cover
Contact Name
Anshar Zulhelmi
Contact Email
anshar.zulhelmi@ar-raniry.ac.id
Phone
+6281311429850
Journal Mail Official
nahdah@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
Prodi Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. Jl. Ar-Raniry No. 1, Darussalam, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Aceh, Indonesia 23111
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
An-Nahdah Al-\'Arabiyah
ISSN : -     EISSN : 27747808     DOI : https://doi.org/10.22373/nahdah.v1i1.720
An-Nahdah Al-’Arabiyah a peer-reviewed journal on Arabic Linguistic and literary studies in the world. This journal is published by Department of Arabic Language and Literature, Faculty of Adab and Humaniora, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh. which has been registered with an International Standard Serial Number (ISSN) for electronic with the number: E-ISSN: 2774-7808 This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Arabic Linguistic, Arabic Literature, Arabic History, Arabic Islamic Culture, and Philology. an-Nahdah al-’Arabiyah is published 2 times a year, February and August.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2023)" : 14 Documents clear
FA’ALIAT BERNAMAJ HIFZU AL-MUFRADAT LIFAHM QIRA’AT FII ALLUGHAT AL-‘ARABIYAT LITULAAB AL-FASL SABI’ BII MA’HAD BAHARUDDIN JANJI MUARA TAIS Musyrifah Hakim Nasution
An-Nahdah Al-'Arabiyah Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : An-Nahdah Al-'Arabiyah is published by Department of Arabic Language and Literature in cooperation with The Center for Research and Community Service (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/nahdah.v3i1.2172

Abstract

Memorizing Arabic vocabulary is an activity that is expected to improve understanding of Qira’ah in Arabic in learning. The besic problem of this research is that most of the ability to understand Qira’ah in Arabic for the seventh students at the Baharuddin Islamic Boarding School is still low. The purpose this study was to determine the effectiveness of the mufradat memorization program for understanding Qira’ah in Arabic. As for the methodology used in this study is quantitative, the purpose of quantitative is to establish a hypothesis. The conclusion of this program is that the memorized mufradat program is effective for understanding Qira’ah in Arabic for the seventh students at the Baharuddin Islamic Boarding Janji Maui Muara Tais Angkola sub-district Muara Tais south Tapanuli district. The hypothesis (ha) is accepted and (h0) is rejected.
ABU AL-ASWAD AD-DU’ALI WA DAWRUH FII TARIKH ‘ILM AL-NAHW Rasyad Ibnu Hisyam
An-Nahdah Al-'Arabiyah Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : An-Nahdah Al-'Arabiyah is published by Department of Arabic Language and Literature in cooperation with The Center for Research and Community Service (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/nahdah.v3i1.2237

Abstract

Abstrak: Ilmu nahwu merupakan salah satu cabang ilmu bahasa Arab yang sangat penting karena merupakan kunci untuk memahami Al-Qur'an, hadits, ilmu-ilmu bahasa Arab, dll. Ilmu ini memfokuskan kajiannya pada perubahan baris akhir dari suatu kata dalam bahasa Arab, karena perubahan baris akhir tersebut akan merubah kedudukan kata dalam kalimat itu sendiri. Dengan Ilmu nahwu kita dapat mengetahui kedudukan kata dalam Bahasa Arab baik dari segi sintaksis dan konstruksinya, dan dengan ilmu ini juga kita tahu bagaimana seharusnya baris akhir suatu kata apakah dia harus rafa’/nominatif, nasab/akusatif, jazam/asertif, atau jar/preposisi, dan dengan ilmu ini dapat mengetahui benar dan salahnya bahasa yang diucapan. Mayoritas ulama berpendapat bahwa perintis ilmu ini adalah Abu al-Aswad al-Du'ali, dan dia adalah orang yang paling mengerti bahasa Arab pada masanya dan orang pertama yang memberikan tanda baris pada Alquran. Beliau memiliki peran penting dan andil yang besar dalam menyusun dan memunculkan ilmu nahwu, karena beliau menciptakan ilmu baru yang belum ada dan belum dikenal sebelumnya dan dengan adanya ilmu ini, maka bahasa arab dan Al-Qur'an akan terdokumentasikan dengan baik, dan akan tetap terpelihara hingga hari kiamat. Karya ini telah menjadi rujukan, inspirasi dan motivasi bagi orang lain dan generasi sesudahnya untuk mengembangkannya masa ke masa hingga sampai pada kita hari ini. Disamping karena terjadinya berbagai kesalahan dan kerancuan ucapan dalam berbahasa Arab dan kesalahan dalam membaca Alquran, ada beberapa faktor utama yang menyebabkan munculnya ilmu nahwu, yaitu faktor agama, faktor linguistik, dan faktor sosial dan faktor nasionalisme Arab.
LITERASI MANUSKRIP TASAWUF Nurdin AR
An-Nahdah Al-'Arabiyah Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : An-Nahdah Al-'Arabiyah is published by Department of Arabic Language and Literature in cooperation with The Center for Research and Community Service (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/nahdah.v3i1.2331

Abstract

Tasawuf telah diajari dan dipelajari di nusantara sejak akhir abad 16. Literasi Tasawuf yang diajarkan serta diwarisi oleh tokoh-tokoh intelektual ulama nusantara dengan berbagai hasil karya-karya yang ditinggalkan mereka. Berdasarkan definisi literasi, kata tasawuf masih menjadi perbedaan pendapat di kalang ilmuan atau ulama, walaupun tujuan dari tasawuf itu sama yaitu mendekat diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Peninggalan jejak keilmuan khususnya bidang taswauf di nusantara dalam bentuk karya-karya ulama pada masa dahulu dapat dilihat dalam bentuk manuskrip. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa kerajaan Islam pertama di nusantara yang berada di Aceh, menjadi pusat perkembangan ilmu pengetahuan dan politik sehingga muncul para ulama-ulama yang mendalami ilmu tasawuf. Di antara ulama Aceh yang termasyhur di bidang ilmu tasawuf dengan hasil karya-karya mereka yang masih dipelajari hingga saat ini adalah: Hamzah Fansuri, Syamsuddin As Sumatraniy, Nuruddin Ar-Raniri, dan Abdurrauf As Singkiliy. Ulama-ulama tersebut adalah ulama yang termasyhur khususnya di bidang tasawuf dengan warisan keilmuan mereka dapat kita pelajari dari manuskrip yang ditinggalkan dan masih diwarisi untuk dipelajari sebagian dari karya mereka oleh para santri di pondok pesantren tradisional khususnya di daerah Aceh.
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NASKAH HIKAYAT ABU SYAMAH Chairunnisa Ahsana Amalan Shaliha
An-Nahdah Al-'Arabiyah Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : An-Nahdah Al-'Arabiyah is published by Department of Arabic Language and Literature in cooperation with The Center for Research and Community Service (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/nahdah.v3i1.2358

Abstract

Artikel ini mengurai lebih detail nilai pendidikan karakter dalam naskah Hikayat Abu Syamah berdasarkan hasil translitrasinya. Hikayat Abu Syamah ditulis dalam berbahasa Melayu dan tersimpan hampir di berbagai daerah di Nusantara, berkisah tentang Abu Syamah sebagai objek utamanya. Korpus tulisan ini ialah hasil translitrasi teks Hikayat Abu Syamah koleksi Museum Aceh dengan nomor A 0721/1945 dan naskah B 07-4721/3014 dalam perbandingan terdahulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan filologis dengan konsep pendidikan karakter dalam realita kekinian sebagai alat interpretasinya. Melalui analisa tersebut makin memperkuat temuan bahwa nilai pendidikan karakter nyatanya sudah ada sejak belasan abad lalu dan terimplementasi dalam kehidupan masyarakat dengan latar belakang berbeda pada masa dahulu relevan hingga kini. Adapun nilai karakter yang dijumpai pada sikap Abu Syamah dalam hikayat ialah nilai religius, jujur, berprasangka baik, amanah, adil, tawakkal, bertanggungjawab, lemah lembut, semangat kebangsaan, demokratis juga keberanian, dengan dominasi nilai religius sebagai karakter dasar dan penting yang tampak pada sikap si tokoh utama, sikap ini relevan dengan konteks kekinian dan keindonesiaan.
TEKNIK DAN EVALUASI TERJEMAHAN KALIMAT IMPERATIF PADA KITAB AL-FATḤU AR-RABBĀNĪ WAL-FAIḌU AR-RAḤMĀNĪ KARYA ABDUL QADIR AL-JAILANI Fitria Sari Yunianti; Fitra Nanda
An-Nahdah Al-'Arabiyah Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : An-Nahdah Al-'Arabiyah is published by Department of Arabic Language and Literature in cooperation with The Center for Research and Community Service (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/nahdah.v3i1.2387

Abstract

This study aims to explain the techniques and assessment of the quality of the translation of imperative sentences in the book Al-Fatḥu Ar-Rabbānī Wal-Faiḍu Ar-Raḥmānī by Sheikh Abdul Qadir Al-Jaelani. This research is a part of translation criticism using the descriptive analysis method. This study uses a qualitative approach to analyzing translation techniques using Newmark's theory. In addition, a quantitative approach is also used in assessing the quality of translation by using the translation evaluation theory by Nababan. The results of this study indicate that there are 977 imperative sentence data and the sample data in this study are 50 imperative sentence data. In this study, it was found that there were 8 techniques used in translation from 16 Newmark translation techniques. The eight techniques are the literal translation technique, paraphrasing technique, transposition technique, common translation technique, expansion technique, synonymy technique, modulation technique, and reduction technique. In addition, the three highest acceptability qualities are literal translation technique, expansion technique, and modulation technique as much as 68%, while the lowest acceptability quality is synonymy technique as much as 56%. Then the readability quality with the highest score is in the literal translation technique and the transposition technique as much as 68%. At the same time, the readability quality with the lowest value is in the paraphrasing technique and the synonymy technique as much as 56%.
PANDANGAN DUNIA GHASSAN KANAFANI DALAM CERPEN “ARDHU AL-BURTUQOL AL-HAZIIN” Saila Fadhila Ulfa
An-Nahdah Al-'Arabiyah Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : An-Nahdah Al-'Arabiyah is published by Department of Arabic Language and Literature in cooperation with The Center for Research and Community Service (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/nahdah.v3i1.2389

Abstract

This research aims to reveal the author's worldview, namely Ghassan Kanafani as a collective subject in his short story entitled "Ardhu al-Burtuqol al-Haziin" in an anthology of short stories with the same title using the genetic structuralism perspective of Lucian Goldmann. Goldmann's genetic structuralism emphasizes the analysis of the author's worldview as a representative of a particular social group, with his analysis departing from the structure of the literature work itself. Three research variables in genetic structuralism are the structure of literary works, worldview, and social structures. This research is qualitative-descriptive research with a dialectical method of analysis. The result of the discussion is there are many binary oppositions found in this short story “Ardhu al-Burtuqol al-Haziin”. Ghassan’s worldview in this short story is the economic downturn of the Palestinian people due to the 1948 Nakba Day and the loss of their national identity which was symbolized by an orange. This Ghassan Kanafani's worldview is the view of his group, namely the nationalist social group of workers and peasants.
FORMASI DAN NEGOSIASI IDEOLOGI DALAM NASKAH HIKAYAT PRANG GOMPENI ANALISIS HEGEMONI GRAMSCI Zaki Achmad
An-Nahdah Al-'Arabiyah Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : An-Nahdah Al-'Arabiyah is published by Department of Arabic Language and Literature in cooperation with The Center for Research and Community Service (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/nahdah.v3i1.2405

Abstract

This study aims to describe the formation and negotiation of ideology in the text of Hikayat Prang Gompeni by Abdul Karim by using Gramsci's Hegemony analysis. Hikayat Prang Gompeni (HPG) was written in three langauages; Malay, Acehnese, and some words derived from Arabic. The HPG manuscript is written in prose. This manuscript tells about the danger of if the Dutch conquered the land of Aceh and calls for war against the infidels in order to uphold Islam. This research uses the descriptive method that the research data is classified, analyzed and concluded. The result of this study indicates that there are six ideological formations found in HPG, those are apathy, edemonism, colonialism, conservatism, humanism, and theism which the negotiator ideologies are humanism and edemonism.
FA’ALIAT BERNAMAJ HIFZU AL-MUFRADAT LIFAHM QIRA’AT FII ALLUGHAT AL-‘ARABIYAT LITULAAB AL-FASL SABI’ BII MA’HAD BAHARUDDIN JANJI MUARA TAIS Musyrifah Hakim Nasution
An-Nahdah Al-'Arabiyah Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : An-Nahdah Al-'Arabiyah is published by Department of Arabic Language and Literature in cooperation with The Center for Research and Community Service (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/nahdah.v3i1.2172

Abstract

Memorizing Arabic vocabulary is an activity that is expected to improve understanding of Qira’ah in Arabic in learning. The besic problem of this research is that most of the ability to understand Qira’ah in Arabic for the seventh students at the Baharuddin Islamic Boarding School is still low. The purpose this study was to determine the effectiveness of the mufradat memorization program for understanding Qira’ah in Arabic. As for the methodology used in this study is quantitative, the purpose of quantitative is to establish a hypothesis. The conclusion of this program is that the memorized mufradat program is effective for understanding Qira’ah in Arabic for the seventh students at the Baharuddin Islamic Boarding Janji Maui Muara Tais Angkola sub-district Muara Tais south Tapanuli district. The hypothesis (ha) is accepted and (h0) is rejected.
ABU AL-ASWAD AD-DU’ALI WA DAWRUH FII TARIKH ‘ILM AL-NAHW Rasyad Ibnu Hisyam
An-Nahdah Al-'Arabiyah Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : An-Nahdah Al-'Arabiyah is published by Department of Arabic Language and Literature in cooperation with The Center for Research and Community Service (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/nahdah.v3i1.2237

Abstract

Abstrak: Ilmu nahwu merupakan salah satu cabang ilmu bahasa Arab yang sangat penting karena merupakan kunci untuk memahami Al-Qur'an, hadits, ilmu-ilmu bahasa Arab, dll. Ilmu ini memfokuskan kajiannya pada perubahan baris akhir dari suatu kata dalam bahasa Arab, karena perubahan baris akhir tersebut akan merubah kedudukan kata dalam kalimat itu sendiri. Dengan Ilmu nahwu kita dapat mengetahui kedudukan kata dalam Bahasa Arab baik dari segi sintaksis dan konstruksinya, dan dengan ilmu ini juga kita tahu bagaimana seharusnya baris akhir suatu kata apakah dia harus rafa’/nominatif, nasab/akusatif, jazam/asertif, atau jar/preposisi, dan dengan ilmu ini dapat mengetahui benar dan salahnya bahasa yang diucapan. Mayoritas ulama berpendapat bahwa perintis ilmu ini adalah Abu al-Aswad al-Du'ali, dan dia adalah orang yang paling mengerti bahasa Arab pada masanya dan orang pertama yang memberikan tanda baris pada Alquran. Beliau memiliki peran penting dan andil yang besar dalam menyusun dan memunculkan ilmu nahwu, karena beliau menciptakan ilmu baru yang belum ada dan belum dikenal sebelumnya dan dengan adanya ilmu ini, maka bahasa arab dan Al-Qur'an akan terdokumentasikan dengan baik, dan akan tetap terpelihara hingga hari kiamat. Karya ini telah menjadi rujukan, inspirasi dan motivasi bagi orang lain dan generasi sesudahnya untuk mengembangkannya masa ke masa hingga sampai pada kita hari ini. Disamping karena terjadinya berbagai kesalahan dan kerancuan ucapan dalam berbahasa Arab dan kesalahan dalam membaca Alquran, ada beberapa faktor utama yang menyebabkan munculnya ilmu nahwu, yaitu faktor agama, faktor linguistik, dan faktor sosial dan faktor nasionalisme Arab.
LITERASI MANUSKRIP TASAWUF Nurdin AR
An-Nahdah Al-'Arabiyah Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : An-Nahdah Al-'Arabiyah is published by Department of Arabic Language and Literature in cooperation with The Center for Research and Community Service (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/nahdah.v3i1.2331

Abstract

Tasawuf telah diajari dan dipelajari di nusantara sejak akhir abad 16. Literasi Tasawuf yang diajarkan serta diwarisi oleh tokoh-tokoh intelektual ulama nusantara dengan berbagai hasil karya-karya yang ditinggalkan mereka. Berdasarkan definisi literasi, kata tasawuf masih menjadi perbedaan pendapat di kalang ilmuan atau ulama, walaupun tujuan dari tasawuf itu sama yaitu mendekat diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Peninggalan jejak keilmuan khususnya bidang taswauf di nusantara dalam bentuk karya-karya ulama pada masa dahulu dapat dilihat dalam bentuk manuskrip. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa kerajaan Islam pertama di nusantara yang berada di Aceh, menjadi pusat perkembangan ilmu pengetahuan dan politik sehingga muncul para ulama-ulama yang mendalami ilmu tasawuf. Di antara ulama Aceh yang termasyhur di bidang ilmu tasawuf dengan hasil karya-karya mereka yang masih dipelajari hingga saat ini adalah: Hamzah Fansuri, Syamsuddin As Sumatraniy, Nuruddin Ar-Raniri, dan Abdurrauf As Singkiliy. Ulama-ulama tersebut adalah ulama yang termasyhur khususnya di bidang tasawuf dengan warisan keilmuan mereka dapat kita pelajari dari manuskrip yang ditinggalkan dan masih diwarisi untuk dipelajari sebagian dari karya mereka oleh para santri di pondok pesantren tradisional khususnya di daerah Aceh.

Page 1 of 2 | Total Record : 14