cover
Contact Name
Dian Puspita Eka Putri
Contact Email
dianpuspitaekap@gmail.com
Phone
+6285278829905
Journal Mail Official
lenternal12@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Tarbiyah, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung Jl. Raya Petaling Km.13 Petaling Mendobarat Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Location
Kab. bangka,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
LENTERAL: Learning and Teaching Journal
ISSN : -     EISSN : 27219054     DOI : https://doi.org/10.32923/lenternal
Core Subject : Education,
LENTERNAL: Learning and Teaching Journal, ISSN Online 2721-9054 is a peer-reviewed journal and scientific journal published by IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung. This journal aims to publish articles dedicated to all aspects of teaching and learning. The journal focuses on learning and teaching, teacher preparation, innovation in learning and teaching, teacher professional development, and all aspects of learning and teaching. The journal welcomes varied approaches (qualitative, quantitative, and mixed methods) to empirical research; also publishing high-quality systematic reviews and meta-analyses. Manuscripts should enhance, build upon, and/or extend the boundaries of theory, research, and/or practice in teaching and learning. The Journal publishes twice a year and is open access to readers
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2021): LENTERNAL: Learning and Teaching Journal" : 7 Documents clear
Pendidikan Akhlak Tasawuf Fundamental Dan Relevansinya Dengan Krisis Sosial Rajab, Hadarah
LENTERNAL: Learning and Teaching Journal Vol. 2 No. 1 (2021): LENTERNAL: Learning and Teaching Journal
Publisher : Fakultas Tarbiyah, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.958 KB) | DOI: 10.32923/lenternal.v2i1.1650

Abstract

Zaman sekarang yang berada pada era moderen dan menglobal, pola kehidupan manusia mengalami peruahan secara menyeluruh pula, cenderung seraba mudah dengan kekuatan tekhnologi semuanya gampang dan serba otomatis, bahkan keperluan hidup seseorang dapat dengan mudah terlayani melalui tekhnologi, misalnya, sudah ada pasar online, pembelajaran daring, dan kebutuhan penting lainnya, bahkan yang celakanya adalah semua kegiatan sosial manusia sudah menjadi konsumsi publik melalui sosial media. Tidak ketinggalan para orang tua, mereka sudah disibukkan dengan gadget untuk melakukan segala komunikasi kepada siapa saja, mengakibatkan kesenjangan hubungan komunikasi orang tua terhadap anak-anak mereka, dan komunikasi kepada sanak saudara. Fenomenya perubahan polah komunikasi pun demikian berkurang, semuanyanya menimbulkan dampak yang luar biasa dan dapat menurunkan derajat spiritual seseorang. Inilah tantangan yang dasyat yang menyebakan debat panjang dipanggung kehdupan manusia. Hidup serba meodern, membawa manusia pada situasi yang serba tidak pasti, gejolak batin terjadi antara trendy dan tradisional. Apakah setiap setiap manusia sudah mempunyai tameng bagi kemaslahatan hidupnya yang sejatimya hidup lebih sejarhtera, terntran dan damai, namun kesuamnya itu justru bisa saja terjadi dengan segalanya serba berubah ke arah yang negatif. Dimensi tasawuf merupakan pengetahuan yang terjadi secara langsung didapatkan oleh seseorang melalui petunjuk bagaiakan bisikan langsung (intuisi) dari Tuhan, namun juga sekaligus memiliki kemampuan pengetahuan menangkap pembeda dengan pengaruh ilusi atau bisikan setan yang justru menyesatkan. Dan menggiring manusia agar menjauh dari rahmat dan perlindungan Allah SWT. ini dapat terjadi melalui penyingkapan tabir sebagaimana penjelasan sebelumnya. ABSTRACT Nowadays, which is in a modern and global era, the pattern of human life has undergone a complete change as well, tends to feel easy with the power of technology, everything is easy and fully automatic, even one's life needs can be easily served through technology, for example, there is already an online market, learning online, and other important needs, even though, unfortunately, all human social activities have become public consumption through social media. Do not miss the parents, they are busy with gadgets to communicate with anyone, resulting in gaps in the communication relationship between parents and their children, and communication with relatives. The phenomenon of changes in communication patterns is also reduced, all of which have a tremendous impact and can reduce a person's spiritual status. This is a formidable challenge that causes a long debate on the stage of human life. Living completely modern, bringing people to situations that are completely uncertain, inner turmoil occurs between trendy and traditional. Does every human being already have a shield for the true benefit of his life, to live more in a more prosperous, orderly and peaceful way, but the harshness of it can happen with everything changing in a negative direction. The dimension of Sufism is knowledge that occurs directly obtained by someone through instructions such as direct whispers (intuition) from God, but at the same time they also have the ability to perceive differentiators with illusory influences or Satan's whispers which are misleading. And lead people away from the grace and protection of Allah SWT. this can happen through the unveiling of the veil as explained earlier.
Pengaruh Kegiatan Muhadatsah Terhadap Karakter Komunikatif Santri Madrasah Aliyah di Pondok Pesantren Nurul Falah Rahayu, Puji; Sulaiman, Rusdy; Putri, Dian Puspita Eka
LENTERNAL: Learning and Teaching Journal Vol. 2 No. 1 (2021): LENTERNAL: Learning and Teaching Journal
Publisher : Fakultas Tarbiyah, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.845 KB) | DOI: 10.32923/lenternal.v2i1.2129

Abstract

Diambilnya permasalahan ini berdasarkan pertimbangan bahwa saat ini dibutuhkan upaya untuk mengembangkan karakter komunikatif pada setiap santri. Dalam mengembangkan karakter komunikatif, dibutuhkan beragam aktivitas dengan melibatkan beberapa orang bahkan kelompok agar saling berkomunikasi dan bekerjasama. Mengingat adanya kegiatan muhadatsah di Pondok Pesantren Nurul Falah, seharusnya kegiatan tersebut dijadikan sarana latihan untuk masing-masing santri dalam mengembangkan karakter komunikatif dalam dirinya sehingga mampu mempengaruhi dalam keseharian setiap santri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh yang signifikan pada kegiatan muhadatsah terhadap karakter komunikatif santri Madrasah Aliyah di Pondok Pesantren Nurul Falah. Penelitian ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Falah pada semester genap tahun ajaran 2020/2021. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah kuantitatif asosiatif yang bertujuan untuk mengungkapkan dan menjelaskan atar satu variabel dengan variabel lainnya. Teknik pengambilan data pada penelitian ini adalah angket. Sedangkan instrumen pada penelitian ini adalah uji validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data menggunakan uji regresi linear sederhana. Adapun hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada kegiatan muhadatsah terhadap karakter komunikatif santri Madrasah Aliyah di Pondok Pesantren Nurul Falah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000. Artinya 0,000 < 0,05, maka dapat dikatakan bahwa variabel X (muhadatsah) berpengaruh pada variabel Y (karakter komunikatif). Sedangkan nilai T hitung sebesar 4,159 dan T tabel sebesar 1,676 yang berarti T hitung > T tabel. Kemudian pada uji R square 0,261 x 100 = 26,1%. Jadi, variabel X (muhadatsah) mempengaruhi variabel Y (karakter komunikatif) sebesar 26,1%.
Pembiasaan Shalat Dhuha Terhadap Sikap Spiritual Siswa di Pondok Pesantren MTS Plus Bahrul Ulum Islamic Centre Sungailiat Bangka Mukarromah, Dewi Hani
LENTERNAL: Learning and Teaching Journal Vol. 2 No. 1 (2021): LENTERNAL: Learning and Teaching Journal
Publisher : Fakultas Tarbiyah, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.505 KB) | DOI: 10.32923/lenternal.v2i1.2130

Abstract

Permasalahan ini diambil karena dilatarbelakangi oleh pendidikan yang saat ini banyak mendapat kritikan karena hanya mampu mencerdaskan peserta didik secara akal, namun kosong akan ruh. Disinilah pentingnya pemahaman tentang spiritual, yang mana jika seorang manusia paham akan pemahaman tentang kecerdasan spiritual yang sifatnya langsung aplikatif dengan tujuan untuk mengembangkan sikap spiritual peserta didik, maka ia akan dapat menyeimbangkan antara urusan duniawi dengan urusan akhirat. Sosok seorang guru sangat berperan penting dalam mengembangkan sikap spiritual anak, yang mana guru dapat menjadi contoh/teladan yang baik bagi peserta didik. Dari apa yang dilakukan oleh para guru di Pondok Pesantren MTs Plus Bahrul Ulum Islamic Centre Sungailiat setidaknya sudah menggambarkan hal tersebut. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian lapangan, yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Pengumpulan data utamanya dilakukan dengan wawancara secara terstruktur, dan diperkuat dengan pengamatan partisipatif pasif, serta studi dokumentasi dengan menelaah buku-buku dan menelusuri dokumen-dokumen atau arsip sekolah yang relevan dengan masalah yang diteliti, selanjutnya data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Adapun yang menjadi subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa (1) Hasil pelaksanaan pembiasaan shalat dhuha dalam mengembangkan sikap spiritual siswa di Pondok Pesantren MTs Plus Bahrul Ulum Islamic Centre Sungailiat berjalan dengan lancar. Hal ini ditandai dengan pelaksanaannya sampai sekarang masih terus dilakukan. Kemudian pembiasaan shalat dhuha dalam mengembangkan sikap spiritual siswa dapat dikatakan cukup baik, hal ini ditandai dengan perubahan perilaku positif, perkembangan itu dapat dilihat: pertama, siswa yang mengikuti pembiasaan shalat dhuha bisa memanfaatkan waktu di pagi hari dengan produktif. (2) Tingkah lakunya mengarah pada hal yang baik sesuai dengan ajaran Islam, yaitu ikhlas, sabar, syukur, dan tawakkal. Dan guru pun berupaya keras agar siswa yang mereka didik bisa mencerminkan sikap spiritual tersebut.
Pola Kepemimpinan Kepala Madrasah dan Relevansi Terhadap Mutu Pendidikan di Madrasah Aliyah Al-Islam Kemuja Rohati, Siti
LENTERNAL: Learning and Teaching Journal Vol. 2 No. 1 (2021): LENTERNAL: Learning and Teaching Journal
Publisher : Fakultas Tarbiyah, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.683 KB) | DOI: 10.32923/lenternal.v2i1.2131

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada pertimbangan bahwa pola kepemimpinan kepala madrasah memiliki andil terbesar dalam proses peningkatan mutu pendidikan. Kepala madarasah merupakan pemimpin tertinggi serta yang paling bertanggung jawab terhadap maju atau mundurnya kualitas pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pola kepemimpinan kepala madrasah serta relevansi terhadap mutu pendidikan di Madrasah Aliyah Al Islam Kemuja. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat kualitatif deskriptif. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi serta analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama pola kepemimpinan kepala Madrasah Aliyah Al Islam Kemuja merupakan pola kepemimpinan yang demokratis, berfokus pada hubungan kerja sama internal maupun eksternal, serta termasuk ke dalam kepemimpinan yang berpola pada hasil yang ingin dicapai. Kedua, relevansi pola kepemimpinan kepala madrasah terhadap mutu pendidikan di Madrasah Aliyah Al Islam Kemuja sangat mendukung kualitas mutu pendidikan di Madrasah Aliyah Al Islam Kemuja. Dalam kepemimpinannya kepala madrasah melakukan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta controlling dengan baik, sehingga hal-hal tersebut mendukung perkembangan mutu pendidikan di Madrasah Aliyah Al Islam Kemuja. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kepemimpinan kepala madrasah yang demokratis, berfokus pada hubungan kerja, dan berpola pada hasil yang ingin dicapai mendukung peningkatan kualitas mutu pendidikan di Madrasah Aliyah Al Islam Kemuja
Pengaruh Keterampilan Berbicara Bahasa Arab Terhadap Kemampuan Menghafal Al-Qur’an Santri Kelas IX Ma’had Tahfidz Hidayatul Qur’an Puding Besar Sapitra, Rapi
LENTERNAL: Learning and Teaching Journal Vol. 2 No. 1 (2021): LENTERNAL: Learning and Teaching Journal
Publisher : Fakultas Tarbiyah, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.259 KB) | DOI: 10.32923/lenternal.v2i1.2132

Abstract

Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah mengenai pengaruh keterampilan berbicara bahasa Arab terhadap kemampuan menghafal Al-Qur’an santri kelas IX Ma’had Tahfidz Hidayatul Qur’an Puding Besar Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh keterampilan berbicara bahasa Arab terhadap kemampuan menghafal Al- Qur’an santri kelas IX Ma’had Tahfidz Hidayatul Qur’an Puding Besarserta untuk mengetahui seberapa besar pengaruhkemampuan menghafal Al-Qur’an santri kelas IX Ma’had Tahfidz Hidayatul Qur’an Puding Besar Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear sederhana dengan menggunakan bantuan program SPSS 22.0. Hasil yang diperoleh dari penelitian pengaruh keterampilan berbicara bahasa Arab terhadap kemampuan menghafal Al-Qur’an santri kelas IX Ma’had Tahfidz Hidayatul Qur’an Puding Besar adapun pada keterampilan berbicara bahasa Arab terhadap kemampuan menghafal Al-Qur’an berjumlah 3.403 dan untuk jumah responden 45 Santri adalah 1,679. Jika kita bandingkan maka hasilnya adalah 3.403>1,679 ini berarti hipotesis yang sudah dirumuskan sebelumnya adalah Ha diterima dan dibuktikan dengan nilai koefisien determinasi yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh antara keterampilan berbicara bahasa Arab (X) terhadap kemampuan menghafal Al- Qur’an santri kelas IX Ma’had Tahfidz Hidayatul Qur’an Puding Besar (Y) yang menunjukkan 0.461. yang artinya antara variabel keterampilan berbicara bahasa Arab terhadap kemampuan menghafal Al-Qur’an terdapat hubungan yang cukup tinggi, yaitu sebesar 0.461
Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Peduli Lingkungan di SDN 7 Lubuk Besar Mu'minah, Ummul
LENTERNAL: Learning and Teaching Journal Vol. 2 No. 1 (2021): LENTERNAL: Learning and Teaching Journal
Publisher : Fakultas Tarbiyah, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.808 KB) | DOI: 10.32923/lenternal.v2i1.2133

Abstract

Diambilnya permasalahan ini berdasarkan pertimbangan bahwa saat ini mutlak dibutuhkan alternatif-alternatif yang praksis dalam pengejawantahan karakter peduli lingkungan. Dari apa yang dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Islam setidaknya menggambarkan hal tersebut bahwa seiring perkembangan zaman, karakter peduli lingkungan harus terus ditanamkan pada umat, terutama pada peserta didik sekolah dasar (SD) sebagai langkah awal pemebentukan karakter anak bangsa. Penelitian ini merupakan hasil kajian dan pengamatan terhadap pembentukan karakter peduli lingkungan melalui peran guru Pendidikan Agama Islam di SDN 7 Lubuk Besar. Pengumpulan data utamanya dilakukan melalui wawancara mendalam kepada guru Pendidikan Agama Islam dan diperkuat dengan observasi serta dokumentasi berupa data umum SDN 7 Lubuk Besar dan gambar-gambar kondisi lingkungan di SDN 7 Lubuk Besar. Selanjutnya, data yang terkumpul kemudian dibenturkan dengan teori-teori yang relevan agar didapat gambaran komprehensif atas kondisi obyektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk karakter peduli lingkungan di SDN 7 Lubuk Besar ternyata mampu menjadi salah satu solusi alternatif dalam membentuk dan mengembangakan karakter peduli lingkungan peserta didik, khususnya pada peserta didik sekolah dasar (SD).
Peran Guru Agama Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Pendidikan Multikultural di SMP Setia Budi Sungailiat Anggreini, Vivin
LENTERNAL: Learning and Teaching Journal Vol. 2 No. 1 (2021): LENTERNAL: Learning and Teaching Journal
Publisher : Fakultas Tarbiyah, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.321 KB) | DOI: 10.32923/lenternal.v2i1.2134

Abstract

Salah satu faktor kegagalan pendidikan agama di sekolah umum adalah kurangnya kesadaran penanaman nilai-nilai pendidikan multikultural dalam proses pembelajaran Agama di sekolah. Sehingga antara pesrta didik yang berbeda tersebut kurang menerima perbedaan yang ada, seperti hal nya yang ada SMP Setia Budi Sungailiat terlihat didalamnya terdapat keberagaman yang heterogen. Maka peran guru Agama dalam hal ini sangatlah penting diterapkan. Dengan adanya pemahaman tentang nilai pendidikan multikultural, sekolah menjadi lahan untuk menghapus prasangka, dan sekaligus untuk membangun karakter siswa agar mampu bersikap demokratis, humanis dan pluralis dalam membangun harmoni sosial di antara keragaman etnik, ras, agama dan budaya yang ada di sekolah. Dalam penelitian ini metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi yaitu sebuah study yang melihat gejala atau hal-hal apa saja yang tampak. Sumber data yang diperlukan dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam dan 2 orang peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data menggunakan tahap proses reduksi, kemudian penyajian data, dan pengambilan kesimpulan atau verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Proses pengimplementasian nilai-nilai pendidikan multikultural di SMP setia Budi Sungailiat dilaksanakan di dalam lingkup formal (kelas atau sekolah) seperti kegiatan pembiasaan mingguan, ekstrakulikuler, maupun pada kegiatan peringatan hari besar nasional dan keagamaan. Semua kegiatan yang dilakukan sudah berlangung demokratis, pluralis dan humanis tanpa diskriminatif. (2) Peran guru Agama dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan multikultural di SMP Setia Budi Sungailiat sudah diterapkan cukup baik dengan membangun sikap anti diskriminatif pada perbedaan Agama, bahasa, gender, sosial, etnis, kemampuan dan perbedaan usia yang ada di sekolah

Page 1 of 1 | Total Record : 7