Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

SYUKUR SEBAGAI PONDASI NILAI- NILAI PENDIDIKAN ISLAM (STUDI AL-QURA’N SURAT AL-KAUTSAR) Nuruliana, Chandra; Rohati, Siti; Aji Putra, Ayang; Syarifudin, Encep
Jurnal Paris Langkis Vol 5 No 1 (2024): Edisi Agustus 2024
Publisher : PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/paris.v5i1.19198

Abstract

Masalah yang melatarbelakangi artikel ini pada realitanya, tidak sedikit diantara kita yang masih mementingkan egoisnya karena tidak menyadari betapa banyak anugrah yang Allah SWT berikan mulai dari membuka mata di pagi yang buta, sampai dengan menutup mata digelapnya malam. Implimentasi Al-Qur’an sangatlah penting dalam membentuk pondasi nilai-nilai terutama dalam kehidupan sehari-hari, dalam hal ini adalah pendidikan Islam. Tujuan adanya pendidikan Islam adalah supaya menanamkan dan menumbuhkan keimanan, ketaqwaan, akhlakul karimah dan ibadah amaliyah.  Metode penelitian yang digunakan pada kajian ini adalah study pustaka. Hasil temuan dari artikel ini bahwa di dalam al-Qur’an tertulis tentang betapa pentingnya memiliki rasa syukur karena rasa syukur merupakan bentuk terima kasih tiada tara kepada Sang Khaliq atas semua yang telah Allah berikan, hubungannya dengan surat Al-Kautsar adalah pentingnya menumbuhkan akhalaq mulia, yaitu dengan meningkatkan rasa syukur.
Pola Kepemimpinan Kepala Madrasah dan Relevansi Terhadap Mutu Pendidikan di Madrasah Aliyah Al-Islam Kemuja Rohati, Siti
LENTERNAL: Learning and Teaching Journal Vol. 2 No. 1 (2021): LENTERNAL: Learning and Teaching Journal
Publisher : Fakultas Tarbiyah, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.683 KB) | DOI: 10.32923/lenternal.v2i1.2131

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada pertimbangan bahwa pola kepemimpinan kepala madrasah memiliki andil terbesar dalam proses peningkatan mutu pendidikan. Kepala madarasah merupakan pemimpin tertinggi serta yang paling bertanggung jawab terhadap maju atau mundurnya kualitas pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pola kepemimpinan kepala madrasah serta relevansi terhadap mutu pendidikan di Madrasah Aliyah Al Islam Kemuja. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat kualitatif deskriptif. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi serta analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama pola kepemimpinan kepala Madrasah Aliyah Al Islam Kemuja merupakan pola kepemimpinan yang demokratis, berfokus pada hubungan kerja sama internal maupun eksternal, serta termasuk ke dalam kepemimpinan yang berpola pada hasil yang ingin dicapai. Kedua, relevansi pola kepemimpinan kepala madrasah terhadap mutu pendidikan di Madrasah Aliyah Al Islam Kemuja sangat mendukung kualitas mutu pendidikan di Madrasah Aliyah Al Islam Kemuja. Dalam kepemimpinannya kepala madrasah melakukan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta controlling dengan baik, sehingga hal-hal tersebut mendukung perkembangan mutu pendidikan di Madrasah Aliyah Al Islam Kemuja. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kepemimpinan kepala madrasah yang demokratis, berfokus pada hubungan kerja, dan berpola pada hasil yang ingin dicapai mendukung peningkatan kualitas mutu pendidikan di Madrasah Aliyah Al Islam Kemuja
Pendekatan Edukatif Terhadap Hukuman: Tinjauan Pemikiran Ibnu Al-Qabisi dan Para Ulama Khotib, M. Umam; Rohati, Siti; Turjiman Ahamd, Lalu; Nur Arifin, Moh
BAHTSUNA: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Vol. 7 No. 1 (2025): Vol. 7 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : LP3M UNZAH GENGGONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/bahtsuna.v7i1.524

Abstract

This study aims to explain and analyse educational approaches to punishment in Islamic education based on the thoughts of Ibn al-Qabisi and the views of other scholars. In the context of Islamic education, punishment is not merely understood as a repressive measure, but rather as a pedagogical tool aimed at shaping the character and morality of students. This study employs a literature review method, examining classical and contemporary literature related to the concept of punishment in education. The findings reveal that, according to Ibn al-Qabisi, punishment should be applied wisely, fairly, and proportionally, taking into account the psychological condition and the severity of the student's mistake. A similar approach is also found in the thoughts of several other scholars, who emphasise the educational dimension in the practice of punishment. These findings are relevant for application in contemporary Islamic education systems, particularly in pesantren environments that emphasise the formation of character and moral values. Thus, the concept of educational punishment can serve as a constructive alternative in addressing the challenges of behaviour development among students today.
Kontribusi Madrasah dalam Pelestarian Identitas Budaya dan Agama di Banten pada Masa Kolonial Rohati, Siti; Safuri, B.; Kultsum, Umi
Journal of Education Research Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v6i4.2661

Abstract

Madrasah telah memainkan peran penting dalam menjaga identitas agama dan budaya lokal di tengah kebijakan kolonial yang bertujuan untuk mengintegrasikan masyarakat ke dalam sistem pendidikan Barat. Penelitian ini menyoroti pentingnya pendidikan madrasah sebagai bagian integral dari sejarah sosial dan budaya Banten selama masa kolonial. Penelitian ini menggunakan pendekatan sejarah berbasis metode kualitatif, yang melibatkan analisis arsip kolonial, dokumen resmi, literatur akademik, dan narasi masyarakat lokal sebagai sumber utama. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa madrasah tidak hanya berfungsi sebagai pusat pembelajaran agama Islam, tetapi juga berperan dalam membangun identitas kolektif komunitas Muslim Banten. Penelitian ini menawarkan wawasan baru tentang dinamika sosial dan budaya Banten selama masa kolonial dan menyoroti pentingnya pendidikan madrasah sebagai elemen integral dalam menjaga identitas budaya dan agama dalam menghadapi tekanan kolonialisme. Penelitian ini juga menjadi acuan penting untuk pemahaman yang lebih luas tentang hubungan antara pendidikan tradisional dan transformasi sosial-politik dalam sejarah Indonesia.
Inovasi dan Pendekatan dalam Pengembangan Kurikulum: Dari Subjek Akademik hingga Teknologis Tahfidzi, Nufus; Rohati, Siti; Sirojudin, Rumbang; Nelis, Helna
AT-TAJDID Vol 9, No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.4699

Abstract

Artikel ini membahas berbagai model konsep pengembangan kurikulum yang berperan penting dalam peningkatan mutu pendidikan dan relevansinya terhadap kebutuhan masyarakat serta perkembangan zaman. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan. Empat model utama yang dibahas meliputi model Subjek Akademik, Humanistik, Rekonstruksi Sosial, dan Teknologis. Model subjek akademik menitikberatkan pada penguasaan ilmu pengetahuan; model humanistik berfokus pada pengembangan potensi dan kemanusiaan peserta didik; model rekonstruksi sosial menekankan keterlibatan aktif siswa dalam pemecahan masalah sosial; sedangkan model teknologis memanfaatkan kemajuan teknologi untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan pengembangan kurikulum tidak hanya bergantung pada teknologi atau biaya, tetapi juga pada keselarasan antara tujuan pendidikan, kebutuhan masyarakat, dan kompetensi peserta didik agar mampu beradaptasi serta berkontribusi dalam kehidupan sosial.This article discusses various curriculum development models that play a crucial role in improving educational quality and its relevance to societal needs and technological progress. The study employs a descriptive method through library research. Four major models are examined: the Academic Subject Model, Humanistic Model, Social Reconstruction Model, and Technological Model. The academic subject model emphasizes knowledge mastery; the humanistic model focuses on personal growth and human values; the social reconstruction model encourages students’ active participation in solving social issues; while the technological model utilizes technological advancements to enhance learning effectiveness. The findings indicate that successful curriculum development depends not only on technological innovation or financial investment but also on the alignment between educational goals, societal needs, and learners’ competencies to adapt and contribute effectively to social life
INSTUMENT PEMBELAJARAN PSIKOMOTORIK Umam, M. Khotibul; Rohati, Siti; Nugraha, Enung; Kultsum, Umi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 4 (2025): Volume 10. No4, Desember 2025.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i4.35935

Abstract

This article discusses psychomotor learning tools in education. Psychomotor refers to the skills or capacity to act after students have undergone educational experiences. The purpose of measuring the psychomotor domain is not only to enhance students' performance in achieving educational goals in the psychomotor field but also to improve various aspects of students' movements and skills. This study uses a literature research method to deepen understanding of psychomotor learning tools. These results explain the meaning of psychomotor in learning, the nature of psychomotor education, the stages of psychomotor development, the objectives of psychomotor education, and other instruments in psychomotor assessment such as rating scales, observation sheets, assessment rubrics and performance tests. Psychomotor education instruments play an important role in measuring and evaluating students' physical abilities, enabling teachers to provide constructive feedback and design more effective education.