Global Health Science (GHS)
Global Health Science (GHS) adalah jurnal ilmiah yang memublikasikan artikel-artikel ilmiah dalam bidang kesehatan meliuti: kesehatan masyarakat, kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, keperawatan, kebidanan, teknologi kesehatan, epidemiologi, informatika kesehatan, administrasi dan kebijakan kesehatan, fisioterapi, gizi, laboratorium kesehatan, kesehatan kerja, statistika kesehatan, manajemen kesehatan, promosi kesehatan, dan sebaginya. Jenis-jenis arikel yang bisa diterima untuk diterbitkan antara lain: 1. Hasil penelitian 2. Tinjauan literatur 3. Tinjauan buku 4. Komentar 5. Opini 6. Studi kasus 7. Berita ilmiah 8. Letter to editor 9. Tutorial 10. Lain-lain sesuai pertimbangan editor
Articles
17 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5, No 3 (2020): September 2020"
:
17 Documents
clear
Pengaruh Edukasi Gizi Terhadap Pengetahuan dan Sikap Pasien Diabetes Mellitus Tipe II
Khartini Kaluku
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 5, No 3 (2020): September 2020
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (108.089 KB)
|
DOI: 10.33846/ghs5305
Diabetes melitus adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah. Diabetes Melitus Tipe II sering disebut Diabetes Melitus yang tidak tergantung pada insulin. Sekitar 90-95% dari kejadian diabetes di seluruh dunia adalah diabetes tipe II. Edukasi merupakan dasar utama pengobatan dan pencegahan DM yang sempurna. Salah satu langkah strategis untuk menambah pengetahuan dan menimbulkan motivasi kearah perbaikan kondisi status kesehatan keluarga adalah melakukan pemberdayaan keluarga atau masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi terhadap pengetahuan dan sikap Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas Air Besar Kota Ambon. Jenis penelitian ini adalah eksperimen murni dengan design penelitian pre test dan post test pada kelompok kontrol dan perlakuan. Dalam rancangan ini, pengelompokan anggota sampel dilakukan secara random. Penilaian dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Air Besar, pada Bulan Agustus sampai dengan September 2015. Hasil penelitian diketahui terdapat perbedaan pengetahuan antara sebelum dan sesudah edukasi gizi dengan p value < 0,05, ada pengaruh edukasi terhadap sikap dalam hal ini kepatuhan diet dan kadar glukosa darah pasien Diabetes Millitus Tipe II dengan p value < 0,05. Kata kunci: edukasi; pengetahuan; sikap; diabetes mellitus tipe II
Pengaruh Health Education Terhadap Perubahan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian Imunisasi Balita di Desa Waimital
Nety Taribuka;
Syariefah H Waliulu;
Eva Dayanti Kene
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 5, No 3 (2020): September 2020
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (41.079 KB)
|
DOI: 10.33846/ghs5312
Pemberian imunisasi pada anak yang mempunyai tujuan agar tubuh kebal pada penyakit tertentu. Kekebalan tubuh juga dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya terdapat kadar antibodi yang tinggi pada saat dilakukan imunisasi, potensi antigen yang disuntikan, dan waktu antara pemberian imnunisasi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimental. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pra-eksperimental dengan pendekatan one-group pra-post test design. Media yang digunakan dalam penelitian ini adalah leaflet sebagai media health education untuk meningkatkan pengetahuan ibu. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan pengetahuan ibu tentang imunisasi sebelum diberikan health education dan sesudah diberikan health education. Setelah dilakukan penelitian di desa Tomalehu selama 1 bulan dari tanggal 04 Agustus sampai 04 September 2019 dan berdasarkan hasil uji wilcoxon dalam output “Test Statistics” diketahui Asymp. Sig. (2-tailed) bernilai 0,000 lebih kecil dari
Pengaruh Terapi Kompres Hangat terhadap Dismenore pada Remaja Putri di Kepulauan Kelang Tahun 2020
Oktovina S Rattu;
Maritje S J. Malisngorar;
Erhana Tri Nastiti
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 5, No 3 (2020): September 2020
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (69.093 KB)
|
DOI: 10.33846/ghs5310
Menstruasi dapat menimbulkan gangguan yang cukup berarti bagi perempuan. Gangguan menstruasi yang sering terjadi pada kebanyakan perempuan adalah dismenore. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh terapi kompres hangat terhadap dismenore pada remaja putri di wilayah kerja puskesmas Masohi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi eksperimen (eksperimen semu), dengan pendekatan pre-test and post-test design with control group. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan remaja putri yang mengalami dismenore di wilayah kerja puskesmas masohi dengan jumlah sampel 40 responden diambil dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dengan cara observasi. Analisis bivariat menggunakan uji statistik parametrik dengan uji paired sample t-test dan uji independent sample t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata dismenore sebelum kompres hangat adalah 6.00 dan setelah kompres hangat adalah 3.65 dengan nilai p-value =0.000< α (0.05) hal ini berarti bahwa ada perbedaan dismenore antara sebelum diberikannya kompres hangat dan setelah diberikannya kompres hangat. Hasil uji independent sample t-test didapatkan rata-rata dismenore kelompok ekperimen 3.65 dan kelompok kontrol 5.15 dengan nilai p-value=0.003
Pengaruh Senam Diabetes Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Mellitus di Puskesmas Bah Kapul Pematangsiantar Tahun 2019
Romauli Pakpahan;
Marlon Sijabat
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 5, No 3 (2020): September 2020
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (662.884 KB)
|
DOI: 10.33846/ghs5317
This study aims to determine the effect of diabetes gymnastics on the decrease in blood sugar levels of diabetic patients at the puskesmas Bah Kapul Pematangsiantar. This research was conducted in Juni - Agustus 2017, the design of this study was comparative. The sample size in this study were 21 respondents obtained by total population sampling. Data were obtained through questionnaires, interviews and direct capillary blood sampling of respondents to then measured blood sugar levels by using glucose meter. Data analysis was done gradually including descriptive and paired samples t-test. The results of this study showed that before doing gymnastics in the first week of the average blood sugar levels of respondents was 272.4 mg / dl and after doing gymnastics in the fourth week of the average blood sugar levels of respondents was 257.04 mg / dl, blood sugar of 15.36 mg / dl. Result of paired samples t-test significantly decrease blood sugar level at respondent with p value of 0,041. This means that there is influence of diabetes gymnastics to the decrease of blood sugar level of diabetic patient. It is expected for health service to be a motivator and provide intensive counseling for people with diabetes mellitus to do gymnastic gymnastics routine to lower blood sugar level and prevent complication of diabetes mellitus. Keywords: gymnastics diabetes; blood sugar
Hubungan Antara Penyulit Persalinan Dengan Kejadian Sectio Caesarea di Rumah Sakit Khusus Daerah Ibu Dan Anak Pertiwi Makassar
Astiani Astiani;
Eha Sumantri;
Rahmawati Rahmawati;
Sainuddin Sainuddin;
Muhammad Saleh
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 5, No 3 (2020): September 2020
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (72.625 KB)
|
DOI: 10.33846/ghs50301
Background: Women should be informed that a planned caesarean section leads to a smaller reduction in perinatal mortality compared to a planned vaginal breech birth. Any decision to have a Caesarean section needs to be balanced with the potential adverse consequences that may result from this. Methods: This research used analytical survey method. The population in this study were all women who had been treated at the Makassar Regional Mother and Child Hospital for the period January - April 2019 totaling 259 people. The data analysis used was descriptive analysis with percentage, bivariate analysis with Chi- square test and Multivariate analysis with logistic regression. Result: There was a relationship between contraction abnormalities and caesarean section with p-value of 0.003, there was a relationship between birth path abnormalities and caesarean section, with p-value of 0.004, there was a relationship between fetal location abnormalities and caesarean section, with p-value of 0.003, and there was a relationship between placental abnormalities and caesarean section, with p-value of 0.002, the risk factors for labor with an occasional caesarean section with contraction abnormalities (OR adjusted: 5.024; 95% CI: 1.511- 16.710), placental abnormalities (adjusted OR: 3.996; 95% CI: 1,143- 13,970). Conclusion: Contraction abnormality variable is the most dominant variable associated with the incidence of caesarean section in RSKD for mothers and children pertiwi Makassar s is placental abnormalities because it has the largest OR value.. Keywords: complicated labor; sectio caesarea
Hubungan Pemberian Makanan Pendamping Asi (Mp-Asi) Pada Bayi Usia 0-6 Bulan dengan Gangguan Sistem Pencernaan di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Kairatu Tahun 2020
Harmiyati Harmiyati;
Ira Sandi Tunny;
Fatma Reni Wael
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 5, No 3 (2020): September 2020
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (69.565 KB)
|
DOI: 10.33846/ghs50306
Makanan pendamping ASI (MP-ASI) dini merupakan peralihan asupan yang semata berbasis susu menuju makanan semi padat pada usia 0-6 bulan, pengenalan pemberian MP-ASI harus dilakukan secara bertahap baik bentuk maupun jumlahnya, sesuai dengan kemampuan pencernaan bayi atau anak. Tujuan pada penelitian ini adalah Untuk mengetahuai “Hubungan Pemberian Makanan Pendamping Asi (MP-ASI) Pada Bayi Usia 0-6 Bulan Dengan Gangguan Sistem Pencernaan di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Hila Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan penelitian cross sectional. Cara pengambilan sampel Dengan teknik sampling random dengan jumlah sampel 40 responden. Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan Pemberian Makanan Pendamping Asi (MP-ASI) Dengan Gangguan Sistem Pencernaan nilai p < 0,05 atau = 0,000 dengan X2 hitung = (1.000) > X2 tabel (0.3120). Kesimpulannya bahwa ada hubungan pemberian makanan pendamping asi (MP-ASI) dengan gangguan sistem pencernaan di wilayah kerja puskesmas perawatan hila. Kata kunci: MP-ASI; gangguan sistem pencernaan
Gambaran Perilaku Pertolongan Pertama Ibu pada Balita dengan Gejala ISPA di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Kairatu Tahun 2019
Rusnani Martahan;
Wiwi Rumaolat;
Jumita Rumbia
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 5, No 3 (2020): September 2020
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (123.295 KB)
|
DOI: 10.33846/ghs5313
ISPA merupakan salah satu penyakit yang tergolong air borne disease (penularan penyakit melalui udara) yang terjadi tanpa adanya kontak dengan penderita maupun benda yang terkontaminasi. Adapun tujuan dari dalam penilitian ini adalah gambaran perilaku pertolongan pertama ibu pada balita dengan gejala ISPA di wilayah kerja Puskesmas Perawatan Kairatu. Desain penelitian yang digunakan dalam penilitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas perawatan Kairatu pada 13 September-13 Oktober 2019. Sampel penelitian yang digunakan adalah 32 orang cara pengambilan sampel pada penelitian ini adalah accidiental sampling. Berdasarkan hasil penelitian gambaran perilaku pertolongan pertama ibu pada balita dengan gejala ISPA di wilayah kerja puskesmas geser kabupaten seram bagian timur tahun 2020, sebagian besar balita yang berkunjung ke puskesmas dengan gejala ISPA ringan sebanyak 14 responden (43,8%) dan sebagian besar perilaku pertolongan pertama ibu yaitu cukup sebanyak 15 responden (46,9%) dari total 32 responden Kata kunci: ISPA; perilaku ibu; pertolongan pertama
Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Tindakan Pra Hospitalisasi Pada Balita Dengan Diare Di Ruangan Anak Rsud Dr. M. Haulussy Ambon Tahun 2019
Erlin Kiriwenno;
Epi Dusra;
Frichilia Reza Mokoende
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 5, No 3 (2020): September 2020
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (44.042 KB)
|
DOI: 10.33846/ghs5311
Diare didefinisikan sebagai bertambahnya defekasi (buang air besar) lebih dari biasanya/lebih dari tiga kali sehari, disertai dengan perubahan konsistensi tinja (menjadi cair) dengan atau tanpa darah (Roni, 2010). Menurut sumber dari WHO dan UNICEF tahun 2009 menyatakan bahwa penyakit diare di dunia masih menempati peringkat kedua penyebab kematian pada anak di bawah lima tahun salah satu faktor penyebabnya adalah Pengetahuan ibu yang minim tentang tindakan pra hospitalisasi pada balita mereka. Penelitian ini merupakan penelitian Non Eksperimen bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara pengetahuan ibu dengan tindakan pra hospitalisasi pada balita yang terserang diare di wilayah kerja RSUD dr. M. Haulusi Ambon sepanjang bulan September 2019. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Analitik dengan metode Cross Sectional. Sampel penelitian ditentukan dengan menggunakan metode total sampling yang berjumlah 20 orang. Instrumen Penelitian menggunakan kuesioner. Pengolahan data dengan menggunakan SPSS 24, menggunakan uji Chi_Square dan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil Penelitian ini terlihat angka probabilitas hubungan antar variabel pengetahuan dan variabel pra hospitalisasi adalah sebesar 0,25. Angka probabilitas 0,25 < 0,5 maka hubungan kedua variabel tersebut positif dan tidak signifikan. Dalam hal ini berarti sebenarnya ada terdapat hubungan antara pengetahuan ibu tentang pra hospitalisasi pada Balita dengan diare di ruang anal RSUD dr. M. Haulussy Ambon. Kata kunci: pengetahuan ibu; tindakan pra hospitalisasi; penyakit diare
Pelatihan Kader Kesehatan Tentang Penyakit Menular Scabies Di Negeri Mosso Kecamatan Tehoru Kabupaten Maluku Tengah
Abuzar Wakano;
Feby A. Metekohy
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 5, No 3 (2020): September 2020
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (34.995 KB)
|
DOI: 10.33846/ghs5302
Pembangunan kesehatan adalah bagian integral dari pembangunan nasional yang pada hakekatnya merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar terwujud derajad kesehatan yang optimal. Program pembangunan kesehatan Indonesia mengacu pada 3 pilar Program Indonesia Sehat yaitu mengedepankan paradigma sehat, Penguatan pelayanan kesehatan Universal Health Coverage melalui jaminan kesehatan nasional. Masyarakat Negeri Mosso Kecamatan Tehoru Kabupaten Maluku Tengah merupakan masyarakat yang sangat rentan terhadap berbagai faktor resiko penyakit baik penyakit menular maupun penyakit tidak menular. Faktor-faktor tersebut antara lain: sanitasi lingkungan yang buruk, pengetahuan tentang masalah kesehatan yang sangat kurang, perilaku hidup yang kurang sehat, faktor ekonomi yang lemah, 90% masyarakat membuang sampah di pantai karena tidak memiki tempat pembuangan sampah akhir, dan salah satu penyakit menular yang menjadi masalah pada masyarakat Negeri Mosso yang perlu ditangani adalah Scabies. Target capaian dari kegiatan ini adalah program pendampingan oleh tim kader kesehatan dapat terlaksana secara teratur dan berkesinambungan. Kader secara mandiri dapat melakukan deteksi dini tanda dan gejala penyakit scabies dengan memperoleh nilai 90%, Masyarakat mampu berperilaku Hidup Bersih dan Sehat, Kader dapat secara mandiri melakukan pelayanan pendampingan kepada masyarakat. Metode pelatihan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan demonstrasi yang disampaikan oleh tim pelatihan serta pendampingan. Hasil: rata-rata kader yang mengikuti pelatihan mengalami peningkatan pengetahuan 75% - 98 % dengan nilai tertinggi setelah dilakukan post tes adalah 93. Dan nilai terendah 67. Dan untuk meningkatkan pengetahuna, pemahaman serta ketrampilan kader maka Tim Pengabdi melakukan pendampingan kader pada saat evaluasi kegiatan. Kata kunci: scabies; kader; pelatihan
Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI (Air Susu Ibu) pada Ibu Post Partum di Wilayah Kerja Puskesmas Namlea Kabupaten Buru Tahun 2020
Dewi Susanti;
Ratna Sari Rumakey;
Iren Niak
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 5, No 3 (2020): September 2020
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (61.04 KB)
|
DOI: 10.33846/ghs50307
Refleks oksitosin dapat dipengaruhi oleh pikiran, perasaan dan emosi ibu. Perasaan ibu dapat meningkatkan dan juga menghambat pengeluaran oksitosin. Hormone ini akan menyebabkan sel-sel otot yang mengelilingi saluran pembuat susu mengerut atau berkontraksi sehingga ASI terdorong keluar dari saluran produksi ASI dan mengalir siap untuk dihisap oleh bayi. Sehingga kemungkinan jika ibu memiliki pikiran, perasaan dan emosi yang kuat, maka akan menekan refleks oksitosin dalam menghambat dan menurunkan produksi ASI. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Pra-ekperimental dengan rancangan penelitian One group pra-post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu post partum 52 orang menggunakan teknik ancidental sampling menggunakan uji statistik parametrik dengan uji non parametic Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada perbedaan sebelum dan setelah dilakukan tindakan pijat oksitosin dengan diperoleh nilai p-value sebesar 0,001 sehingga p-value