cover
Contact Name
Reni Suryanti
Contact Email
jpppolbangtanbogor@gmail.com
Phone
+628128822179
Journal Mail Official
renisuryanti@pertanian.go.id
Editorial Address
Bogor Agricultural Develpoment Polytechnic Jln. Aria Surialaga No 1, Pasir Kuda Bogor 16119
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penyuluhan Pertanian
ISSN : 19075893     EISSN : 25990403     DOI : https://doi.org/10.51852/jpp.v16i1.460
This journal contains the results of research related to developing issues in the field of agricultural extension based on the needs of the community or farmer groups. published articles include research articles and literature studies.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2009)" : 10 Documents clear
UPAYA PEMBERDAYAAN KELOMPOKTANI DALAM PENGEMBANGAN AGRIBISNIS PADI SAWAH (Oryza sativa L.) MELALUI PENDEKATAN PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (PTT) DI DESA CIMALAKA KECAMATAN CIMALAKA KABUPATEN SUMEDANG JAWA BARAT . Azhar
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 4 No 1 (2009)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.314 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v4i1.173

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani pada agribisnis padi sawah mengenai agroinput, agroproduksi, dan pascapanen dengan menggunakan pendekatan PTT; (2) Meningkatkan pengetahuan petani mengenai administrasi kelompoktani dan kerjasama kelompoktani; dan (3) Menyusun rencana kegiatan pengembangan agribisnis. Penelitian dilaksanakan mulai dari tanggal 09 Maret 2009 sampai dengan tanggal 09 Mei 2009. Penelitian dilaksanakan di desa Cimalaka Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Sasaran penelitian adalah seluruh petani padi. Kajian petak pembelajaran dilakukan dengan menggunakan uji t dua arah, sedangkan kajianpenyuluhan menggunakan persentase peningkatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pembuatan pupuk bokashi dari 36,5% menjadi 63,5%, pembuatan pestisida nabati dari 41% menjadi 63%, PTT dari 40,5% menjadi 63,5%, dan pasca panen dari dari 39% menjadi 62%. Adapunpeningkatan pengetahuan kerjasama dan administrasi kelompok tani dari 35,5% menjadi 57,5% dimana kerjasama kelompok tani dilakukan dengan pemupukan modal dan pengadaan sarana. Adapun administrasi kelompoktani dilakukan dengan menyusun rencana kegiatan kelompok dan membuat buku-buku dalam kelompoktani. Pengembangan perencanaan kegiatan agribisnis dapat dilaksanakan dalam program jangka pendek, jangka menengah, danjangka panjang.
PERSEPSI PETANI TENTANG KEPENTINGAN DAN KINERJA PENYULUH PERTANIAN TERHADAP AGROPRODUKSI TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) MELALUI System Rice of Intensification (SRI) Endang Krisnawati; Anshar Oemar; Hanif Gusrianto
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 4 No 1 (2009)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.558 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v4i1.174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi petani tentang kepentingan dan kinerja penyuluh pertanian terhadap agroproduksi tanaman padi (Oryza sativa) melalui System Rice of Intensification (SRI). Penelitian dilaksanakan mulai bulan Maret sampai dengan Mei 2007.di Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Pengumpulan data primer diperoleh melalui interview, wawancara dan penyebaran kuesioner terhadap 48 responden. sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Metode analisis data menggunakan Importance Performance Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 variabel yang berada pada kuadran A yang berarti penting bagi petani dan tingkat kinerja penyuluh tinggi (baik) sehingga harus tetap dipertahankan. Variabel tersebut adalah penyiapan bahan tanam, pengolahan tanah, penanaman dan pemeliharaan. Sebanyak 2 variabel terdapat pada kuadran C yang berarti tidak penting bagi petani dan kinerja penyuluh rendah, ini merupakan kinerja yang harus ditingkatkan lagi sehingga dapat menyakinkan petani bahwa semua kegiatan yang dilakukan penting. Variabel tersebut adalah pemeliharaan persemaian dan panen.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITATANI MELALUI PENGOLAHAN PISANG (Musa paradisiaca Linn.) DI KECAMATAN CARINGIN KABUPATEN SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT Wahyu Trisnasari
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 4 No 1 (2009)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.705 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v4i1.264

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani tentang pengolahan pisang, (2) mengetahui kelayakan usaha pengolahan pisang dan (3) menyusun rencana pengembangan pengolahan pisang. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2006 di Kecamatan Caringin Kabupaten Sukabumi. Metode yang digunakan adalah deskriptif, dengan responden dipilih anggota kelompok wanitatani sebanyak 30 orang. Pembinaan dilakukan pada kelompok wanitatani melalui pengolahan hasil pisang yaitu bolu pisang, keripik, selai, sale, dan dodol. Untuk mengetahui perbedaan pengetahuan kelompok wanitatani dilaksanakan pre test dan post test yang kemudian dilakukan uji beda (uji t), sedangkan untuk mengetahui keterampilan kelompok wanitatani setelah penyuluhan dilakukan uji keterampilan kemudian dibuat skor. Hasil yang diperoleh adalah rata-rata pengetahuan meningkat dari 51.39 (cukup trampil) menjadi 83.86 (sangat trampil) dan keterampilan wanitatani termasuk dalam katagori terampil (81.47). Berdasarkan analisa usahatani dapat diketahui bahwa produk pengolahan pisang yang dihasilkan cukup layak dikembangkan. Rencana pengembangan produk olahan pisang adalah melakukan pembinaan secara berkelanjutan, penumbuhan industri rumah tangga dan pembangunan sub terminal agribisnis.
HUBUNGAN ANTARA BENTUK KELEMBAGAAN DAN RANTAI PASAR DENGAN PRODUKTIVITAS USAHA SUSU SEGAR Wardani Wardani
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 4 No 1 (2009)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.146 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v4i1.266

Abstract

Tujuan penelitian adalah 1) mengetahui hubungan antara bentuk kelembagaan terhadap produktivitas susu segar 2) mengetahui hubungan antara rantai pasar terhadap produktivitas susu segar 3) mengetahui hubungan antara bentuk kelembagaan dan rantai pasar terhadap produktivitas susu segar. Penelitian dilaksanakan di Koperasi Peternak Sapi Perah (KPS) Gemah Ripah Kecamatan Sukalarang Kabupaten Sukabumi, dilaksanakan 2 September sampai dengan 15 Nopember 2007. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuesisoner dengan sampel 76 responden menggunakan analisis korelasi dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya pengaruh bentuk kelembagaan terhadap produktivitas Usaha susu segar ditunjukkan oleh nilai t hitung sebesar 6,276 lebih besar dari t tabel pada taraf signifikasi alpha 0,05 atau 6,276 >t tabel (76) : 1,671 dinyatakan dengan regresi Y +3,06 0,99 X1, nilai korelasi ry1 sebesar 0,589 berarti ada keterkaitan antara bentuk kelembagaandan produktivitas usaha sedangkan nilai koefisien sederhana 0,35 memberi pengertian bahwa 35 persen variasi dan produktivitas usaha ditentukan oleh bentuk kelembagaan dan 65 persen oleh variabel lain.
PENGARUH UMUR PEMANGKASAN TERHADAP PRODUKSI KANGKUNG DARAT (Ipomoea reptans POIR) Dwiwanti Sulistyowati
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 4 No 1 (2009)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.252 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v4i1.269

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemangkasan terhadap produksi kangkung darat. Rancangan penelitian menggunakan RAL satu faktor, yaitu pemangkasan, dengan 5 taraf umur pemangkasan, yaitu: P0 (tanpa dipangkas), P1 (umur pemangkasan 11 HST, P2(umur pemangkasan 14 HST), P3 (umur pemangkasan 17 HST), P4 (umur pemangkasan 20 HST). Percobaan dilakukan dengan 5 kali ulangan sehingga terdapat 25 satuan percobaan. Data dianalisis menggunakan uji F dan BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur pemangkasan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan kangkung darat (tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah cabang sekunder). Perlakuan terbaik adalah tanpa pemangkasan (P0) karena memberikan pengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang sekunder dan bobot basah (panen segar) tertinggi dibandingkan empat perlakuan lainnya.
KELEMBAGAAN PENYULUHAN PASCA DITERBITKAN UNDANG-UNDANG SISTEM PENYULUHAN PERTANIAN PERIKANAN DAN KEHUTANAN DI KABUPATEN BANDUNG Eddy Sugiharto; Sugeng Widodo; Kenedy Putra; Achdiyat Achdiyat; Dwiwanti Sulistyowati
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 4 No 1 (2009)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.698 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v4i1.273

Abstract

Tujuan penelitian kelembagaan penyuluhan pertanian adalah: mengetahui kondisi kelembagaan penyuluhan pertanian, mengetahui kondisi fasilitas/sarana-prasarana peyuluhan pertanian, dan merekomendasikan penyempurnaan subsistim penyuluhan pertanian. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Juli sampai dengan Oktober 2008 di Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa kelembagaan penyuluhan di Kabupaten Bandung belum memenuhi amanat dalam Undang-Undang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (SP3K).
MODEL KOMUNIKASI EFEKTIF PADA PEMASYARAKATAN PANGAN NON BERAS DI KELURAHAN PASIR KUDA DAN KELURAHAN PASIR JAYA KECAMATAN BOGOR BARAT Wida Pradiana
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 4 No 1 (2009)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.957 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v4i1.279

Abstract

Kenaikan permintaan akan beras, dipacu oleh pertumbuhan penduduk tanpa diimbangi oleh perluasan areal yang memadai, telah mendorong dicanangkannya berbagai program penganekaragaman pangan non beras sebagai pengganti bahan makanan pokok. Dalam proses penyebarannya diperlukan teknik-teknik berkomunikasi yang efektif agar inovasi yang didiseminasikan dapat diterima oleh sasaran. Komunikasi merupakan suatu proses yang dinamis dan melibatkan banyak unsur atau faktor, kaitan antara unsur/faktor dengan unsur/faktor lainnya dapat bersifat struktural atau fungsional. Struktur menunjuk pada tatanan kedudukan dan garis hubungan antara satu unsur/faktor dengan unsur/faktor lainnya, sedangkan fungsional menunjuk pada tugas dan peran dari setiap unsur/faktor dalam sebuah sistem. Melalui model, kita akan dapat memahami secara mudah dan komprehensif mengenai struktur dan fungsi dari unsur-unsur/faktor yang terlibat dalam proses komunikasi. Tujuan penelitian ini adalah merancang model komunikasi yang efektif dalam pemasyarakatan pangan non beras, melalui penelusuran beberapa komponen komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model komunikasi yang paling efektif dalam pemasyarakatan pangan non beras di Kelurahan Pasir Kuda dan Kelurahan Pasir Jaya adalah kombinasi Model Komunikasi S-R (Stimulus-Response) dan Model Komunikasi bertahap dua (Two step flow model of communication) dari Katz dan Lazarsfeld. Hal ini disesuaikan dengan jenis inovasinya yang sulit mereka terima karena faktor kebiasaan menjadi penentu. Respon masyarakat teradap penyebarluasan (diseminasi) informasi pangan non beras cukup baik, hal ini dibuktikan dari perhatian masyarakat terhadap kegiatan ini yaitu tingkat kehadiran (100%), antusias bertanya (76,92%), dan mencicipi pangan yang disajikan (100%).
PEMBINAAN KELOMPOKTANI DALAM PASCAPANEN DAN PEMASARAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) DI KECAMATAN LEMBAH MASURAI KABUPATEN MERANGIN PROVINSI JAMBI Tri Ratna Saridewi; Ohi Ohi
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 4 No 1 (2009)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.19 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v4i1.282

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani tentang pascapanen kentang, meningkatkan pengetahuan petani tentang pemasaran kentang dan menganalisis perbedaan keuntungan yang diterima petani tanpa grading dan melakukan grading. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 9 Maret 2009 sampai dengan 9 Mei 2009, di Kecamatan Lembah Masurai Kabupaten Merangin Provinsi Jambi. Metode yang digunakan dalam Tugas Akhir ini adalah metode deskriptif. Sasaran pelaksanaan kegiatan yaitu anggota kelompoktani yang ada di Desa Sungai Lalang, Kecamatan Lembah Masurai. Responden yang diambil sebanyak 30 orang yang ditentukan secara sengaja (purposive sampling) yaitu petani yang menjadi anggota kelompoktani kentang. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengetahuan petani meningkat dari kriteria kurang (100%) menjadi sangat baik (76%). Keterampilan penanganan pascapanen sebelum dilakukan penyuluhan sebagian besar termasuk kriteria cukup (76,7%) menjadi sangat baik (90%). Pengetahuan petani tentang pemasaran kentang sebelum dilakukan penyuluhan sebagian besar termasuk kriteria kurang (53,3%) dan setelah dilakukan penyuluhan menjadi sangat baik (63,3%). Pemasaran kentang yang dijual langsung ke pasar memberikan keuntungan sebesar Rp 38.676.800,00/ha dan jika dijual ke tengkulak memberikan keuntungan sebesar Rp 33.676.800,00/ha. Setelah penyuluhan, petani melakukan grading dan menjual melalui kelompok tani dan memperoleh keuntungan sebesar Rp 45.176.800,00/ha.
PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK DALAM PENGEMBANGAN AGRIBISNIS CABAI MERAH (Capsicum annum L.) DI KECAMATAN TURI KABUPATEN SLEMAN PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Junaidi Junaidi
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 4 No 1 (2009)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.057 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v4i1.283

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pembuatan dan penggunaan pupuk organik serta mengetahui perbedaan pertumbuhan tinggi tanaman cabai merah antara perlakuan petani dan anjuran. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2006 di Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Responden sebanyak 20 orang berasal dari 2 kelompoktani yaitu kelompoktani Sumber Mulyo di Desa Wonokerto dan kelompoktani Mekar Sari di Desa Bangunkerto. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan petani tentang pembuatan bokashi meningkat dari 58 (kurang baik) menjadi 70,75 (baik). Ketrampilan petani tentang pembuatan bokashi meningkat dari 65,5 (cukup terampil) menjadi 78,75 (terampil). Pengetahuan petani tentang penggunaan pupuk organik meningkat dari 62 (cukup baik) menjadi 77 (baik). Terdapat perbedaan yang signifikan antara perlakuan anjuran dan perlakuan petani terhadap tinggi tanaman.
PEMBINAAN KELOMPOKTANI MELALUI PENANGANAN PASCAPANEN DAN PENGOLAHAN PADI SAWAH (Oryza sativa L.) DI DESA CIBEBER I, KECAMATAN LEUWILIANG KABUPATEN BOGOR, PROVINSI JAWA BARAT Diyono Diyono; Amelia N Siregar
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 4 No 1 (2009)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.384 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v4i1.285

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pengembangan agribisnis padi sawah (Oryza sativa L) melalui penanganan dan pengolahan pascapanen, mengetahui perbedaan tingkat kehilangan hasil gabah/beras dalam penanganan dan pengolahan, mengetahui kelayakan/keuntungan pendapatan usahatani padi yang dijual dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP) dibandingkan dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG), beras dan tepung beras. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 9 Maret 2009 sampai dengan 9 Mei 2009 di Desa Cibeber I, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat. Responden adalah anggota kelompoktani Cinta Damai, Mayang Sari, Hegar Manah, dan Bina Mandiri sebanyak 20 orang yang mengusahakan komoditas padi sawah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan penyuluhan, terjadi peningkatan pengetahuan petani secara nyata tentang penanganan pascapanen padi sawah rata-rata sebesar 25,5% dan keterampilan sebesar 15,5%. Terjadi peningkatan pengetahuan petani secara nyata tentang pengolahan padi sawah sebesar 23,5% dan analisis usahatani sebesar 20%. Terjadi perbedaan tingkat penyusutan/kehilangan hasil gabah dalam penanganan pascapanen. Kehilangan hasil cara petani sebesar 9,95%, sedangkan cara anjuran sebesar 6,63%. Penanganan panen sesuai anjuran menyebabkan kehilangan hasil berupa susut saat panen 2,42%, susut saat penumpukan sementara 0,96% dan susut saat perontokan 3%, sedangkan cara petani menyebabkan kehilangan hasil lebih besar, yaitu 2,60%, 1,60% dan 5,75%. Penyusutan GKP menjadi GKG, baik cara anjuran maupun cara petani sebesar 23%. GKG menjadi beras menghasilkan rendemen 62%, bekatul/dedak 13% dan sekam 25%. Pengolahan beras menjadi tepung tidak terjadi penyusutan, baik cara anjuran maupun cara petani. Hasil perhitungan analisis usahatani padi sawah diketahui R/C rata-rata GKP sebesar 1,44, GKG sebesar 1,45, beras sebesar 1,23 dan tepung beras sebesar 1,61. Tepung beras lebih menguntungkan karena tidak terjadi penyusutan dan harga jual lebih tinggi dibandingkan GKP, GKG dan beras.

Page 1 of 1 | Total Record : 10