Sedangkan nilai rata-rata tertinggi kandungan agar diperoleh pada kelompok rumput laut yang berada pada rumpun pada kolom perairan atas yaitu 28,27%, kemudian diikuti kelompok rumpun pada kolom perairan tengah yaitu 27,67% dan yang terendah pada kelompok rumpun pada kolom perairan bawah yaitu 23,42%. Kata Kunci : Rumput Laut G. verrucosa, Jarak Tanam Bibit, Metode Tali Vertikal, Kandungan Agar.
Pemanfaatan Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya) Terhadap Ektoparasit Zeylanicobdella sp. Pada Ikan Kerapu Macan Secara In – Vitro Huda, Nurul; Wulandari, Rika; Miranti, Shavika
Jurnal Media Akuatika Vol 9, No 2 (2024):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v9i2.46832

Abstract

Upaya pengendalian parasit pada ikan bisa dimulai dengan pemanfaatan bahan herbal yang dapat diperoleh dari beberapa jenis tumbuhan, salah satunya ialah Daun pepaya (Carica papaya). Pengunaan bahan alami untuk pengendalian parasit mempunyai beberapa keungulan salah satunya adalah relatif lebih aman, mudah diperoleh, murah dan tidak berbahaya terhadap lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh ekstrak daun pepaya (Cacica papaya) yang dapat mematikan ektoparasit jenis lintah Zeylanicobdella sp. dan mengetahui berapa banyak dosis optimalnya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November – Desember 2023 selama 30 hari yang berlokasi di Balai Benih Ikan (BBI) Pengujan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Penelitian ini meliputi pembuatan ekstrak menggunakan pelarut etanol 96%, identifikasi fitokimia simplisia secara kualitatif, analisis probit ekstrak terhadap hewan uji Artemia salina serta pengujian ekstrak pada lintah Zeylanicobdella sp. Dosis ekstrak bertingkat yang digunakan untuk uji LC-50 pada Artemia salina yaitu 20 ppm, 40 ppm dan 60 ppm. Sedangkan konsentrasi untuk pengujian lintah yaitu 12 ppm, 24 ppm dan 36 ppm. Data mortalitas hewan uji dianalisis dengan analisis probit log konsentrasi yang menempatkan persentasi respons dari tiap kelompok hewan, dimana mortalitas pada konsentrasi ekstrak dengan LC50-24 jam lebih dari 50% bersifat toksik. Sedangkan data uji tantang di uji dengan ANOVA. Hasil penelitian mendapatkan persentase kadar air sebesar 20,38% dan total rendemen dengan pengikat etanol 96% adalah 7,88 %. Hasil uji fitokimia mendapatkan etanol 96% berhasil menarik senyawa bioaktif jenis Alkaloid, flavonoid, Saponin dan tanin. Nilai LC50-24 jam menunjukkan konsentrasi ekstrak daun pepaya yang mampu menyebabkan 50% kematian hewan uji sebesar 38,815 ppm dan dosis terbaik yang dapat mematikan lintah Zeylanicobdella sp. dengan rata – rata 6.00 yaitu konsentrasi 720 ppm/L air laut. Kata Kunci: Daun Pepaya, Ektoparasit, Zeylanicobdella sp.
Pengaruh Kedalaman Terhadap Pertumbuhan Rumput Laut (Gracilaria verrucosa) yang Dipelihara di Tambak Kelurahan Tandebura Kecamatan Watubangga Kabupaten kolaka Darhin, Faisal Idul; Ruslaini, Ruslaini; Balubi, Abdul Muis
Jurnal Media Akuatika Vol 9, No 2 (2024):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v9i2.44781

Abstract

Rumput laut Gracilaria verrucosa merupakan salah satu spesies yang banyak dibudidayakan di Indonesia terutama di daerah tambak. G. verrucosa banyak dibudidayakan dengan berbagai cara tergantung pada kondisi dan karakteristik lokasi budidaya. Pengaruh kedalaman yang berbeda juga dapat memicu laju pertumbuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui laju pertumbuhan rumput laut G. verrucosa yang dibudidayakan dengan membandingkan tiga kedalaman penanaman yang berbeda yang dibudidayakan di lokasi tambak yang sama. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan juli-agustus 2022 yang bertempat di Kelurahan Tandebura, Kecamatan Watubangga, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan 3 perlakuan dan 18 ulangan dengan Kedalaman 20 cm (perlakuan A), Kedalaman 40 cm (perlakuan B), Kedalaman 60 cm (perlakuan C) dengan berat bibit awal 50 g/rumpun. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Rata-rata pertumbuhan mutlak rumput laut G. verrucosa yang tertinggi diperoleh pada perlakuan A dengan bobot 500,59 g, kemudian perlakuan B 307,81 g, dan kemudian yang terendah pada perlakuan C yaitu 185,22 g. LPS berkisar antara 2-4% perminggunya. Perbedaan kedalaman memberikan pengaruh yang signifikan, dimana pertumbuhan mutlak tertinggi terdapat pada perlakuan A (kedalaman 20 cm) dengan berat bobot akhir 500,59 g. Laju pertumbuhan spesifik rumput laut G. verrucosa tertinggi terdapat pada perlakuan A (kedalaman 20 cm) 4,7%, kemudian B (kedalaman 40 cm) 4,03%, dan yang terendah terdapat pada perlakuan C (kedalaman 60 cm) 3,74%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedalaman optimum untuk budidaya rumput laut G. verrucosa adalah 20 cm Kata Kunci : Rumput Laut G. verrucosa, Kedalaman Penanaman, Pertumbuhan.
Pengaruh Perbedaan Jenis Media Terhadap Kadar Glukosa dan Kelangsungan Hidup Pada Transportasi dan Pemulihan Pasca transportasi Cacing Echiura Urechis unichinctus Sabilu, Kadir; Idris, Muhammad; Yayan, Yayan; Ruslaini, Ruslaini; Balubi, Abdul Muis
Jurnal Media Akuatika Vol 9, No 2 (2024):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v9i2.29732

Abstract

ABSTRAK Durasi pengangkutan ikan hidup skala domestik rata-rata membutuhkan waktu 8 jam, sedangkan internasional rata-rata membutuhkan waktu 24 jam. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan jenis media terhadap kadar glukosa dan kelangsungan hidup pada transportasi dan pemulihan pasca transportasi cacing echiura. Cacing echiura berukuran 80-120 g disimulasi transpotasikan selama 8 jam menggunakan metode transportasi tertutup. Perlakuan penelitian didasarkan pada perbedaan jenis media pengemasan yang digunakan, yaitu: media air, media air bersubstrat pasir, dan media pasir basah, masing-masing 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan jenis media yang digunakan dalam kemasan pengangkutan berpengaruh signifikan terhadap kelangsungan hidup cacing echiura (p0.05), namun glukosa pada ketiganya setelah simulasi transportasi selama 8 jam lebih tinggi dibandingkan pada kondisi sebelum ditransportasikan (51,67 mg/dL). Glukosa tertinggi ditemukan pada echiura yang menggunakan media berupa air bersubstrat pasir sebesar 63,61 mg/d, selanjutnya media pasir basah sebesar 62,78 mg/dL, dan terrendah terdapat pada echiura yang pengangkutanya menggunakan media air yaitu 55,83 mg/dL. Tingkat kelangsungan hidup yang semakin turun hingga hari keenam setelah dipelhara di tangki, mengindikasikan bahwa penanganan cacing echiura pada fase pemulihan pascatransportasi belum sesuai dengan kebutuhan biologisnya. Hal tersebut diindikasikan pula oleh konsentrasi kadar glukosa yang tetap lebih tinggi dibandingkan kontrol (51,67 mg/dL), diketahui bahwa kadar glukosa darah banyak digunakan sebagai penanda biologis terjadinya stres sekunder pada ikan. Kata kunci :Urechis unichinctus, transportasi ikan hidup, cairan selom, glukosa, cacing echiura

Page 1 of 1 | Total Record : 5