cover
Contact Name
Siti Aisyah
Contact Email
siti.aisy@gmail.com
Phone
+6287823177983
Journal Mail Official
edusentris_sps@upi.edu
Editorial Address
Pusat Pengembangan dan Publikasi Karya Ilmiah (P3KI) Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia Jalan Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung 40154 Jawa Barat - INDONESIA
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Edusentris: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : 23560703     EISSN : 24422592     DOI : DOI: https://doi.org/10.17509/edusentris
Core Subject : Education,
Edusentris, the Journal of Teaching and Education Studies, is published by Center for Development and Publication of Scientific Work, School of Postgraduate Studies, Universitas Pendidikan Indonesia, on March, July and December. It aims to stimulate research, encourage academic exchange, and enhance the professional development for theoretical and practical purposes of scholars and other researchers who are interested in: educational and instructional issues; teaching; schooling; formal and non-formal education; higher and vocational education; educational policies; life-long education.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (2015): Desember" : 8 Documents clear
VARIASI PENGGUNAAN BAHASA DAN PEMERTAHANAN BAHASA JAWA SERANG DI CILEGONG PROVINSI BANTEN Encep Suherman
Edusentris Vol 2, No 3 (2015): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.676 KB) | DOI: 10.17509/edusentris.v2i3.175

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan  variasi penggunaan bahasa oleh masyarakat Gerem, kebertahanan bahasa Jawa Serang, upaya-upaya mempertahankan bahasa Jawa Serang, dan  faktor-faktor penentu pemertahanan bahasa Jawa Serang. Hasil penelitian: pertama, variasi penggunaan bahasa masyarakat Gerem meliputi kode yang berbentuk bahasa dan kode yang berbentuk tingkat tutur. Kode bahasa meliputi kode bahasa Jawa Serang dan kode bahasa Indonesia; kedua, bahasa Jawa Serang masih bertahan pada ranah keluarga (71,56%), ketetanggaan (56%), dan keagamaan (64,33%). Sebaliknya, bahasa Jawa Serang tidak bertahan pada ranah kekariban (47,17%), pendidikan (40,5%), transaksi (41%), dan pemerintahan (32,5%).  Dari segi kelompok usia, bahasa Jawa Serang masih bertahan pada kelompok anak-anak (75,42%). sedangkan pada kelompok remaja hanya 38,88% dan kelompok dewasa  hanya 43,75%; ketiga, upaya mempertahankan bahasa Jawa Serang dilakukan dengan cara selalu menggunakan bahasa Jawa Serang; sebagai alat komunikasi;  melalui kegiatan seni budaya;  melalui kearifan lokal,  dan melalui media cetak dan elektronik; keempat, faktor-faktor penentu pemertahanan bahasa Jawa Serang adalah loyalitas masyarakat, konsentrasi wilayah,  digunakan sebagai bahasa pengantar di sekolah, keluarga, dan dukungan media.Kata kunci: kontak bahasa, ranah, pemertahanan, tingkat tutur,bahasa Jawa SerangABSTRACT The study was conducted to identify and describe the form of variations in language use in Gerem Village communities, the viabilityof Serang Java language, efforts in maintaining Serang Java language; and  the determinants of SerangJava language preservation.The results are:   firstly, variations inlanguage use on Gerem Village  community include language code and speech level code. Secondly, Serang Javanese language remained in the realm of the family (71.56%), neighborhoods (56%), and religious (64.33%). Conversely, Serang Javanese language does not survive in the realm of intimacy (47.17%), education (40.5%), transactions (41%), and administration (32.5%). In terms of age groups, Serang Javanese language remains in the group of children (75.42%). Overall, Serang Java language still survives in the Gerem community.  with 50.44% average figure; thirdly, efforts to maintain the Serang Javanese language are made by always using the Serang Java language (1) as a means of communication, (2) through cultural arts activities, (3) through local wisdom, and (4) through the print and electronic media; fourthly, the determinants of Serang Javanese language preservation are  the existence of supporting community loyalty, the concentration of the region, the use of that language as a language of instruction in schools, family, and support of media.Keywords: language contact, variety ,domains, retention, speech level, Serang Java language
EFEKTIVITAS TEKNIK PERMAINAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA REMAJA Adhityaputra, Vincentius Wishnu; Saripah, Ipah
Edusentris Vol 2, No 3 (2015): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.514 KB) | DOI: 10.17509/edusentris.v2i3.181

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguasaan keterampilan komunikasi interpersonal pada remaja SMA di RPSAA (Rumah Perlindungan Sosial Asuhan Anak) Ciumbuleuit Bandung. Tujuan penelitian adalah  menguji efektivitas teknik permainan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal pada remaja SMA tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain  pre-experiment design. Populasi  penelitian adalah seluruh remaja SMA di RPSAA yang berjumlah 20 orang. Teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan: 1) keterampilan komunikasi interpersonal seluruh remaja SMA di RPSAA berada pada kategori tinggi, namun demikian terdapat tiga aspek berada pada kategori sedang yaitu: aspek keterbukaan sikap mendukung, dan kesetaraan; dan 2) teknik permainan mampu meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal remaja SMA di RPSAA. Rekomendasi hasil penelitian ditujukan kepada: 1) pekerja sosial di RPSAA untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal remaja, secara khusus pada aspek keterbukaan, sikap mendukung, dan kesetaraan; dan 2) peneliti selanjutnya untuk mengembangkan desain penelitian dan meneliti pengaruh variabel yang turut memengaruhi peningkatan keterampilan komunikasi interpersonal pada remaja.Kata Kunci: Keterampilan komunikasi interpersonal, teknik permainan.ABSTRACT This study is based on the fact that the mastery of interpersonal communication skillsis important for the adolescents of senior high school age at Rumah Perlindungan Sosial Asuhan Anak (the Social Protection Homes for Children, henceforth RPSAA) Ciumbuleuit, Bandung. The research aims to test the effectiveness of game technique to improve interpersonal communication skills of the senior high school adolescents. It adopted quantitative approach with pre-expermental design. The research population consisted of all senior high school adolescents in the RPSAA, totaling to 20 people. Data were analyzed with Wilcoxon Signed Rank Test. The findings show that : 1)  interpersonal communication skills of all senior high school adolescent in the RPSAA are at high category; however, there are three aspects of the skills in the medium category, namely: openness, supportiveness, and equality; and 2) Game technique can improve the interpersonal communication skills of the senior high school adolescents in the RPSAA. The research recommends that: 1) the social workers at RPSAA improve adolescents’ interpersonal communication skills, specifically openness, supportiveness, and equality; and 2) future researchers develop the research design and study the effects of variables on the improvement of interpersonal communication skills among adolescents.Keywords: Interpersonal communication  skills, game technique
PROGRAM LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK GROUP EXERCISES UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN COPING PADA REMAJA Arvita, Laurentia Dian; Yustiana, Yusi Riksa
Edusentris Vol 2, No 3 (2015): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.756 KB) | DOI: 10.17509/edusentris.v2i3.176

Abstract

 Permasalahan yang dialami remaja SMP di Rumah Perlindungan Sosial Asuhan Anak (RPSAA) disebabkan ketidakcakapan dalam coping. Tujuan penelitian adalah untuk menggambarkan implementasi program layanan bimbingan kelompok dengan teknik group exercises untuk meningkatkan  keterampilan coping pada remaja SMP di RPSAA Ciumbuleuit Bandung dan secara empiris mengidentifikasi efektivitas program layanan bimbingan kelompok dengan teknik group exercises untuk meningkatkan keterampilan coping pada remaja SMP di RPSAA Ciumbuleuit Bandung. Metode penelitian yang digunakan, yaitu pre-experimental dengan one-group pretest-posttest design. Penelitian menggunakan teknik sampling jenuh. Pengujian efektivitas program menggunakan Wilcoxon dengan bantuan SPSS versi 19.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program layanan bimbingan kelompok sesuai dengan rancangan program layanan bimbingan kelompok yang telah disusun. Berdasarkan evaluasi proses dan hasil diketahui dinamika perubahan keterampilan coping 13 remaja SMP di RPSAA Ciumbuleuit Bandung, antara lain: semakin percaya diri, terbuka dan berani dalam mengungkapkan pikiran, berani menerima tantangan yang diberikan tanpa mengeluh, mampu mengelola perasaan dan pikiran, mampu mereduksi tekanan dengan cara yang tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain, dan mampu menjalin kerjasama dengan orang lain. Terakhir, program layanan bimbingan kelompok dengan teknik group exercises efektif untuk meningkatkan keterampilan coping remaja SMP di RPSAA Ciumbuleuit Bandung.Kata kunci: remaja, bimbingan kelompok, teknik group exercises, keterampilan copingABSTRACT The research aims to describe the implementation of group counseling service program with group exercise technique to improve the coping skills of junior high school adolescents in RPSAA Ciumbuleuit Bandung, and empirically identify the effectiveness of group counseling service program with group exercise technique to improve coping skills of junior high school adolescents in RPSAA Ciumbuleuit Bandung. The research adopted pre-experimental method with one-group pretest-posttest design. The reserach used saturated sampling technique. To test the effectiveness of the program, Wilcoxon test with the aid of  SPSS version 19.0 was employed. The findings show that the implementation of group counseling service program has been in accordance with the program design. Based on the evaluation of the process and outcomes, dynamic changes have been found in the following coping skills of the 13 junior high school adolescents in RPSAA Ciumbuleuit Bandung: increased confidence, openness and courage to express the mind, courage to accept challenges without complaining, ability to manage feelings and thoughts, ability to reduce stress by doing things that are not harmful for selves and others, and ability to cooperate with others.Keywords: adolescent, group counseling, group exercise technique, coping skills
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN DISPOSISI MATEMATIK SISWA SMP MELALUI DISCOVERY LEARNING Lisda Qodariyah; Heris Hendriana
Edusentris Vol 2, No 3 (2015): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.023 KB) | DOI: 10.17509/edusentris.v2i3.177

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk menelaah peranan discovery learning terhadap kemampuan komunikasi dan disposisi matematik siswa SMP,  serta asosiasi antara keduanya. Penelitian ini adalah bagian dari tesis magister dan bagian dari Penelitian Hibah Pascasarjana DIKTI pada tahun 2015. Studi ini adalah suatu quasi eksperimen dengan disain pretest-postes kelompok kontrol yang melibatkan 62 siswa kelas 8 dari satu  SMP di Garut yang ditetapkan secara purposif. Instrumen penelitian ini adalah tes uraian kemampuan komunikasi matematik, dan skala disposisi matematik m, dan skala persepsi siswa terhadap pembelajarandan percaya diri  siswa yang mendapat pembodel Likert. Penelitian menemukan bahwa kemampuan komunikasi matematik siswa yang mendapat discovery learning lebih baik daripada siswa yang mendapat pembelajaran konvensional. Namun, tidak terdapat perbedaan disposisi matematik siswa pada kedua pembelajaran tersebut.  Selain itu ditemukan pula tidak terdapat asosiasi antara kemampuan komunikasi  matematik dan disposisi matematik.Kata kunci: komunikasi matematik, disposisi matematik, discovery learning.ABSTRACT This study was intended to analyze the role of discovery learning (DL) in enhancing the students’ mathematical communication ability and disposition. This study was a part of a master’s thesis and a sub-study of a Postgraduate Research Grant provided by the Directorat General of Higher Education in 2015. This study adopted a pretest-postest quasi-experimental control group design involving  62 eighth-grade students of  a yunior high school in Garut which were chosen puposively. The instruments of this study consisted of an essay test on mathematical communication ability, and a mathematical disposition (MD) scale. The study revealed that students getting treatment on discovery learning (DL) attained better grades on mathematical communication ability than students taught by conventional teaching, though the grades were at medium level. However, there was no difference in grades of mathematical dispositions  among students in the two groups and the grades were fairly good. Also, there was a relation between mathematical communication skills and dispositions.Keyword: mathematical communication, mathematical disposition, discovery learning
GAYA BELAJAR DAN KEMAHIRAN PEMIKIRAN SEJARAH DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI PERINGKAT UNIVERSITAS Rully Putri Nirmala Puji
Edusentris Vol 2, No 3 (2015): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.49 KB) | DOI: 10.17509/edusentris.v2i3.178

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat gaya belajar dan kemahiran berfikir sejarah dalam kalangan peserta didik pendidikan sejarah di peringkat Universitas. Gaya belajar yang digunakan dalam kajian ini ialah menggunakan model gaya belajar myers briggs type indicators (MBTI) iaitu Extrovert, Introvert, Sensing, Intuition, Thinking, Feeling, Judging dan Perceiving. Sedangkan kemahiran pemikiran sejarah difokuskan kepada tiga aspek iaitu mengidentifikasi bukti, membuat interpretasi dan membuat rasionalisasi. Sampel kajian melibatkan sebanyak 400 orang peserta didik tahun 2012 dan tahun 2013 dalam program pendidikan sejarah dari dua buah universitas pendidikan di Indonesia iaitu yang berletak di daerah Jember dan Bandung, Indonesia. Analisis statistik yang digunakan dalam kajian ini adalah statistik deskriptif dalam SPSS (Statiscal Package For The Social Science 22.0). Hasil kajian menunjukkan bahwa gaya belajar yang dominan ialah pada gaya belajar aspek Judging. Sedangkan tahap kemahiran berfikir sejarah secara keseluruhan berada pada tahap yang sederhana tinggi. Implikasi kajian menunjukkan pendidik hendaknya memahami jenis gaya belajar dan tingkat kemahiran pemikiran sejarah peserta didik demi membentuk pembelajaran yang efektif.Kata Kunci : Gaya Belajar, kemahiran pemikiran sejarah, pembelajaran sejarahABSTRACT This study aims to identify the level of learning style and historical thinking skills in history education students at University. Types of learning styles used in this study is the learning style according to the Myers Briggs Type Indicators (MBTI) are Extrovert, Introvert, Sensing, Intuition, Thinking, Feeling, Judging dan Perceiving. While historical thinking skills in this study related to the ability of identifying evidence, making interpretation, and making rationalizations. The sample of this study involving a total of 400 students at a 2012 and 2013 year upon history education major from two universities of education are in Jember and Bandung, Indonesia. Statistic analyse used in this study is  descriptive statistic upon SPSS (Statiscal Package For The Social Science 22.0).The result showed that the dominan learning style is in judging learning style aspect. While level of historical thinking skills overall is in average level. Implications of this study showed that teacher should be comprehend a type of learning style and historical thinking skills students for making an effective learning.Key words : Learning style, historical thinking skills, history lesson
MINAT SISWA SMA DI KECAMATAN SUKASARI KOTA BANDUNG TERHADAP PROGRAM STUDI S1 PGPAUD FIP UPI Rizka Haristi; Ocih Setiasih; Aan Listiana
Edusentris Vol 2, No 3 (2015): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.903 KB) | DOI: 10.17509/edusentris.v2i3.179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data profil minat siswa SMA Kelas XII Kecamatan Sukasari Kota Bandung terhadap program Studi S1 PGPAUD FIP UPI yang juga ditelaah berdasarkan status sekolah, jenis kelamin, dan jurusan di SMA. Metode yang digunakan adalah  survei cross sectional. Populasi penelitian ini merupakan seluruh siswa SMA Kelas XII se-Kecamatan Sukasari tahun ajaran 2014-2015 yang berjumlah 681, sedangkan sampel berjumlah 246 siswa dengan teknik disproportional stratified sampling. Alat pengumpulan data penelitian ini menggunakan angket tertutup yang kemudian dianalisis dengan statistika deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 6,50% siswa di kecamatan tersebut yang berminat terhadap program studi PGPAUD FIP UPI. Dilihat berdasarkan status sekolah, siswa SMA Swasta yang berminat terhadap program studi ini sebesar 7,77% dan SMA Negeri 5,60%. Dilihat berdasarkan jenis kelamin, 8,87% siswa perempuan berminat terhadap program studi ini sedangkan laki-laki sebesar 4,92%. Dilihat berdasarkan jurusan di SMA, siswa IPS memperoleh persentase minat sebesar 8,46% dan IPA 5,17%. Kata Kunci : Minat, PGPAUD, Siswa SMAABSTRACTThe study aimed at identifying the interest of twelfth grade senior high school students in Sukasari sub-district, the City of Bandung, in the undergraduate study program of PGPAUD FIP UPI, as examined against school status, gender, and specialization. The method in use was cross sectional survey. The population of this research was 681 twelfth grade senior high school students from all over Sukasari sub-district during the school year of 2014-2015, and 246 students were taken as the sample by using with disproportional stratified sampling technique. The data were collected by means of close-ended questionnaires that were then analyzed using descriptive statistic. The findings  show that 6.50% of the students in the area were interested in the Study Program of PGPAUD FIP UPI. In terms of school status, the percentages for private and public senior high school students interested in this study program were 7.77% and 5.60%, respectively. In terms of gender, the percentages of female and male students interested in this study program were 8.87% and 4.92%, respectively. With regard to specialization in senior high school, the percentages of social sciences and natural sciences students interested in the study program were 46% and 5.17%, respectively.  Keywords: Interest, early childhood teacher education, senior high school students
MODEL BIMBINGAN DAN KONSELING KECAKAPAN HIDUP UNTUK PENGEMBANGAN PENYESUAIAN DIRI MAHASISWA D. Rukaesih
Edusentris Vol 2, No 3 (2015): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.015 KB) | DOI: 10.17509/edusentris.v2i3.174

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena perkembangan penyesuaian diri mahasiswa.  FKIP Universitas Galuhmasih yang kurang mampu melakukan respon secara matang yang berkenaan dengan masalah fisik, intelektual, emosional, sosial, dan moral-agama. Fenomena seperti ini bila dibiarkan akan mempengaruhi  perkembangan kepribadian mahasiswa yang diprediksi berpengaruh pada kinerja sebagai pendidik profesional. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah dihasilkannya model bimbingan dan konseling kecakapan hidup yang efektif untuk mengembangkan penyesuaian diri mahasiswa. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan rancangan penelitiannonequivalent pre-tes and post-testcontrol group design. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa (1) profil penyesuaian diri mahasiswa secara umum tergolong cukup mampu menyesuaikan diri. (2) model bimbingan dan konseling kecakapan hidup untuk mengembangkan penyesuaian diri mahasiswa secara struktur meliputi: kerangka kerja konseptual model, dan panduan operasional pelaksanaan model. (3)terdapat perbedaan yang signifikan tentang gambaran atau profil penyesuaian diri mahasiswa antara kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen setelah menggunakan model bimbingan dan konseling kecakapan hidup, (4) model bimbingan dan konseling kecakapan hidup berdasarkan uji empirik efektif untuk pengembangan penyesuaian diri mahasiswa FKIP Universitas Galuh 2012/2013.Kata Kunci: Penyesuaian diri, inventori penyesuaian diri mahasiswa, Model  Bimbingan dan Konseling Kecakapan Hidup    ABSTRACT This study was based on the fact that some students of Galuh University Education Faculty were unable to self-adjust to physical, intellectual, emotional, social, moral, and religious issues. When unsolved, they would have negative effects on personal development of the students and their future professional performance. The study aimed at developing an effective guidance and counseling model of life skills in order to improve the students’ selfadjustment. Research method in use was quasy experiment with a non-equivalent pre-tes and post-testcontrol group design. The findings show that (1) the students were fairly able to self-adjust, (2) the guidance and counseling model of life skills to structurally develop the students’ aself-adjustment include conceptual framework, and operating matual, (3) there was a significant difference of experimental and control groups in self-adjustment profile at the aftermat of the model application, and  (4) based on an empirical test, the model was effective to develop the self-adjustment of Galuh University students in 2012/2013.Keywoords: Self-adjustment, Student self-adjustment inventory, Life skills guidance and counseling model
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN DAN DISPOSISI MATEMATIK SISWA SMA MENGGUNAKAN TEKNIK PROBING PROMPTING Suharsono Suharsono
Edusentris Vol 2, No 3 (2015): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edusentris.v2i3.180

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk menelaah peranan teknik probing prompting terhadap kemampuan pemahaman dan disposisi matematik siswa SMA,  serta asosiasi antara keduanya. Penelitian ini adalah bagian dari tesis magister dan bagian dari Penelitian Hibah Pascasarjana DIKTI pada tahun 2015. Studi ini adalah suatu quasi eksperimen dengan disain pretest-postes kelompok kontrol yang melibatkan 66 siswa kelas 12 dari satu  SMA di Pengalengan yang ditetapkan secara purposif. Instrumen penelitian ini adalah tes uraian kemampuan pemahaman matematik, dan skala disposisi matematik, dan skala persepsi siswa terhadap pembelajaran dengan teknik probing prompting. Penelitian menemukan bahwa kemampuan pemahaman matematik dan disposisi matematik siswa yang mendapat teknik probing prompting lebih baik daripada siswa yang mendapat pembelajaran konvensional. Namun, kemampuan pemahaman matematik siswa tergolong kurang sedangkan disposisi matematik siswa tergolong cukup baik. Siswa masih mengalami kesulitan dalam menetapkan persyaratan yang harus dipenuhi suatu konsep, membuat model matematik dan  menyelesaikannya berkenaan grafik fungsi.  Selain itu ditemukan pula terdapat asosiasi antara kemampuan pemahaman matematik dan disposisi matematik, dan siswa menunjukkan pandangan yang positif terhadap teknik probing promptingKata kunci: pemahaman  matematik, disposisi matematik, teknik probing promptingABSTRACTThis study was intended to analyze the role of probing  prompting technique (PPT) toward students’ mathematical understanding ability and disposition and asociation both of them. This study was a part of a master thesis and a sub-study of a Postgraduate Research Grant from DGHE in 2015. This study was a pretest-postest quasi-experimental control group design involving  66 twelfth-grade students of  a senior high school in Pengalengan which were chosen puposively.The instruments of this study are an essay test on mathematical understanding ability, and a mathematical disposition (MD) scale. The study revealed that students getting treatment on PPT attained better grades on mathematical understanding ability and disposition than that of students taught by conventional teaching, though the grades of mathematical understanding were at low  level and the grades of mathematical disposition were at fairly good. Students realized difficulties in determining requirements of a concept, compiling mathematical model and solving it concerning graph of function. Also, there was association between mathematical understanding  ability and disposition, and students performed positive opinioan toward probing  prompting technique.Keyword: Mathematical understanding, mathematical disposition, probing  prompting technique

Page 1 of 1 | Total Record : 8