cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 28 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1: April 2014" : 28 Documents clear
pengaruh pupuk kandang sapi dan kapur terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah gambut Darmono Lbn Gaol
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 1: April 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i1.4447

Abstract

PENGARUH PUPUK KANDANG SAPI DAN KAPUR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA PADA TANAH GAMBUT Darmono Lbn Gaol (1), Eddy Santoso (2), Nurjani (2) (1) Mahasiswa Fakultas Pertanian dan (2) Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang sapi dan kapur yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah gambut. Dilaksanakan di rumah plastik dan dimulai pada tanggal 23 Mei sampai 16 Agustus 2013. Metode yang digunakan adalah eksperimen lapangan dalam bentuk faktorial dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor yaitu pupuk kandang sapi (P) yang terdiri dari 3 taraf yaitu p1 (250 g/polybag), p2 (500 g/polybag), dan p3 (750 g/polybag). Faktor kedua yaitu dosis kapur (K) yang terdiri dari 3 taraf yaitu k1 (80,25 g/polybag), k2 (110 g/polybag), k3 (140 g/polybag). Setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan. Setiap ulangan terdiri dari 4 sampel, sehingga terdapat 27 satuan perlakuan dan 108 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang sapi dan kapur pada penelitian ini berpengaruh tidak nyata terhadap volume akar (cm3), luas daun (cm2), berat kering tanaman (g), berat krop (g), dan diameter krop (cm), tetapi pada variabel diameter krop hanya interaksi antara pupuk kandang sapi dosis 500 g dan kapur dosis 80,25 g yang berbeda nyata. Kata kunci : Kapur, Kubis Bunga, Pupuk Kandang Sapi, Tanah Gambut
Pengaruh Kompos Bungkil Kopra Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Tomat Pada Tanah Podsolik Merah Kuning mirnawati yulia
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 1: April 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i1.4880

Abstract

THE INFLUENCE OF COPRA MEAL COMPOST TO GROWTH AND YIELD OF TOMATO PLANTS ON RED-YELLOW PODZOLIC SOILS Mirnawati Yulia (1), Dini Anggorowati (2), Asnawati (2) (1)Student of Agriculture Faculty (2) Lecturers of Agriculture Faculty Tanjungpura University Pontianak ABSTRACT The purpose of conducting this research was to know the influence of copra meal compost to the growth and yield of tomato plants on red-yellow podzolic soils. The research was done at the Experimental Garden of Agriculture Faculty of Tanjungpura University, Pontianak. It was held from July 10th, 2013 and ended on October 12th, 2013. The research was Completely Randomized Design which consists of 5 treatment and 5 replications, each replication consisted of 4 samples of plants. The treatment given is k1 (690 g/polybag which equivalent to 5% of organic material), k2 (1.433 g/polybag which equivalent to 10% of organic material), k3 (2.177g/polybag which equivalent to 15% of organic material), k4 (2.920 g/polybag which equivalent to 20% of organic material), and k5 (3.664 g/polybag which equivalent to 25% of organic material). The variables that were observed in this research were plant height (cm), chlorophyll leaves (SPAD units), leaf area (cm2), root volume (cm3), top dry weight of plant (g), root dry plant (g), days to flowering (DAP), harvesting (DAP), number of fruits for each plant (fruit), fruit weight for each unit (g), weight for each fruit (g), fruit diameter (cm), and the environment observation. The research finding indicated that copra meal compost could improved the growth and yield of tomato plants on red-yellow podzolic soils. Meanwhile, the efficient dose of copra meal compost to be given to tomato plants was 1.433 g/polybag which equivalent to 10% of organic material. Keywords : red-yellow podzolic soils, tomato, copra meal compost
Keragaman Parasitoid Ulat Penggulung Daun Pisang (Erionota thrax L) di Desa Sungai Kupah Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya ridho fatra wijaya
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 1: April 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i1.5218

Abstract

BIODIVERSITY OF BANANA LEAF ROLLERS CATERPILLARS (Erionota thrax) IN SUNGAI KUPAH VILLAGE SUB DISTRIC SUNGAI KAKAP OF KUBU RAYA DISTRICT RidhoFatraWijaya(1), Indri Hendarti dan TrisHarisRamadhan(2), (1)Student and (2)Lectures Agronomic Study of Agriculture Faculty Tanjungpura University ABSTRAC Parasitoids as the natural enemies of banana leaf rollers caterpillars (E. thrax) are important for biological control. Banana leaf rollers, caused crop damage which affect to production. This research aims to determine parasitoids of E. thrax in Sui.Kupah Kubu Raya District. The research was conducted in the Pest Laboratory Agriculture Faculty Tanjungpura University. The study was conducted by survey method with purposive sampling approach. E. thrax larvae and pupae were collected from Banana Leaf and the Larvae kept in a plastic jar. Feed until the parasitoid came out. The results obtained 3 types of parasitoids that attack E. thrax, called parasitoid larvae: Charops sp. and parasitoid pupae: Brachemyria sp. and Xhantopimpla sp. Parasitism percentage of E. thrax based on location are the first location in larvae 5.12% and pupa 6.45%, the second location ??in larvae 11.32% and pupa 6.89%, and the third location in larvae 5.26% and pupa 24%. Diversity index of Parasitoid species in Banana Leaf Rollers Pest is low in this garden. Dominance from three garden area is parasitoid of Brachemyria sp. is the dominant spesies on three type of plantations. Keywords: Diversity, Erionota thrax, Parasitoids.
Pengaruh Varietas dan Kapur Dolomit terhadap Intensitas Serangan Blossom End Rot dan Hasil Tomat pada Tanah Gambut Bimaro Bima
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 1: April 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i1.4500

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara varietas dan kapur dolomit terhadap intensitas serangan Blossom End Rot (BER) dan hasil tomat pada tanah gambut. Penelitian ini menggunakan metoda eksperimen lapangan dalam bentuk Rancangan Petak Terpisah (Split Plot Design) yang terdiri dari dua faktor yaitu varietas (main plot) yang terdiri dari 2 taraf yaitu Permata dan Tymoti. Kapur dolomit (sub plot) yang terdiri dari 3 taraf yaitu 64,34 g/polybag, 84,32 g/polybag dan 112,44 g/polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan varietas berpengaruh nyata terhadap waktu berbunga, waktu panen, intensitas serangan BER, diameter buah dan berat buah per tanaman. Sedangkan perlakuan kapur dolomit dan interaksi berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel. Perlakuan varietas Tymoti memberikan pengaruh yang lebih baik dibandingkan dengan varietas Permata pada semua variabel pengamatan, antara lain waktu berbunga, waktu panen, intensitas serangan BER, diameter buah dan berat buah per tanaman. Kata kunci : Blossom End Rot, Dolomit, Gambut, Tomat,
studi beberapa sifat kimia tanah pada lahan pasang surut untuk budidaya tanaman padi di desa sungai nyirih kecamatan jawai kabupaten sambas Munawir Munawir
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 1: April 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i1.4736

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada lahan pasang surut yang belum ditanami padi, dengan tanamankelapa di sekitarnya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya produksi padi di Desa SungaiNyirih dibandingkan dari beberapa desa di Kecamatan Jawai. Tujuan penelitian untukmengetahui beberapa sifat kimia tanah pada lahan pasang surut di Desa Sungai NyirihKecamatan Jawai Kabupaten Sambas dan menyusun saran pengelolaan unsur hara (pengapurandan rekomendasi pemupukan). Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah surveilapangan dengan mengambil sepuluh sampel tanah komposit yang dianalisis di LaboratoriumKimia dan Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Parameter penelitianterdiri dari pH tanah, kadar N-total, P-tersedia, K-dd, C-organik, DHL, KTK, KB, kedalamanpirit, serta muka air tanah. Dasar penentuan kriteria yang digunakan adalah kriteria kesuburantanah dari Pusat Penelitian Tanah tahun 1983. Hasil penelitian menunjukkan tipologi lahanpasang surut di Desa Sungai Nyirih termasuk tipologi lahan potensial dengan tipe luapan C danD. Pengolahan tanah dilakukan dengan sistem tanpa olah tanah (TOT), pengairan lahanmengandalkan air hujan. pH tanah termasuk dalam kriteria masam hingga agak masam dengankisaran pH 5,29 – 6,77. Kadar N-total berkriteria sedang dengan kisaran 0,25 – 0,49 %, Ptersediaberkriteria sangat rendah hingga sangat tinggi dengan kisaran 5,64 – 68,52 ppm, K-ddberkriteria rendah hingga tinggi dengan kisaran 0,18 – 0,61 cmol(+)kg. Kadar C-organikberkriteria rendah hingga sangat tinggi dengan kisaran 1,85 – 6,29 %. DHL tanah termasukdalam kriteria bebas garam dengan kisaran 1,09 – 1,29 mmhos. KTK tanah berkriteria rendahhingga tinggi dengan kisaran 7,47 – 26,48 cmol(+)kg-1. KB tanah berkriteria sangat rendahdengan kisaran 5,66 – 15,24 %. Kedalaman pirit berkriteria lapisan pirit dalam yaitu terletakpada lapisan 80 - 100 cm dari permukaan tanah. Muka air tanah berkriteria dangkal hingga dalamdengan kisaran 40 – 89 cm dari permukaan tanah. Untuk pertanaman padi pasang surutpengapuran tidak direkomendasikan. Pemupukan yang dianjurkan adalah pemberian pupuk ureasebanyak 179,65 kg/ha dan KCl 40,29 kg/ha.
Pengaruh Naungan Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kubis Bunga Filipus Meidias Prabowo
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 1: April 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i1.4499

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui presentase naungan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga. Penelitian ini menggunakan metoda eksperimen lapangan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor yaitu kerapatan naungan (N) yang terdiri dari 4 taraf yaitu n0 (naungan 0%), n1 (naungan 50%), n2 (naungan 60%), dan n3 (naungan 70%). Setiap perlakuan terdiri dari 6 ulangan. Setiap perlakuan terdiri dari 4 sampel, sehingga terdapat 24 satuan perlakuan dan 96 tanaman. Penelitian ini menggunakan tanah gambut sebagai media penanaman dan pupuk kotoran sapi sebagai pupuk dasar penanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman (cm), kehijauan daun (SPAD), luas daun total (cm2), dan berat krop kubis bunga (g). Hasil penelitian menunjukan bahwa presentase kerapatan naungan tidak memberikan berpengaruh yang nyata terhadap semua variabel pengamatan. Perlakuan naungan 60% memberikan rata-rata tertinggi pada variabel tinggi tanaman yaitu 92,17 cm. perlakuan naungan 50% memberikan rata-rata tertinggi pada variabel pengamatan kehijauan daun yaitu 130,60 SPAD. Perlakuan naungan 70% memberikan rata-rata tertinggi pada variabel luas daun total yaitu 4.817,67 cm2. Perlakuan naungan 0% memberikan rata-rata tertinggi pada variabel berat krop kubis bunga yaitu 311,47 gram. Kata kunci : Gambut, Kubis Bunga, Naungan, Pupuk Kotoran Sapi
PENGARUH PEMBERIAN KOTORAN AYAM TERHADAP KETERSEDIAAN N, P, K DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS PADA TANAH GAMBUT welly denah ismahan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 1: April 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i1.4501

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kotoran ayam terhadap reaksi tanah, nitrogen total tanah, fosfor tersedia tanah, kalium tersedia tanah dan hasil tanaman jagung manis pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percontohan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak selama 6 bulan mulai bulan maret sampai agustus 3013. Metode yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Yang terdiri dari 7 perlakuan yaitu: A0 tanpa kotoran ayam, A1 (60 gram/polybag), A2 (120 gram/polybag), A3 (180 gram/polybag), A4 (240 gram/polybag), A5 (300 gram/polybag), A6 (360 gram/polybag). Adapun Variabel pengamatan pada penelitian ini terdiri dari Reaksi (pH) tanah, nitrogen (N) total tanah, fosfor (P) tersedia Tanah, kalium (K) tersedia tanah dan hasil berat tongkol pertanaman (gram). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan kotoran ayam tidak berpengaruh nyata terhadap reaksi (pH) tanah dan nitrogen (N) total tanah, sedangkan fosfor (P) tersedia tanah, kalium (K) tersedia tanah dan berat tongkol pertanaman berpengaruh nyata denagan perlakuan kotoran ayam. Kata kunci: tanah gambut, jagung manis, kotoran ayam.
OPTIMALISASI USAHATANI TUMPANG SARI UNTUK MEMAKSIMUMKAN KEUNTUNGAN TANAMAN JAHE DAN MENTIMUN PADA LAHAN GAMBUT DI DESA MEKAR SARI KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA Shinwani Shinwani; Novira Kusrini; maswadi maswadi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 1: April 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i1.4898

Abstract

Abstrak Shinwani, Optimalisasi Usahatani Tumpangsari Untuk Memaksimumkan Keuntungan Tanaman Jahe Dan Mentimun Pada Lahan Gambut Di Desa Mekar Sari Kecamatan Sungai Raya. Dibawah bimbingan Dr. Novira Kusrini, SP,M.Si dan Maswadi, SP,M.Sc. Semua petani menginginkan hasil produksi yang lebih maksimal dengan keterbatasan sumber daya yang dimiliki. Masalah yang sering dialami oleh petani adalah kesulitan dalam menentukan luasan lahan (jumlah produksi) yang optimal yang disebabkan karena belum diterapkannya suatu metode yang dapat menghitung kombinasi terbaik luasan lahan (jumlah produksi) untuk tanaman jahe dan mentimun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai keuntungan maksimal yang diperoleh petani dengan melakukan pola tanam tumpang sari jahe dan mentimun di Desa Mekar Sari. Outputnya berupa alokasi luas lahan yang optimal untuk dikembangkan oleh petani sehingga mendapatkan keuntungan yang lebih optimal. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan menggunakan alat analisa Linear Programming untuk menghitung keuntungan yang diperoleh petani. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan dari hasil analisis keuntungan usahatani bahwa petani yang melakukan pola tanam tumpang sari dengan tanaman jahe serta mentimun sudah dalam keadaan optimal. Tingkat keuntungan optimal yang diperoleh petani adalah sebesar Rp 29.071.930 lebih besar dari keuntungan aktual sebesar Rp 27.959.498,61. Keuntungan optimal ini diperoleh dengan cara menanam jahe 0,6828 ? 0,68 hektar dan mentimun 2,3767 ? 2,37 hektar. Petani menghadapi kendala-kendala dalam upaya memaksimalkan keuntungan, berupa keterbatasan sumber daya ketersediaan lahan, ketersediaan jam tenaga kerja akan tetapi untuk ketersediaan modal tidak terpakai semua. Dari hasil analisis sensitivitas yaitu keuntungan jahe akan dapat dicapai pada rentang Rp 7.529.548 sampai dengan Rp 27.494.470 sedangkan keuntungan mentimun berada pada rentang Rp 3.225.062 sampai dengan Rp 11.776.450, dengan syarat: Luas lahan yang dipergunakan antara 0,7144 Ha sampai dengan 2,6087 Ha.Tenaga kerja dipergunakan pada rentang 78,9283 HOK sampai 154,5411 HOK.Sedangkan untuk modal dipergunakan hanya Rp 17.051.230 sedangkan modal yang ada Rp.18.855.560 artinya modal yang tersedia dari Rp.18.855.560 masih tersisa Rp.1.504.330 sampai Kata Kunci : optimalisasi, tumpangsari, keuntungan maksimal, model Linear Programming

Page 3 of 3 | Total Record : 28