cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 152 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2019)" : 152 Documents clear
The Effect Of Various Ash To Growth and Yield Of Radish On Peatsoil wahyu fitriani, wahyu fitriani
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine how much response the giving of various ash to the growth and yield of radish on peat soil. This study was done in the college of agriculture garden of Tanjungpura University Pontianak, the study started on September 5th- October 28th, 2018 The design used in this study was a completely randomized design (CRD), consisting of 5 treatments that is, oil palm empty bunches ash (a1), wood ash (a2), corn stover ash (a3), coconut husk ash (a4) and rice husk ash (a5) repeated 5 replications and each replication consisted of 4 samples. The variables observed were the number of leaves, fresh weight of plants, fresh weight of tubers, tuber length, tuber diameter, plant dry weight. The application of wood ash with a dose of 416 g / 8 kg of soil gave the best response on the growth and yield of radish that is number of leaves, fresh weight pf plants, fresh weight of tubers, tuber length, tuber diameter, and plant dry weight compared to the application of oil palm empty bunches ash, coconut husk ash,  corn stover ash and rice husk ash.
COMBINATION OF CONCENTRATION PLANT GROWTH REGULATOR ROTOONE-F AND RED ONION FILTRATES TO GROWTH ROSE APPLE SHOOT CUTTING Fitriani, Rahmidiyani, Ahmad mulyadi, Fitri ani
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 The aim of this study was to obtain the best combination of Rotoone-F concentrations and red onion filtrates to growth  of shoot cutting rose apple shoot cutting. This  research used cansist 7 treatment  of growth regulator concetration. The concetration is  Concentration used is : without  growth regulator ( control); 100% Rotoone-F +0% red onion filtrates; 80% Rotoone-F + 20% red onion filtrates; 60% Rotoone-F + 40% red onion filtrates; 40% Rotoone-F + 60% red onion filtrates; 20% Rotoone-F + 80% red onion filtrates; and 0% Rotoone-F + 100% red onion filtrates. The variables observed are percentage  life cutting, number of leaves, number of shoots, length of shoots and number of roots. The results of this study indicate that  giving growth regulator substances  Rotoone-F with red onion filtrates in various concentrations  can improve percentage  life cutting and number of roots rose shoot cutting. The concentration of 40% Rotoone-F + 60% red onion filtrates shows the  highest of percentage of life cutting and number of roots.Keywords : Red Onion Filtrate, Rose Apple, Rotoone-F, Shoot Cutting
Hubungan Karakteristik Petani dan Kesejahteraan Petani Padi Sawah Tadah Hujan di Kecamatan Sungai Kakap Hardi Dominikus Bancin; Novira Kusrini; Imelda Imelda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i4.35486

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik petani apa saja yang memiliki hubungan dengan kesejahteraan petani padi sawah tadah hujan di Kecamatan Sungai Kakap, objek penelitian ini adalah petani yang mengusahakan padi sawah tadah hujan  di Kecamatan Sungai Kakap. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder dengan jumlah responden sebanyak 54 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi rank spearman dan analisis kesejahteraan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari 54 responden masih ada 11 responden yang dikategorikan belum sejahtera, dan dari 4 karakteristik yang di uji hanya 3 karakteristik yang memiliki hubungan yaitu pengalaman bertani, tingkat pendidikan dan luas lahan, dan yang tidak memiliki hubungan adalah umur petani.
THE GROWTH RESPONSE AND YIELD OF CIPLUKAN DUE TO GIVING PALM OIL ASH IN PEAT SOIL Maya dwiyanti; Iwan sasli; Siti hadijah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i4.35190

Abstract

This study aims to determined the best dosage of palm oil ash on the growth and yield of ciplukan plants in peat soil. This study was conducted from 8th March 2019 – 8th June 2019 in the Faculty of Agriculture’s experimental garden, Tanjungpura University, Pontianak. This study uses a Completely Randomized Design (CRD) method by one factor oil palm ash treatment consisting of 5 treatment levels, with 5 replications and every treatment there are 4 plant samples, so there were 100 plants. This study has treatment such as: a1 = 10 tons/ha equivalent to 200 g/polybag, a2 = 15 tons/ha equivalent to 300 g/polybag, a3 = 20 tons/ha equivalent to 400 g/polybag, a4 = 25 equivalent to 500 g/polybag and a5 = 30 tons/ha equivalent to 600 g/polybag. The variables observed were plant height (cm), many of branches (branches), root volume (cm3), plant dry weight (g), number of fruits per plant (fruit) and weight of fruit per plant (g). The study  results show the of various dosage palm oil ash gave a significant effect on all variables. The best result dosage of palm oil ash  is 10 tons/ha equivalent to 200 g/polybag. Keywords: Ciplukan,Palm Oil Ash, Peat Soil 
PENENTUAN INDEKS KUALITAS TANAH GAMBUT PADA BEBERAPA TIPE PENGGUNAAN LAHAN DI KECAMATAN RASAU JAYA KABUPATEN KUBU RAYA Rossie Wiedya Nusantara Rita Hayati Bagus Prasetio
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i4.36732

Abstract

ABSTRAKKualitas tanah adalah kapasitas tanah yang berfungsi mempertahankan produktivitas tanaman, mempertahankan dan menjaga ketersediaan air serta mendukung kegiatan manusia. Kualitas tanah yang baik akan mendukung kerja fungsi tanah sebagai media pertumbuhan tanaman, mengatur dan membagi aliran air dan menyangga lingkungan yang baik pula. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui indeks kualitas tanah gambut di lahan kebun sawit, lahan hortikultura dan kebun karet. Pengambilan sampel penelitian di Desa Rasau Jaya III Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedalaman gambut antara 62-66 cm dengan kriteria dangkal. Kematangan gambut pada kadar serat utuh antara 14,1-17,6 % dengan kriteria saprik. Kedalaman muka air tanah antara 96-120 cm dengan kriteria rendah. Bobot isi antara 0,34-0,62 g/cm3 dengan kriteria tinggi. Kadar air tanah antara 58,60-77,35 % dengan kriteria sangat tinggi. Porositas total antara 58,78-71,02 % dengan kriteria poros. pH tanah antara 4,23-4,73 dengan kriteria sangat masam hingga masam. N-total antara 0,60-1,05 % dengan kriteria tinggi hingga sangat tinggi. P-tersedia antara 14,68-46,24 ppm dengan kriteria sedang hingga sangat tinggi. K-dd antara 0,04-0,31 cmol(+)kg-1 dengan kriteria sangat rendah hingga rendah. C-organik dan bahan organik antara 13,20-24,58 %dengan kriteria sangat tinggi. Rasio C/N antara 18,02-26,97 %dengan kriteria rendah. Kadar abu antara 13,5-47,5 % dengan kriteria tinggi. Jumlah cacing tanah antara 1-8 ekor dengan kriteria sedang. Hasil perhitungan indeks kualitas tanah menunjukan bahwa kebun sawit sebesar 0,66, lahan hortikultura sebesar 0,64, dan kebun karet sebesar 0,62 dengan kriteria baik. Kata kunci: Indeks kualitas tanah, kebun sawit, lahan hortikultura, kebun karet, tanah gambut.
Studi Sifat Fisika Tanah Gambut Pada Lahan Lidah Buaya (Aloevera Sp) dan Semak Belukar Di Kecamatan Pontianak Utara Kota Pontianak Riduansyah Tino Orciny Chandra Rinaldi Chanika
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i4.35641

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan antara sifat fisika tanah gambut pada lahan lidah buaya dan lahan semak belukar yang belum terganggu. Penelitian ini menggunakan metode survey secara langsung pada lokasi penelitian dan dilanjutkan dengan pengambilan sampel tanah untuk bahan analisis di Laboratorium. Analisis tanah dilakukan di Laboratorium Fisika dan Konservasi Tanah dan Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 21 Maret 2019 sampai 22 Juni 2019. Penentuan titik pengamatan di lokasi penelitian secara langsung ditentukan menggunakan alat GPS (Global Positioning System). Pengambilan sampel tanah dilakukan di kedalaman 0-20 cm pada 5 titik pengamatan disetiap lahan.Hasil analisis fisika tanah gambut menunjukkan bahwa kadar serat utuh pada lahan lidah buaya dengan kematangan hemik sebesar 59,8% dan lahan semak belukar dengan kematangan hemik sebesar 58,6% dan hasil uji t tidak berbeda nyata. Bobot isi pada lahan lidah buaya sebesar 0,26 g/cm3 dan lahan semak belukar sebesar 0,36 g/cm3 dengan kriteria rendah dan hasil uji t berbeda nyata. Porositas total pada lahan lidah buaya sebesar 81,27%  dan  lahan semak belukar sebesar 72,45% dengan kriteria poros dan hasil uji t berbeda nyata. Kadar air kapasitas lapangan pada lahan lidah buaya sebesar 55,32% dan lahan semak belukar sebesar 51,48% dan hasil uji t tidak berbeda nyata. Permeabilitas pada lahan lidah buaya sebesar 5,07 cm/jam dan lahan semak belukar sebesar 3,59 cm/jam dengan kriteria sedang dan hasil uji t tidak berbeda nyata. Kata kunci : sifat fisika tanah gambut, lidah buaya, semak belukar.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN MASYARAKAT MEMILIH KELAPA SAWIT SWADAYA DI KECAMATAN NGABANG KABUPATEN LANDAK Alfino Alfino; Maswadi Maswadi; Imelda Imelda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i4.36031

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani berkebun kelapa sawit swadaya di Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak dan untuk mengetahui pengaruh dari masing-masing faktor terhadap keputusan petani kelapa sawit swadaya. Data yang digunakan adalah data, primer dan sekunder yang diperoleh dari 100 petani dengan menggunakan observasi dan kuisioner yang telah disusun. Analisisi yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif. Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani adalah umur, pendidikan formal, luas lahan, pendapatan, lingkungan sosial, lingkungan ekonomi dan karakteristik inovasi. Berdasarkan perbandingan hasil penelitian menunjukan bahwa umur, lingkungan sosial, lingkungan ekonomi dan karakteristik inovasi berpengaruh nyata terhadap keputusan petani. Sedangkan variabel pendidikan formal, luas lahan dan pendapatan tidak berpengaruh terhadap keputusan petani.Kata kunci: Faktor-faktor, kelapa sawit swadaya, keputusan
KAJIAN BAKTERI BINTIL AKAR PADA BEBERAPA TIPE PENGGUNAAN LAHAN GAMBUT DI KELURAHAN SIANTAN HILIR KECAMATAN PONTIANAK UTARA Anastasia Rosari Purwanisiwi, Saeri Sagiman Sutarman Gafur
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDi Kalimantan Barat, lahan gambut tidak hanya dimanfaatkan untuk usaha budi daya tanaman pangan dan tanaman hortikultura, tetapi juga dimanfaatkan untuk tanaman keras seperti tanaman karet dan kelapa sawit. Perbedaan praktek budidaya pertanian dan perbedaan perlakuan karena perbedaan tipe penggunaan lahan mengakibatkan perbedaan pada sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Bakteri Rhizobium adalah kelompok bakteri yang berkemampuan sebagai penyedia hara bagi tanaman. Peranan Rhizobium terhadap pertumbuhan tanaman khususnya berkaitan dengan masalah ketersediaan hara bagi tanaman inangnya. Simbiosis ini menyebabkan bakteri Rhizobium dapat menambat nitrogen dari atmosfir, dan selanjutnya dapat digunakan oleh tanaman inangnya.Penelitian ini bertujuan yaitu untuk mengetahui jumlah bakteri bintil akar pada lahan gambut dibeberapa tipe penggunaan lahan gambut pada komoditas pertanian dan perkebunan seperti kelapa sawit, lidah buaya, pepaya, sawi, nanas, dan hutan sekunder. Penelitian ini dimulai pada bulan Agustus sampai November 2018 dengan lokasi pengambilan sampel tanah bertempat di Sungai Selamat, kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak. Parameter yang diamati adalah parameter utama (bintil akar) dan parameter penunjang (reaksi tanah (pH), kadar abu, c-organik, n-total, rasio c/n, bahan organik, kadar air tanah, bobot isi, kematangan tanah, kedalaman muka air tanah, vegetasi dan jarak parit). Metode analisis dengan metode analisis keragaman klasifikasi satu arah (One Way Anova) dengan Rancangan Acak Lengkap Apabila dari hasil Anova ini terdapat pengaruh nyata pada α = 0,05 maka analisis data dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur.Hasil penelitian menunjukkan rerata jumlah bintil akar tertinggi pada beberapa tipe penggunaan lahan di lahan gambut tertinggi terdapat pada lahan sawi yaitu  10,31/ bintil dan yang terendah terdapat pada lahan kelapa sawit yaitu 1,50/ bintil biji Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa beberapa penggunaan lahan tanaman (kelapa sawit, lidah buaya, pepaya, sawi, nanas, dan hutan sekunder) berpengaruh nyata terhadap jumlah bintil akar. Hasil uji lanjut menyatakan bahwa lahan kelapa sawit dan lidah buaya tidak berbeda nyata dengan lahan pepaya, nanas, dan hutan sekunder. Penggunaan lahan gambut tanaman sawi tidak berbeda nyata dengan lahan gambut tanaman pepaya, nanas, dan hutan sekunder tetapi berbeda nyata dengan lahan kelapa sawit dan lidah buaya. Kata kunci: Bakteri Bintil Akar, Nitrogen, Tanah Gambut, Tipe Penggunaan Lahan, Rhizobium
Pengaruh Pupuk Organik Cair Daun Kirinyu (Chromolaena odorata) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Seledri Pada Tanah Gambut ongki aleksa, dwi zulfita, agus hariyanti, ongki
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effect of liquid organic fertilizer on kirinyu leaves on the growth and yield of celery on peat soil. The research was conducted from 10 November 2018 to 09 January 2019 in the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Pontianak. The study used a completely randomized design (CRD) method in which the application of organic fertilizer as a single factor. The treament were designed in five level of  concentration and 5 treatments with 5 replications and each replication consisted of 4 sample plants. The treatment in question is k1 = 100 ml / liter of water, k2 = 150 ml / liter of water, k3 = 200 ml / liter of water, k4 = 250 ml / liter of water, k5 = 300 ml / liter of water. The variables observed in this study were root volume, leaf chlorophyll content, number of leaf stalks, plant fresh weight and total plant dry weight. Based on the results of the study it can be concluded that the administration of kirinyu leaf POC with a concentration of 300 ml / liter of water showed the best growth in leaf chlorophyll content and total plant dry weight but on the results of celery plants the effective concentration was indicated by giving kirinyu leaf POC 100 ml / liter water. Keywords: kirinyu leaves, peat, liquid organic fertilizer, celery
THE EFFECTIVENESS OF ADDING ORGANIC INGREDIENTS OF PURPLE SWEET POTATO EXTRACT TO THE GROWTH OF IN VITRO CUTTINGS OF Macodes petola ORCHIDS Gani Nurtriyani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i2.31877

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the effect of some medium concentration of purple sweet potato (Ipomoea batatas L) extract on growth of Macodes petola and to know the best of concentration on the growth of Macodes petola. The method used was Completely Random Design consisted of 6 treatments, 4 replications and each replication consist of 2 plant samples. Purple sweet potato extract concentration is as follows: without the addition of purple sweet potato extract, 75 ml/l, 150 ml/l, 225 ml/l, 300 ml/l and 375 ml/l. Observed parameters are the number of leaves, number of roots, the number of shoots, time when shoots appear and when roots arise. The results showed that the sweet potato extract give the same result without additions of the sweet potato extract for the period of shoot emergence and time to root emergence time to. Without additions of the sweet potato extract more effective for the number of leaves, the number of roots and the number of shoots.Keywords: Extract Of Purple Sweet Potato (Ipomoea Batatas L), Orchids Macodes petola, Tissue Culture.