cover
Contact Name
Fawaidul Badri
Contact Email
fawaidulbadri@unisma.ac.id
Phone
+6285812461163
Journal Mail Official
infotron@unisma.ac.id
Editorial Address
Department of Electrical Engineering Faculty of Engineering Universitas Islam Malang (UNISMA)
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Informatics, Electrical and Electronics Engineering
ISSN : -     EISSN : 27980197     DOI : 10.33474/infotron
The focus and scope of InfoTron are periodic scientific publications in the field of computer and electrical engineering, and informatics engineering to accommodate the research for lecturers and researchers, who want to publish the results of his scientific work. The Topics cover the following areas (but are not limited to): Computer Vision Signal and image processing Mobile computing Kecerdasan buatan Pattern recognition Machine learning Big data Data Mining Cloud computing Geoinformatic Information System Game dan multimedia Jaringan komputer dan keamanan Rekayasa perangkat lunak Sistem Informasi Robotika dan emmbeded system Pembangkit (generator) Distribusi Transmisi Konversi daya Sistem proteksi Bahan tenaga listrik Pembangkit energi terbarukan Sistem kontrol (automation,PLC,SCADA) Smart grid Elektronika daya
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2024): Infotron" : 5 Documents clear
Accuracy of DHT11 Temperature and Humidity Sensor In Egg Incubator Sudaryanto, Aris; Yohanes Aditya Wisnu W; Agung Kridoyono
Jurnal Teknik Elektro dan Informatika Vol 4 No 1 (2024): Infotron
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/infotron.v4i1.20846

Abstract

Temperature and humidity are two parameters that need to be considered in hatching eggs. The research results showed that the difference in egg temperature in the incubator gave a significant difference in fertility, mortality, and hatchability. One of the most widely used temperature and humidity sensors is the DHT11 sensor. The objective of this research is to determine the accuracy of the DHT11 sensor in measuring temperature and humidity. This study uses the UT333 sensor as a reference for measuring temperature and humidity. The temperature measurement test is done with the DHT11 and UT333 sensors measuring the temperature at the same place and time, and then the difference is calculated as an error value. Humidity testing is done by the DHT11 and UT333 sensors measuring humidity at the same time and place and using a humidifier to provide variations in humidity levels. The difference in humidity between DHT11 and UT333 was then calculated as an error. Each temperature and humidity test was repeated 25 times. Based on all the tests, it was found that the DHT11 sensor has an average error value of 3.16% or an accuracy of 96.84% for temperature measurements and an average error of 7.07% or an accuracy of 92.93% for humidity measurements. The average success value for temperature and humidity testing is 94.89%.
Sistem Pengendalian Waktu Penyiraman Otomatis pada Tanaman Cabai Rawit Menggunakan Metode Fuzzy Logic Edi Prihartono; Oktafianto , Dimas Pondra
Jurnal Teknik Elektro dan Informatika Vol 4 No 1 (2024): Infotron
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/infotron.v4i1.21751

Abstract

Cabai rawit merupakan salah satu komoditas sayuran yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Cara penyiraman saat ini dilakukan petani secara manual, hal ini pengukuran kelebaban tanah, suhu dan waktu oleh petani kurang tepat, sehingga jumlah air yang diberikan tidak sesuai dengan yang dibutuhkan oleh tanaman cabai rawit.  Pada penelitian ini penulis membuat sistem pengendalian waktu penyiraman secara otomatis sebagai alat yang dapat membantu petani dalam melakukan penyiraman dan memonitoring kelembaban tanah serta suhu melalui website. Pada sistem ini menggunakan dua sensor yaitu sensor kelembaban tanah dan sensor suhu yang digunakan untuk mendeteksi kelembaban tanah dan suhu udara pada tanaman cabai rawit. Sistem menggunakan metode fuzzy logic untuk memproses data kelembaban tanah dan suhu yang diperoleh, untuk menghasilkan durasi penyiraman yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Dari hasil pengujian perangkat dengan aplikasi matlab, selisih durasi penyiraman pada fase 1 adalah 0.12 detik sedangkan pada fase 2  adalah 0.06 detik. Dari pengujian tersebut baik fase 1 maupun  fase 2 mempunyai selisih di bawah 1 detik, sehingga dapat disimpulkan bahwa perangkat berjalan dengan baik. Sedangkan hasil pengujian selama 33 hari pada objek  tanaman cabai rawit  dengan 3 cara penyiraman. Untuk tanaman cabai rawit ke 1 (T1) yang penyiramannya menggunakan sistem, jumlah bunga bakal buah cabai  berjumlah 4 bunga, sedangkan tanaman cabai rawit dengan penyiraman secara manual (T2 dan T3) bunga bakal buah belum muncul Sedangkan untuk tinggi dan jumlah daun lebih unggul pada tanaman ke 2 (T2) dan 3 (T3).
WEB-GIS untuk Mengetahui Penentuan Relokasi Daerah Terdampak Erupsi Gunung Semeru Ghibran Jhi S, Moch; Vitianingsih, Anik Vega; Riza , M. Syaiful; Fitri Ana Wati, Seftin; Wikanningrum , Anggit
Jurnal Teknik Elektro dan Informatika Vol 4 No 1 (2024): Infotron
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/infotron.v4i1.21823

Abstract

Gunung Semeru sebagai salah satu gunung berapi yang masih aktif di Indonesia, merupakan potensi ancaman bencana erupsi yang serius bagi wilayah sekitarnya. Oleh karena itu, penentuan lokasi relokasi bagi masyarakat yang terdampak di daerah rawan bencana erupsi merupakan langkah penting dalam mitigasi risiko bencana. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan sebuah Sistem Informasi Geografis (SIG) yang dapat memfasilitasi proses penentuan lokasi relokasi bagi penduduk yang berpotensi terkena dampak erupsi Gunung Semeru. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan sebuah aplikasi sistem Web-GIS yang dapat memberikan informasi yang lebih interaktif dan mudah diakses oleh masyarakat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang dalam melakukan antisipasi dini dan juga mitigasi bencana. Metode penelitian yang digunakan adalah Overlay Intersect berdasarkan parameter kewasan rawan bencana dan jalur lahar. Aplikasi sistem Web-GIS yang dikembangkan akan menyediakan informasi tentang tata ruang pemukiman di wilayah rawan bencana erupsi, termasuk lokasi relokasi yang direkomendasikan berdasarkan analisis kerentanan dan risiko. Data yang digunakan dalam pegembangan sistem Web-Gis ini berasal Dari BPBD Provinsi Jawa Timur yaitu letak lokasi terdampak lahar dan batas desa hingga kecamatan. Hasil analisa spasial menggunakan Metode Intersect dapat menghasilkan informasi kawasan rawan bencana dan jalur lahar. Sehingga dari hasil penelitian untuk mengetahui penentuan relokasi daerah yang terdampak Kawasan Rawan Bencana nilai akurasi sebesar 68%. ini dapat dijadikan acuan dalam proses mitigasi kesiapsiagaan bencana pada permukiman di daerah sekitar Gunung Semeru agar dapat meminimalisir akibat dari resiko dampak erupsi.
Implementasi Teknologi Leaflet JS dalam Sistem Peta Radar Hujan untuk Meningkatkan Kesiapsiagaan Bencana Gunung Semeru Khusnaini, Geovandi Gamma; Vitianingsih, Anik Vega; Kacung, Slamet; Puspitarini, Erri Wahyu; Wati , Seftin Fitri Ana
Jurnal Teknik Elektro dan Informatika Vol 4 No 1 (2024): Infotron
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/infotron.v4i1.21997

Abstract

Erupsi Gunung Semeru menyebabkan dampak sosial signifikan, termasuk kerusakan infrastruktur dan korban jiwa. Akses informasi yang terbatas memperumit upaya mitigasi bencana, terutama karena erupsi sering terjadi setiap akhir tahun saat musim hujan, yang dipicu oleh lahar naik akibat air hujan di kawah. Radar hujan di wilayah Gunung Semeru sangat penting untuk mengurangi kerusakan dan korban jiwa. Penelitian ini bertujuan mengembangkan website peta radar hujan berbasis Leaflet JS untuk wilayah Gunung Semeru, menyediakan informasi radar hujan dan lokasi kantor BPBD untuk penanggulangan bencana berbasis peta digital. Teknologi yang digunakan mencakup ekstraksi data Radar Gematronik C-Band menjadi visualisasi produk CMAX yang dianalisis dan diplot menggunakan software wradlib-python. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi mampu memantau curah hujan secara real-time dan menampilkan koordinat geografis wilayah curah hujan. Nilai reflektivitas berkisar antara 0 hingga 15 dBZ, menunjukkan intensitas curah hujan di wilayah tersebut. Pengujian aplikasi menunjukkan efektivitas dalam pemantauan real-time curah hujan dan diterima dengan baik oleh 90% responden, meskipun ada rekomendasi peningkatan akurasi radar dan pengujian lebih lanjut. Aplikasi ini bermanfaat bagi BPBD dalam sosialisasi dan masyarakat untuk kesiapsiagaan bencana, terutama saat musim hujan.
Smart Lighting Operation for The Growth of Bird's Eye Chili Plants Using Arduino Uno Supandri, Muhammad Hamdu; Wirateruna, Efendi S; Basuki, Bambang Minto
Jurnal Teknik Elektro dan Informatika Vol 4 No 1 (2024): Infotron
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/infotron.v4i1.22340

Abstract

Unfavorable weather conditions, climate change, and pests can disturb chili cultivation. The "Prototype for Artificial Lighting Operation for the Growth of Chili Plants (Capsicum Frutescens L) Based on Arduino Uno" is designed to help farmers who lose land or experience crop failure due to unpredictable weather, which prevents plants from receiving optimal sunlight. Here, the researcher utilizes Arduino Uno in the control system to process data and determine the values obtained from the system. The light sensor (BH1750) detects light radiation (lux), and the temperature sensor (DS18B20) detects temperature (°C). White daylight LEDs are used for lighting. Testing is conducted using the static group comparison method to compare different groups or conditions of each treatment. This research involves creating a prototype of an artificial lighting device based on Arduino Uno, which can display data and control the necessary temperature and lighting. The device is tested thoroughly according to the programmed plan to determine the significance of its impact on the development and growth of chili plants. The results show that the greatest stem height increase occurred in the third treatment, with an average of 0.6 cm per day. However, by the 15th day, the plants tended to slow down, stopping growth on the 38th day and starting to turn yellow on the 40th day. The greatest branch increase occurred in the second treatment (using the device with the door open), with an average of 2 branch nodes per day.

Page 1 of 1 | Total Record : 5