cover
Contact Name
Sahrir Sillehu
Contact Email
jurnalghs@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalghs@gmail.com
Editorial Address
Communication and Social Dynamics, Jln. Sudirman, Kebun Cengkeh/Sumatra,Lrg. RT.004 / RW. 018, Kota Ambon, Provinsi Maluku
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Global Health Science (GHS)
ISSN : 25035088     EISSN : 26221055     DOI : https://doi.org/10.33846/ghs
Core Subject : Health,
Global Health Science (GHS) adalah jurnal ilmiah yang memublikasikan artikel-artikel ilmiah dalam bidang kesehatan meliuti: kesehatan masyarakat, kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, keperawatan, kebidanan, teknologi kesehatan, epidemiologi, informatika kesehatan, administrasi dan kebijakan kesehatan, fisioterapi, gizi, laboratorium kesehatan, kesehatan kerja, statistika kesehatan, manajemen kesehatan, promosi kesehatan, dan sebaginya. Jenis-jenis arikel yang bisa diterima untuk diterbitkan antara lain: 1. Hasil penelitian 2. Tinjauan literatur 3. Tinjauan buku 4. Komentar 5. Opini 6. Studi kasus 7. Berita ilmiah 8. Letter to editor 9. Tutorial 10. Lain-lain sesuai pertimbangan editor
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 4 (2019): Desember 2019" : 11 Documents clear
FAKTOR RISIKO PADA PENOLONG PERSALINAN TERHADAP KEJADIAN PARTUS LAMA (STUDI KASUS PADA RUMAH SAKIT DAN RUMAH BERSALIN DI KOTA AMBON) Masrikat Maya Diana Claartje
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 4 (2019): Desember 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.02 KB) | DOI: 10.33846/ghs4403

Abstract

Latar Belakang: Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih cukup tinggi, yaitu 228 per 100.000 Kelahiran Hidup. Penyebab kematian ibu dapat dibedakan menjadi penyebab tidak langsung (25%) dan langsung (75%). Salah satu penyebab langsung kematian ibu adalah dampak atau akibat dari partus lama. Akibat dari partus lama perlu mendapat perhatian dalam penanganannya. Faktor penolong persalinan memegang peranan penting dalam kejadian partus lama terutama dalam penerapan partograf. Propinsi Maluku memiliki kasus kematian ibu cukup tinggi yaitu 288 per 100.000 Kelahiran Hidup, sehingga diperlukan studi untuk mengetahui faktor-faktor risiko pada penolong persalinan terhadap kejadian partus lama. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor risiko penolong persalinan dengan penggunaan partograf terhadap kejadian partus lama meliputi usia, masa kerja, pengetahuan, sikap, pemberdayaan masyarakat dan kemitraan nakes-non nakes. Metode: Jenis penelitian adalah observasional dengan studi kasus kontrol, dilengkapi dengan kajian kualitatif. Jumlah sampel 28 kasus dan 28 kontrol. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan chi square test, multivariat dengan metode regresi logistik ganda. Kajian kualitatif dilakukan dengan metode indepth interview dan dilakukan analisis secara deskriptif, disajikan dalam bentuk narasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko penolong persalinan yang mempengaruhi kejadian partus lama berdasarkan analisis multivariat adalah penerapan partograf dengan pengetahuan kurang (OR=7,7; 95%CI : 2,328–25,742; p=0,001). Hasil kajian kualitatif menunjukkan bahwa pelatihan APN belum menjangkau semua bidan dan belum diterapkannya partograf dengan baik karena kurang adanya pengawasan dan keterlambatan merujuk ibu hamil tidak hanya dari bidan tetapi juga dari keputusan keluarga. Saran: perlu adanya sosialisasi penggunaan partograf, pengawasan penerapan partograf, mengadakan in house training, adanya standar operasional prosedur yang mewajibkan penggunaan partograf pada rumah sakit dan pelaksanaan GSI secara optimal. Kata kunci: Penolong persalinan, Partus lama, Faktor risiko, Kasus kontrol
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPUTUSAN PASIEN DALAM PEMANFAATAN INSTALASI RAWAT INAP RSU HIDAYAH DELITUA TAHUN 2017 Maresya Angelin; Asyiah Simanjorang; Masnelli Lubis
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 4 (2019): Desember 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.372 KB) | DOI: 10.33846/ghs4410

Abstract

Pelayanan kesehatan yang diberikan Rumah Sakit Umum Hidayah masih kurang, hal ini terungkap karena mendengarkan keluhan pasien bahwa belum memuaskannya pelayanan yang diberikan baik dari segi fasilitas dan perlengkapan, kualitas pelayanan seperti seperti pelayanan medik, pelayanan obat-obatan dan pelayanan administrasi. Penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawat inap dan pasien yang pernah dirawat inap setiap bulan di rumah sakit Hidayah pada tahun 2017 yaitu 140 orang, sedangkan penentuan sampel menggunakan rumus Slovin sehingga diperoleh 58 sampel penelitian. Analisis data menggunakan analisi univariat, bivairat dan multivariat.Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kualitas pelayanan, fasilitas, kecepatan pelayanan, informasi dan informasi memiliki hubungan dan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pemanfaatan instalasi rawat inap (p
Gambaran pengetahuan ibu tentang zat gizi, Tingkat Konsumsi dan status gizi balita diposyandu asoka Puskesmas Tulehu kecamatan salahutu Mahmud Mahmud
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 4 (2019): Desember 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.857 KB) | DOI: 10.33846/ghs4404

Abstract

Latar belakang: Kemenkes RI, 2016 menunjukan bahwa Hasil Pemantauan Status Gizi di provinsi Maluku terdapat 18,2% balita gizi kurang dan 6,0% balita gizi buruk. Tujuan Penelitian: Untuk Mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang asupan zat gizi, tingkat konsumsi dan status gizi pada balita di posyandu Asoka Puskesmas Tulehu kecamatan Salahutu. Metode Penelitian: Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif, subjek penelitian ini adalah ibu yang mempunyai balita dan balita diposyandu Asoka, jumlah responden dalam penelitian ini berjumlah 31 orang. Pengumpulan data pengetahuan ibu menggunakan kuesioner, data tingkat konsumsi menggunakan Form recall 24 jam,data status gizi melalui pengukuran antropometri. Hasil Penelitian: Tingkat Pengetahuan Ibu Balita Tentang Asupan Gizi, paling tinggi terdapat pada kategori kurang yaitu 16 orang (52%), sedangkan paling terendah pada kategori baik yaitu 6 orang (19%). dengan tingkat konsumsi energi paling tinggi terdapat pada kategori defisit yaitu 24 orang (77%), sedangkan paling terendah pada kategori baik yaitu 1 orang (3%). tingkat konsumsi protein paling tinggi terdapat pada kategori baik yaitu 12 orang (39%), sedangkan paling terendah pada kategori defesit dan sedang yaitu 6 orang (19%). tingkat konsumsi Lemak paling tinggi terdapat pada kategori defisit yaitu 23 orang (74%), sedangkan paling terendah pada kategori kurang yaitu 3 orang (10%). tingkat konsumsi Karbohidrat paling tinggi terdapat pada kategori defisit yaitu 19 orang (61%), sedangkan paling terendah pada kategori sedang yaitu 2 orang (10%). Status gizi balita di Posyandu Asoka Puskesmas Tulehu, berdasarkan indeks BB/U diperoleh 25 balita (81%) dengan kategori status gizi baik, dan 6 balita (19%) dengan kategori status gizi kurang. Kata Kunci: Pengetahuan gizi, Tingkat konsumsi, Status gizi
FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERILAKU IBU DALAM MENGIKUTI PROGRAM KELAS IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LONGKIB KOTA SUBULUSSALAM TAHUN 2018 Irma Yanti Hasibuan; Razia Begum Suroyo; Fatma Sylvana Dewi Harahap
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 4 (2019): Desember 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.758 KB) | DOI: 10.33846/ghs4411

Abstract

Berdasarkan data Provinsi Aceh menunjukkan bahwa jumlah kematian ibu pada tahun 2015 yang dikeluarkan adalah 134 ibu dari perhitungan AKI di Aceh pada 134/100.000 kelahiran hidup. Ketika lahir pada tahun 2014, terjadi penurunan jumlah 149/100.000 kelahiran hidup menjadi 134 kematian / 100.000 kelahiran hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku ibu dalam mengikuti program kelas ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Longkib Kota Subulussalam pada tahun 2018. Desain penelitian dalam penelitian ini adalah metode campuran dengan populasi 72 orang dan sampel diambil dengan teknik total sampling. Metode pengumpulan data adalah data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan adalah regresi logistic linier berganda. Hasil penelitian diperoleh bahwa pengetahuan memiliki nilai sig-p 0,0200,05 yang berarti tidak ada pengaruh dengan program kelas ibu hamil. Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh pengetahuan, sikap, tindakan, dan lokasi kelas ibu hamil, sedangkan keluarga, peran petugas keseahtan dan kesehatan tidak berpengaruh pada program kelas ibu hamil. Diharapkan penelitian ini dapat mendorong wanita hamil di Puskesmas Longkib untuk lebih aktif terlibat dalam pelajaran tentang pentingnya menerapkan kelas wanita hamil. Kata kunci: Perilaku, Kelas wanita hamil, Faktor, Sikap, Pengaruh
PENGARUH PEMBERIAN REBUSAN LABU SIAM (Sechium edule) TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CEMPAKA BANJARMASIN Era Widia Sary; Rini Maulida
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 4 (2019): Desember 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.03 KB) | DOI: 10.33846/ghs4407

Abstract

Peningkatan kemakmuran diberbagai bidang terutama makanan di Negara berkembang menyebabkan perubahan gaya hidup menjadi tidak sehat. Hal ini mengakibatkan meningkatnya prevalensi penyakit degenerative yaitu Diabetes Mellitus (DM) berkembang di Indonesia. Saat ini terapi Fitofarmaka sedang populer dikalangan masyarakat karena dinilai sebagai pengobatan yang mempunyai efek samping sedikit, murah, dan mudah didapat salah satunya yaitu dengan terapi labu siam.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Rebusan Labu Siam (Sechium Edule) Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II Di Wilayah Kerja Puskesmas Cempaka Banjarmasin. Jenis penelitian Quasy-experiment dengan rancangan Pre Test and Post Test Non Equivalent Control Group, teknik sampling yaitu purposive sampling. Analisa data menggunakan uji Paired Sample T-Test dan uji Indpendent Sample T-Test dengan batasan kemaknaan α=0,05. Pemberian rebusan labu siam selama 7 hari pada kelompok intervensi didapatkan penurunan kadar gula darah pretest dan posttest yang signifikan dengan nilai p (0,005). Ada pengaruh pemberian rebusan labu siam (sechium edule) Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II Di Wilayah Kerja Puskesmas Cempaka Banjarmasin. Bagi pasien Diabetes mellitus tipe II dapat memilih pengobatan alternatif selain terapi farmakologi, yaitu dengan menggunakan Labu Siam yang di olah dengan cara di rebus. Kata kunci: Diabetes Mellitus, Gula darah, Labu siam
PEMBUATAN ASAP CAIR DARI TEMPURUNG BIJI PALA (Myristica fragrans Houtt) SEBAGAI PENGAWET ALAMI IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) Jumarni Ely
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 4 (2019): Desember 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.443 KB) | DOI: 10.33846/ghs4405

Abstract

Latar belakang: Asap cair merupakan kondensasi asap pembakaran kayu (Karseno et al. 2002). Asap cair merupakan pirolisis kayu. Lebih dari 300 substansi telah diisolasi dan diidentifikasi dan kebanyakan telah ditentukan secara kuantitatif. Niniek (1999) komponen aktif asap cair (suhu pirolisis 300oC) sebagai penghambat autooksidasi lemak adalah fenol (0,42%), guaikol (0,15%), dan pirokatekol (0,93%). Ikan mengandung protein, kandungan air pada ikan membuat cepat mengalami pembusukan. Cara pengolahan ialah dengan pengasapan. Asap cair yang digunakan untuk pengawetan ikan yaitu tempurung pala (Myristica fragrans houtt). Tujuan: Untuk membuat Asap Cair Tempurung Biji Pala (Myristica fragrans houtt), Uji Organoleptik, dan Total Angka Kuman pada Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) berdasarkan waktu penyimpanan 24 jam 48 jam dan 72 jam. Metode: Ekperimen semu Hasil: Uji organoleptik ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) asap cair tempurung pala (Myristica fragrans houtt) 24 jam dan 42 jam Kenampakan: utuh, warna mengkilap spesifik produk ikan panggang, Bau: spesifik ikan panggang kuat, Rasa: spesifik ikan panggang kuat, Tekstur: padat, kompak, antar jaringan sangat erat, Jamur: tidak ada dan Lendir: tidak ada, sedangkan 72 jam Kenampakan: utuh, warna kurang mengkilap spesifik produk ikan panggang, Bau: spesifik ikan panggang kuat, Rasa: spesifik ikan panggang kuat, Tekstur: padat, kompak, antar jaringan sangat erat Jamur: ada dan Lendir: ada. Uji Total Angka Kuman 24 jam = 12.898, 42 jam = 35.860 dan 72 jam = 789.000. Kata Kunci: Asap cair tempurung biji pala, Uji organoleptik, Total angka kuman
Pengaruh Pemberian Mobilisasi Dini Terhadap Penyembuhan Luka Pada Pasien Post Herniatomi Inguinalis LateralisDi Rumah Sakit Bhayangkara Ambon Suardi Zurimi
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 4 (2019): Desember 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.477 KB) | DOI: 10.33846/ghs4401

Abstract

Mobilisasi setelah operasi yaitu proses aktivitas yang dilakukan setelah operasi dimulai dari latihan ringan diatas tempat tidur sampai dengan bisa turun dari tempat tidur, berjalan kekamar mandi dan berjalan keluar kamar. Dampak dari tindakan operatif ini sendiri adalah perlu adanya perawatan luka sehingga pasien perlu melakukan tirah baring ditempat tidur yang mengakibatkan pasien mengalami hambatan mobilisasi fisik disebabkan karena adanya luka post operasi. Bagaimana pengaruh Mobilisasi Dini Terhadap Penyembuhan Luka Pada Pasien Post Herniatomi Inguinalis di Rumah Sakit Bhayangkara Ambon. Jenis penelitian ini adalah deskriptif yang berbentuk studi kasus. Penelitian dilakukan mulai tanggal 12 - 16 April 2019 di ruangan melati RSU Bhayangkara Ambon dengan subjek penelitian pasien Tn.D dengan post herniatomi inguinalis lateralis.Hasil pengkajian didapatkan data subjektif : pasien mengatakan kesulitan dalam beraktivitas karena nyeri akut dan kelemahan akibat adanya luka post operasi, Data Objektif : Terpasang kateter, adanya luka operasi pada perut pasien dengan panjang : ± 10 cm, lebar luka: 1 cm, warna luka kemerahan, kondisi jahitan: baik, luka kering, jumlah jahitan 10, Ekstremitas bawah, kaki kanan dan kiri mengalami pergerakan terbatas, kekuatan otot : ektrimitas kanan atas 5, kiri atas 5, ekstrimitas kanan bawah 4 dan kiri bawah 4, Kebutuhan ADL pasien masih dibantu oleh perawat dan keluarga. Setelah dilakukan tindakan mobilisasi dini selama 4 hari perawatan selama proses perawatan post herniatomi ada pengaruh terhadap penyembuhan luka post herniatomi kering dan sembuh dan hambatan mobilisasi dini teratasi. Kata kunci: Post herniatomi, Mobilisasi dini
ANALISIS MUTU PELAYANAN RUJUKAN PASIEN JKN DI RSUD TOTO KABILA KABUPATEN BONE BOLANGO Dewi Kartika; Yanti Hano
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 4 (2019): Desember 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.336 KB) | DOI: 10.33846/ghs4408

Abstract

Jaminan kesehatan Nasional (JKN) merupakan upaya yang dilakukan pemerintah untuk menjamin kesehatan seluruh masyarakat Indonesia secara komprehensif, mutu pelayanan kesehatan di Rumah Sakit sangat dipengaruhi oleh proses pemberian pelayanan. Berdasarkan survey di RSUD tahun 2017 terdapat 12.782 kasus rujukan yang terjadi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang Analisis Mutu Pelayanan Rujukan terhadap pasien JKN di RSUD Toto Kabila Bone Bolango. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Populasi dan sampel penelitian yaitu seluruh petugas yang terkait dalam layanan rujukan dan informan kunci yaitu Kepala Rekam Medik, informan biasa yaitu petugas layanan rujukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu pelayanan rujukan di RSUD Toto Kabila sudah mempunyai standar pelayanan dan Reliability (kehandalan) pada rujukan melakukan tindakan layanan secara cepat dengan sesuai prosedur. Responsiveness (cepat tanggap) dalam layanan rujukan memberikan pelayanan cepat dengan selalu siaga dengan memberikan rasa kepercayaan serta dalam Assurance (jaminan) layanan rujukan sudah menggunakan kartu BPJS dengan Tangible (bukti nyata) dapat menyediakan nomor antrian agar terjadi tata tertib dalam layanan maka Empaty (empati) memberikan monitoring agar bisa saling mengontrol kesalahan yang terjadi dengan itu agar kedepannya memberikan layanan terbaik. Untuk Rumah Sakit dapat lebih meningkatkan mutu pelayanan dalam melakukan pengurusan administrasi pasien rujukan, dan memberikan layanan lebih cepat dan tanpa berbelit-belit pada saat pasien yang mulai gawat darurat. Kata Kunci: Mutu, Reliability, Responsiveness, Assurance, Tangible, Emphaty
ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN BRONKOPNEUMONIA DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN OKSIGENASI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. P.P. MAGRETTI SAUMLAKI KABUPATEN KEPULAUAN TANIMBAR Jois Nari
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 4 (2019): Desember 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.384 KB) | DOI: 10.33846/ghs4406

Abstract

Bronchopneumonia adalah suatu peradangan pada parenkim paru yang meluas sampai bronkioli atau dengan kata lain peradangan yang terdiri pada jaringan paru melalui cara penyebaran langsung melalui saluran pernapasan atau melalui hematogen sampai ke bronkus. Di Indonesia, Bronchopneumonia merupakan penyebab kematian nomor dua setelah kardiovaskuler dan TBC. Faktor sosial ekonomi yang rendah mempertinggi angka kematian.Kasus Bronchopneumonia ditemukan paling banyak menyerang anak balita. Kejadian Bronchopneumonia pada anak di Indonesia berkisar antara 23% - 27,71% tahun. Selama kurun waktu tersebut cakupan penemuan Bronchopneumonia tidak pernah mencapai target nasional termasuk target 2014 yang sebesar 80%. Penyakit ini sering menyerang anak-anak dan balita hampir diseluruh dunia. Berdasarkan hasil rekam medik RSUD dr . P.P. Magretti Saumlaki pada tahun 2018 terdapat 85 orang menderita Bronkopneumonia. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan asuhan keperawatan pada anak dengan Bronkopneumonia dalam pemenuhan kebutuhan oksigenasi, menggunakan proses keperawatan: pengkajian, diagnose keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi. Metode penelitian ini adalah deskriptif yang berbentuk studi kasus, penelitian dilakukan selama 3 hari tanggal 13-15 April 2019 yang dilakukan di ruangan anak RSUD dr.P.P.Magretti Saumlaki dengan subjek penelitian An. E dengan Bronkopneumonia . Berdasarkan pengkajian pada tanggal 13 Mei 2019 didapatkan data An.E mengalami sesak nafas, Batuk disertai lendir berwarna putih, Respirasi 44x/menit, SpO2 82%, Suhu 38,3oC, Bunyi nafas rhonci, Irama nafas ireguler danTerpasang O2 nasal kanul 1 ℓ/m. Tindakan keperawatan yang dilakukan dari hari pertama sampai hari ketiga pada An.E. sesuai dengan rencana yang dibuat dan masalah keperawatan ketidakefektifan bersihan jalan nafas berhubungan dengan peningkatan penumpukan secret teratasi Kata Kunci: Bronkopneumonia, Kebutuhan oksigenasi
UJI ORGANOLEPTIK BOLU ENBAL PADA MAHASISWA JURUSAN GIZI POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALUKU 2019 Mahmud Mahmud
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 4 (2019): Desember 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.812 KB) | DOI: 10.33846/GHS4402

Abstract

Latar Belakang: Enbal(dalam bahasa daerah Kei), merupakan salah satu makanan pokok masyarakat Daerah Kei Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual. Enbal terbuat dari bahan ubi kayu yang telah diparut dan diperas untuk mengeluarkan air dari patinya yang kemudian disebut enbal gepe, lalu diayak untuk mendapatkan tepung enbal, Enbal memiliki beberapa kelebihan antara lain: sangat mudah untuk perolehan hasil, dapat dikonsumsi oleh semua orang setelah diolah, memiliki daya simpan lama, dapat diolah menjadi aneka makanan siap saji (menu makan malam,makan siang, menu sarapan pagi, dan menu selingan/snack/cemilan),warna hasil olahan putih bersih tanpa pengawet, cocok dijadikan sebagai nasi, dan mahasiswa Jurusan Gizi banyak yang menyukai enbal rasa keju dan coklat. Tujuan Penelitian: Untuk melakukan uji organoleptik bolu enbal pada mahasiswa Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Maluku. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskritif dengan menggunakan alat ukur form skala hedonik, analis yang dilakukan yaitu analisa univariat untuk mengetahui uji organoleptik Hasil: Berdasarkan hasil distribusi tingkat kesukaan terhadap bolu enbal terkait rasa,warna,aroma, dan tekstur. panelis lebih menyukai produk A1 dengan bahan dasar tepung enbal 600 gr ditambahkan tepung terigu 300 gr. Kesimpulan: Dari hasil uji organoleptik terkait rasa,warna,aroma dan tekstur dari bolu enbal. Para panelis lebih menyukai produk A1 dengan bahan dasar tepung enbal 600 gr ditambahkan tepung terigu 300 gr. Kata kunci: Uji organolpetik, Bolu enbal

Page 1 of 2 | Total Record : 11