ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perlakuan akuntansi terhadap aset-aset bersejarah di Indonesia terutama dari segi penilaian aset –aset bersejarah. Penting bagi pemerintah untuk dapat mengelola aset secara memadai dan menyeluruh, salah satunya adalah aset bersejarah yang memiliki nilai historis, budaya dan estetika yang tinggi sehingga patut dijaga kelestariannya.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi pada Museum Provinsi Kalimantan BaratHasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa jenis aset bersejarah di Museum Provinsi Kalimantan Barat merupakan aset operasional sehingga penilaiannya diperlakukan sama dengan aset tetap lainnya. Metode penilaian yang masih digunakan oleh tim penilai adalah harga perolehan, biaya perolehan dan nilai wajar. Dari segi pelaporan, sudah sesuai dengan peraturan pemerintah yaitu pada Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah nomor 07 paragraf 70 yang menyatakan bahwa jika aset bersejarah mempunyai potensi manfaat selain nilai sejarahnya, maka diterapkan prinsip-prinsip yang sama dengan aset tetap lainnya yaitu dilaporkan dalam Laporan Neraca di dalam aset tetap lainnya dengan nama akun Barang Bercorak Kebudayaan.Kata Kunci : Aset Bersejarah, Barang Koleksi, Penilaian, Pelaporan, Pencatatan, Museum Provinsi Kalimantan BaratDAFTAR PUSTAKAAgustini, A.T. dan Putra H.S. (2011). Aset Bersejarah dalam Pelaporan Keuangan Entitas Pemerintah. JEAM Vol X No. 1Agustinus, John.2013. Phenomelogical Study on the Financial Performance andAccountability of Special Autonomy Fund Management in Education Sectorat Papua Province,IOSR Journal of Business and Managemen :ISSN: 2278-487X. Volume 6, Issue 6 PP 30-40Alfasyiri, M.R. Perlakuan Akuntansi untuk Aset Bersejarah Candi Penataran Blitar : Sebuah Studi FenomenologiAnggraini, Fauziah, G. (2014). PERLAKUAN AKUNTANSI UNTUK ASET BERSEJARAH (Studi Fenomenologi pada Pengelolaan CandiBorobudur). Skripsi. Semarang : Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro.Arlinda, Rebeca P.I. (2017).Analisis Perlakuan Akuntansi Heritage Assets dan Potensi Peningkatan Pendapatan Asli Daerah atas Pemanfaatan Aset Bersejarah (Studi Kasus pada Pengelolaan Situs Manusia Purba Sangiran). Skripsi. Surakarta : Fakultas Ekonomidan Bisnis Universitas Sebelas MaretAversano, Natalia dan Caterina F. (2012). The Accounting Problem of Heritage Assets. Advanced Research in Scientific Areas.Darmawan, C.B. Yudayana, I.K. dan Sudana I.P (2017). Menguak Perlakuan Akuntansi Aset Bersejarah (Studi Interpretatif pada Museum Semarajaya Klungkung)Ellwood, S dan Greenwood, M. 2015. Accounting for Heritage Assets: Does measuring economic value ‘kill the cat’?. Critical Perspectives on Accounting. Vol 38Febriansyah, R. A. (2016). PERLAKUAN AKUNTANSI UNTUK ASET BERSEJARAH (Studi Fenomenologi Pada Candi Prambanan). Skripsi. Yogyakarta : Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia.Financial Reporting Statements (FRS) 30 .2009. Heritage Assets. AccountingGenerally Recognised Accounting Practice (GRAP). 2011, National treasuryHadistwara, f. (2017).Analisis Perlakuan Akuntansi Aset Bersejarah Sesuai Psap 07 Tahun 2010 pada Pengelolahan Informasi Majapahit. Skripsi. Malang : Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri Maulana Malik IbrahimKomaruddin, 2001, Ensiklopedia Manajemen, Edisi ke-5, Jakarta : Bmi AksaraMasitta, M. R. (2015). Problematika Akuntansi Heritage Assets: Pengakuan, Penilaian Dan Pengungkapannya Dalam Laporan Keuangan (Studi Kasus pada Pengelolaan Museum Jawa Tengah Ronggowarsito).Moleong, Lexy J. 2015. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.Pedoman Standar Akuntansi Pemerintah. (2011). Nomor 07: Aset TetapPeraturan Pemerintah Republik Indonesia. (2015). Nomor 66 tentang MuseumRiska. (2017). Analisis Penerapan Akuntansi Accrual Heritage Assets dalam Pengungkapan Laporan Keuangan Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta. Skripsi. Surakarta : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam NegeriRoekhudin. 2013. Ruwatan Sukerto: Studi Fenomenologi Transdental Respon Akuntan Internal, Akuntan Publik, dan Pengguna Laporan Keuangan Terhadap Fair Value Measurement, Disertasi tidak diterbitkan, Universitas Brawijaya, MalangSafitri, M.R. dan Indriani, M. (2017). Praktik Akuntansi untuk Aset Bersejarah Studi Fenomenologi pada Museum Aceh. JIMEKA Vol. 2, No.2 Halaman 1-9Sholikah, M. dan Achadiyah, B.N. (2017). Perlakuan Akuntansi untuk Aset Bersejarah Candi Rimbi Jombang. Jurnal Nominal Volume VI Nomor 2Sugiono. (2009). Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfa Beta.Sunanto.(2017). Perlakuan Akuntansi untuk Aset Bersejarah di Kabupaten Musi Banyuasin. Jurnal ACSY Politeknik SekayuSuwardjono. 2010. Teori Akuntansi: Pengungkapan dan Sarana Interpretatif. Edisi Ketiga. BPFE, Yogyakarta.Syahrul, dan Muhammad Afdi, Kamus Akuntansi, Jakarta: Citra Harta Prima, 2010 Undang-Undang Republik Indonesia. (2010). Nomor 11. TentangCagar Budaya Widyaningtyas, Rizka (2017). Pencatatan, Penilaian, dan Pelaporan Aset Bersejarah dalam Laporan Keuangan (Studi Kasus Museum Sonobudoyo D.I. Yogyakarta). Skripsi. Yogyakarta : Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah MadaWild, Susan. (2013). Accounting for Heritage, Cultural, and Community Assets- Alternative Metrics from a New Zealand Maori Educational Institution. AABFJ Vol. 7 No. 1.Wulandari, Desy dan Satia, A.A.G. (2016). Perlakuan Akuntansi Untuk Aset Bersejarah : Pengakuan, Penilaian, dan Pengungkapannya dalam Laporan Keuangan Studi Kasus pada Museum Anjuk Ladang Kabupaten Nganjuk. Prosiding Seminar Nasional