cover
Contact Name
Syamsuri
Contact Email
syamsuri@untan.ac.id
Phone
+6282232310107
Journal Mail Official
gurumembangun@untan.ac.id
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Guru Membangun
ISSN : 14102846     EISSN : 27989666     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/gm.v42i2
Core Subject : Education,
Jurnal Guru Membangun terbit pertama kali sekitar tahun 1990-an yang diinisiasi oleh Ikatan Alumni FKIP Universitas Tanjungpura, Pontianak. Pada perjalanannya, setelah mendapatkan issn versi cetak, jurnal ini mengalami kekosongan terbitan, sehingga ada beberapa tahun jurnal mengalami "mati suri". Di tahun 2021, Jurnal Guru Membangun kembali terbit di bulan Juli dengan lima artikel yang berasal dari beragam latar yang masih terkait dengan dunia pendidikan. Melalui terbitan di Volume 40 Nomor 1, bulan Juli tahun 2021 diharapkan Jurnal Guru Membangun dapat memperoleh issn elektronik.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 30, No 1 (2014): Januari 2014" : 4 Documents clear
Profil Kinerja Dosen Jurusan Pendidikan IPS FKIP Untan Nuraini Asriati; Muhammad Basri
Guru Membangun Vol 30, No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Ikatan Keluarga Alumni FKIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11663.407 KB) | DOI: 10.26418/gm.v30i1.11118

Abstract

Salah satu pilar terdepan untuk mengarahkan sasaran sistem pendidikan yang dibangun lembaga pendidikan tinggi adalah peran dosen yang secara langsung membentuk karakter kepribadian dan kompetensi mahasiswa. Dosen sebagai salah satu anggota civitas akademika perguruan tinggi memiliki peran dan fungsi yang sangat strategis. Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kinerja dosen pada suatu perguruan tinggi merupakan perilaku nyata yang ditampilkan setiap dosen sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh dosen sesuai dengan peranannya. Untuk dapat menentukan kualitas kinerja dosen perlu adanya kriteria yang jelas meliputi aspek kualitas pekerjaan, ketepatan waktu, prakarsa, kemampuan, dan komunikasi. Hasil menunjukkan bahwa masih sangat kurang dosen melakukan penelitian dan pengabdian pada masyarakat yang ditawarkan pihak Dikti.
Model Pendidikan Karakter Terintegrasi untuk Penanaman Nilai-Nilai Dasar Harmoni Sosial bagi Daerah Rawan Konflik (Studi Pengembangan di Sekolah Dasar Kabupaten Rawan Konflik Prov. Kalbar) Aunurrahman A.; Marmawi R.; Halida H.
Guru Membangun Vol 30, No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Ikatan Keluarga Alumni FKIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.224 KB) | DOI: 10.26418/gm.v30i1.17544

Abstract

Pluralisme merupakan realitas empirik yang harus dipahami dan diterima dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kesadaran akan pluralisme perlu dikenalkan dan ditanamkan sejak anak-anak berada di bangku sekolah dasar agar sejak dini dapat tumbuh kesadaran betapa penting kebersamaan, saling memahami, menghargai dan pada akhirnya dapat tercipta kehidupan yang harmoni dalam keberagaman. Penelitian yang dirancang dalam dua tahap ini diarahkan untuk menghasilkan model pendidikan karakter terintegrasi guna menanamkan nilai-nilai dasar harmoni sosial bagi siswa sekolah dasar di kabupaten rawan konflik provinsi Kalimantan Barat. Melalui uji coba model pada penelitian tahap II diperoleh simpulan bahwa model pendidikan karakter terintegrasi dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran di sekolah dasar (SD). Hal ini juga berarti bahwa nilai-nilai dasar esensial di daerah rawan konflik yaitu nilai-nilai saling menghormati dan menghargai, toleransi, kebersamaan, kebebasan, dan tanggung jawab yang dikembangkan dalam modul pembelajaran, aplikatif untuk menumbuhkan harmoni sosial bagi siswa SD.Kata kunci: pendidikan karakter terintegrasi, harmoni sosial, daerah rawan konflik
Feminisme, Budaya, dan Agama Agus Wartiningsih
Guru Membangun Vol 30, No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Ikatan Keluarga Alumni FKIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1297.99 KB) | DOI: 10.26418/gm.v30i1.6728

Abstract

Feminisme adalah sebuah gerakan yang dipelopori para tokoh perempuan dalam dunia politik yang berusaha memperjuangkan kesetaraan di segala bidang kehidupan. Dalam hal ini feminisme bukanlah sebuah model penjelasan tambahan di samping teori-teori politik lainnya. Feminisme justru melibatkan dirinya dalam konteks politik yang selalu menggugat struktur interaksi kekuasaan di antara perempuan dan laki-laki. Atau lebih lanjut dapat dikatak bahwa gerakan transformasi perempuan adalah suatu proses gerakan untuk menciptakan hubungan antara sesama manusia (laki-laki dan perempuan) agar lebih baik dan baru. Hubungan ini meliputi hubungan ekonomi, politik, kultural, ideologi lingkungan dan termasuk di dalamnya hubungan antara laki-laki dan perempuan. Masalah dalam lingkup feminisme sangat kompleks dan intens, sehingga memerlukan penyelesaian secara komprehensif dari berbagai pihak. Adanya kesadaran dari diri perempuan secara menyeluruh, pengakuan laki-laki terhadap perempuan, budaya yang tidak hanya berpihak pada laki-laki, akan turut membantu perjuangan gerakan feminisme ke arah yang lebih baik dan manusiawi, akan tetapi harus tetap sesuai dengan ukuran dan aturan agama.Kata kunci: Feminisme, Budaya, Agama
MENAKAR KEBERMAKNAAN PEMBELAJARAN SAINS MENGGUNAKAN LEP MODEL Tomo Djudin
Guru Membangun Vol 30, No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Ikatan Keluarga Alumni FKIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.637 KB) | DOI: 10.26418/gm.v30i1.34372

Abstract

Teachers’ understanding on the nature of science will determine types of students learning activities in the schools. In designing a science teaching-learning process meaningfully, a teacher should consider and pay attention to the learning activities. They are (1) logical plane activities; (2) evidental or experiental plane activities; (3) psychological plane activities. A science text-books centered teaching should be modified because, the students comprehension about science products (concept and principles) could not be developed meaningfully by using text-books only. This culture is also contrary to the nature of science and is not  able to build a science and technology literate people.

Page 1 of 1 | Total Record : 4