cover
Contact Name
Nur Lailatul Musyafa'ah
Contact Email
jurnalmakmal@gmail.com
Phone
+6282233376729
Journal Mail Official
jurnalmakmal@gmail.com
Editorial Address
Laboratorium Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. A. Yani 117 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Ma'mal: Jurnal Laboratorium Syariah dan Hukum
ISSN : 27751333     EISSN : 27746127     DOI : 10.15642/mal
Core Subject : Social,
Mamal Jurnal Laboratorium Syariah dan Hukum covers various issues on interdisciplinary Syariah and Law from Islamic history, thought, law, politics, economics, education, to social and cultural practices.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3 (2024): Juni" : 5 Documents clear
Analisis Maqāṣid Al-Sharī’ah terhadap Keputusan Menunda Menikah lagi bagi Single Parent di Desa Sawotratap Andriyani, Wiwik; Ulya, Zakiyatul
Ma’mal: Jurnal Laboratorium Syariah dan Hukum Vol. 5 No. 3 (2024): Juni
Publisher : Laboratorium Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya (https://uinsa.ac.id/fsh/facility)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/mal.v5i3.358

Abstract

Abstract: Marriage in Islam is encouraged, especially for those who are able, but there are some conditions where single parents prefer to be celibate by delaying remarriage, such as single parents in Sawotratap Village. From a fiqh perspective, there are no rules that specifically discuss whether single parents can delay remarriage or not, and there are only general rules about the law of marriage. Therefore, further research is needed to determine why single parents in Sawotratap Village delay remarriage and how maqāṣid al-sharī'ah views the decision. This article is a field research whose data is collected through interviews and documentation. The analysis technique used is descriptive with an inductive thinking pattern. The results show that single parents in Sawotratap Village postpone remarriage for various reasons, such as focusing on caring for children, not being ready to take on household responsibilities again, trauma in undergoing relationships, not being able to move on from previous partners, and being blocked by children's blessings. In fiqh, this decision can be permissible or not, depending on the condition of the single parent. However, the decision is still in accordance with maqāṣid al-sharī'ah, which is to protect religion, soul, mind, offspring, and property. Abstrak: Pernikahan dalam Islam dianjurkan terutama bagi mereka yang mampu, namun ada beberapa kondisi di mana single parent lebih memilih untuk membujang dengan menunda menikah lagi, seperti single parent yang ada di Desa Sawotratap. Dalam perspektif fikih, belum ada aturan yang secara khusus membahas tentang single parent dapat menunda pernikahan lagi atau tidak, hanya ada aturan umum tentang hukum pernikahan. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui alasan single parent di Desa Sawotratap menunda menikah lagi serta bagaimana pandangan maqāṣid al-sharī’ah terhadap keputusan tersebut. Artikel ini merupakan penelitian lapangan yang datanya dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif dengan pola pemikiran induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa single parent di Desa Sawotratap menunda menikah lagi karena berbagai alasan seperti fokus merawat anak, belum siap untuk mengemban tanggung jawab dalam rumah tangga lagi, adanya trauma dalam menjalani hubungan, belum dapat move on dari pasangan sebelumnya, hingga terhalang restu anak. Dalam fikih, keputusan ini bisa dibolehkan atau tidak tergantung pada kondisi single parent. Meskipun demikian, keputusan tersebut tetap sesuai dengan maqāṣid al-sharī’ah, yaitu menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta.
Intishar Dzahirah al-Talaq fi al-Mujtama’ al-Libiy Ezbeyda, Hamed Abdelsalam Mansour; Isniba, Abdallah Elsharif Ahmed
Ma’mal: Jurnal Laboratorium Syariah dan Hukum Vol. 5 No. 3 (2024): Juni
Publisher : Laboratorium Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya (https://uinsa.ac.id/fsh/facility)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/mal.v5i3.362

Abstract

Abstract: This study aimed to describe and analyze the proliferation problem in Libyan society. To achieve this goal, the researcher resorted to descriptive analysis and, through his knowledge of some of the problems between divorced men and women and their families. It became clear from the analysis of current facts that going out on a group that desires the general social that society relies on in its relationships and connections is a reason for shaking the foundations of Brazilian relations between spouses to distance their specialization and others that support it, such as the comprehensive political situation, diversity, tribal traditions and the transformations that society is going through as a result. [1]These factors, as the problems that affect consumers in society, are of a value nature, coordination between values ​​in society and what it includes of ideas, values, customs and traditions about marriage, the relationship between spouses, the characteristics and special medicine of both of them and the intervention of the family, we seek or positively like the course of the various relationships between them. The study concluded that there is nothing wrong with that and added the efforts of society from its individuals and its social and religious educational bodies objectively to address this problem and end it. Also, conducting a management study by specialists involves participating in its issues and circumstances and identifying its various social contexts to establish its necessity. Keywords: divorce, Islam, fiqh, society. الملخص: هدفت هذه الدراسة إلى وصف مشكلة ظاهرة انتشار الطلاق وتحليلها في المجتمع الليبي وفي سبيل تحقيق هذا الهدف عمد الباحث إلى المنهج التحليلي الوصفي  ومن خلال اطلاعه على بعض القضايا التي تحدث بين المطلقين والمطلقات  وأسرهم . وتبين من تحليل الوقائع أن الخروج على مجموعة المعايير الاجتماعية والثقافية والاقتصادية التي يستند إليها المجتمع في علاقاته وارتباطاته سبب في زعزعة أسس العلاقات العاطفية بين الزوجين بفعل عوامل داخلية تخصهما وأخرى مساندة لها مثل الوضع السياسي والاجتماعي والاقتصادي والأعراف والتقاليد القبلية والتحولات التي يمر بها المجتمع .نتيجة تلك العوامل ، إذ إن المشكلات الأسرية المنتشرة في المجتمع هي ذات طبيعة قيمية ، فالنسق القيمي في المجتمع وما يتضمنه من أفكار وقيم وعادات وتقاليد عن الزواج ، والعلاقة بين الزوجين، والصفات والطبائع الخاصة لكليهما وتدخل الأهل تؤثر سلباً أو إيجاباً في طبيعة سير العلاقة بينهما وبين المجتمع. وانتهت الدراسة إلى أنَّه لا بد من تدخل وتضافر جهود المجتمع بأفراده ومؤسساته وهيئاته الاجتماعية والدينية والقانونية بموضوعية لمعالجة هذه المشكلة ووضع حد لها ؛ وكذلك القيام بدراسة تاريخية من قبل مختصين يتم فيها توثيق وقائعه وحيثياته وتحديد السياقات الاجتماعية والثقافية المرتبطة به لكي يتسنى وضع العلاج اللازم لها. الكلمات المفتاحية: الطلاق، الاسلام، الفقه، المجتمع.   [1]
Penyebaran Film di Platform Idlix tanpa Izin Berdasarkan Undang-Undang Hak Cipta Nomor 28 Tahun 2014 Octavia, Inka Dwi; Zakiah, M. Uzair Jadiid; Darmayanti, Novia Dwi
Ma’mal: Jurnal Laboratorium Syariah dan Hukum Vol. 5 No. 3 (2024): Juni
Publisher : Laboratorium Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya (https://uinsa.ac.id/fsh/facility)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/mal.v5i3.366

Abstract

Abstract: Technological advances have made it easy to distribute unauthorized films. The distribution of unauthorized films is a copyright violation that can harm filmmakers and the creative industry. This study aims to analyze the legality of distributing films on the Idlix streaming platform based on Copyright Law No. 28 of 2014. This study uses a normative legal method with a statutory approach. Data comes from Copyright Law No. 28 of 2014, regulations related to copyright, documents and literature on copyright and film streaming platforms. The data were analyzed qualitatively using descriptive and interpretive methods. The results of the study indicate that the distribution of unauthorized films on the Idlix platform is a copyright violation that is detrimental to filmmakers and the creative industry. In addition, legal platforms are harmed by unfair competition with Idlix, and law enforcement is weak against copyright infringement on illegal streaming platforms. The distribution of films on the Idlix platform without permission from the copyright holder is a violation of Copyright Law No. 28 of 2014 and can be subject to legal sanctions. Keywords: Movies, copyright, Idlix, law. Abstrak: Kemajuan teknologi menyebabkan mudahnya penyebaran film tanpa izin. Penyebaran film tanpa izin merupakan pelanggaran hak cipta yang dapat merugikan para pencipta film dan industri kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis legalitas penyebaran film di platform streaming Idlix berdasarkan Undang-Undang Hak Cipta No. 28 Tahun 2014. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan. Data berasal dari Undang-Undang Hak Cipta No. 28 Tahun 2014, peraturan terkait hak cipta, dokumen dan literatur tentang hak cipta dan platform streaming film. Data tersebut dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif dan interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebaran film tanpa izin di platform Idlix merupakan pelanggaran hak cipta yang merugikan para pencipta film dan industri kreatif. Selain itu, platform legal dirugikan oleh persaingan tidak sehat dengan Idlix, dan lemahnya penegakan hukum terhadap pelanggaran hak cipta di platform streaming ilegal. Penyebaran film di platform Idlix tanpa izin dari pemegang hak cipta merupakan pelanggaran Undang-Undang Hak Cipta No. 28 Tahun 2014 dan dapat dikenakan sanksi hukum. Kata kunci: Film, hak cipta, Idlix, undang-undang.
Problematika Penegakan Hukum Terhadap Tindak Pidana Narkotika Di Indonesia Amalia, Hikmah Putri; Pasa, Naida Andhita; D, Salsabila Nur Sahara
Ma’mal: Jurnal Laboratorium Syariah dan Hukum Vol. 5 No. 3 (2024): Juni
Publisher : Laboratorium Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya (https://uinsa.ac.id/fsh/facility)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/mal.v5i3.367

Abstract

Abstract: Law enforcement against narcotics crimes in Indonesia still faces various problems. This study aims to discuss the issues of law enforcement against perpetrators of narcotics crimes in Indonesia. This research is normative. Data were collected through library research techniques by collecting and reviewing related laws and regulations, such as the Narcotics Law, the Criminal Code (KUHP), and other relevant regulations. This study also reviews legal literature, books, journals, and other sources of literature pertinent to the research topic. Data were analyzed descriptively. The results of this study conclude that law enforcement against narcotics crimes in Indonesia faces various challenges and problems, namely the lack of public awareness and participation in reporting and eradicating narcotics trafficking, limited human resources and infrastructure owned by law enforcement officers, weak coordination and synergy between various related agencies are other problems that need to be addressed and the lack of prevention and rehabilitation efforts for drug abusers. To overcome this problem, there must be an effort to enforce the law against narcotics crimes by strengthening the ability and capacity of law enforcement officers in Indonesia and optimizing the eradication and supervision operations of narcotics distribution in Indonesia. Keywords: Law enforcement, narcotics, officers, law. Abstrak: Penegakan hukum terhadap tindak pidana narkotika di Indonesia masih dihadapkan pada berbagai permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang problematika penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana narkotika di Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian normatif. Data dihimpun melalui teknik library research dengan mengumpulkan dan mengkaji peraturan perundang-undangan terkait, seperti Undang-Undang Narkotika, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dan peraturan lainnya yang relevan. Penelitian ini juga mengkaji literatur hukum, buku, jurnal, dan sumber-sumber kepustakaan lain yang relevan dengan topik penelitian. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa penegakan hukum terhadap tindak pidana narkotika di Indonesia menghadapi berbagai tantangan dan problematika yaitu kurangnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam melaporkan dan memberantas peredaran narkotika, keterbatasan sumber daya manusia dan sarana prasarana yang dimiliki oleh aparat penegak hukum, lemahnya koordinasi dan sinergi antara berbagai instansi terkait menjadi permasalahan lain yang perlu diatasi dan kurangnya upaya pencegahan dan rehabilitasi bagi para penyalahguna narkotika. Untuk mengatasi problematika ini maka harus ada upaya penegakan hukum terhadap tindak pidana narkotika dengan memperkuat kemampuan dan kapasitas aparat penegak hukum di Indonesia serta mengoptimalkan operasi pemberantasan dan pengawasan peredaran narkotika di Indonesia. Kata kunci: Penegakan hukum, narkotika, aparat, hukum.
Kekerasan Dalam Rumah Tangga di Desa Sawohan Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo Dalam Perspektif Kriminologi Fardhila, Marsilah
Ma’mal: Jurnal Laboratorium Syariah dan Hukum Vol. 5 No. 3 (2024): Juni
Publisher : Laboratorium Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya (https://uinsa.ac.id/fsh/facility)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/mal.v5i3.370

Abstract

Abstract:  Domestic violence is a problem that never disappears from issues in the household, such as what happened in Sawohan village, Buduran District, Sidoarjo Regency. The people of Sawohan village consider that domestic violence is a natural problem in the household. This is because the people of Sawohan village are still ordinary and do not know that the violence is an unlawful act. This article discusses how domestic violence in Sawohan village can occur from a criminological perspective. Data from this study were compiled using library research techniques and case approach approaches. The data analysis technique uses deductive description, which is then systematically compiled so that it becomes concrete data about the causes of domestic violence in Sawohan village. Furthermore, the data was processed and analyzed using criminological theory. The results of this study conclude that in criminological theories, namely social control theory and strain theory, the causes of domestic violence are caused by low economic factors that make a person commit deviant acts, young marriage so that it has a temperamental nature, childhood trauma that often receives violence, and because of a patriarchal culture. Keywords: violence, domestic, criminology, law, husband, wife. Abstrak: Kekerasan dalam rumah tangga merupakan persoalan yang tidak pernah hilang dari permasalahan di dalam rumah tangga seperti yang terjadi di desa Sawohan, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Masyarakat desa Sawohan menganggap bahwa kekerasan dalam rumah tangga merupakan persoalan yang wajar terjadi di dalam rumah tangga. Hal tersebut dikarenakan masyarakat desa Sawohan masih awam dan tidak mengetahui bahwa kekerasan tersebut merupakan perbuatan melawan hukum. Artikel ini membahas tentang bagaimana tindak kekerasan dalam rumah tangga di desa Sawohan dapat terjadi dalam perspektif kriminologiData penelitian ini dihimpun menggunakan teknik library research dan pendekatan case approach. Teknik analisis data menggunakan deskriptif deduktif yang selanjutnya disusun secara sistematis sehingga menjadi data yang konkrit mengenai penyebab terjadinya kekerasan dalam rumah tangga di desa Sawohan. Selanjutnya data tersebut  diolah dan dianalisis menggunakan teori kriminologi. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa penyebab kekerasan dalam rumah tangga disebabkan karena faktor perekonomian rendah membuat seseorang melakukan perbuatan menyimpang, pernikahan muda sehingga memiliki sifat tempramental, trauma masa kecil yang seringkali mendapat kekerasan, dan karena adanya budaya patriarki. Dalam teori kriminologi, oenyebab kekerasan tersebut termasuk dalam teori social control theory dan strain theory Kata kunci: kekerasan, rumah tangga, kriminologi, hukum, suami, istri

Page 1 of 1 | Total Record : 5