cover
Contact Name
Firdaus Annas
Contact Email
rumahjurnal@iainbukittinggi.ac.id
Phone
+6282320800823
Journal Mail Official
latticejournal@iainbukittinggi.ac.id
Editorial Address
https://ejournal.iainbukittinggi.ac.id/index.php/lattice/about/editorialTeam
Location
Kota bukittinggi,
Sumatera barat
INDONESIA
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied
ISSN : 27986470     EISSN : 27984621     DOI : http://dx.doi.org/10.30983/lattice
Core Subject : Education,
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied (e-ISSN : 2798-4621 | p-ISSN : 2798-6470) is a journal which is published by Rumah Jurnal Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi, West Sumatera Indonesia. The journal is published twice a year in June and December. Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied focused is to publish original research (qualitative research, classroom action research, development/design research are top priorities) and/or library analysis on how students learn mathematics and how mathematics is taught in primary, secondary or undergraduate level. The journal also welcomes articles that address common issues in mathematics. To maintain the focus, the scope of the published articles will be as follows: 1. Mathematical thinking 2. Design/Development research in mathematics education 3. Integration of mathematics 4. The development of students mathematics literacy 5. Pure Math (Algebra, Analysis, Combinatorics and Statistics
Articles 24 Documents
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Peserta Didik pada Materi Peluang Shafa Khadijah Rahmat; Hilman Robbany Arham
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol 2, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Rumah Jurnal IAIN Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v2i1.5542

Abstract

Students' problem solving skills are very important for everyone who will apply them both in other fields of study and in everyday life. The purpose of this study is to analyze the mathematical problem solving abilities of class VIII students in the 2021/2022 academic year. The sample in this study was class VIII students totaling 16 students who were taken randomly at one school in Karawang. This research is a descriptive research, while the data collection technique is done by giving 3 questions about the mathematical problem solving ability test. After the mathematical problem solving ability test is done, students will be divided into 3 categories, namely high, medium, and low. The results of the analysis in this study state that indicator 1 is in the medium category with a percentage of 68.75%, then the second indicator is in the medium category with a percentage of 50%, and the third and fourth indicators are in the low category with a percentage of 31.25% and 18.75 respectively. %. The average mathematical problem solving ability of students is 42.18% and is included in the medium category. The conclusions obtained in this study are that the average ability of students on the material opportunity is in the moderate category, especially in its application, other difficulties faced by students are found when students have not been able to understand the problems in questions or in the concept of arithmetic operations.Kemampuan pemecahan masalah peserta didik sangatlah penting untuk semua orang yang akan menerapkannya, baik dalam bidang studi lain di luar matematika maupun dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik kelas VIII tahun ajaran 2021/2022. Sampel pada penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII berjumlah 16 peserta didik yang diambil secara acak pada salah satu sekolah di Karawang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif sedangkan Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pemberian soal tes kemampuan pemecahan masalah matematis sebanyak 3 (tiga) soal. Setelah dilakukan tes kemampuan pemecahan masalah matematis, peserta didik akan dibagi menjadi 3 (tiga) kategori yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Hasil analisis pada penelitian ini menyatakan bahwa pada indikator pertama berkategori sedang dengan presentase 68,75%, lalu indikator kedua berkategori sedang dengan presentase 50%, dan indikator ketiga dan keempat berkategori rendah dengan masing-masing presentase yaitu 31,25% dan 18,75%. Adapun rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik sebesar 42,18% dan termasuk dalam kategori sedang. Simpulan yang didapat pada penelitian ini adalah rata-rata kemampuan peserta didik pada materi peluang masuk pada kategori sedang terutama dalam penerapannya, kesulitan lain yang dihadapi peserta didik ditemukan Ketika peserta didik belum mampu memahami permasalahan pada soal ataupun pada konsep operasi hitung.
Eksplorasi Eduwisata Garam Sebagai Metode Pembelajaran Matematika Era New Normal Regita Dwi Andari; Sri Wahyuni; Riski Kholif Arohman; Moh Zayyadi
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol 2, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Rumah Jurnal IAIN Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v2i1.5275

Abstract

The pandemic period requires learning to be online. Online learning does not work effective due to several things, such as less than optimal student involvement, inadequate facilities, and so on. Improvements in these problems are urgently needed, as is the use of a new appropriate learning method. This study aims to explore the mathematical concept of Eduwisata Garam on the salt island of Madura. The type of data in this study is a qualitative research with an etnographic approach. The etnographic approach is an empirical and theoretical approach to produce a deeper description and analysis of Eduwisata Garam. The result of this research is in Eduwisata Garam there is a circle concept; rotation; two-dimentional figure; social arithmetic; distance, time, and speed; statistics; discharge, volume, and time that can be used as learning methods. In addition, this Eduwisata Garam can be used as a medium of education for children in introducing Madurese culture, especially in the manufacture of salt.Masa pandemi mengharuskan pembelajaran menjadi dalam jaringan (online). Pembelajaran online tidak berjalan efektif karena beberapa hal, seperti keterlibatan peserta didik kurang maksimal, fasilitas kurang memadai, dan lain sebagainya. Perbaikan dalam masalah tersebut sangat diperlukan, seperti menggunakan sebuah metode pembelajaran baru yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep matematika pada Eduwisata Garam yang ada di Pulau Garam Madura. Jenis data dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Pendekatan etnografi merupakan sebuah pendekatan yang dilakukan secara empiris dan teoretis untuk menghasilkan sebuah gambaran dan analisis lebih tentang eduwisata garam. Hasil penelitian ini adalah dalam Eduwisata Garam terdapat konsep lingkaran; rotasi; bangun datar; aritmetika sosial; jarak, waktu, dan kecepatan; statistika; debit, volume, dan waktu yang dapat dijadikan sebagai metode pembelajaran. Selain itu, eduwisata garam ini dapat dijadikan sebagai media edukasi kepada anak dalam memperkenalkan budaya Madura khususnya dalam pembuatan garam.
Pendekatan Pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) dan Kemampuan Komunikasi Matematis Nita Putri Utami; Silmi Aulia; Yulia Yulia
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol 2, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Rumah Jurnal IAIN Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v2i1.5586

Abstract

Realistic Mathematics Education (RME) learning approach is widely used to improve various abilities in the learning process. One of them is mathematical communication skills. The purpose of this study was to determine the contribution of the Realistic Mathematics Education (RME) learning approach in improving mathematical communication skills. This type of research is library research. There are 32 sources in the form of books, journals and proceedings which are edited, organized and research findings. The results obtained are that in the first step, RME understands contextual problems and is able to hone indicators of mathematical communication skills, namely expressing mathematical ideas through oral and written. In the second step, solving contextual problems is able to hone the second indicator of communication skills, namely the ability to understand, interpret, and evaluate mathematical ideas. In the third step, comparing and discussing answers is able to hone the third indicator of mathematical communication skills, namely the ability to use terms, mathematical notation and structures to present ideas, describe relationships and model situations. In the fourth step, draw conclusions to be able to hone indicators of mathematical communication skills, namely expressing mathematical ideas through oral, written and visually describing them. So it can be concluded that RME can improve mathematical communication skills.Pendekatan pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) banyak digunakan untuk meningkatkan berbagai kemampuan dalam proses pembelajaran. Salah satunya adalah kemampuan komunikasi matematis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kontribusi pendekatan pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) dalam meningkatkan kemampuan komunikasi matematis. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library study). Ada 32 sumber berupa buku, journal dan prosiding yang di editing, organizing  dan penemuan hasil penelitian. Hasil yang diperoleh  yaitu pada langkah pertama RME memahami masalah kontekstual mampu mengasah indikator kemampuan komunikasi matematis yaitu mengekspresikan ide-ide matematika melalui lisan, tulisan. Pada langkah kedua  menyelesaikan masalah kontekstual mampu mengasah indikator kemampuan komunikasi yang kedua yaitu kemampuan memahami, menginterprestasikan, dan mengevaluasi ide-ide matematika. Pada langkah  ketiga membandingkan dan mendiskusikan jawaban mampu mengasah indikator kemampuan komunikasi matematis ke tiga yaitu kemampuan menggunakan istilah, notasi matematika dan struktur-struktur untuk menyajikan ide, menggambarkan hubungan dan model situasi. Pada langkah  keempat menarik kesimpulan mampu mengasah indikator kemampuan komunikais matematis satu yaitu yaitu mengekspresikan ide-ide matematika melalui lisan, tulisan serta menggambarkannya secara visual. Jadi dapat disimpulkan bahwa RME dapat meingkatkan kemampuan komunikasi matematis. 
Pengembangan Instrumen Tes Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika di SMP Negeri 12 Padang Fenny Fitrianty; Alfi Yunita; Ratulani Juwita
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol 2, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Rumah Jurnal IAIN Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v2i1.5337

Abstract

This study aims to produce a valid and reliable test instrument that can measure students' problem solving abilities. The type of research used is research and development (R&D), namely the development of test instruments to measure mathematical problem solving abilities. The development model used is the Plomp model which consists of 3 phases: 1) Preliminary Research, 2) Prototyping Phase, 3) Assessment Phase. The test subjects in this study were eighth grade students of SMP Negeri 12 Padang, totaling 9 students. Based on the experiments carried out, it was found that: 1) the mathematical problem solving test instrument was said to be "valid" because based on the results of the CVR, namely 1, it met the criteria of 0.99 and the CVI was 1 with a very suitable category in the range of 0.68 - 1, 00. 2) The mathematical problem solving test instrument has a difficulty level with an average of 0.62 with the medium category in the range of 0.31-0.70. 3) The mathematical problem solving test instrument has a good discriminatory power with an average discriminating power of 0.52 with a sufficient category in the range of 0.41 – 0.70. 4) The mathematical problem solving test instrument is said to be reliable with a value of 0.8702 with a very high reliability category, in the range of 0.80 < r11 1.00. Thus, the test instrument for mathematical problem solving skills on the number pattern material is said to be valid and reliable.Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah instrumen tes yang valid dan reliabel yang dapat mengukur kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (research and development) yaitu pengembangan instrumen tes untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematika. Model pengembangan yang digunakan adalah Model Plomp yang terdiri atas 3 (tiga) fase;  preliminary research, prototyping phase, dan assessment phase. Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah 9 (sembilan) orang peserta didik kelas VIII SMP Negeri 12 Padang. Hasil uji coba menunjukkan bahwa instrumen tes pemecahan masalah matematika dikatakan “Valid” karena berdasarkan hasil CVR yaitu 1, memenuhi kriteria 14≥"> 0,99 dan CVI yaitu 1 dengan kategori sangat sesuai (berada pada kisaran 0,68–1,00.2). Instrumen tes pemecahan masalah matematika memiliki tingkat kesukaran dengan rata–rata 0,62 dengan kategori sedang (berada pada kisaran 0,31–0,70.3). Instrumen tes pemecahan masalah matematika memiliki daya pembeda yang sudah baik dengan rata–rata daya pembeda adalah 0,52 dengan kategori cukup (berada pada kisaran 0,41–0,70.4). Instrumen tes pemecahan masalah matematika sudah dikatakan reliabel dengan nilai 0,8702 dengan kategori reliabilitas sangat tinggi, berada pada kisaran 0,80 14<"> r11 14≤"> 1,00. Dengan demilikian, instrumen tes kemampuan pemecahan masalah matematika pada materi pola bilangan dikatakan valid dan reliabel.

Page 3 of 3 | Total Record : 24