cover
Contact Name
Danik Nurjanah
Contact Email
agrifitia@instiperjogja.a.cid
Phone
+6281903781714
Journal Mail Official
agrifitia@instiperjogja.ac.id
Editorial Address
Jalan Nangka II, Maguwoharjo, Depok, Kab. Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, 55283
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Agrifitia: Journal of Agribusiness Plantation
ISSN : 28096835     EISSN : 2809705X     DOI : https://doi.org/10.55180
Pembangunan pertanian, Manajemen pertanian, komunikasi agribisnis, pemberdayaan sosial, pemasaran hasil pertanian, sistem agribisnis, penyuluhan pertanian, kebijakan pertanian, perdagangan internasional
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2022): MARET" : 7 Documents clear
Dampak Stratifikasi Terhadap Sistem Bagi Hasil Pada Masyarakat Petani Resna Trimerani; Jamhari; Lestari Rahayu Waluyati
AGRIFITIA : Journal of Agribusiness Plantation Vol. 2 No. 1 (2022): MARET
Publisher : Program Studi Agribisnis INSTIPER Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55180/aft.v2i1.191

Abstract

Stratifikasi adalah suatu sistem berlapis-lapis yang membagi masyarakat dalam beberapa lapisan secara bertingkat. Stratifikasi sosial pada hakekatnya adalah ketidaksamaan yang dilembagakan, tanpa peringkat tinggi dan rendah maka tidak ada stratifikasi dalam masyarakat tersebut. Stratifikasi tampak jelas terjadi dalam masyarakat petani, karena dalam konteks masyarakat tersebut terdapat perbedaan struktur masyarakat dalam kaitannya dengan perekonomian karena struktur yang terjadi di dalamnya dibedakan berdasarkan kepemilikan lahan, penguasaan alat produksi, tingkat skala investasi modal usaha dan pola hubungan kerja yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur kelas yang ada dalam masyarakat petani dan mengetahui sistem bagi hasil yang ada dalam masyarakat petani. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, di mana penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif merupakan riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur masyarakat petani adalah pemilik lahan dan petani penyakap, di mana struktur sosial tersebut terbentuk dari dua unsur yaitu kedudukan dan peranan. Sistem bagi hasil yang ada dalam masyarakat petani pada umumnya adalah maro, mertelu dan merpat tergantung dari komoditasnya.
Sinergisme Petani Padi-Peternak dalam Menerapkan Teknologi Sederhana (Perontokan Padi) (Studi Kasus Di Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Yogyakarta) Danang Manumono
AGRIFITIA : Journal of Agribusiness Plantation Vol. 2 No. 1 (2022): MARET
Publisher : Program Studi Agribisnis INSTIPER Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55180/aft.v2i1.195

Abstract

Inovasi teknologi ditujukan untuk kesejahteraan masyarakat, jika kurang sesuai tidak akan diterima masyarakat. Teknologi sederhana perontokan gabah dengan cara membanting di permukaan kayu masih dilakukan di di Desa Jogotirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta, meskipun tidak efisien tetap diterapkan petani padi yang bekerjasama dengan peternak.  Teknologi perontok yang lebih efisien telah diintroduksikan namun tidak diterapkan oleh sebagian petani. Penelitian bertujuan untuk mengetahui mengapa petani masih melakukan cara perontokan dengan cara banting di permukaan kayu. Metode analisis menggunakan analisis deskriptif dengan “wawancara mendalam” terhadap sampel.  Sampel petani diambil secara purposive sampling secara accidental dengan kriteria petani perontok padi cara banting kayu dan peternak sampel  merupakan peternak pemanen. Jumlah petani  sebanyak 20, sedangkan peternak diambil sejumlah 55 sampel dan merupakan peternak yang merontokkan padi petani sampel. Hasil penelitian menunjukkan semua petani dengan sukarela memberi kesempatan kepada peternak untuk memanen dan merontok padi tanpa memberi upah uang.  Peternak memanen dan merontok gabah dengan imbalan jerami hasil perontokannya dibawa pulang sesuai dengan kapasitas dan kemampuan.  Petani menyediakan makanan ringan karena merasa telah dibantu. Peternak memanen dan merontok padi merasa terbayar upahnya oleh jerami yang dapat dibawa pulang. Petani menganggap kehilangan hasil masih dapat ditoleransi. Ketidaksediaan beralih teknologi dengan alasan aspek sosial untuk menolong sesama petani.  Antara petani padi dan peternak terjadi sinergisme yaitu petani terbantukan oleh peternak tanpa membayar upah tenaga kerja, sedang peternak merasa terbantukan dapat memperoleh pakan ternak jerami tanpa harus mengeluarkan uang. Teknologi sederhana (perontokan padi) tidak harus dihapus di kalangan petani padi. Sinergitas petani padi-peternak dapat dipertahankan dengan edukasi efisiensi dan efektivitas mekanisme perontokan padi.
Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan di Pusat Penelitian Kelapa Sawit Unit Marihat Sumatera Utara Aris Yuda Pratama; Ismiasih; Tri Endar Suswatiningsih; Siwi Istiana Dinarti
AGRIFITIA : Journal of Agribusiness Plantation Vol. 2 No. 1 (2022): MARET
Publisher : Program Studi Agribisnis INSTIPER Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55180/aft.v2i1.196

Abstract

Pertumbuhan perusahaan tidak terlepas dari aspek kepemimpinan perusahaan dalam menjaga kepuasan kerja karyawannya. Aspek kepemimpinan dan kepuasan kerja harus dipahami oleh perusahaan dalam menentukan tercapainya tujuan perusahaan. Keberhasilan perusahaan mencapai tujuannya bergantung pada kepemimpinan yang diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan kepemimpinan, kepuasan kerja karyawan, dan pengaruh kepemimpinan terhadap kepuasan kerja karyawan di Pusat Penelitian Kelapa Sawit Unit Usaha Marihat Sumatera Utara. Penentuan lokasi penelitian dilakukan dengan metode Studi Kasus. Jumlah sampel sebanyak 30 orang dengan ditentukan menggunakan metode Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik observasi, pencatatan, wawancara dengan bantuan kuesioner. Metode analisis menggunakan analisis deskriptif dengan metode pengukuran digunakan Skala Likert, dan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kepemimpinan sudah sangat baik dengan persentase 86,4% dan kepuasan kerja  karyawan di Pusat Penelitian Kelapa Sawit Unit Usaha Marihat Sumatera Utara juga sangat baik dengan persentase 85,8%. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepemimpinan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan.
Pengaruh Faktor Ekonomi dan Sosial Budaya Terhadap Keputusan Wanita Bekerja sebagai Karyawan Harian Lepas di PT Karya Makmur Langgeng Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat Fransiskus Yogi; Wahyu Christina; Purwadi; Agatha Ayiek Sih Sayekti
AGRIFITIA : Journal of Agribusiness Plantation Vol. 2 No. 1 (2022): MARET
Publisher : Program Studi Agribisnis INSTIPER Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55180/aft.v2i1.197

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor ekonomi dan sosial budaya yang berpengaruh terhadap keputusan wanita bekerja sebagai buruh harian lepas di PT Karya Makmur Langgeng. Situasi ekonomi yang semakin tidak menentu, kenaikan harga kebutuhan pokok dan pendapatan keluarga yang cenderung tidak meningkat akan mengakibatkan terganggunya stabilitas ekonomi keluarga. Kondisi ini mendorong ibu rumah tangga yang sebelumnya hanya bekerja di sektor domestik (mengurus rumah tangga), kemudian berpartisipasi di sektor publik dengan turut serta mendukung perekonomian keluarga. Perempuan bekerja dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan sosial budaya. Seorang Wanita yang sudah menikah harus mempertimbangkan banyak hal untuk memutuskan bekerja atau tidak. Penelitian ini menggunakan metode dasar deskriptif, yaitu metode penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpulan datanya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor ekonomi dan sosial budaya berpengaruh terhadap keputusan wanita bekerja.
Analisis Nilai Tambah dan Efisiensi Agroindustri Gula Aren di Desa Gonoharjo Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal Jawa Tengah Shada Hanin Faliha; Istiti Purwandari; Fitri Kurniawati; Fahmi Wiranata Kifli
AGRIFITIA : Journal of Agribusiness Plantation Vol. 2 No. 1 (2022): MARET
Publisher : Program Studi Agribisnis INSTIPER Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55180/aft.v2i1.198

Abstract

Permintaan gula aren cenderung meningkat di masa pandemi, karena dipercaya dapat meningkatkan dan menjaga daya tahan tubuh. Pengolahan nira aren menjadi gula aren banyak dilakukan oleh industri skala kecil. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pendapatan, menganalisis keuntungan, menganalisis efisisensi usaha, dan menganalisis nilai tambah pada agroindustri gula aren di Desa Gonoharjo, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal. Tiga puluh responden dipilih sebagai sampel penelitian yang merupakan pengusaha gula aren di  Desa Gonoharjo. Metode penentuan sampel responden dilakukan dengan metode simple random sampling. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer sebagai data utama dan sekunder sebagai data pendukung. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan agroindustri gula aren di Desa Gonoharjo adalah sebesar Rp226.830,92/bulan. Nilai keunttungan usaha agroindustri gula aren dilihat dari keuntungannya adalah sebesar 9%, hal ini menunjukkan bahwa usaha agoindustri gula aren di Desa Gonoharjo telah menguntungkan. Sedangkan dilihat dari efisiensi adalah sebesar 1,09/bulan, hal ini menunjukkan bahwa usaha agroindustri gula aren efisien untuk diusahakan. Nilai tambah yg diperoleh dari usaha agroindustri gula aren tersebut sebesar Rp2.418,94/bulan, dengan rasio nilai tambah sebesar 79,96% yang artinya tinggi.
Potensi Subsektor Tanaman Pangan Komoditas Padi di Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah Refa Sukma Auria; Dwi Aulia Puspitaningrum; Budi Widayanto
AGRIFITIA : Journal of Agribusiness Plantation Vol. 2 No. 1 (2022): MARET
Publisher : Program Studi Agribisnis INSTIPER Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55180/aft.v2i1.199

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) untuk menganalisis komoditas subsektor tanaman pangan padi di masing-masing kecamatan di Kabupaten Klaten, dan (2) menganalisis hubungan pemetaan spasial dan jumlah (persentase) antara produksi padi dan potensi padi di masing-masing kecamatan. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif dengan jenis penelitian yaitu studi kasus. Penelitian ini menggunakan data sekunder. Teknik analisis yang digunakan adalah Analisis Location Quotient, dan Analisis Pemetaan dengan Sistem Informasi Geografis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Padi merupakan komoditas potensial di Kabupaten Klaten yang tersebar di 15 kecamatan (57,70%) Kabupaten Klaten. (2) Potensi padi di Kabupaten Klaten dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) menunjukkan bahwa 6 kecamatan (23,07%) memiliki produksi padi diklasifikasikan dasar tinggi, 5 (19,23%) kecamatan memiliki produksi padi tergolong sedang, dan 4 kecamatan (15,38%) memiliki produksi padi tergolong rendah.
Tingkat Kesejahteraan Rumah Tangga Petani Kakao (Theobroma cacao) di Kabupaten Kulon Progo Pantja Siwi V.R. Ingesti; Anna Kusumawati
AGRIFITIA : Journal of Agribusiness Plantation Vol. 2 No. 1 (2022): MARET
Publisher : Program Studi Agribisnis INSTIPER Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55180/aft.v2i1.217

Abstract

Kakao termasuk salah satu komoditas perkebunan yang dikelola oleh petani sebagai salah satu sumber pendapatan yang dimungkinkan dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga. Salah satu sentra petani Kakao di Daerah Istimewa Yogyakarta adalah di kabupaten Kulon Progo tepatnya di kecamatan Kokap seluas 800,02 hektar, Kecamatan Kalibawang seluas 754,45 hektar dan kecamatan Girimulyo seluas 471,95 hektar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan rumah tangga petani Kakao, dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. pendapatan rumah tangga petani kakao berasal dari on farm dan off farm. Responden penelitian ini adalah petani kakao sebanyak 60 responden, tersebar di kecamatan Kokap 20 responden, Kalibawang 20 responden, dan Girimulyo 20 responden. Analisis usahatani berdasarkan pada kriteria kepemilikan tanaman kakao, yaitu : 1) kurang dari 200 tanaman, 2) antara 200 hingga 399 tanaman, 3) antara 400 hingga 599 tanaman, dan 4) lebih dari 600 tanaman.  Adapun hasil dari penelitian ini dapat diketahui. Pendapatan rumah tangga petani kakao terendah sebesar Rp 16.143.941,-/tahun dengan jumlah tanaman kurang dari 200 tanaman dan pendapatan tertinggi sebesar Rp 39.070.000,-/tahun untuk jumlah tanaman diatas 600 tanaman, Distribusi pendapatan rumah tangga petani kakao di Kabupaten Kulon Progo termasuk merata dengan indeks Gini ratio sebesar 0,2025 artinya pengelolaan usahatani kakao memberikan distribusi pendapatan yang merata diantara rumah tangga petani kakao. Berdasarkan besarnya nilai GSR, petani dengan kepemilikan tanaman kakao kurang dari 200 tanaman tingkat kesejahteraannya dikategorikan kurang sejahtera sedangkan petani dengan kepemilikan tanaman kakao antara 200 - 599 tanaman sejahtera dan petani yang memiliki lebih dari 600 tanaman kakao kehiupannya lebih sejahtera.

Page 1 of 1 | Total Record : 7