cover
Contact Name
Sahrir Sillehu
Contact Email
jurnalghs@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalghs@gmail.com
Editorial Address
Communication and Social Dynamics, Jln. Sudirman, Kebun Cengkeh/Sumatra,Lrg. RT.004 / RW. 018, Kota Ambon, Provinsi Maluku
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Global Health Science (GHS)
ISSN : 25035088     EISSN : 26221055     DOI : https://doi.org/10.33846/ghs
Core Subject : Health,
Global Health Science (GHS) adalah jurnal ilmiah yang memublikasikan artikel-artikel ilmiah dalam bidang kesehatan meliuti: kesehatan masyarakat, kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, keperawatan, kebidanan, teknologi kesehatan, epidemiologi, informatika kesehatan, administrasi dan kebijakan kesehatan, fisioterapi, gizi, laboratorium kesehatan, kesehatan kerja, statistika kesehatan, manajemen kesehatan, promosi kesehatan, dan sebaginya. Jenis-jenis arikel yang bisa diterima untuk diterbitkan antara lain: 1. Hasil penelitian 2. Tinjauan literatur 3. Tinjauan buku 4. Komentar 5. Opini 6. Studi kasus 7. Berita ilmiah 8. Letter to editor 9. Tutorial 10. Lain-lain sesuai pertimbangan editor
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2023): Juni 2023" : 5 Documents clear
Trend Determinan Penyebab Kematian Bayi di Kabupaten Magetan tahun 2020-2022 Wahyu Fitri Yuliasih; Nani Surtinah; Tutiek Herlina; Tinuk Esti Handayani
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 8, No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs8203

Abstract

Angka kematian bayi adalah masalah yang krusial, faktual, dan esensial. Kematian Bayi yang tidak teratasi akan menjadi ancaman bagi pembangunan sumber daya manusia di Indonesia. Angka Kematian Bayi di Kabupaten Magetan mengalami kenaikan pada tahun 2022. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui trend determinan penyebab kematian bayi di Kabupaten Magetan tahun 2020-2022. Penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Populasi adalah data seluruh kematian bayi tahun 2020-2022 di Kabupaten Magetan. Sample berjumlah 193. Variabel penelitian adalah umur ibu, umur kehamilan ibu, paritas, umur bayi, berat badan lahir bayi, jenis kelamin, dan jenis persalinan. Instrumen. Pengambilan data dilakukan melalui data sekunder yaitu aplikasi Maternal Neonatal Death Notification. Analisa menggunakan statistik sederhana distribusi frekuensi. Penyajian data dalam bentuk grafik. Trend faktor penyebab kematian bayi terbanyak adalah umur ibu tidak beresiko, umur kehamilan ibu prematur, ibu multipara, neonatus dini, berat badan lahir rendah, jenis kelamin laki-laki, dan jenis persalinan normal. Trend kenaikan dari tahun 2021 ke tahun 2022 meliputi faktor umur ibu tidak berisiko, umur kehamilan normal, umur kehamilan postterm, ibu multipara, neonatus dini, neonatus lanjutan, berat badan lahir rendah, berat badan lahir normal, bayi dengan jenis kelamin perempuan, persalinan induksi, persalinan Seksio Secaria. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa determinan penyebab trend kenaikan kematian bayi meliputi faktor umur ibu tidak berisiko, umur kehamilan normal, umur kehamilan postterm, ibu multipara, neonatus dini, neonatus lanjutan, berat badan lahir rendah, berat badan lahir normal, bayi dengan jenis kelamin perempuan, persalinan induksi, persalinan Seksio Secaria. Oleh karena itu dinas kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan bidan diharapkan bekerjasama dalam pelayanan ibu hamil, ibu bersalin dan bayi baru lahir dengan peningkatan kualitas pelayanan sesuai regulasi dan memperbaiki sistem rujukan terintegrasi sehingga trend penyebab kematian bayi bisa diturunkan. Kata kunci: kematian bayi; determinan; kecenderungan
Studi Kasus: Penerapan Terapi Musik Terhadap Tingkat Kecemasan pada Anak dengan Tindakan Invasif Masa Hospitalisasi Emy Rianti; Anna Sukmawati
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 8, No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs8201

Abstract

Anemia hemolitik auto imun (AHAI) merupakan salah satu penyakit imunologi didapat yang mana eritrosit pasien diserang oleh autoantibodi yang diproduksi sistem imun tubuh pasien sendiri, sehingga mengalami hemolysis. Terapi yang dapat diberikan untuk anemia adalah tranfusi darah. Tranfusi darah telah digunakan dalam penanganan anemia, yaitu dengan tujuan membantu meningkatkan kadar hemoglobin. Pemberian tranfusi dilakukan dengan cara pemasangan infus terlebih dahulu, namun pada anak usia prasekolah dapat mengalami kecemasan saat pemasangan infus. Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk menerapkan terapi musik untuk mengurangi kecemasan pada anak yang menjalani tindakan invasif. Hasil asuhan keperawatan pada anak yang menjalani terapi musik selama 3 hari menunjukkan penurunan kecemasan yang dialami dibuktikan dengan penurunan skala kecemasan yang dinilai dengan menggunakan Face Image Scale (FIS). Pada hari pertama didapatkan nilai 4, hari kedua 3, hari ketiga 2. Hal tersebut menunjukkan adanya keefektifan terapi akupresur pada anak yang menjalani kemoterapi dengan osteosarkoma. Kata kunci: cemas; musik; terapi
Faktor yang Mempengaruhi Kebiasaan Ngemil Terhadap Prestasi Belajar dan Status Gizi (Studi Literatur) Khartini Kaluku; Junieni Junieni; Mahmud Mahmud; Nilfar Ruaida
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 8, No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs8204

Abstract

Sarapan telah dikenal sebagai makanan yang paling penting, namun paling sering dilewatkan oleh anak-anak usia sekolah dasar dan remaja. Kebanyakan remaja memilih untuk mengkonsumsi cemilan, Konsumsi cemilan tengah pagi dan sebelum makan siang diketahui juga memengaruhi dengan peningkatan body mass index (BMI). Pola jajan juga dapat memberikan kontribusi terhadap status gizi anak apabila jenis jajan yang dikonsumsi berkualitas dari segi jenis dan kandungan gizinya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana kebiasaan ngemil pada anak dan remaja terhadap prestasi belajar dan status gizi. Metode yang digunakan adalah pengambilan data sekunder dari beberapa jurnal internasional maupun nasional seperti international Journal of Community Medicine and Public Health, Journal Clinical Nutrition, Public Health Nutrition, journal of nutrition, Nutrition & Food Science, BMC Public Health, Jurnal Gizi dan Pangan, Nutrire Diaita, dari tahun 2008 sampai 2022 yang diolah secara deskriptif dengan melihat variable-variabel yang mempengaruhi kebiasaan ngemil pada anak-anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa hal yang mempengaruhi kebiasaan ngemil yaitu jenis makanan, asupan kalori, letak ketersediaan makanan jajanan, kebiasaan sarapan, uang saku, waktu ngemil dan status gizi. Disimpulkan bahwa anak-anak dengan kebiasaan ngemil tidak teratur dapat mengakibatkan obesitas pada masa remaja dan masa akan datang dan mengalami masalah gizi lainnya di masa depan. strategi untuk mencegah dampak buruk di masa depan adalah dengan Memodifikasi pilihan ngemil yang bisa meningkatkan kualitas gizi serta mengurangi frekuensi konsumsi cemilan. Kata kunci: ngemil; prestasi belajar; status gizi
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu dalam perawatan Gigi anak Usia 6-7 Tahun di RT 09 kelurahan Lesane Kecamatan Kota Masohi Kabupaten Maluku Rigoan Malawat
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 8, No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs8205

Abstract

Perawatan gigi adalah upaya yang dilakukan agar gigi tetap sehat dan dapat menjalankan fungsinya. Gigi yang sehat adalah gigi yang bersih tanpa adanya lubang. Menurut WHO dalam Riskesdas (2012) diperkirakan bahwa 90% dari anak sekolah di dunia dan sebagian besar orang dewasa pernah menderita karies gigi sedangkan kesehatan gigi dan mulut di Indonesia merupakan penyakit masyarakat yang diderita oleh 8,5% penduduk Indonesia. Faktor perilaku atau sikap mengabaikan kebersihan gigi dan mulut adalah Penyebab timbulnya masalah kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat. Hal tersebut dilandasi oleh kurangnya pengetahuan akan pentingnya pemeliharaan gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Dalam Perawatan Gigi Anak Usia 6-7 Di RT. 09 Kelurahan Lesane Kecamatan Kota Masohi Kabupaten Maluku Tengah Tahun 2016. Penelitian ini merupakan Deskritiptif Analitik dengan metode Cross Sectional, sampel penelitian ditentukan dengan menggunakan metode Total Sampling yang berjumlah 36 orang, instrument penelitian menggunakan kuesioner. Pengolahan data, menggunakan uji Chi-Square dan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil dalam penelitian ini diperoleh Nilai Signifikan pengetahuan (p=0,42), sikap (p=0,001).Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap dalam perawatan gigi anak usia 6-7 tahun. Kata kunci: pengetahuan; sikap; perawatan gigi
Kombinasi Yoga Asana dan Pranayama Pada Pasien Pre Hipertensi Dalam Upaya Pencegahan Hipertensi Ida Djafar; Suardi Zurimi; Mintje M. Nendissa
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 8, No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs8202

Abstract

Terapi yoga merupakan multikomponen dari latihan yang terdiri dari postur, teknik pernafasan dan meditasi yang menunjukkan efek menguntungkan dalam berbagai kondisi medis. Salah satunya pada pasien hipertensi dengan cara mengurangi aktifitas saraf simpatis dan mengaktifkan sistem gamma amino-butyric acid (GABA) untuk menurunkan tekanan darah. Metode quasi experiment yang digunakan yaitu Time series design. Desain penelitian ini hanya menggunakan satu kelompok saja, sehingga tidak memerlukan kelompok kontrol. Sebelum dan sesudah perlakuan diberikan posttest. sampel penelitian adalah 30 pasien dengan pre hipertensi yang berada di wilayah kerja Puskesmas Hative Kecil dengan kriteria tekanan darah sistolik antara antara 120-140 mmHg dan tekanan darah diatolik antara 80-90 mmHg. Rata-rata tekanan darah sistolik sebelum 132.3±6.6 dan sesudah intervensi 2 minggu 127.4±6.1 dan 4 minggu 125.3±6.1 mengalami penurunan yang signifikan dengan selisih sebelum dan sesudah intervensi yoga adalah 7±0.5. Penurunan yang signifikan pada tekanan darah diastolik dengan rata-rata 6.5±2.1 dengan nilai signifikansi yang didapatkan dari uji paired sample t test yaitu 0,001 (p

Page 1 of 1 | Total Record : 5