cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy,
Arjuna Subject : -
Articles 1,454 Documents
ANALISIS LAPORAN ARUS KAS DALAM MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT MNC SKY VISION TBK DAN PT FIRST MEDIA TBKYANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (STUDI KASUS TAHUN 2014-2016) B1032131042, LINDAWATY
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menilai kinerja keuangan PT MNC Sky Vision dan PT First Media Tbk yang terdaftar di Bursa Efek Indoneisa yang diukur dengan menggunakan analisis arus kas dalam bentuk rasio. Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian deskriptif kuantitatif. Data dari penelitian ini menggunakan dua perusahaan yang sejenis dalam bidang telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan menggunakan laporan keuangan periode tahun 2014 – 2016. Jenis data dalam penelitian ini adalah data sekunder.Alat analisis yang digunakan untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan adalah analisis rasio laporan arus kas berdasarkan rumus rasio arus kas meliputi Arus Kas Operasi Terhadap Kewajiban Lancar, Arus Kas Operasi Terhadap Bunga, Arus Kas Operasi Terhadap Pengeluaran Modal, Arus Kas Operasi Terhadap Total Hutang, Arus Kas Operasi Terhadap Laba Bersih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT MNC Sky Vision Tbk menunjukkan kinerja keuangan yang lebih baik dibandingkan dengan PT First Media Tbk yang cukup baik.Kata kunci : Laporan Keuangan, Rasio Arus Kas, Kinerja Keuangan
ANALISIS PENERAPAN SAK ETAP DALAM LAPORAN KEUANGAN PADA UKM CV.WALIRAH B51112098, Alvi Cornila Yudia Merennu
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsi ini berjudul “ Analisis Penerapan SAK ETAP dalam Penyusunan Laporan Keuangan pada Usaha Kecil Menengah (UKM)  CV. Walirah “ yang bertujuan untuk mengetahui penyusunan laporan keuangan UKM CV.Walirah yang sesuai dengan SAK ETAP serta untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi kendala dalam penerapan SAK ETAP pada ukm tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Mengumpulkan data dengan beberapa cara yaitu wawancara langsung dengan pihak yang berkaitan atau pengurus yang berwenang, studi dokumentasi, dan penelitian kepustakaan. Menggunakan dua alat analisis yaitu SAK ETAP dan daftar pertanyaan wawancara. Teknik analisis dalam penelitian ini adalah dengan menganalisa bagaimana penerapan standar pelaporan keuangan pada UKM dilaksanakan, serta apakah UKM CV. Walirah sudah menerapkannya atau belum,kemudian membandingkan unsur-unsur laporan keuangan menurut SAK ETAP, kemudian menganalisis faktor-faktor apa saja yang menghambat penerapan SAK ETAP pada UKM tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa UKM ini belum menerapkan penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan SAK ETAP, dan yang menjadi kendala tidak diterapkannya SAK ETAP pada UKM ini ialah tidak ada keharusan dari pemerintah untuk UKM menggunakan SAK ETAP dan  kurangnya informasi, sarana dan waktu bagi pengurus UKM tersebut.   Kata kunci : Laporan keuangan, SAK ETAP, UKM.
ANALISIS SISTEM DAN PROSEDUR PELAYANAN PENDAFTARAN TANAH PERTAMA KALI PADA KANTOR PERTANAHANKOTA PONTIANAK B51109125, RIYAN ARDIYANSYAH
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem dan prosedur pendaftaran tanah pertama kali pada  Kantor  Pertanahan  Kota Pontianak. Penelitian menggunakan  metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder diperoleh dengan cara menyebarkan kuesioner di Kantor  Pertanahan  Kota Pontianak. Sampel dalam penelitian ini menggunkan sampling acak, dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang yang meliputi 10 orang dari pegawai dan 50 orang pihak masyarakat yang melakukan pelayanan pendaftaran tanah pertama kali di kantor  Pertanahan  Kota Pontianak. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sistem dan prosedur pendaftaran tanah pertama kali pada  Kantor  Pertanahan  Kota Pontianak yaitu terdapat pembagian tugas yang jelas dalam pelayanan pendaftaran tanah pertama kali. Adanya sistem dan prosedur pelayanan pendaftaran tanah pertama kali pada Kantor Pertanahan Kota Pontianak akan memberikan kemudahan bagi pemohon untuk melihat proses dari pengajuan sertipikat tanah. Faktor-faktor yang mempengaruhi prosedur kantor Pertanahan  Kota Pontianak, maka dapat diketahui bahwa untuk pelaksanaan dari suatu prosedur berjalan secara optimal, pelaksanaan suatu program membutuhkan suatu prosedur yang menjadi standar pelaksanaannya. Alternalif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan sistem dan prosedur pendaftaran tanah pertama kali adalah dengan adanya penyebaran tanggung jawab dari beberapa pihak dapat menyebabkan kendala, namun jika koordinasi dan kerjasama dapat dilakukan dengan baik hal tersebut tidak akan menjadi kendala dalam pelaksanaan suatu kebijakan, tetapi bisa dijadikan kekuatan sehingga pelaksanaan suatu Kebijakan dapat berjalan dengan efektif dan efisien Kata Kunci      :           Sistem, Prosedur Dan Pelayanan Pendaftaran Tanah Pertama Kali
ANALISIS PENERAPAN SAK EMKM DALAM LAPORAN KEUANGAN TOKO ABANG APPLE B51112042, Egi Ramadhani
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 6, No 3 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini meneliti mengenai penerapan SAK EMKM didalam laporan keuangan toko abang apple. Laporan keuangan merupakan sumber informasi yang esensial bagi pihak yang berkepentingan, termasuk UKM. UKM sendiri mempunyai peran penting bagi pertumbuhan ekonomi negara. Kendala utama yang menjadi fokus dalam pengembangan UKM  selain modal adalah pengolahan keuangan. Sistem pembukuan UKM selama ini sangat sederhana dan cenderung mengabaikan standar yang berlaku. Dewan Standar Akuntansi Keuangan  Ikatan Akuntansi Indonesia telah mengesahkan SAK EMKM pada tanggal 18 Mei 2016 agar UKM dapat membuat laporan keuangan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Penelitian ini dilakukan pada Toko Handphone Abang Apple. Penelitian dilakuan bertujuan untuk mengetahui penyusunan laporan keuangan, penerapan SAK EMKM dalam menyusun laporan keuangan serta kendala dalam menyusun laporan keuangan. Penelitan ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pengambilan data dilakukan secara wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Toko Abang Apple belum menerapkan SAK EMKM didalam penyusunan laporan keuangan serta hanya mencatat penerimaan dan pengeluaran secara sederhana. Kendala didalam menyusun laporan keuangan adalah kurangnya pemahaman mengenai SAK EMKM.   Kata kunci: UKM, Laporan Keuangan, SAK EMKM.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP AUDIT JUDGMENT (STUDI KASUS PADA PEMERIKSA BPK PERWAKILAN PROVINSI KALIMANTAN BARAT) B51112020, GABRIELLA SIMARMATA
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengalaman audit, keahlian audit, pemahaman kode etik, kompleksitas tugas, tekanan ketaatan dan tekanan anggaran waktu terhadap audit judgment pada pemeriksa BPK Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pemeriksa yang telah mempunyai sertifikat Jabatan Fungsional Pemeriksa (JFP) dan telah memiliki pengalaman sebagai pemeriksa di BPK minimal 2 tahun. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling dan jumlah sampel sebanyak 57 responden. Metode pengambilan data primer yang digunakan adalah metode kuesioner. Data dianalisis menggunakan model regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman audit dan keahlian audit berpengaruh positif signifikan terhadap audit judgment, kompleksitas tugas berpengaruh positif tidak signifikan terhadap audit judgment. Tekanan ketaatan dan tekanan anggaran waktu berpengaruh negatif signifikan terhadap audit judgment, pemahaman kode etik berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap audit judgment. Kata kunci : Pengalaman Audit, Keahlian Audit, Pemahaman Kode Etik, Kompleksitas Tugas, Tekanan Ketaatan, Tekanan Anggaran Waktu, Audit Judgment.
PENGARUH BEBAN PAJAK TANGGUHAN DAN AKRUAL TERHADAP MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) Jaka, Yosep
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 8, No 4 (2019): Jurnal Mahasiswa Akutansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTEarnings management is an effort of company managers to intervene or influence information in financial statements with the aim of tricking stakeholders who want to know the performance and condition of the company (Sulistyanto, 2008). This study aims to examine and determine the effect of deferred tax expenses and accruals on corporate earnings management practicesThe sample used in this study was a mining company listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2016-2018 period. Total mining companies listed on the IDX in 2019 were 41 companies and the total sample used was 21 companies selected using purposive sampling techniques. Data analysis methods in this study used descriptive statistical tests, classic assumption tests, multiple linear regression and hypothesis testing.The results of the research partially indicate that deferred tax expense does not significantly influence the earnings management while the accrual variable significantly influences the earnings management. But the results of the study simultaneously show that the deferred tax expense and accruals significantly influence the earnings management.Keywords: Deferred Tax Expenses, Accruals, Earnings ManagementReferensi  Agoes, Sukrisno dan Estralita Trisnawati. (2013). Akuntansi Pepajakan edisi 3. Jakarta: Salemba Empat.Agus, Sartono. (2008). Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi Edisi Empat.  Yogyakarta: BPFEAnthony, Robert N. and Vijay Govindarajan. (1995). Management Control System. Irwin : Homewood, lllinios,Bursa Efek Indonesia. 2019. Laporan Keuangan dan Tahunan. https://www.idx.co.id/perusahaan-tercatat/laporan-keuangan-dan-tahunan/. (10 Juli 2019).Dechow,P.M., R.G. Sloan. and A.P. Sweeney. (1994). “Detecting Earning  Management”. The Accounting Review. Vol 70. pp 193-225.Fahmi, Irham. (2013). Analisis Laporan Keuangan, Cetakan ketiga. Bandung:  Alfabeta.Ghozali, Imam. (2005). Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.Ghozali, Imam. (2013). Aplikasi Analisis Multivariat dengan Program IBM SPSS. Edisi 7. Semarang: Penerbit Universitas Diponegoro.Hanlon,M. (2005). The Persistence and Pricing o fEarnings, Accruals,and Cash Flow When Firms Have Large Book-tax Differences. The Accounting Review 80 (March). pp 137-166.Harahap, Sofyan Syafri. (2011), Analisa Kritis atas Laporan Keuangan, Edisi ke-5. Jakarta: Raja Grafindo Persada.Harnanto. (2011). Akuntansi Perpajakan. Yogyakarta: BPFE-YogyakartaHarnanto. (2013). Perencanaan Pajak, Edisi Pertama. Yogyakarta: BPFE, YogyakartaIkatan Akuntan Indonesia. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Nomor 46: Akuntansi Pajak Penghasilan. Jakarta : Salemba Empat, 2002.Islahuzzaman. (2012). Istilah-istilah Akuntansi dan Auditing. Edisi Kesatu. Jakarta: PT. Bumi Aksara.Kayo, Edison Sutan. 2019. Perusahaan Pertambangan di Indonesia. https://www.sahamok.com/perusahaan-pertambangan-di-indonesia/. (12 Mei 2019).Kencana, Maulandy Rizky Bayu. 2019. 3 Sektor Usaha Ini Beri Kontribusi Besar buat Penerimaan Pajak. https://www.liputan6.com/bisnis/read/3247396 /3-sektor-usaha-ini-beri-kontribusi-besar-buat-penerimaan-pajak. (23 Juli 2019)Kiswanto. (2009). “Deferred Tax Expense and Accruals Dalam Memprediksi Earning Management: Penelitian Empiris Pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia”. Departemen Ekonomi Universitas Negeri Semarang.Pindiharti,Dewi (2011), Pengaruh Aktiva Pajak Tangguhan,Beban Pajak Tangguhan dan Akrual Terhadap Earning Management.Skripsi,Jakarta : Program S1 Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.Saepulloh, Rahmat. Kontribusi Industri Tambang bagi Pendapatan Negara Capai Rp46,6 Triliun. ttps://www.wartaekonomi.co.id/read212192/kontribusi-industri-tambang-bagi-pendapatan-negara-capai-rp466-triliun.html. (23 Juli 2019)Scott, William R, (2009). Financial Accounting Theory. Fifth Edition. Canada Prentice Hall.Sloan, R. G. (1996). Do Stock Prices Fully Reflect Information in Accruals and Cash Flows About Future Earnings. The Accounting Review Vol 71 No 3Shinta, Yohanes, Haqi. (2019). Pengaruh Beban Pajak Tangguhan Dan Akrual Terhadap Manajemen Laba Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2017. Bogor: Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas PakuanSuandy, Erly. (2008). Perencanaan Pajak. Jakarta : Salemba Empat.Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D (12th ed). Bandung: Alfabeta.Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif &RND. Bandung: Alfabeta.Suhayati, Ely dan Sri Dewi Anggadini, (2009), Akuntansi Keuangan, Edisi Pertama, Yogyakarta:Graha Ilmu.Sulistyanto, Sri. (2007). Manajemen Laba. Jakarta : Grasindo.Sulistyanto, Sri. (2008).Manajemen Laba: Teori dan Model Empiris. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana.Sumomba, Christina Ranty dan Hutomo, Sigit. (2012). Pengaruh Beban Pajak    Tangguhan dan Perencanaan Pajak Terhadap Manajemen Laba. Kinerja, Volume 16, No. 2, Hal. 103-115.Supriyanto,Edy. (2011), Akuntansi Perpajakan, Yogyakarta : Graha Ilmu.Waluyo. (2012). Akuntansi Pajak, Edisi 4. Jakarta: Salemba Empat.Wijayanti. (2006). Analisis Pengaruh Perbedaan Antara Laba Akuntansi dan Laba Fiskal Terhadap Persistensi Laba, Akrual, dan Kas. Makalah Simposium Nasional Akuntansi IX.Wolk, et.al. (2004). Accounting Theory: Conceptual Issues in a Political and Economic Environment. Thomson South-Western.Yulianti. (2004). Kemampuan Beban Pajak Tangguhan dalam Memprediksi manajemen Laba. Simposium Nasional Akuntansi VII. IAIYulianti. (2005). Kemampuan Beban Pajak Tangguhan Dalam Memprediksi Manajemen Laba. Kumpulan Materi Simposium Nasional Akuntansi Vol. VII. Page : 1147-1163.Zain, Mohammad. (2007). Manajemen Perpajakan.Jakarta: Salemba Empat
PENGARUH SIKAP DAN PERSEPSI KONTROL PERILAKU TERHADAP NIAT WHISTLEBLOWING INTERNAL-EKSTERNAL DENGAN PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI (Studi Empiris pada Badan Keuangan Daerah Kota Pontianak) B1031141013, Rahmat Sholahudin
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 7, No 4 (2018): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABTSRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sikap dan persepsi kontrol perilaku terhadap niat melakukan whistleblowing internal-eksternal dengan persepsi dukungan organisasi sebagai variabel pemoderasi. Penelitian ini menggunakan metode survey dan 68 responden pegawai yang bekerja di Badan Keuangan Daerah Kota Pontianak dengan menggunakan metode analisis regresi berjenjang. Berdasarkan hasil dari penelitian variabel sikap berpengaruh signifikan terhadap niat melakukan niat whistleblowing internal tetapi tidak dengan niat whistleblowing eksternal . Variabel persepsi kontrol perilaku tidak berpengaruh signifikan terhadap niat melakukan whistleblowing internal-eksternal dan  persepsi dukungan organisasi mendukung  terjadinya signifikansi yang mana variabel persepsi dukungan organisasi memperkuat pengaruh persepsi kontrol perilaku terhadap niat whistleblowing eksternal tetapi tidak dengan niat whistleblowing internal.Kata Kunci: Sikap, Persepsi Kontrol Perilaku, Dukungan Organisasi, Niat Whistleblowing Internal-Eksternal.DAFTAR PUSTAKAAliyah, S. (2015). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Pegawai Dalam Melakukan Tindakan Whistle-Blowing. Jurnal Dinamika Ekonomi dan Bisnis. Vol 12, No. 2Ajzen, I., and M. Fishbein. (1975). Belief, Attitude, Intention and Behavior: An Introduction to Theory and Research. United States of America: Addison-Wesley Publishing Company, Inc.Ajzen, I. (1991). The theory of planned behaviour. Organizational Behaviour and Human Decision Processes, (50: 179–21).Bagustianto, R. & Nurkholis. (2013). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk Melakukan Tindakan Whistleblowing. Jurnal Ilmiah Mahasiswa. Feb. Vol 3 (1).Bagustianto, R. & Nurkholis. (2015). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk Melakukan Tindakan Whistleblowing. Jurnal Ekonomi dan Keuangan. Vol 19, No. 2: 276-295.Brennan, N. Dan J. Kelly. (2007). A Study of Whistle-Blowing Among Trainee Auditors. British Accounting Review, (39: 61–87).Elias, R. Z. (2008). Auditing Students’ Professional Commitment and Anticipatory Socialization and Their Relationship to Whistleblowing. The Managerial Auditing Journal, (23: 283-294).Fultanegara, R. (2010). Analisis Hubungan Antara Komitmen Profesional dan Sosialisasi Antisipatif Mahasiswa PPA dengan Whistleblowing. Skripsi S1 Akuntansi Universitas Diponegoro. Tidak dipublikasikan.Jalil. Y. F. (2014). Pengaruh Komitmen Professional dan Sosialisasi Antisipatif Mahasiswa Audit Terhadap Perilaku Whistleblowing. Jurnal Bisnisdan Manajemen. Vol 4, No. 2Liana, L. (2009). Penggunaan MRA dengan SPSS untuk Menguji Pengaruh Variabel Moderating terhadap Hubungan antara Variabel Independen dan Variabel Dependen.  Jurnal Teknologi Informasi DINAMIK. Vol XIV, No. 2Jogiyanto (2008). Metodologi Penelitian Sistem Informasi. Andi: YogyakartaLPSK. (2011). Memahami Whistleblower. Jakarta: LPSKKomite Nasional Kebijakan Governance. (2008). Pedoman Sistem Pelaporan Pelanggaran SSP ( Whistleblowing – WBS). Jakarta: KNKG.Kuncoro, M. (2014). MetodeKuantitatif. Yogyakarta: UPP STIM YKPN Miceli. M. P. dan J. P. Near. (1985). Characteristics of Organizational Climate and Perceived Wrongdoing Associated with Whistle-Blowing Decisions. Personnel Psychology. (38: 525-544).Nugraha, T. (2017). Pengaruh Komitmen Professional, Lingkungan Etika, Sifat Machiavellian dan Personal Cost Terhadap Intensi Whistleblowing dengan Retaliasi Sebagai Variabel Moderating (Studi Empiris pada Perusahaan Perbankan yang berada di Kota Pekanbaru). JOM FEKON. Vol 4, No. 1Parianti, I. P. N., Suartana, W.L., & Badera, N. D. I. (2016). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Niatdan Perilaku Whistleblowing Mahasiswa Akuntansi. E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana. ISSN: 2337-3067Park, H. dan J. Blenkinsopp. (2009). Whistle-blowing as Planned Behavior – A Survey of South Korean Police Officers. Journal of Business Ethics, (85: 545–556).Priantara. 2013. Fraud Auditing and Investigation. Jakarta: MitraWacana Media.Putri, C. M. (2016). Pengaruh Jalur Pelaporandan Tingkat Religiusitas terhadap Niat Seseorang Melakukan Whistleblowing. Jurnal Akuntansi dan Investasi, (17 (1) 42-52.)Sagara, Y. (2013). “Profesionalisme Internal Auditor dan Intensi Melakukan Whistleblowing”. Jurnal Liquidity Januari-Juni 2013, Vol.2, No. 1.Saud, M. I. (2016). Pengaruh Sikap dan Persepsi Kontrol Perilaku Terhadap Niat Whistleblowing Internal – Eksternal dengan Persepsi Dukungan Organisasi Sebagai Variabel Pemoderasi. Jurnal Akuntansi dan Investasi Vol.17. No.2Semendawai, et al. (2011). Memahami Whistleblower. Jakarta, Indonesia Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).Sofia, A., Herawati, N. &Zuhdi. (2013). Kajian Empiris Tentang Niat Whistleblowing Pegawai Pajak. JAFFA. Vol 1. No. 1: 23-38.Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: ALFABETA, CV.Sulistomo. A. (2012). Persepsi Mahasiswa Akuntansi Terhadap Pengungkapan Kecurangan (Studi Empiris pada Mahasiswa Akuntansi UNDIP danUGM ). Universitas Diponegoro.Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban.Winardi, R. D. (2013). The Influence of Individual and Situational Factors on Lower-Level Civil Servants’ Whistle-Blowing Intention in Indonesia. Journal of Indonesian Economy and Business. (28: 361-376).
ANALISIS PENERAPAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 71 TAHUN 2010 SESUAI PSAP NOMOR 07 TENTANG ASET TETAP DI DINAS PERHUBUNGAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA PROVINSI KALIMANTAN BARAT B41112002, Fahrul Akbar B41112002 fahrul
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 5, No 3 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

tersebut di beli sampai periode periode berikutnya. Jadi dapat saya simpulkan bahwa pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat belum juga menerapkan metode penyusutan asset tetap.Berdasarkan latar belakang yang telah saya paparkan di atas, penulis ingin membahas tentang perlakuan penyusutan aset tetap pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat dengan judul “Analisis Penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 71 tahun 2010 Sesuai PSAP Nomor 07 tentang aset tetap di Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat”2. Tinjauan Pustaka2.1 Landasan Teori dan Kajian Empiris2.1.1 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) adalah pelaksanaan fungsi eksekutif yang harus berkoordinasi agar penyelenggaraan pemerintah berjalan dengan baik. Dasar hukum yang berkalu sejak tahun 2004 untuk pembentukan SKPD adalah UU No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Secara umum Satuan Kerja Perangkat Daerah bertugas untuk membantu dalam menyusun kebijakan, koordinasi dan pelaksanaan kebijakan yang menjadi urusan daerah.2.1.2 Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Di Provinsi Kalimantan BaratDinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Di Provinsi Kalimantan Barat Mempunyai peran dalam melaksanakan hal-hal teknis dalam melaksanakan kebijakan – kebujakan daerah. Dimana Dinas Perhubungan langsung di bawahi oleh kepala daerah. Di mana Dinas Perhubungan komunikasi dan informatika harus melaksanakan tugas pokoknya. Juga harus mengikuti kebijakan pusat yaitu tentang asset tetap.2.2 Pengertian Standar Akuntansi PemerintahanMenurut Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 pasal 1 ayat (3) tentang Standar Akuntansi Pemerintahan yang selanjutnya disingkat SAP, adalah prinsip-prinsip akuntansi yang diterapkan dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan pemerintah. Sedangkan di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 pasal 1 ayat 4 menyatakan Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan, yang selanjutnya disingkat PSAP, adalah Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) yangdiberi judul, nomor, dan tanggal efektif. Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan (PSAP) No. 07 atau biasa disingkat PSAP No. 07 adalah mengenai aset tetap. Tujuannya adalah mengatur perlakuan akuntansi untuk aset tetap, yang meliputi pengakuan, penentuan nilai tercatat, serta penentuan dan perlakuan akuntansi atas penilaian kembali dan penurunan nilai tercatat aset tetap dan lainnya. PSAP No. 07 ini diterapkan ke seluruh lembaga atau organisasi pemerintah dalam menyajikan laporan keuangan untuk tujuan umum dan perlakuan akuntansinya diantaranya pengakuan, penilaian, penyajian, dan pengungkapan yang diperlukan. Dapat disimpulkan bahwa SAP merupakan persyaratan yang mempunyai kekuatan hukum dalam upaya meningkatkan kualitas laporan keuangan pemerintah di Indonesia.2.3 Definisi AsetMenurut Peraturan Menteri keuangan RI No. 238/PMK.05/2011 tentang pedoman umum Sistem Akuntansi keuangan :“Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh pemerintah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi dan/atau sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh, baik oleh pemerintah maupun masyarakat, serta dapat diukur dalam satuan uang, termasuk sumber daya nonkeuangan yang diperlukan untuk penyediaan jasa bagi masyarakat umum dan sumber daya yang di pelihara karena alasan sejarah dan budaya.”2.4 Definisi Aset TetapMenurut Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan No. 07, menjelaskan aset tetap adalah :“Aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan untuk digunakan dalam kegiatan pemerintah atau dimanfaatkan oleh masyarakat umum.”Standar Akuntansi Pemerintah No 07, aset tetap mempunyai peranan yang sangat penting karena mempunyai nilai yang cukup signifikan bila dibandingkan dengan komponen neraca lainnya. Dengan pengertian di atas diketahui bahwa aset tetap adalah aktiva yang berumur panjang atau setidaknya lebih dari 12 bulan yang sifatnya relatif tetap yang dimiliki dan/atau dikuasai pemerintah yang bertujuan untuk dimanfaatkan oleh pemerintah maupun masyarakat umum.2.4.1 Klasifikasi AsetDalam PSAP 07, aset tetap dineraca diklasifikasikan menjadi enam akun sebagaimana dirinci dalam penjelasan berikut ini:a. Tanah, dikelompokkan dalam aset tetap ialah tanah yang dimiliki atau dikuasai oleh pemerintah yang digunakan dalam kegiatan pemerintah atau dimanfaatkan oleh masyarakat umum dan dalam kondisi siap digunakan.b. Gedung dan bangunan mencakup seluruh gedung dan bangunan yang diperoleh dengan maksud untuk dipakai dalam kegiatan operasional pemerintah dan dalam kondisi siap dipakai.c. Peralatan dan mesin mencakup mesin-mesin dan kendaraan bermotor, alat elektonik, dan seluruh inventaris kantor, dan peralatan lainnya yang nilainya signifikan dan masa manfaatnya lebih dari 12 (dua belas) bulan dan dalam kondisi siap pakai dalam kegiatan pemerintahan atau dimanfaatkan oleh masyarakat umum.d. Jalan, irigasi, irigasi, dan jaringan yang dibangun oleh pemerintah serta dimiliki dan/atau dikuasai oleh pemerintah dan dalam kondisi siap dipakai yang digunakan manfaatkan oleh pemerintah ataupun masyarakat umum.e. Aset tetap lainnya mencakup aset tetap yang tidak dapat dikelompokkan ke dalam kelompok aset tetap di atas, yang diperoleh dan dimanfaatkan untuk kegiatan operasional pemerintah dan dalam kondisi siap dipakai.f. Konstruksi dalam pengerjaan mencakup aset tetap yang sedang dalam proses pembangunan namun pada tanggal laporan keuangan belum selesai seluruhnya.2.4.2 Pengakuan Aset TetapBerdasarkan SAP No. 7 Sesuai dengan klasifikasi aset tetap diatas, suatu aset dapat diakui sebagai aset tetap apabila berwujud dan memenuhi kriteria:1. Mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (duabelas) bulan;2. Biaya perolehan aset dapat diukur secara andal;3. Tidak dimaksudkan untuk dijual dalam operasi normal entitas;4. Diperoleh atau dibangun dengan maksud untuk digunakan.Saat pengakuan aset akan dapat diandalkan apabila terdapat bukti bahwa telah terjadi perpindahan hak kepemilikan dan/atau penguasaan secara hukum, misalnya sertifikat tanah dan bukti kepemilikan kendaraan bermotor.2.4.3 Pengukuran Aset TetapAset tetap yang dimiliki atau dikuasai oleh pemerintah harus dinilai atau diukur untuk dapat dilaporkan dalam neraca. Aset tetap dinilai dengan biaya perolehan. Apabila penilaian aset tetap dengan menggunakan biaya perolehan tidak memungkinkan maka nilai aset tetapdidasarkan pada nilai wajar pada saat perolehan.2.4.4 Penilaian Awal Aset TetapBarang yang berwujud memenuhi kualifikasi untuk diakui sebagai suatu aset dan dikelompokkan aset tetap, pada awalnya harus diukur berdasarkan biaya perolehan. Bila aset tetap diperoleh dengan tanpa nilai, biaya aset tersebut adalah sebesar nilai wajar pada saat aset tersebut diperoleh.Untuk keperluan penyusunan neraca awal suatu entitas, biaya perolehan aset tetap yang digunakan adalah nilai wajar pada saat neraca awal tersebut disusun. Untuk periode selanjutnya setelah tanggal neraca awal, atas perolehan aset tetap baru, suatu entitas menggunakan biaya perolehan atau harga wajar bila biaya perolehan tidak ada.2.5 Penyajian Aset TetapInformasi yang harus diungkapkan dalam penyajian aset tetap menurut Nordiawan (2011):a. Kebijakan akuntansi untuk aset tetapb. Dasar penilaian yang digunakan untuk mencatat aset tetapc. Rekonsiliasi jumlah yang tercatat pada awal dan akhir periode yang menunjukkan penambahan, pelepasan, akumulasi penyusutan, dan mutasi aset tetap lainnya.d. Informasi penyusutan yang meliputi: nilai penyusutan, metode penyusutan yang digunakan, nilai manfaat, atau tarif penyusutan yang di gunakan.2.6 Penyusutan Aset TetapPenyusutan adalah pengalokasian harga perolehan aset tetap menjadi beban ke dalam periode akuntansi yang menikmati manfaat dari aset tetap tersebut (Riahi, 2012).Penyebab penyusutan menurut Horngren dkk (2012), Kecuali tanah, semua aktiva akan usang. Untuk beberapa aktiva tetap kerusakan dan arus merupakan penyebab penyusutan..a. Penyusutan bukan merupakan proses penilaian. Perusahaan tidak mencatat penyusutan berdasarkan nilai pasar (jual) aktiva.b. Penyusutan bukan berarti bahwa perusahaan menyisihkan kas untuk mengganti aktiva ketika sudah habis masa pakainya. Penyusutan tidak ada hubungannya dengan kas.Penyesuaian nilai aset tetap dilakukan dengan berbagai metode yang sistematis sesuai dengan masa manfaat. Metode penyusutan yang digunakan harus dapat menggambarkan manfaat ekonomik atau kemungkinan jasa (service potential) yang akan mengalir kepemerintah. Nilai penyusutan untuk masing-masing periode. Bulletin teknis nomor 05 tentang penyusutan :a. Arti Penting Penyusutanb. Prasyarat Penyusutanc. Prosedur Penyusutand. Identifikasi Aset Tetap Yang Dapat Disusutkane. Pengelompokan Asetf. Penetapan Nilai Aset Tetap yang Wajarg. Penetapan Nilai Yang Dapat DisusutkanSeluruh nilai aset tetap menyusut dianggap dapat disusutkan, tanpa memperhitungkan nilai residu. Seluruh nilai aset tetap menyusut menjadi nilai yang dapat disusutkan.Berdasarkan PSAP No. 07 paragraf 57 menyatakan metode penyusutan yang dapat dipergunakan oleh pemerintah sebagai berikut :a. Metode garis lurus (straight line method)Penyusutan =Harga Perolehan – Nilai SisaMasa Manfaatb. Metode saldo menurun ganda (double declining balance method)Penyusutan =1 x 100% x 2Umur Ekonomisc. Metode unit produksi (unit of production method)Penyusutan =Harga Perolehan – Nilai Sisa TafsianHasil Produksi (unit)h. Penetapan Metode Penyusutani. Perhitungan dan Pencatatan Penyusutanj. Penyajian PenyusutanTanah xxx Peralatan dan Mesin xxx Gedung dan Bangunan xxx Jalan, Irigasi dan Jaringan xxx Aset tetap lainnya xxx Akumulasi Penyusutan (xxx) Nilai Buku Aset xxx Konstruksi dalam Pengerjaan xxx Nilai Aset (Bersih) xxx k. Pengungkapkan Penyusutan di dalam Catatan atas Laporan Keuanganl. Pemanfaatan Aset Tetap yang Sudah Seluruh Nilainya Disusutkan2.7 Penelitian Terdahulu2.8 Kerangka PemikiranSkema Kerangka PemikiranGood Goverment GovernancePengelolaan dan Pencatatan Aset TetapPenerapan Kepatuhan PSAP No. 07Laporan Aset Tetap3. Metode Penelitian3.1 Jenis PenelitianJenis penelitian yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif3.2 Sumber Data1. Data PrimerData yang diperoleh langsung dari lapangan melalui wawancara dan observasi yang dilakukan dengan pejabat atau orang orang yang terkait dengan materi penelitian. Dengan menemui kepala bagian keuangan dan bagian aset atau bagian yang terkait dalam penulisan ini.BP3AKB.2. Data SekunderData sekunder, yaitu data yang bersumber dari berbagai referensi berupa literatur atau buku dan dokumen-dokumen yang ada, penulis melakukan studi kepustakaan dengan membaca literatur literatur yang berkaitan dengan materi yang diteliti. Dokumen atau literatur yang digunakan penulis seperti skripsi - skripsi terdahulu, Peraruran Pemerintah nomor 71 tahun 2010 dan PSAP No. 07 serta Bulletin Teknis No. 05.3.2.1 Cara Pengumpulan DataBerdasarkan dari metode deskriptif diatas, maka teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis terdiri dari:1. Teknik Wawancara(interview)Wawancara yang dilakukan oleh penulis yaitu tanya jawab secara langsung dengan kepala bagian keuangan dan aset di kantor Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat.2. Studi DokumenterStudi dokumentasi dilakukan dengan melakukan pengumpulan data, seperti buku teks, dokumen - dokumen dan peraturan tertulis yang diberikan oleh pihak kantor bagian keuangan dan aset terdapat di kantor tersebut.3. Studi KepustakaanPenelitian ini meliputi penelitian terhadap beberapa literatur-literatur yang ada, yang dapat memberikan dasar teori bagi penulisan ini antara lain berupa SAP, modul pelatihan SAP PP No. 71 Tahun 2010, Undang-undang yang berhubungan dan dokumen lain yang diperlukan.3.2.2 Alat Analisis Data1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 71 tahun 2010 Lampiran kedua.2. Pernyataan Standar Akuntansi PemerintahanNomor 07 tentang Akuntansi Aset Tetap.3. Buletin Teknis Standar Akuntansi Pemerintah Nomor 05 tentang Akuntansi Penyusutan .3.2.3 Lokasi PenelitianLokasi penelitian ini bertempat di Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat dengan pertimbangan bahwa Dishub Provinsi Kalbar merupakan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Letak lokasi Kantor Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat di Jalan Adisucipto.3.3 Tahapan PenelitianTahap-tahap yang dilakukan selama penelitian berlangsung yaitu:1. Tahap OrientasiTahap ini merupakan tahap pengenalan terhadap permasalahan yang berlangsung pada objek penelitian.2. Tahap EksplorasiTahap eksplorasi merupakan tahap penggalian informasi dan pengumpulan data. Pengumpulan data yang sesuai dengan masalah yang diteliti dilakukan dengan melakukan wawancara dan dokumentasi terhadap responden.3. Pengambilan keputusan atau verifikasi,berarti bahwa setelah data disajikan, maka dilakukan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Untuk itu diusahakan mancari pola, model, tema, hubungan, persamaan dan sebagainya. Jadi, dari data tersebut berusaha diambil kesimpulan. Verifikasi dapat dilakukan dengan keputusan didasarkan pada reduksi data, dan penyajian data yang merupakan jawaban atas masalah yang diangkat dalam penelitian.4. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN4.1 Gambaran Umum PerusahaanDinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika sesuai keputusan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 46 Tahun 2008, bahwa Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat merupakan unsur pelaksana pemerintah di daerah dalam bidang Perhubungan Komunikasi dan Informatika dipimpin oleh seorang Kepala Dinas berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Gubernur Kalimantan Barat dengan tugas pokoknya.4.2 Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah (PSAP) No. 07 Pada Dinas Perhubungan Komunikai dan Informatika Provinsi Kalimantan BaratDengan kehadiran Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan, berbuah keputusan penghapusan Standar Akuntansi Pemerintahan berbasis kas menuju akrual dan penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) berbasis akrual secara penuh. Sebelum terbitnya PP 71 Tahun 2010 ada Peraturan Pemerintah 24 tahun 2005, Dimana setiap unit pelaporan pada instansi pemerintah wajib menyusun neraca sebagai salah satu bagian dari laporan keuangan pemerintah, dimana di dalam neraca menyajikan pos akun asset tetap.Tujuan penyusunan dan penyampaian laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi mengenai keadaan keuangan suatu instansi, demikian pula pada kantor Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat. Laporan keuangan yang dibutuhkan adalah laporan keuangan yang dapat memberikan informasi yang dapat memberikan gambaran yang riil terhadap keuangan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kalimantan Barat.4.2.1 Pengklasifikasi Aset TetapPada laporan inventaris kantor Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan barat mengklasifikasikan aset tetap sesuai dengan PSAP no 07 yaitu aset tetap diklasifikasikan berdasarkan kesamaan dalam sifat atau fungsinya dalam aktivitas operasi entitas. Pengklasifikasiannya sebagai berikut:a. TanahDinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat mengelompokkan tanah sebagai aset tetap sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah (PSAP) No. 07 yaitu “Tanah yang diperoleh dengan maksud untuk dipakai dalam kegiatan operasional pemerintah dan dalam kondisi siap dipakai.”b. Peralatan dan MesinDinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat mengelompokkan peralatan dan mesin sebagai aset tetap sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah (PSAP) No. 07 bahwa“Peralatan dan mesin mencakup mesin-mesin dan kendaraan bermotor, alatelektronik, dan seluruh inventaris kantor, dan peralatan lainnya yang nilainya signifikan dan masa manfaatnya lebih dari 12 (dua belas) bulan dalam kondisi siap dipakai.”c. Gedung dan BangunanDinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat telah menerapkan sesuai dengan PSAP No. 07 yaitu “ Seluruh Gedung dan Bangunan yang diperoleh dengan maksud untuk dipakai dalam kegiatan operasional pemerintah dan dalam kondis siap pakai”, Dimana sudah di akui sebagai aset tetap.d. Jalan, Irigasi, dan JaringanDinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat telah menerapkan sesuai dengan PSAP No. 07 yaitu “Mencakup jala, irigasi dan jaringan yang dibangun oleh pemerintah serta dimiliki atau dikuasai oleh pemerintah dan dalam kondisi siap dipakai”, Dimana sudah di akui sebagai aset tetap.e. Aset tetap lainnyaDinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat telah menerapkan sesuai dengan PSAP No. 07 yaitu “Mencakup aset tetap yang tidak dapat di kelompokan aset tetap diatas, yang di peroleh dan dimanfaatkan untuk kegiatan operasional pemerintah dan dalam kondisi siap pakai.”f. Konstruksi dalam PengerjaanDinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat telah menerapkan sesuai dengan PSAP No. 07 yaitu “Mencakup aset tetap yang sedang dalam proses pembangunan namun pada tanggal laporan keuangan belum selesai seluruhnya”,4.2.2 Pengakuan Aset TetapDinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat adalah aset berwujud baik berupa kendaraan, bangunan, tanah maupun inventaris lainnya, digunakan untuk kegiatan operasional entitas. hal ini sesuai dengan PSAP no. 07 Untuk dapat diakui sebagai aset tetap, suatu aset harus berwujud dan memenuhi kriteria:1. Mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan2. Biaya perolehan aset dapat diukur secara andal3. Tidak dimaksudkan untuk dijual dalam operasi normal entitas4. Diperoleh atau dibangun dengan maksud untuk digunakan4.2.3 Pengukuran Aset TetapPada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat aset tetap kantor dalam pencatatannya menggunakan nilai wajar berdasarkan biaya perolehanMenurut pada Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah (PSAP) No. 07 yaitu “Aset tetap dinilai dengan biaya perolehan. Apabila aset tetap dengan menggunakan biaya perolehan tidak memungkinkan maka nilai aset tetap didasarkan pada nilai wajar pada saat perolehan.”4.2.4 Penilaian Awal Aset TetapUntuk penilaian awal aset harus membuat dasar mutasi aset tetap dahulu di mana didalam nya membuat bukti – bukti kwintansi, pembelian atau perpindahan kepemilikan. Dimana kita dapat melihatnya seperti contoh tanah, peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, jalan, irigasi, dan instalasi, aset tetap lainnya. Penilaian awal aset tetap dinas perhubungan telekomunikasi dan informatika yang berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah No 07 yaitu:“Untuk keperluan penyusunan neraca awal suatu entitas, biaya perolehan aset tetap yang digunakan adalah nilai wajar pada saat neraca awal tersebut disusun. Untuk periode selanjutnya setelah tanggal neraca awal, atas perolehan aset tetap baru, suatu entitas menggunakan biaya perolehan atau harga wajar bila biaya perolehan tidak ada”.4.2.5 PenyusutanInstansi Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah (PSAP) No. 07 belum menerapkan akuntansi penyusutan aset tetap karena dalam penyajian laporan keuangannya atau neraca masih menggunakan harga perolehan tanpa mengurangi akumulasi penyusutan aset tetap. Didalam Buletin Teknis No 05 juga di atur mengenai akuntansi penyusutan aset tetap. Penyusutan adalah alokasi sistematis atas nilai suatu aset tetap yang dapat disusutkan, selama masa manfaat aset yang bersangkutan. Metode penyusutan yang digunakan harus dapat menggambarkan manfaat ekonomik atau kemungkinan jasa (service potential) yang akan mengalir ke pemerintah.Metode penyusutan yang dapat dipergunakan antara lain:a. Metode garis lurusMetode ini menganggap aset tetap akan memberikan kontribusi yang merata (tanpa fluktuasi) disepanjang masa penggunaannya, sehingga aset tetap akan mengalami tingkat penurunan fungsi yang samatiap periodenya hingga aset ditarik dari penggunaannya.rumus metode garis lurus adalah sebagai berikut : Nilai yang dapat disusutkanMasa manfaatb. Metode saldo menurun bergandaMetode ini sesuai jika dipergunakan untuk jenis aset tetap yang tingkat keusangannya tergantung pada volume produk yang dihasilkan, yaitu jenis aktiva mesin produksi. Rumus metode saldo menurun ganda adalah sebagai berikut :Penyusutan Per Periode = (nilai yang dapat disusutkan – akumulasi penyusutan periode sebelum) × Tarif penyusutanTarif Penyusutan =c. Metode unit produksiPenyusutan Per
ANALYSIS OF IMPLEMENTATION STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN TANPA AKUNTABILITAS PUBLIK (SAK ETAP) ON THE MICRO SMALL AND MEDIUM ENTERPRISES (MSMES) SUTOMO JAYA BUILDING SHOP B41112132, Jimi
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The financial report is a tool analyzing the financial performance of companies that can provide information about the financial position, performance and cash flow,so it can serve as a basis for decision making by management. Accounting Standards Entities Without Public Accountability (SAK ETAP) is an accounting standard set for ease of preparation and presentation of financial statements for MSMEs. The information presented in the financial statements may provide ease in lending assistance to the creditor institutions to MSMEs. This study was designed to produce a simple financial statements format based on SAK ETAP for MSMEs. The object of this study is MSMEs Sutomo Jaya Building shop located in Pontianak engaged in the sale of building material. The purpose of this study was to determine the suitability of the financial statements which is owned by MSMEs with the financial statements SAK ETAP. This study is a qualitative research and data collection techniques used is through observation, interviews,and literature study. Results of research conducted concluded that the financial statements of MSMEs Sutomo Jaya Building shop not apply SAK ETAP. This is because MSMEs only provide a simple income statement in the financial statements. Factors that cause SAK ETAP has not been applied in preparing the financial statements is the lack of understanding of accounting from the owners and employees as well as the lack of participation of the government to conduct socialization and training to MSMEs on SAK ETAP. Keywords: MSMEs Sutomo Jaya Building shop, SAK ETAP, Financial Statements
Pengaruh Persepsi, Pengetahuan, dan Motivasi Mahasiswa Akuntansi Terhadap Minat Berkarir di Bidang Perpajakan (Studi Empiris Pada Mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Tanjungpura) B1031141018, Siti Zakiatil Fajirah
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH PERSEPSI, PENGETAHUAN, DAN MOTIVASI  MAHASISWA AKUNTANSI TERHADAP MINAT BERKARIR DI BIDANG PERPAJAKAN(Studi Empiris Pada Mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Tanjungpura)Oleh:Siti Zakiatil Fajirah Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Jurusan AkuntansiUniversitas Tanjungpura Pontianak ABSTRAK Perkembangan dunia usaha di Indonesia yang semakin pesat dan dinamis memberikan lapangan pekerjaan yang beragam bagi angkatan kerja. Banyak perusahaan sedang mencari fresh graduation sebagai bakal bagian dari pengembangan dan kemajuaan perusahaannya. Sebagai seorang Sarjana Akuntansi, tentunya banyak bidang pekerjaan atau profesi yang dapat dijajaki. Pilihan karir merupakan suatu proses ketika seseorang mengarahkan diri kepada suatu tahap baru dalam kehidupannya, melihat posisi dalam kehidupan pembuatan keputusan karir mereka. sejatinya, sarjana akuntansi akan meniti karir di bidang keuangan. Namun, bidang karir yang tak kalah menarik memiliki peluang yang tinggi adalah karir di bidang perpajakan.Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh persepsi, pengetahuan, dan motivasi tentang perpajakan terhadap minat berkarir mahasiswa Akuntansi di FEB dalam bidang perpajakan, serta untuk mengetahui apakah ketiganya (persepsi, motivasi dan pengetahuan) terhadap berpengaruh minat mahasiswa Akuntansi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis untuk berkarir di bidang perpajakanData yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dengan cara penyebaran kuesioner. Pengolahan data dibantu dengan program SPSS 24.Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan persepsi, motivasi, dan pengetahuan secara parsial maupun secara simultan terhadap minat mahasiswa akuntansi untuk berkarir di bidang perpajakan. Kata kunci : persepsi mahasiswa, motivasi, pengetahuan, minat, perpajakan.

Page 20 of 146 | Total Record : 1454


Filter by Year

2012 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 4 (2021): Vol 4 Vol 11, No 1 (2021): KIAFE Vol 11, No 1 (2021): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 10, No 3 (2020): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 9, No 3 (2020): Jurnal Mahasiswa AK Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 8, No 4 (2019): Jurnal Mahasiswa Akutansi Vol 8, No 3 (2019): Jurnal Mahasiswa Akutansi Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 7, No 4 (2018): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 6, No 3 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 5, No 3 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 4, No 4 (2015): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 4, No 3 (2015): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 3, No 4 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Mahasiswa Akuntansi More Issue