cover
Contact Name
Nur Lailatul Musyafa'ah
Contact Email
jurnalmakmal@gmail.com
Phone
+6282233376729
Journal Mail Official
jurnalmakmal@gmail.com
Editorial Address
Laboratorium Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. A. Yani 117 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Ma'mal: Jurnal Laboratorium Syariah dan Hukum
ISSN : 27751333     EISSN : 27746127     DOI : 10.15642/mal
Core Subject : Social,
Mamal Jurnal Laboratorium Syariah dan Hukum covers various issues on interdisciplinary Syariah and Law from Islamic history, thought, law, politics, economics, education, to social and cultural practices.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 05 (2020): Oktober" : 5 Documents clear
Perkawinan Siri Perspektif Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya Siti Ratna Sari Nalia Niam; Nalia Niam; Abdullah Hakim; Ahmad Fathoni; Ainur Rofiq; Ahmad Bahrun Najah; Dwi Angger
Ma’mal: Jurnal Laboratorium Syariah dan Hukum Vol. 1 No. 05 (2020): Oktober
Publisher : Laboratorium Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3830.034 KB) | DOI: 10.15642/mal.v1i5.13

Abstract

Abstract: Abstract: In Law No. 1 of 1974 concerning Marriage, it is stated that marriage must be registered, and it is a formal requirement that must be done before carrying out the marriage process. However, in reality, many Indonesian citizens carry out unregistered marriages and do not register them officially at the KUA. This research is a field research and is qualitative in nature. The study was conducted to determine the views of students of the Faculty of Sharia and Law, UIN Sunan Ampel Surabaya on the law of unregistered marriage. The research was conducted by distributing questionnaires to 30 students of the Faculty of Sharia and Law of the UIN Sunan Ampel Surabaya via google form about how students perceive the meaning of siri marriage, the law of unregistered marriage in Islam, siri marriage according to positive law in Indonesia, and the factors that occur in unregistered marriage. The results of the study concluded that the understanding of 93% of FSH UINSA students was very good about this series of marriages and was in accordance with the general rules of marriage in Islamic law and marriage law in Indonesia, although there were about 7% of students who did not understand the law of uniri marriage. Based on these results, students who understand the law of unregistered marriage should be able to socialize it to the community and students who do not understand the law of uniri marriage and the factors and consequences of siri marriage. Keywords: unregistered marriage, student perspective, UIN Sunan Ampel Abstrak: Dalam undang-undang nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan disebutkan bahwa perkawinan harus dicatatkan, dan ia termasuk syarat formil yang harus dilakukan dahulu sebelum melaksanakan proses perkawinan. Namun dalam kenyataannya, banyak warga Indonesia yang melakukan perkawinan siri dan tidak mencatatkannya secara resmi di KUA. Penelitian ini adalah penelitian lapangan dan bersifat kualitatif. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pandangan mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya tentang hukum nikah siri. Penelitian dilakukan dengan menyebar angket kuisioner ke 30 mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya melalui google form tentang bagaimana pendangan mahasiswa tentang pengertian perkawinan siri, hukum perkawinan siri dalam Islam, perkawinan siri menurut hukum posistif di Indonesia, dan faktor-faktor terjadinya perkawinan siri. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pemahaman 93% mahasiswa FSH UINSA sangat baik mengenai perkawinan siri ini dan telah sesuai dengan kaidah umum tentang perkawinan dalam hukum Islam dan undang-undang perkawinan di Indonesia, meskipun ada sekitar 7% mahasiswa yang kurang memahami hukum perkawinan siri. Berdasarkan hasil tersebut hendaknya mahasiswa yang memahami hukum perkawinan siri bisa mensosialisasikan ke masyarakat dan mahasiswa yang kurang memahami hukum perkawinan siri serta faktor dan akibat dari perkawinan siri. Kata Kunci: perkawinan siri, perspektif mahasiswa, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Penerapan Electronic Court di Pengadilan Agama Surabaya Yulis Prameswari; Suci Cahaya Mustika; Muhammad Rizal Anshori; Laily Mudrika; Liana Oktavia
Ma’mal: Jurnal Laboratorium Syariah dan Hukum Vol. 1 No. 05 (2020): Oktober
Publisher : Laboratorium Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5735.739 KB) | DOI: 10.15642/mal.v1i5.31

Abstract

Abstract: The Supreme Court of the Republic of Indonesia has provided the latest innovation by issuing an electronic court service system. e-Court has a positive impact on society as a means of registering cases which are evidence of the commitment of the Supreme Court of the Republic of Indonesia based on PERMA Number 3 of 2018. E-Court is a centralized system meaning that the application is in the data center of the Indonesian Supreme Court which is integrated With the case tracking information system (SIPP) in the courts of first instance, lawyers are required to register to facilitate the dispute resolution process in the e-court system and is an absolute requirement to represent their clients in court. E-Court has been implemented in the Religious Courts since the existence of PERMA Number 3 of 2018 concerning Electronic Case and Trial Administration, by implementing e-filling, e-paymant, e-summon and e-litigation. Key word: E-Court, Laywers, Dispute Resolution Abstrak: Pengadilan tertinggi Republik Indonesia telah memberikan inovasi terbaru dengan mengeluarkan sistem layanan pengadilan elektronik. e-Court memiliki dampak positif pada masyarakat sebagai sarana untuk mendaftarkan kasus-kasus yang merupakan bukti komitmen Mahkamah Agung Republik Indonesia berdasarkan PERMA Nomor 3 Tahun 2018. E-Court merupakan sebuah sistem yang terpusat artinya aplikasi tersebut berada di data center Mahkamah Agung RI yang terintegrasi dengan sistem informasi penelusuran perkara (SIPP) di pengadilan tingkat pertama, para advokat diminta untuk mendaftar untuk memfasilitasi proses penyelesaian sengketa dalam sistem e-court dan menjadi persyaratan mutlak untuk dapat mewakili klien mereka di Pengadilan. E-Court diterapkan di Pengadilan Agama sejak adanya PERMA Nomor 3 Tahun 2018 tentang Administrasi Perkara dan Persidangan Secara Elektronik, dengan menerapkan e-filling, e-paymant, e-summon dan e-litigasi. Kata kunci: E-Court, Laywers, Resolusi Sengketa
Aplikasi Kaidah Fikih di Bidang Hukum Pidana Islam Athifatul Wafirah; Moc. Mufid
Ma’mal: Jurnal Laboratorium Syariah dan Hukum Vol. 1 No. 05 (2020): Oktober
Publisher : Laboratorium Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2345.886 KB) | DOI: 10.15642/mal.v1i5.32

Abstract

Abstract: This article discusses the application of Fiqh Rules in Islamic Criminal Law. This research is a library research and is qualitative in nature. Data were collected through literature review which was analyzed descriptively by showing the meaning of rules and examples related to Islamic criminal law. Fiqh principles are a study of science through induction thinking which summarizes fiqh problems into a essence of knowledge that can be implemented for many problems. In the rules of Islamic criminal law, there are five basic principles or basic principles as well as some of its branches related to Islamic criminal law. The fiqh rules that apply to Islamic criminal law are the same as the fiqh rules that apply to laws in other fields, namely sourced from the al-Qur'an, hadith and ijma '. Based on this, Islamic law reviewers should deepen the discussion of fiqh principles associated with Islamic criminal law by providing examples of contemporary criminal cases that are relevant for deepening the study of the principles of fiqh in Islamic criminal law. Keywords: fiqh principles, sources of fiqh principles, Islamic criminal law Abstrak: Artikel ini membahas tentang aplikasi Kaidah Fikih dalam Hukum Pidana Islam. Penelitian ini adalah Penelitian kepustkaan dan bersifat kualitatif. Data dikumpulkan melalui kajian pustaka yang dianalisis secara deskriptif dengan menampilkan pengertian kaidah dan contohnya yang berkaitan dengan hukum pidana Islam. Memahami kaidah fikih merupakan hal yang penting dalam pembelajaran hukum Islam. Kaidah fikih merupakan kajian ilmu melalui pemikiran induksi yang meringkas permasalahan-permasalahan fikih menjadi suatu sari ilmu yang dapat diimplementasikan untuk banyak masalah. Dalam kaidah hukum pidana Islam terdapat lima kaidah dasar atau kaidah asasi serta sebagian cabang-cabangnya yang berhubungan dengan hukum pidana Islam. Kaidah  fikih yang berlaku untuk hukum pidana Islam sama dengan kaidah fikih yang berlaku untuk hukum-hukum di bidang yang lain, yaitu bersumber dari al-Qur’an, hadis dan ijma’. Berdasarkan hal tersebut, kepada para pengkaji hukum Islam hendaknya memperdalam pembahasan kaidah fikih yang dikaitkan dengan hukum pidana Islam dengan memberikan contoh kasus pidana kontemporer yang relevan untuk pendalaman kajian kaidah fikih hukum pidana Islam. Kata Kunci: kaidah fikih, sumber kaidah fikih, hukum pidana Islam.
Batasan Mahar dalam Perspektif Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi`'i Nur Sofiyah Gunawan; Azum Syaifana Achnaf; Siti Intan Suryani; M Afthon Ilman Huda
Ma’mal: Jurnal Laboratorium Syariah dan Hukum Vol. 1 No. 05 (2020): Oktober
Publisher : Laboratorium Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3666.452 KB) | DOI: 10.15642/mal.v1i5.33

Abstract

Abstract: This research departs from the thoughts of mazhab Hanafi and mazhab Syafi'I who have different opinions about the minimum dowry limit. The purpose of this study is to find out the opinion, legal basis, methods used by mazhab Syafi'i and mazhab Hanafi regarding the limits of the dowry in a marriage. This type of research is library research and is qualitative in nature. The collected data were analyzed descriptively with a comparative approach. The results of the study concluded that according to mazhab Hanafi, the lowest level of dowry in marriage is 10 silver dirhams based on a hadith narrated by Jabir r.a. from the Prophet SAW, that there is no dowry with an amount less than ten dirhams. According to mazhab Shafi`i, determining the level of dowry requires the appointment of syara` texts, whereas in this case there is no text that indicates the determination of the dowry level, both for the highest level and the lowest level. Keywords: Comparasion of Opinion, Dowry, Imam Hanafi, Imam Shafi’i. Abstrak: Penelitian ini berangkat dari pemikiran mazhab Hanafi dan mazhab Syafi’i yang berbeda pendapat tentang batas minimal mahar. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pendapat, dasar hukum, metode yang digunakan oleh Mazhab Syafi’i dan Mazhab Hanafi mengenai batasan mahar dalam suatu perkawinan. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka dan bersifat kualitatif. Data yang terkumpul dianalisis secara dekriptif dengan pendekatan komparatif. Hasil Penelitian menyimpulkan bahwa menurut mazhab Hanafi, kadar terendah mahar dalam perkawinan adalah 10 Dirham perak dengan dilandasi oleh sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Jabir r.a. dari Nabi SAW, bahwa tidak ada mahar dengan jumlah yang kurang dari sepuluh dirham. Menurut mazhab Syafi`i penetapan kadar mahar membutuhkan penunjukan nash ‎syara`, sedangkan dalam hal ini tidak ada dalil nash yang menunjukkan penetapan ‎kadar mahar, baik untuk kadar tertinggi, maupun kadar terendah. Kata Kunci: Perbandingan Pendapat, Mahar, mazhab Hanafi, mazhab Syafi’i.
Pelayanan E-Court di Pengadilan Agama Trenggalek Erin Farida Rohma; Farah Nur Fitria; Indana Zulfa; Fitrotul Ula; Hoirotus Syahriyah; Ittaqi Tafuzi; Kristanti Putri Eka Wardani; Moh. Ilyas; Hafid Qurrahman; M. Firdaus Setiawan; Mohamad Ajib; Ninuk Kusrini; Mariatul Qibtiyah; Miftahul Jannah; Nanda Maulandari; Nasihatul Farihah; Sufyan Assauri; Nikmatul Maula; Fahrur Ulum; Shobirin .
Ma’mal: Jurnal Laboratorium Syariah dan Hukum Vol. 1 No. 05 (2020): Oktober
Publisher : Laboratorium Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3445.456 KB) | DOI: 10.15642/mal.v1i5.43

Abstract

Abstract: This article discusses e-court services at the Trenggalek Religious Court. This research is a qualitative research. Data collection was carried out through observation and literature study. The collected data were analyzed descriptively. The Trenggalek Religious Court is a state institution which is also one of the religious courts that proclaims the realization of an increase in modern justice services. The Trenggalek Religious Court launched the WBK (Corruption Free Area) and WBBM (Clean and Serving Bureaucratic Areas) programs. To achieve this, religious courts provide good quality services to the community by launching a service work pattern for justice seekers through PTSP (One Stop Services) and e-court. The Trenggalek Religious Court has implemented an e-court service where the plaintiffs and applicants and advocates can file cases in online form, which regulates from users of case administration services, case administration registration, summons of parties, issuance of copies of decisions, and administrative governance. Payment of case fees which are entirely made electronically/ online when submitting an application / lawsuit for civil, religious, state administration cases that apply in each judicial environment. In this regard, religious courts should always innovate and improve services, so that they are in accordance with the principles of simple, fast and low cost justice. Keywords: Service, E-court, Trenggalek Religious Court. Abstrak: Artikel ini membahas tentang pelayanan e-court di Pengadilan Agama Trenggalek. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan studi pustaka. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif. Pengadilan Agama Trenggalek merupakan lembaga negara yang juga termasuk salah satu pengadilan agama yang mencanangkan terwujudnya peningkatan pelayanan hukum yang berkeadilan yang modern. Pengadilan Agama Trenggalek mencanangkan program WBK (Wilayah Bebas Korupsi) dan WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani). Untuk mewujudkan itu, pengadilan agama memberikan kualitas pelayanan kepada masyarakat yang baik dengan mencanangkan pola kerja pelayanan terhadap para pencari keadilan melalui PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) dan e-court. Pengadilan Agama Trenggalek sudah menerapkan pelayanan e-court dimana para pihak penggugat dan pemohon serta advokat dapat mengajukan perkara dalam bentuk online, yang mengatur mulai dari pengguna layanan administrasi perkara, pendaftaran administrasi perkara, pemanggilan para pihak, penerbitan salinan putusan, dan tata kelola administrasi, pembayaran biaya perkara yang seluruhnya dilakukan secara elektronik/online saat mengajukan permohonan/gugatan perkara perdata, agama, tata usaha negara yang berlaku di masing-masing lingkungan peradilan. Berkaitan dengan hal tersebut, hendaknya pengadilan agama selalu berinovasi dan memperbaiki pelayanan, agar sesuai dengan asas peradilan sederhana, cepat dan biaya ringan. Kata Kunci: Pelayanan, E-court, Pengadilan Agama Trenggalek.

Page 1 of 1 | Total Record : 5